Bulgaria (The Indonesian News) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia bertindak sebagai koordinator utama dalam penyelenggaraan Asian Festival 2026 yang berlangsung di Sofia, Bulgaria, pada 13–14 Juni 2026. Kepemimpinan Indonesia dalam festival tahunan keenam ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 70 tahun hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Republik Bulgaria.
Untuk pertama kalinya sejak diinisiasi pada tahun 2017, festival kebudayaan terbesar Asia di Bulgaria ini diperluas pelaksanaannya menjadi dua hari penuh guna mengakomodasi peningkatan antusiasme publik serta perluasan partisipasi negara peserta. Di bawah koordinasi Indonesia, festival tahun ini diikuti oleh 10 negara Asia lainnya, yaitu Kamboja, Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, India, Pakistan, Mongolia, serta kehadiran khusus Australia yang diwakili oleh Konsul Kehormatannya di Sofia.
Asian Festival 2026 juga mencatat capaian penting dengan ditetapkannya Wakil Presiden Republik Bulgaria, Iliana Iotova, secara resmi sebagai Patron (Pelindung) festival. Dukungan ini menegaskan pentingnya upaya memperdalam pemahaman mengenai kawasan Asia bagi Pemerintah dan masyarakat Bulgaria.
Pembukaan festival ditandai secara simbolis dengan pelepasan merpati putih oleh Wakil Menteri Luar Negeri Bulgaria, Hristo Polendakov; Wali Kota Sofia, Vasil Terziev; serta para Duta Besar negara-negara Asia yang dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta. Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh ribuan pengunjung serta korps diplomatik dari berbagai negara sahabat.
Sebagai koordinator utama, Indonesia menampilkan paviliun kebudayaan interaktif dan pertunjukan seni guna mempromosikan potensi industri kreatif nasional. Di panggung utama, Indonesia menampilkan kelompok tari Minangkabau Rumah Gadang Limpapeh yang didatangkan langsung dari tanah air, berkolaborasi dengan kelompok tari Bidadari (KBRI Beograd) dan Pesona Mawar Nusantara (KBRI Sofia). Seni bela diri tradisional juga diperkenalkan melalui penampilan kelompok Pencak Silat Buka Lingkaran yang beranggotakan warga negara Bulgaria.
Selain seni pertunjukan, paviliun Indonesia memfasilitasi diplomasi publik melalui kegiatan edukasi interaktif, seperti lokakarya membatik, pengenalan topeng Cirebon, dan praktik memainkan alat musik angklung bagi para pengunjung lokal. Indonesia juga melakukan diplomasi kopi melalui partisipasi Noozkav yang memperkenalkan komoditas biji kopi unggulan Nusantara kepada para tamu kehormatan, termasuk Wakil Menlu Hristo Polendakov dan Wali Kota Vasil Terziev yang berkesempatan meninjau langsung stan Indonesia. Pada penghujung festival, seluruh pengisi acara Indonesia menggelar aksi kolaboratif flash mob tari daerah yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat Bulgaria.
Asian Festival pertama kali digagas pada Juli 2017 oleh Duta Besar RI untuk Bulgaria periode 2016–2020, almarhumah Sri Astari Rasjid. Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, festival ini berhasil dihidupkan kembali sejak tahun 2025 dan kini telah bertransformasi menjadi salah satu instrumen diplomasi kebudayaan tahunan yang efektif dalam menjembatani hubungan bilateral antara negara-negara Asia dengan masyarakat Bulgaria.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia






