Beranda Nasional BNPB Imbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor

BNPB Imbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor

Banjir masih merendam sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2026). BPBD bersama unsur terkait melakukan pendataan, evakuasi warga, dan penanganan darurat di wilayah terdampak. Foto: The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Provinsi Sumatera Barat

Jakarta (The Indonesian News) – Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, Di Provinsi Aceh, banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Gayo Lues pada Jumat (9/10). Hujan berintensitas tinggi memicu kejadian yang berdampak pada dua kecamatan, yakni Blangkejeren dan Dabun Gelang. Berdasarkan laporan sementara, satu kepala keluarga terdampak, sedangkan pendataan kerusakan dan dampak lainnya masih berlangsung.

“Di Kecamatan Blangkejeren, banjir dan tanah longsor berdampak pada Desa Kala Pinang dan Desa Leme. Sementara itu, di Kecamatan Dabun Gelang, dampak kejadian dilaporkan terjadi di Desa Kendawi,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Minggu 11 Oktober 2026.

Kondisi wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Jumat (9/10/2026). Foto: The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Kabupaten Gayo Lues

Dari sisi kerusakan, Ia menjelaskan, satu unit rumah dan satu unit jembatan dilaporkan terdampak. Adapun dampak terhadap lahan persawahan dan tiga akses jalan masih dalam pendataan. Selain itu, Jalan Nasional lintas Blangkejeren–Takengon ditutup total akibat tertutup material longsor. Kondisi ini menyebabkan pemulihan akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penanganan di wilayah tersebut.

“BPBD Kabupaten Gayo Lues berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen untuk mengidentifikasi dampak serta kebutuhan penanganan. Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, PUPR/HK, dan instansi terkait juga mengerahkan satu unit alat berat jenis ekskavator merek Komatsu untuk mendukung penanganan material banjir dan tanah longsor,” Terangnya.

Berdasarkan kondisi terakhir pada Sabtu (10/10), air dilaporkan telah surut. Namun, pembersihan sisa material banjir dan longsor masih berlangsung dengan melibatkan instansi terkait dan masyarakat. BPBD Kabupaten Gayo Lues terus memantau perkembangan situasi dan bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.

Selanjutnya, Kejadian serupa juga dilaporkan di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang pada Jumat (9/10) memicu banjir dan tanah longsor di tiga kecamatan, yakni Ketambe, Lawe Bulan, dan Babussalam. Wilayah terdampak meliputi Desa Kati Maju, Desa Pulonas Baru, dan Desa Pulo Latong.

“Kejadian tersebut turut berdampak pada infrastruktur. Ruas jalan Kutacane–Blangkejeren tertutup material longsor sehingga menghambat akses transportasi. Selain itu, satu unit tanggul dilaporkan jebol dan bangunan pengambilan air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara dilaporkan hanyut,” Tuturnya.

Proses pengerukan material di lokasi terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Sabtu (10/10/2026). Foto: The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Kabupaten Aceh Tenggara.

Untuk menangani dampak tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen guna mengidentifikasi kondisi lapangan serta kebutuhan penanganan. BPBD juga mengerahkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

“Hingga Sabtu (10/10), air dilaporkan telah surut. Meski demikian, pembersihan material longsor yang menutup akses jalan masih berlangsung oleh tim gabungan. Sementara itu, data korban dan dampak terhadap masyarakat masih dalam pendataan. Informasi lebih lanjut akan mengikuti hasil pemutakhiran data dari pemerintah daerah dan instansi terkait,” Ujarnya.

Sementara itu, banjir masih berdampak pada sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10) memicu banjir di tiga kecamatan dan enam kelurahan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung.

“Tiga kecamatan terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan yang dilaporkan terdampak ialah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh” Ternangnya.

Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji. Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa. Data warga terdampak dan pengungsi tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.

Dari sisi kerusakan, pendataan sementara mencatat satu unit rumah rusak berat dan empat unit rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir. Banjir juga menyebabkan akses jalan di wilayah Kuranji, tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.

BPBD Kota Padang bersama instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan, dan evakuasi warga terdampak. Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi sebanyak 238 jiwa. Penanganan melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas Padang, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat.

Selain evakuasi, bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi juga telah disalurkan. Bank Nagari dan Bagian Umum Pemerintah Kota Padang menyalurkan 500 bungkus nasi, sedangkan BPBD Kota Padang menyalurkan 100 selimut. Sementara itu, Dinas Sosial Kota Padang menyalurkan 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket family kit, 16 paket pakaian anak, dan 30 unit atau lembar kasur. Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan tujuan distribusi masing-masing instansi.

Dalam penanganan banjir, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan evakuasi dan pendataan warga terdampak. Luasnya wilayah terdampak serta kondisi sejumlah akses jalan yang terendam banjir menjadi tantangan dalam menjangkau lokasi terdampak. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mendukung kelancaran penanganan dan pemenuhan kebutuhan warga.

Di tengah penanganan tersebut, Wali Kota Padang bersama Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan camat meninjau kondisi banjir di Perumahan Cluster Luminpark. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi wilayah terdampak serta memastikan penanganan dan evakuasi warga berjalan sesuai kebutuhan.

Selain penanganan darurat, perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, menjadi salah satu rekomendasi penanganan untuk mendukung upaya pengurangan risiko banjir di wilayah tersebut.

BNPB terus mendorong pemerintah daerah bersama unsur terkait untuk mengoptimalkan penanganan darurat, memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi, serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama saat hujan berintensitas tinggi dan berlangsung dalam durasi panjang. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diharapkan mengenali potensi bahaya di sekitarnya, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi mengancam keselamatan. Terkait kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan titik api kepada pihak berwenang. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dan arahan pemerintah daerah serta petugas penanggulangan bencana,” Demikian Berton SP Panjaitan.