Beranda Daerah Menhub Dudy Tinjau Langsung Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Penyelamatan Berjalan...

Menhub Dudy Tinjau Langsung Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Penyelamatan Berjalan Optimal

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (Tengah), saat tinjau proses evakuasi penumpang dan awak KM Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). (Foto : Dok. Kemenhub).

Sumenep (The Indonesian News) – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, meninjau langsung proses evakuasi penumpang dan awak KM Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Pada Minggu (2/8). Dari Pelabuhan Kalianget, Menhub memastikan seluruh proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi serta menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan seluruh korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal dan berjalan lancar sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta mendapat penanganan lebih lanjut dari petugas,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Hingga saat ini, proses evakuasi yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih terus berlangsung. Para korban yang berhasil dievakuasi direncanakan akan dibawa ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis dan pendataan lebih lanjut.

Menhub Dudy terus memantau perkembangan penanganan insiden dengan melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah di Madura, Tim SAR, TNI, Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operator kapal, serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Ia memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan telah dikerahkan guna mempercepat proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban.

Dalam kunjungannya ke Sumenep, Menhub juga bertemu dengan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk memperkuat koordinasi penanganan korban. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumenep beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang sejak awal kejadian telah mengerahkan personel, fasilitas, dan sumber daya yang dimiliki.

Selain itu, Menhub memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah di wilayah Madura yang dinilai sigap merespons kondisi darurat tersebut. Penghargaan juga disampaikan kepada pemilik dan operator kapal-kapal yang turut membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.

“Saya mengapresiasi langkah proaktif Bupati Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan yang telah menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, serta tim di wilayah perairannya masing-masing untuk membantu penumpang yang kemungkinan terbawa arus. Sinergi antardaerah seperti ini sangat penting dalam mempercepat penyelamatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Dudy.

Usai meninjau lokasi di Sumenep, Menhub bertolak ke Surabaya untuk memantau penanganan lanjutan melalui Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II yang berlokasi di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak.

Posko Terpadu tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan insiden sekaligus pusat layanan bagi para korban dan keluarga. Di lokasi tersebut dilakukan penanganan medis awal, pendataan ulang korban, proses pemulihan, hingga penyampaian informasi resmi kepada keluarga.

“Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi,” tutur Menhub.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan investigasi akan segera dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran kapal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa. Laporan mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget dengan menyebarluaskan informasi kecelakaan kapal serta berkoordinasi dengan Basarnas untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Kementerian Perhubungan juga mengerahkan kapal patroli KPLP KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian dan menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi penyelamatan. Upaya evakuasi diperkuat dengan bantuan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura, sehingga proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.

Pemerintah memastikan seluruh proses pencarian, evakuasi, penanganan korban, hingga investigasi akan terus dilakukan secara maksimal demi memberikan perlindungan dan kepastian bagi seluruh penumpang serta keluarga yang terdampak.