Beranda Nasional Wamenhub Suntana Dukung Program Merdeka Emisi Pelindo, Dorong Pelabuhan Lebih Hijau

Wamenhub Suntana Dukung Program Merdeka Emisi Pelindo, Dorong Pelabuhan Lebih Hijau

Foto: Dok. Kemenhub

Jakarta (The Indonesian News) – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengapresiasi komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendorong pengurangan emisi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Merdeka Emisi. Program tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam mewujudkan ekosistem transportasi dan logistik yang lebih ramah lingkungan.

Apresiasi itu disampaikan Suntana saat menghadiri Seremoni Pengecekan Emisi Kendaraan Program TJSL Merdeka Emisi yang digelar Pelindo dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kamis (13/8).

Menurut Suntana, upaya mewujudkan transportasi dan logistik yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pelindo yang terus aktif melakukan program CSR atau TJSL dengan berbagai inovasi dan kreasi. Tahun lalu misalnya terkait safety driving, dan tahun ini terkait energi bersih, pengurangan emisi, serta pelabuhan yang lebih hijau,” ujar Suntana.

Ia menegaskan, menjaga kualitas lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau operator pelabuhan. Seluruh pihak yang terlibat dalam rantai transportasi dan logistik, mulai dari regulator, perusahaan logistik, perusahaan trucking, pemilik kendaraan, industri hingga pengemudi, memiliki peran penting dalam menekan emisi.

“Kita semua harus bersama-sama berkontribusi secara maksimal. Tidak hanya Pelindo, tidak hanya Kementerian Perhubungan, tidak hanya pemerintah daerah atau kepolisian, tetapi semua yang terlibat dalam ekosistem kehidupan kita,” katanya.

Pengurangan Emisi Berjalan Seiring dengan Zero ODOL

Suntana juga mengaitkan upaya pengurangan emisi dengan rencana penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang ditargetkan mulai diterapkan pada 2027.

Menurutnya, pengurangan emisi dan penerapan Zero ODOL merupakan dua agenda yang dapat berjalan secara paralel untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

“Dua program ini berjalan secara paralel. Bebas ODOL akan kita laksanakan tahun depan, 2027,” ujar Suntana.

Ia menyadari penerapan Zero ODOL membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dari seluruh mata rantai transportasi dan logistik. Pengemudi memiliki keterkaitan dengan pemilik kendaraan, sementara pemilik kendaraan bergantung pada pemberi order, industri, serta pihak lain dalam rantai distribusi.

500 Kendaraan Ikuti Pengecekan Emisi

Sementara itu, Pelindo melalui Program TJSL Merdeka Emisi tahun ini melakukan pengecekan emisi terhadap sekitar 500 kendaraan operasional dan logistik yang tersebar di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar.

Khusus di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, sebanyak 200 kendaraan mengikuti kegiatan pengecekan emisi tersebut.

Wakil Direktur Utama Pelindo mengatakan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memastikan aktivitas kepelabuhanan tidak hanya mendukung kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga berlangsung secara berkelanjutan.

“Sebagai operator pelabuhan, tanggung jawab kami bukan hanya memastikan kelancaran arus logistik nasional. Kami juga harus memastikan aktivitas kepelabuhanan tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelabuhan merupakan salah satu simpul utama transportasi dan logistik yang setiap hari melayani pergerakan kendaraan dalam jumlah besar. Karena itu, upaya menekan emisi di kawasan pelabuhan tidak dapat dilakukan oleh operator pelabuhan secara sendiri.

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dan logistik yang setiap hari melayani pergerakan kendaraan. Karena itu, menciptakan pelabuhan yang lebih hijau tidak bisa hanya dilakukan oleh operator pelabuhan. Kami membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem logistik, mulai dari pemerintah, operator terminal, perusahaan trucking, perusahaan logistik, pengguna jasa, hingga para pengemudi,” katanya.

Pelindo juga mendorong agar kesadaran terhadap pemeliharaan kendaraan dan kepatuhan terhadap standar emisi menjadi bagian dari budaya operasional para pelaku logistik.

Melalui Program Merdeka Emisi, pengecekan kendaraan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan kesadaran seluruh pelaku transportasi di kawasan pelabuhan.

“Melalui Program Merdeka Emisi, kami ingin membangun gerakan bersama agar seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan sistem logistik yang semakin efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelindo Perkuat Kolaborasi Menuju Green Port

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Program TJSL Merdeka Emisi.

Menurut Budi, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih bersih merupakan kepentingan bersama.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam Program Merdeka Emisi. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang pengecekan emisi kendaraan, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih baik,” ujar Budi.

Ia menambahkan, Pelindo Regional 2 terbuka untuk memperkuat kerja sama dengan seluruh pihak dalam ekosistem kepelabuhanan dan logistik.

“Kami mengajak seluruh stakeholder untuk terus berkolaborasi. Pemerintah, regulator, pelaku usaha, asosiasi, perusahaan trucking, hingga para pengemudi memiliki peran penting. Kalau dilakukan bersama-sama dan konsisten, upaya mengurangi emisi dan mewujudkan pelabuhan yang lebih hijau akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar,” katanya.

Program TJSL Merdeka Emisi menjadi bagian dari komitmen Pelindo dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendorong transformasi menuju Green Port di berbagai wilayah operasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai inisiatif keberlanjutan sebagai bagian dari proses dekarbonisasi yang dilaksanakan secara bertahap dan terukur.

Pelindo memandang pengembangan pelabuhan yang lebih hijau harus berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional dan penguatan keberlanjutan ekosistem logistik. Kolaborasi antara pemerintah, regulator, asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi Pelindo untuk semakin memperkuat komitmen dalam menghadirkan lingkungan pelabuhan yang lebih bersih dan sehat.

Melalui Program Merdeka Emisi, Pelindo berharap semakin banyak pihak terlibat dalam membangun sistem transportasi dan logistik yang rendah emisi, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya pelabuhan Indonesia yang semakin hijau dan berdaya saing.