“Sosialisasi mengenai Rencana Kontingensi KRI Songkhla sebagai wujud pelindungan WNI di wilayah kerja KRI Songkhla.”
Songkhla (The Indonesian News) – Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla laksanakan sosialisasi bagi warga negara indonesia (WNI) mengenai Mitigasi Bencana dan Rencana Kontingensi, Pada rabu (03/06). Sosialisasi tersebut terkait pelindungan WNI dengan membangun kesadaran WNI mengenai langkah apa saja yang perlu dilakukan apabila situasi atau keadaan darurat terjadi seperti halnya bencana alam, perang/konflik atau huru-hara.
“Setiap rencana kontingensi disusun oleh Perwakilan Republik Indonesia yang ada di luar negeri sebagai panduan operasional dalam merespon situasi atau keadaan darurat,” menurut Konsul Republik Indonesia untuk Songkhla,Winardi H Lucky dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.
Winardi menambahkan, Kesadaran akan pentingnya persiapan mitigasi bencana bagi WNI berangkat dari peristiwa banjir besar di Selatan Tailan yang terjadi kurang dari satu tahun yang lalu pada 22-30 November 2025.
Sosialisasi tersebut menghadirkan pakar kebencanaan setempat sebagai Narasumber Mr.Poramet Paladsi yang aktif memberikan bantuan penyelamatan secara sukarela kepada warga sekitar maupun orang asing di saat terjadinya bencana banjir besar di Kota Hat Yai, Provinsi Songkhla di Selatan Tailan.
Poramet Paladsi menekankan mengenai arti penting pengklasifikasian daerah rawan, daerah aman, dan langkah-langkah yang perlu dilakukan WNI di saat terjadinya bencana banjir ekstrim.
“Pentingnya untuk mengamankan diri sendiri dengan melakukan evakuasi dini untuk memudahkan petugas untuk membantu Anda, ketimbang berdiam diri sampai keadaan (bencana) semakin parah dan bantuan tidak dapat masuk karena putusnya akses petugas menuju lokasi.” Ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat sosialisasi mengenai Rencana Kontingensi KRI Songkhla, yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Konsul RI Songkhla No. 0015/ΚΕΡ.ΚΕΡPRI/I/2026. Peserta sosialisasi diberikan pemahaman mengenai materi yang diatur dalam Rencana Kontingensi tersebut, di antaranya pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Keadaan Darurat KRI Songkhla, sistem penetapan level siaga oleh KRI Songkhla di saat situasi darurat, serta alur pelaksanaan evakuasi dan/atau relokasi oleh KRI Songkhla bilamana diperlukan.
Melalui sosialisasi Rencana Kontingensi KRI Songkhla, diharapkan terbangun resiliensi WNI dalam menghadapi situasi kedaruratan serta terbangunnya koordinasi yang baik antara KRI Songkhla dengan WNI dalam merespon situasi kedaruratan.
“Dalam situasi kedaruratan, WNI dapat menghubungi Hotline KRI Songkhla melalui whatsapp pada nomor +66818978350,” Demikian KRI Songkhla.






