Beranda Internasional Rusia Ancam Bom Nuklir NATO, Kenapa?

Rusia Ancam Bom Nuklir NATO, Kenapa?

Rusia dilaporkan memiliki nuklir terbesar di dunia (Foto: YouTube)

Brussels (The Indonesian News) – Rusia memperingatkan siap menggunakan senjata nuklir jika NATO berusaha memblokade Kaliningrad, wilayah eksklave Rusia yang berbatasan dengan Laut Baltik. Ancaman tersebut dsampaikan melalui sebuah nota diplomatik yang dikirimkan Rusia kepada NATO, Dilansir Reuters, Sabtu (3/10/2026). Moskwa menuduh aliansi tersebut telah mengambil langkah yang berbahaya dan sembrono yang membawa risiko tinggi pecahnya konflik bersenjata langsung.

“Rusia akan siap menggunakan seluruh persenjataan dan kemampuan yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir, untuk mempertahankan wilayahnya jika negara-negara NATO melakukan upaya apa pun yang bertujuan mengisolasi Wilayah Kaliningrad dari bagian negara lainnya,” bunyi nota diplomatik tersebut. Lebih jauh, dokumen itu menyebut adanya kemungkinan serangan Rusia terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan di negara-negara anggota aliansi sejak awal.

Kaliningrad sendiri merupakan wilayah Rusia yang dijaga militer secara ketat. Posisinya strategis karena terjepit di antara Polandia dan Lituania. Sikap tegas dari dokumen tersebut juga digaungkan oleh para pejabat tinggi Rusia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyoroti pernyataan para pejabat negara-negara NATO yang dinilainya menunjukkan “Rusofobia” dan kesiapan untuk berperang dengan Moskwa. “Jika Eropa menyerang Rusia, ini akan menjadi jenis perang yang sama sekali berbeda, perang yang sangat singkat,” ujar Zakharova. Selain peringatan tertulis tersebut, kedutaan besar Rusia di setidaknya tiga negara Eropa juga mengeluarkan pernyataan dalam tiga hari terakhir. Ketiga kedutaan menuduh NATO meningkatkan ketegangan melalui latihan militer dan skenario yang melibatkan Kaliningrad. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut rentetan pernyataan itu sebagai pengingat diplomatik bagi Eropa.

Respons NATO

Di tengah ancaman nuklir yang dilontarkan Moskwa, NATO merespons dengan sikap dingin dan menolak untuk terintimidasi. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa aliansi tersebut telah menjawab pesan Rusia. “Kami adalah aliansi pertahanan. Dan hentikan ancaman nuklir tersebut. Ini sama sekali tidak pantas dan tidak membantu,” papar Rutte.

Saat ditanya dalam sebuah konferensi pertahanan di Brussels yang diselenggarakan oleh Euronews, apakah risiko penggunaan senjata nuklir terhadap negara-negara Baltik kini menjadi nyata, Rutte menjawab lugas. “Tidak. Putin tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa menang (melawan) NATO, jadi saya tidak menganggap ini terlalu serius,” kata Rutte. Dalam respons resminya terhadap dokumen Rusia, NATO juga menegaskan bahwa tidak ada satupun latihan atau kegiatan mereka yang menimbulkan ancaman bagi wilayah Rusia.