Jakarta – Prajurit Marinir memperketat pengawasan di Pulau Rondo, Aceh pada Selasa (21/4). Pasukan dari Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) 1 ini menyisir wilayah pesisir untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal di beranda terdepan Indonesia tersebut.
Komandan Menbanpur 1 Kolonel (Mar) Yuyun Susanto menegaskan, kehadiran pasukannya merupakan wujud nyata pengabdian Korps Marinir. Ia meminta prajurit tidak lengah memantau setiap pergerakan yang mencurigakan.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tingkatkan kewaspadaan di wilayah strategis ini. Jalin juga komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar,” ujar Yuyun, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Rabu, 22 April 2026.
Pulau Rondo merupakan titik paling utara Indonesia yang terletak di Laut Andaman. Wilayah ini berbatasan langsung dengan wilayah perairan India (Kepulauan Nikobar) dan menjadi jalur pelayaran internasional yang sangat padat sekaligus rawan terhadap pelanggaran hukum di laut.
Personel Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pam Puter) XXIX ini menjalankan patroli darat dan pemantauan perairan secara berkala, untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Penempatan personel Marinir di Pulau Rondo telah berlangsung secara konsisten sejak awal tahun 2000-an. Hal ini dilakukan karena pulau tak berpenghuni tersebut memiliki nilai geopolitik tinggi sebagai penanda kedaulatan NKRI di ujung barat.
Selain patroli keamanan, prajurit aktif melakukan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial dengan warga setempat. Upaya ini dilakukan untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga keamanan wilayah perbatasan.
“Setiap personel harus menganggap tugas ini sebagai kehormatan. Kehadiran kita harus mampu mencegah berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas wilayah,” tegas Yuyun menambahkan.
Yuyun berharap patroli intensif ini dapat menjamin situasi di Pulau Rondo tetap kondusif. Seluruh unsur pasukan diminta tetap mengedepankan profesionalisme dan dedikasi tinggi selama menjalankan misi di pulau terluar tersebut.



















