
Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan puluhan bangunan terdampak gempa bumi magnitudo (M) 6,1 di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan gempa bumi terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan berdasarkan data pada Senin, 5 Oktober, pukul 00.15 WIB, total rumah rusak mencapai 95 unit. Rinciannya 1 unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 82 unit rusak ringan.
“Seluruh rumah rusak tersebut teridentifikasi di Kabupaten Sumba Barat Daya,” kata Berton dalam keterangan resmi, Senin, 5 Oktober 2026.
Kerusakan juga tercatat pada sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Sumba Barat Daya. Fasilitas yang mengalami rusak ringan meliputi tempat ibadah sebanyak 5 unit, fasilitas pendidikan 3 unit, fasilitas kesehatan 6 unit, dan rumah dinas 3 unit. Sementara itu, satu fasilitas pendidikan mengalami rusak sedang.
“Di Kabupaten Sumba Barat, terdapat 3 rumah dinas dan 2 bangunan koperasi yang mengalami rusak ringan. Data dampak tersebut masih terus dimutakhirkan oleh BPBD di kedua kabupaten,” Tuturnya.
Kondisi di wilayah terdampak secara umum terpantau. Merespons kondisi darurat, pemerintah daerah Sumba Barat Daya telah mengaktifkan pos komando.
Menyikapi kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Semua pihak diharapkan bekerja sama dalam mengoptimalkan pengawasan dan pencegahan karhutla.
“Sementara dalam menghadapi bahaya gempa bumi, masyarakat agar selalu waspada karena waktu dan lokasi kejadian gempa bumi tidak dapat diprediksi. BNPB meminta warga di wilayah yang diguncang gempa untuk memeriksa kondisi rumah sebelum kembali memasukinya,” Demikian Berton SP Panjaitan.








