Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan rencana kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.
“Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, Kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut Prasetyo, kunjungan Presiden membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang lebih kompleks dibandingkan kunjungan pejabat pada umumnya.
Karena itu, pemerintah terlebih dahulu memastikan penanganan bencana di lapangan berjalan dengan baik.
“Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa,” ujarnya.
Prasetyo mengungkapkan, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga telah berada di NTT guna memastikan koordinasi tanggap darurat pascagempa berjalan cepat dan terpadu.
Jajaran pejabat yang diturunkan ke lokasi meliputi Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus, serta Wamensos Agus Jabo Priyono.
“Sekarang (mereka) sedang berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Prasetyo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan penanganan darurat secara maksimal bagi para korban bencana di NTT.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” tulis Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo, Minggu (16/8/2026).
Pemerintah sendiri telah menyalurkan 50.000 paket sembako ke lokasi bencana sejak Sabtu (15/8/2026) guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar para warga terdampak.
Selain kementerian dan lembaga terkait, Kepala Negara menginstruksikan jajaran BUMN, seperti Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, untuk turut aktif dalam penanganan di lapangan.
“Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini. Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan,” tegas Prabowo.
Prabowo turut menyampaikan belasungkawa dan doa mendalam bagi seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa tersebut.
“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi,” tutur Presiden.
Gempa berkekuatan M 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) subuh, dan sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG sebelum dinyatakan berakhir pukul 07.30 WIB.









