Beranda Ekbis Delegasi Madagaskar Tinjau Digitalisasi Pelabuhan di IPC TPK, Perkuat Kerja Sama Maritim...

Delegasi Madagaskar Tinjau Digitalisasi Pelabuhan di IPC TPK, Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–Madagaskar

Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–Madagaskar. (Foto : IPC TPK).

Jakarta (The Indonesian News) – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kehormatan delegasi Pemerintah Madagaskar yang didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Integrated Planning & Control Room, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Pada Kamis (30/7). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral sekaligus berbagi pengalaman dalam transformasi digital layanan kepelabuhanan dan logistik.

Delegasi Madagaskar melakukan peninjauan langsung terhadap sistem operasional pelabuhan berbasis digital yang diterapkan IPC TPK. Melalui kunjungan ini, kedua pihak bertukar pengetahuan mengenai modernisasi layanan logistik, penyederhanaan proses bisnis, serta implementasi sistem digital yang mendukung efisiensi dan transparansi layanan kepelabuhanan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi IPC TPK untuk memperkenalkan inovasi digital yang telah diterapkan dalam operasional terminal peti kemas.

“Kunjungan ini merupakan momentum yang baik bagi IPC TPK untuk menunjukkan bagaimana implementasi Integrated Planning & Control Room mampu memodernisasi layanan bongkar muat secara real-time, terintegrasi, dan efisien. Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar,” ujar Yanuar.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Madagaskar menyaksikan secara langsung proses perencanaan dan pengendalian pelayanan kapal serta peti kemas yang dipantau melalui Integrated Planning & Control Room. Seluruh aktivitas operasional divisualisasikan dan dikendalikan secara terpusat sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Sinergi antara modernisasi sistem operasional IPC TPK dan ekosistem digital yang dikembangkan oleh LNSW terbukti mampu meningkatkan efisiensi layanan logistik nasional. Integrasi tersebut berkontribusi dalam memangkas dwelling time, meningkatkan transparansi arus barang, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam proses pelayanan kepelabuhanan.

Implementasi digitalisasi tersebut mendapat perhatian dari delegasi Madagaskar yang saat ini tengah mendorong reformasi tata kelola pelabuhan dan transformasi digital perdagangan internasional sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing ekonomi nasional. Melalui fasilitasi LNSW Kementerian Keuangan Republik Indonesia, transfer pengetahuan mengenai pengelolaan National Single Window dan operasional terminal peti kemas diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem logistik yang lebih modern di kawasan Samudra Hindia.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), manajemen Pelindo Regional 2, serta manajemen IPC TPK. Pada sesi pemaparan, tim IPC TPK menjelaskan profil perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group, termasuk peran IPC TPK sebagai operator terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Rombongan kemudian diajak mengunjungi Integrated Planning & Control Room untuk melihat secara langsung fungsi-fungsi operasional yang terintegrasi, mulai dari Marine Service, Multipurpose, Container Terminal, hingga Traffic & Safety Control.

Menutup kunjungan tersebut, Yanuar berharap kolaborasi yang terjalin dapat menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama maritim kedua negara.

“Kami berharap sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan ekosistem LNSW ini dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim antara Indonesia dan Madagaskar,” tutup Yanuar.