Beranda Daerah Kemenhub Gerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Putri Yasmin, 212 Orang Dievakuasi dan...

Kemenhub Gerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Putri Yasmin, 212 Orang Dievakuasi dan 5 Masih Dicari

Foto: Dok. Kemenhub

Jakarta (The Indonesian News)Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bergerak cepat menangani insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok yang terjadi pada Rabu (12/8) pagi. Sejak laporan diterima pada pukul 04.20 WITA, seluruh unsur maritim dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan penumpang serta awak kapal.

Respons cepat dilakukan dengan memancarkan berita marabahaya atau MAYDAY sebanyak tiga kali melalui VTS Benoa dan SROP Padangbai kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ditjen Perhubungan Laut juga menerbitkan Notice to Marine dan mengarahkan kapal-kapal di sekitar lokasi untuk memberikan pertolongan serta membantu proses evakuasi.

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut memberikan pertolongan awal, di antaranya KMP Port Link 2, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park.

Untuk memperkuat proses penyelamatan, Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli KN.P 345 guna mengawal pelaksanaan evakuasi di sekitar lokasi kejadian. Posko koordinasi gabungan juga didirikan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, ASDP, serta sejumlah instansi terkait.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu korban dalam insiden tersebut.“Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Masyhud.

Masyhud menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama sejak insiden terjadi. Seluruh unsur di lapangan, kata dia, bergerak melakukan evakuasi, pencarian, pendataan, serta memberikan penanganan medis kepada para korban.

“Kami memastikan setiap penumpang yang dievakuasi mendapatkan penanganan medis dan dukungan yang diperlukan. Sinergi antar-stakeholder inilah yang menjadi kunci optimalisasi penanganan musibah di lapangan,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.

212 Orang Berhasil Dievakuasi

Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin tercatat sebanyak 114 penumpang, di luar awak kapal dan non-ABK.

Namun, hingga Jumat (14/8), tercatat sebanyak 212 orang telah dievakuasi, terdiri dari 188 penumpang, 17 awak kapal, dan 7 non-ABK. Dari jumlah tersebut, satu orang penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan laporan pengaduan yang diterima, masih terdapat lima orang yang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Perbedaan antara jumlah penumpang dalam manifest dengan jumlah orang yang berhasil dievakuasi menjadi perhatian serius pemerintah.

Masyhud mengatakan, perbedaan data tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi secara menyeluruh.

“Terkait adanya perbedaan jumlah penumpang dengan data manifest, hal ini menjadi temuan serius yang akan kami tindak lanjuti melalui investigasi komprehensif,” tegasnya.

Kemenhub Dukung Investigasi KNKT

Mengenai penyebab kebakaran, Ditjen Perhubungan Laut menyatakan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Investigasi tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran ke depan.

Hak Korban Dikawal Pemerintah

Selain melakukan evakuasi dan pencarian korban, pemerintah juga memastikan hak-hak para korban mendapatkan perhatian. Ditjen Perhubungan Laut mengawal proses penyaluran santunan dan jaminan asuransi bagi korban dan keluarga korban.

Pada Kamis (13/8), santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia atas nama Indah Dwi Septiani telah disalurkan di Asrama Brimob Ampenan, Mataram, melalui PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera.

Total santunan kematian yang diterima ahli waris mencapai Rp125 juta, yang terdiri dari santunan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta dan tambahan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp75 juta.

Selain santunan kematian, pemerintah juga memastikan korban luka-luka mendapatkan jaminan biaya perawatan medis sesuai ketentuan yang berlaku hingga korban dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Hak penumpang atas penggantian kendaraan yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut juga akan dipenuhi sesuai ketentuan dan mekanisme asuransi yang berlaku.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Masyhud menegaskan bahwa operasi penyelamatan dan pencarian korban masih terus dilakukan. Pemerintah juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat atau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga para nakhoda dan kru kapal yang memberikan pertolongan pertama kepada para korban.

“Perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal penanganan ini hingga tuntas,” tutup Masyhud.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau seluruh operator kapal dan masyarakat pengguna jasa angkutan laut untuk senantiasa menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.