Beranda Daerah 100 Unit Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia Bakal Beroperasi  Akhir Agustus

100 Unit Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia Bakal Beroperasi  Akhir Agustus

Mobil truk mengangkut peralatan saat tiba di gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh, desa Tumbo,kecamatan Kuta Malaka, kabupaten Aceh Besar, Kamis (30/7/2026). Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA yang berlokasi kawasan wisata pegunungan Kuta Malaka itu pada tahun ajaran 2026/2027 menerima sebanyak 427 siswa baru dari keleuarga miskin ekstrem di provinsi Aceh. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

Jakarta (The Indonesian News) – Sebanyak 100 unit Sekolah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia direncanakan bakal beroperasi pada akhir Agustus 2026 setelah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Keterangan itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Tangerang, Sabtu (8/8/2026). “Jadi, mulai aktif itu akhir Agustus 2026 setelah HUT RI, 50 sampai 100 unit sekolah baru akan jadi di seluruh Indonesia,” katanya.

Konsep sekolah rintisan program Sekolah Rakyat ini diterapkan agar proses belajar mengajar bagi anak-anak tidak harus menunggu selesainya pembangunan fisik gedung permanen yang membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

“Karena pembangunan butuh waktu mungkin setahun. Tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan. Tahun lalu awal sudah terlaksana, ini dilanjutkan,” ujarnya.

Program pendidikan ini dimaksudkan sebagai langkah strategis pemerintah dalam menekan angka putus sekolah bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan leading sektornya dari Kementerian Sosial (Kemensos). Khusus untuk wilayah Banten, pemerintah akan menghadirkan dua sekolah baru, serta enam sekolah lainnya dengan format rintisan serupa sebagai fasilitas Sekolah Rakyat

Sementara, Menteri Sosial (Mesnsos) Saifullah Yusuf menambahkan, saat ini pemerintah menargetkan lebih dari 150 ribu siswa dari kota/kabupaten di Indonesia masuk program Sekolah Rakyat pada tahun 2027.

“Target jangka panjang pemerintah adalah agar setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu gedung permanen sekolah rakyat dengan daya tampung lebih dari 2.000 siswa,” katanya.

Untuk saat ini jumlah siswa yang masuk ke dalam program Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 43.000 orang. Berdasarkan arahan Presiden, jumlah tersebut ditargetkan melonjak menjadi lebih dari 150.000 siswa pada tahun depan apabila pembangunan gedung permanen telah rampung di setiap daerah.