Jakarta (The Indonesian News) – Sejumlah penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengawali partisipasi mereka dalam Latihan Pitch Black 2026 dengan menjalani latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) di wilayah udara Darwin, Australia, Senin (20/7).
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa, para penerbang dapat mempelajari prosedur penerbangan, komunikasi, serta tata cara operasi di wilayah udara Darwin sebagai bekal sebelum memasuki skenario latihan yang lebih kompleks dalam tahap DBFM.
“Pelaksanaan latihan DBFM menjadi tahapan penting dalam membangun pemahaman taktis dan interoperabilitas antarpeserta sebelum memasuki skenario latihan udara yang lebih kompleks selama Pitch Black 2026,” jelas Marsma TNI I Nyoman, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (21/7).

DBFM merupakan salah satu bagian dari Air Maneuver Exercise (AMX) yang memberi kesempatan kepada para penerbang untuk mengenali karakteristik, kemampuan, dan performa pesawat tempur yang dioperasikan peserta latihan.
Dalam pelaksanaan DBFM kali ini, penerbang T-50i Golden Eagle TNI AU melaksanakan latihan bersama penerbang yang mengoperasikan pesawat F-16D Royal Singapore Air Force (RSAF) dan F-35A Japan Air Self-Defense Force (JASDF). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari Force Integration Training (FIT).









