Beranda Daerah Bea Cukai Aceh dan PT Mifa Bersaudara Perkuat Sinergi Pengawasan Ekspor

Bea Cukai Aceh dan PT Mifa Bersaudara Perkuat Sinergi Pengawasan Ekspor

Bea Cukai Aceh saat kunjungan lapangan ke PT Mifa Bersaudara pada 28–29 Juli 2026. (Foto : Dok. Kanwil Bea Cukai Aceh).

Meulaboh (The Indonesian News) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Aceh bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Meulaboh melaksanakan kunjungan lapangan ke PT Mifa Bersaudara pada 28–29 Juli 2026. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh Asral Effendi serta didampingi Kepala KPPBC TMP C Meulaboh Ahmad Yudi Fevrianto bertujuan meningkatkan kompetensi petugas dalam pengawasan ekspor batubara melalui praktik pengambilan sampel sekaligus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Asral Effendi, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi petugas harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengikuti dinamika proses bisnis ekspor dan perkembangan komoditas.

Bea Cukai Aceh saat kunjungan lapangan ke PT Mifa Bersaudara pada 28–29 Juli 2026. (Foto : Dok. Kanwil Bea Cukai Aceh).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bea Cukai Aceh dalam meningkatkan kompetensi petugas di bidang pengawasan ekspor batubara. Melalui praktik pengambilan sampel secara langsung di lapangan, petugas tidak hanya memahami prosedur yang berlaku, tetapi juga memperoleh pengalaman teknis yang akan mendukung pelaksanaan tugas secara profesional, akurat, dan akuntabel,” ujar Asral Effendi dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Teknis (Peltek) Batubara yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kanwil DJBC Aceh. Pada pelatihan tersebut, para petugas memperoleh pembekalan mengenai metode perhitungan kuantitas muatan batubara, sedangkan pada kunjungan lapangan kali ini fokus pembelajaran diarahkan pada praktik pengambilan sampel batubara sesuai standar yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, para petugas berkesempatan mengamati secara langsung tahapan operasional ekspor batubara, mulai dari proses penanganan komoditas hingga teknik pengambilan sampel yang representatif. Sampel yang diperoleh selanjutnya akan diuji di Laboratorium Bea Cukai untuk memastikan kesesuaian jenis dan spesifikasi komoditas dengan dokumen pemberitahuan pabean. Proses ini merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pelaksanaan pengawasan kepabeanan yang akurat dan akuntabel.

Senada dengan hal tersebut, Kepala KPPBC TMP C Meulaboh, Ahmad Yudi Fevrianto, menekankan pentingnya kolaborasi antara Bea Cukai dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem ekspor yang kondusif.

“Sinergi yang baik dengan para pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelayanan sekaligus efektivitas pengawasan. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat memahami proses bisnis secara lebih komprehensif sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Ahmad Yudi Fevrianto.

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kegiatan ini juga memperkuat hubungan kemitraan antara Bea Cukai dan PT Mifa Bersaudara sebagai salah satu eksportir batubara terbesar di Aceh. Pemahaman yang lebih baik terhadap proses bisnis ekspor diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat efektivitas pengawasan, serta mendukung kepatuhan pengguna jasa terhadap ketentuan di bidang kepabeanan.

Melalui kegiatan ini, Kanwil DJBC Aceh menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi aparatur dan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kompetensi petugas yang semakin baik diharapkan dapat mendukung pengawasan ekspor yang lebih berkualitas, menjaga validitas data statistik perdagangan, serta berkontribusi terhadap optimalisasi penerimaan negara dan kelancaran arus logistik nasional.