Perjalanan seorang warga menuju Dusun Tanjung untuk mengambil air bersih berubah menjadi penyelamatan seekor Kakatua Kecil Jambul Kuning. Kini burung itu dirawat, menunggu cukup kuat untuk kembali terbang.
Sumenep (The Indonesian News) – Romlah awalnya hanya hendak mengambil air bersih, Kamis, 1 Oktober 2026. Warga Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, itu sedang menuju Dusun Tanjung ketika sebuah suara menghentikan langkahnya. Suara seekor kakatua.
Romlah kemudian menemukan Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti) dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan. Burung tersebut diamankan sebelum akhirnya diserahkan secara sukarela untuk mendapatkan penanganan.
Proses penyelamatan tidak sepenuhnya mudah. Saat mengevakuasi burung, jari tangan Romlah sempat terluka akibat goresan paruh. Namun kakatua itu berhasil diselamatkan.
Tim Penyelamatan Satwa Liar Kolaborasi Multipihak (Matawali) kemudian melakukan penanganan awal untuk memastikan kondisinya tetap aman. Untuk sementara, burung tersebut berada dalam perawatan dan pemantauan di kediaman Usman Daeng di Pulau Masakambing.
Fokus saat ini bukan buru-buru melepasliarkannya. Kondisi satwa perlu dipantau terlebih dahulu. Jika hasil pemeriksaan dan penanganan selanjutnya menunjukkan kondisi yang memungkinkan, burung tersebut diharapkan dapat kembali terbang dan dilepasliarkan ke habitat alaminya.
Cerita Romlah menunjukkan bahwa penyelamatan satwa liar kadang tidak dimulai dari operasi besar. Ia bisa bermula dari perjalanan sederhana mengambil air, sebuah suara dari kejauhan, lalu keputusan untuk tidak membiarkan satwa yang ditemukannya begitu saja.
Romlah bahkan harus menerima luka kecil di jarinya. Tetapi jika pemulihan berjalan baik, luka itu kelak menyisakan cerita yang jauh lebih besar tentang seekor kakatua kembali mengepakkan sayapnya di langit Masakambing, bukan hidup dalam sangkar.
Sumber: Balai Besar KSDA Jawa Timur









