Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan cepat, aman, dan selamat.
Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur. Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi intensif bersama seluruh instansi terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam penanganan awal, Ditjen Perhubungan Laut melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget segera menyiarkan informasi kecelakaan kapal dan berkoordinasi dengan Basarnas guna mempercepat proses penyelamatan. Saat kejadian berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan sehingga mendukung pelaksanaan operasi di lapangan.
Selain itu, Ditjen Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian. Sementara itu, Distrik Navigasi juga menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo untuk memberikan dukungan tambahan apabila diperlukan selama proses penanganan.
Salah satu kapal yang pertama kali menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, kapal tersebut tidak dapat melakukan evakuasi secara langsung karena sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo).
Untuk mengoptimalkan proses penyelamatan, evakuasi kemudian dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga laporan pendahuluan disusun, unsur-unsur yang terlibat dalam operasi pertolongan meliputi TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
“Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” ujar Masyhud.
Berdasarkan laporan sementara, para penumpang masih menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Ditjen Perhubungan Laut bersama seluruh instansi terkait juga telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, termasuk mendirikan posko guna mendukung koordinasi operasi penyelamatan.
Masyhud menambahkan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.
“Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.
Pemerintah memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan telah dikerahkan untuk mendukung operasi penyelamatan. Kementerian Perhubungan juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat setelah seluruh data berhasil diverifikasi.









