Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 14 April 2026

banner 468x60

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi dalam periode pemantauan 13 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 14 April 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, terdapat beberapa kejadian baru yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang, serta bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan Persnya, mengatakan, Kejadian baru yang pertama adalah banjir di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (12/4), akibat luapan Sungai Lusi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah hulu dan sebagian besar wilayah Grobogan. Bencana ini telah berdampak pada 475 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak mencapai 475 unit.

banner 336x280

“Wilayah yang terdampak meliputi Desa Karanganyar dan Kelurahan Purwodadi di Kecamatan Purwodadi, Desa Jono di Kecamatan Tawangharjo, Desa Boloh di Kecamatan Toroh, Desa Monggot di Kecamayan Geyer dan Desa Mojorebo di Kecamatan Wirosari. Hingga Senin (13/4), banjir dilaporkan berangsur surut,” Kata Abdul Muhari, Selasa, 14 April 2026.

Berikutnya, banjir juga terjadi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada hari Senin (13/4), yang berdampak pada sekitar 230 kepala keluarga atau 832 jiwa, dengan 230 unit rumah terdampak.

“Banjir ini terjadi Desa Sawang, Desa Rumintin dan Kelurahan Tambaranang, Kecamatan Tapin Selatan. Kondisi terkini menunjukkan genangan air mulai mengalami penurunan,” Katanya.

Selanjutnya, bencana angin kencang terjadi di dua wilayah. Di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, angin kencang menyebabkan 16 kepala keluarga di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Sukadana, terdampak dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 16 unit.

Sementara itu, di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, angin kencang berdampak pada 40 jiwa dari 15 kepala keluarga (KK) serta 15 unit rumah pada Minggu (12/4). Peristiwa ini terjadi di Desa Sungai Batang dan Desa Tangkas, Kecamatan Martapura Barat.

Selain kerusakan rumah, sejumlah pohon tumbang di tiga titik yang menyebabkan akses jalan terhambat. Gerak cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, bersama lintas instansi terkait telah berhasil membuka akses kembali jalan yang sebelumnya sempat tertutup pohon tumbang. Situasi secara umum saat ini telah terkendali.

“Di sisi lain, perkembangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau menunjukkan adanya penambahan luas area terdampak. Hingga 13 April 2026, luas lahan terbakar tercatat mencapai sekitar 3.456,23 hektare, dengan penambahan sekitar 4 hektare dari data sebelumnya. Status siaga darurat karhutla masih berlaku dan upaya penanganan terus dilakukan, termasuk pendampingan operasi modifikasi cuaca (OMC) oleh BNPB,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *