
Jakarta (The Indonesian News) – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi berdampak terhadap sejumlah fasilitas transportasi. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengutamakan keselamatan penumpang, petugas, serta kelancaran operasional transportasi di wilayah terdampak.
Menhub Dudy menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas bencana yang terjadi. Ia telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana transportasi yang terdampak gempa.
“Kami turut berduka cita dan prihatin atas peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT. Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi. Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Sabtu (15/8).
Berdasarkan informasi yang diterima Kemenhub, gempa berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi di NTT. Beberapa di antaranya adalah Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, serta Bandar Udara Komodo.
Di Pelabuhan Laurentius Say, gempa menyebabkan sebagian dermaga dan bangunan ruang tunggu roboh. Saat kejadian berlangsung, KM Bukit Siguntang tengah bersandar di dermaga pelabuhan tersebut.
Sementara itu, di Pelabuhan Reo, kerusakan terjadi pada bagian kantor dan terminal. Meski mengalami kerusakan, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Kerusakan ringan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Nangakeo. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, antara lain plafon yang runtuh dan tembok yang retak. Sebagai langkah antisipasi keselamatan, layanan perintis di pelabuhan tersebut untuk sementara dihentikan.
Dampak gempa juga dirasakan di Bandar Udara Komodo. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, di antaranya Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, dan gedung administrasi. Selain itu, terdapat kerusakan minor pada fasilitas sisi udara, khususnya pada fillet Taxiway A.
Meski terdapat kerusakan pada sejumlah fasilitas, Bandar Udara Komodo masih tetap beroperasi dengan pembatasan. Hingga informasi tersebut disampaikan, tidak ditemukan korban jiwa di bandara.
Menhub Dudy meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI/Polri, pemerintah daerah, serta operator transportasi.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan dapat dipantau secara cepat dan langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” kata Dudy.
Menhub menegaskan, Kemenhub akan terus memantau kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah yang terdampak gempa. Pemerintah juga memastikan upaya pemulihan dilakukan agar layanan transportasi dapat kembali berjalan secara optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Kemenhub akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi fasilitas transportasi terdampak melalui informasi resmi.
“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Menhub Dudy.
Kemenhub memastikan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjamin keselamatan serta menjaga konektivitas transportasi masyarakat di wilayah NTT dan sekitarnya.








