Beranda Daerah Kemenhub Audit Sistem Keselamatan Operator Pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Kemenhub Audit Sistem Keselamatan Operator Pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Foto : Dok. Kemenhub

Surabaya (The Indoesian News) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) akan melakukan audit terhadap sistem manajemen keselamatan operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran sebagai langkah evaluasi menyeluruh pascainsiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II pada Rabu, (05/08).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan audit tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pengawasan serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” tegas Masyhud dalam keterangan resminya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam proses penanganan insiden, Kemenhub mengerahkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak serta Kapal Negara Kenavigasian KN Masalembo dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak untuk membantu operasi evakuasi korban.

Sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Pulau Masalembu menuju Surabaya menggunakan KN Masalembo pada Selasa (4/8). Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah dievakuasi mencapai 238 orang, terdiri atas 233 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Masyhud juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), mulai dari Basarnas, TNI, Polri, KSOP, operator pelayaran, hingga berbagai unsur potensi SAR yang bekerja secara terpadu.

“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesiapsiagaan serta kontribusi seluruh armada dan unsur yang terlibat dalam membantu proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II,” ujarnya.

Sejumlah armada turut berpartisipasi dalam proses evakuasi, di antaranya KRI Nala-363, KN SAR Permadi, KN Masalembo, Meratus Project 3, TB Hasnur, Meratus Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakasa Mas, Selaras Mas, Aicon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM Alcon, serta perahu nelayan Sandiwara Cinta.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), operasi SAR khusus penanganan darurat KMP Mutiara Sentosa II telah resmi dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang berada di bawah kendali Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, Kementerian Perhubungan memastikan proses penanganan korban dan investigasi penyebab kebakaran tetap berlanjut.

Kemenhub juga menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi yang tengah dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.

“Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” kata Masyhud.

Lebih lanjut, Masyhud menegaskan bahwa insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya keselamatan pelayaran yang lebih kuat.

Ia menekankan bahwa operator kapal wajib memastikan seluruh proses pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang dilakukan sesuai standar keselamatan. Selain itu, barang berbahaya maupun mudah terbakar harus melalui mekanisme pemeriksaan dan pengemasan yang benar sebelum diangkut.

Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi laut juga diminta untuk memberikan informasi yang jujur mengenai barang bawaan dan tidak membawa barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan pelayaran.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan, baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran nasional,” tutup Masyhud.