Beranda News KPLP Perkuat Kesiapsiagaan Personel SAR Hadapi Kecelakaan dan Kebakaran Kapal

KPLP Perkuat Kesiapsiagaan Personel SAR Hadapi Kecelakaan dan Kebakaran Kapal

Theindonesiannews.com

JAKARTA, 22 Agustus 2026 – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) terus memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan di laut, khususnya kecelakaan dan kebakaran kapal.

Penguatan kemampuan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembekalan Personel Search and Rescue (SAR) di Perairan dan Pelabuhan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP, Triono, mengatakan peningkatan kemampuan personel SAR menjadi hal penting mengingat tingginya aktivitas pelayaran di Indonesia yang memiliki karakteristik sebagai negara kepulauan.

Menurutnya, berbagai insiden kecelakaan maupun kebakaran kapal yang terjadi menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat di laut.

“Kebakaran di tengah laut menciptakan situasi yang sangat ekstrem, mulai dari eskalasi api yang cepat, kepulan asap beracun di ruang terbatas, kepanikan massal, hingga kondisi abandon ship. Karena itu, setiap personel harus memiliki kemampuan, kesiapan, dan pemahaman prosedur yang benar dalam menghadapi kondisi tersebut,” ujar Triono.

Ia menjelaskan, terdapat tiga tantangan utama yang harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi penyelamatan di laut.

Pertama, kecepatan response time. Kecepatan petugas dalam merespons kejadian menjadi salah satu faktor penting dalam menyelamatkan jiwa penumpang, terutama ketika proses evakuasi harus dilakukan dalam waktu singkat.

Kedua, koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan. Operasi SAR di laut membutuhkan sinergi yang kuat antara KPLP, Basarnas, TNI AL, Polairud, serta kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ketiga, penerapan SOP keselamatan dan evakuasi medis darurat. Penanganan korban dalam kondisi kedaruratan membutuhkan personel yang memiliki kualifikasi teknis sekaligus ketahanan fisik dan mental yang baik.

“Peningkatan kapasitas SDM SAR tidak dapat hanya mengandalkan rutinitas harian. Kita membutuhkan upskilling atau pembaruan keterampilan serta penyamaan persepsi terhadap tindakan yang harus dilakukan secara berkala,” kata Triono.

Melalui kegiatan pembekalan tersebut, para personel SAR mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, antara lain mengenai teknik dasar pertolongan di air, penggunaan alat keselamatan, serta manajemen evakuasi dasar sesuai prosedur.

Triono menegaskan, pembekalan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis personel, tetapi juga memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaan operasi SAR di lapangan.

“Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara tim SAR gabungan dan sarana pendukung di lapangan serta mengoptimalkan penerapan SOP penyelamatan, baik dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi petugas maupun dalam mengoptimalkan penyelamatan jiwa,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber yang berasal dari Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, Direktorat KPLP, serta Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Selain pembelajaran melalui materi dan teori, para peserta juga mengikuti praktik lapangan yang dilaksanakan di Tribuana Dive Center dan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Direktorat KPLP berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kesiapsiagaan personel SAR dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di laut.

Dengan peningkatan kompetensi dan koordinasi yang semakin baik, personel SAR diharapkan mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur sehingga dapat mendukung upaya penyelamatan jiwa serta meningkatkan keselamatan pelayaran di perairan Indonesia.