KJRI Penang: Konektivitas BNCT Belawan-Penang Port-Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan

banner 468x60

Perlis – Konsul Jenderal Republik Indonesia Penang, Malaysia, Wanton Saragih  menyambut baik penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MOC) antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT) Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB) dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB).

“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas untuk pergerakan barang/logistik dan perdagangan regional yang menghubungkan Sumatera, Malaysia bagian Utara dan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam hingga ke Asia Timur seperti Tiongkok,” Kata Konjen Wanton Berdasarkan siaran pers KJRI Penang, Sabtu, 30 Mei 2026.

banner 336x280

Wanton menambahkan, Penandatanganan Nota tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf; Chief Executive Officer Penang Port, Dato’ Sasedharan Vasudevan; serta Group Chief Executive Officer MPSB, Wan Ahmad Zaheed Wan Mohamad, di tengah acara peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin di Perlis Inland Port, Malaysia.

Penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MOC) antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT) Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB) dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB), Sabtu (30/5/2026). (Foto : Dok.KJRI Penang).

Hadir menyaksikan penandatanganan Nota Kolaborasi diantaranya, Raja Negeri Perlis, Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, Menteri Pengangkutan Malaysia, Loke Siew Fook, Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, serta para pelaku usaha dari Indonesia, Perlis, Penang, dan sekitarnya.

“Dalam kerangka kerja sama ini, BNCT akan berperan sebagai gerbang utama (gateway) di wilayah Sumatera untuk memperkuat distribusi barang ke/dan dari pasar regional. Penang Port (PPSB), Malaysia akan berperan sebagai transshipment hub. Sementara Perlis Inland Port (PIP), Malaysia menjadi penghubung logistik darat (inland logistics) ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur,” Ujarnya.

Dengan sinergi tersebut, ketiga otoritas pelabuhan sepakat untuk mengupayakan efisiensi rantai pasok, mempercepat arus kargo lintas negara, serta menghubungkan sistem digital yang terintegrasi untuk memastikan arus barang secara end-to-end. Dengan skema ini, akan dicapai waktu tempuhyang lebih cepat dan biaya logistik yang lebih efisien sekaligus membuka akses darat menuju Thailand, Kamboja, Laos, hingga Tiongkok.

Secara operasional, jalur Pelabuhan Belawan-Penang sejauh sekitar 255 km, dilanjutkan 133 km menuju Perlis Inland Port, sehingga total 388 km. Rute ini lebih efisien daripada rute konvensional Pelabuhan Belawan-Singapura yang hampir dua kali lebih jauh, sehingga mempercepat distribusi barang/komoditi Indonesia ke pasar Malaysia dan kawasan sekitarnya.

Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, menilai kerja sama ini akan membangun konektivitas bagi peningkatan mobilitas barang/logistik dan perdagangan antara Indonesia dan Wilayah Kerja KJRI Penang (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis), khususnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi 3 (tiga) negara yang berbatasan yakni Indonesia Malaysia Thailand (IMT Growth Triangle). Selain itu, kerja sama ini juga mengembangkan koridor alternatif untuk konektivitas antar negara ASEAN dengan negara Asia Timur seperti Tiongkok dengan rantai pasok yang lebih efisien.

“BNCT dapat berperan sebagai gerbang utama di Sumatera untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antar sesama ASEAN dan dengan kawasan Asia Timur seperti Tiongkok yang lebih efisien. Konektivitas ini akan mempercepat arus komoditi produk unggulan Indonesia dari wilayah Sumatera seperti palm oil and derivatives, kopi, coklat, teh, dan hasil pertanian lainnya ke Wilayah Kerja (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis) dan kawasan,” ujar Wanton Saragih.

Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf menyatakan bahwa MoC ini merupakan langkah strategis memperkuat posisi BNCT dalam jaringan logistik internasional.

“MoC ini membuka koridor logistik baru yang menghubungkan Sumatera dengan pasar regional dan global. BNCT siap mendukung kelancaran perdagangan internasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional,” tutup Mohamed Suffian bin Abdul Manaf.

KJRI Penang akan terus mendorong inisiatif untuk pengembangan konektivitas antara Indonesia dengan Wilayah Kerja KJRI Penang, antar sesama negara ASEAN dan dengan kawasan lainnya untuk kepentingan nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *