Beranda Internasional Kemlu RI Pantau Perkembangan WNI Pascagempa di Mesir

Kemlu RI Pantau Perkembangan WNI Pascagempa di Mesir

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia  (Kemlu RI) melalui KBRI Kairo terus memantau perkembangan situasi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 SR yang terjadi di Mesir pada hari Senin(3/8) sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah mengatakan, Gempa terjadi pada kedalaman 26 km dengan durasi cukup singkat dibawah satu menit dan berlokasi sekitar 61 km timur laut dari kota Sharm el Sheikh (kota wisata berjarak 500 km dari Kairo).

“Meskipun tidak menimbulkan kerusakan bangunan dan infrastruktur, namun gempa tsb dirasakan di seluruh Kairo, Suez dan beberapa provinsi lainnya. Kejadian tersebut sempat membuat panik warga karena goncangannya yang cukup terasa,” Kata Heni dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.

Heni menambahkan, KBRI Kairo telah menghubungi simpul – simpul WNI yang berada di kota Kairo, Alexandria, Mansoura, Hurghada, Luxor, dan Sharm el Shekh. Sejauh ini belum ada laporan WNI yang terdampak gempa tersebut. Bahkan, terdapat WNI di Hurghada dan Luxor mengaku tidak merasakan gempa dimaksud.

“Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI di Mesir untuk tetap waspada, dan memantau informasi dari sumber resmi, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Kairo. Apabila dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Kairo di +20-10-2222-9989 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027,” Tutup Heni.

Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala Richter mengguncang timur laut kota Suez, Mesir. Dilaporkan terasa getaran akibat gempa tersebut.

Dilansir AFP, Senin, (3/8/2026), badan Survei Geologi AS (USGS) melaporkan gempa tersebut terjadi pada Senin pukul 00:00 GMT. Gempa dangkal tersebut berpusat sekitar 41 kilometer (25 mil) utara-timur laut Suez.

Seorang jurnalis AFP di ibu kota Kairo melaporkan merasakan getaran tersebut. Belum ada laporan langsung tentang korban jiwa atau kerusakan.