Beranda Daerah Tim SAR Intensifkan Pencarian Wisatawan Malaysia Hilang Saat Diving di Sabang

Tim SAR Intensifkan Pencarian Wisatawan Malaysia Hilang Saat Diving di Sabang

Tim SAR melakukan penyelaman mencari korban diving terbawa arus di Sabang . Foto: The Indonesian News/HO-BASARNAS

Sabang (The Indonesian News) – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap Ho Wee Han (49), wisatawan asal Malaysia yang hilang saat melakukan diving  atau penyelaman di perairan Shark Plateau, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain mengatakan, Pada Rabu, (16/9) pencarian diperluas hingga radius 10 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian atau LKP.

“Ho Wee Han hilang saat melakukan aktivitas diving bersama tiga penyelam lainnya di perairan Shark Plateau pada Jumat lalu, sekitar pukul 15.05 WIB,” Kata Al Hussain dalam keterangan tertulis, Rabu 16 September 2026.

Selanjutnya. Dalam laporan perkembangan operasi SAR menyebutkan pencarian hari ini dilakukan menggunakan dua unit rigid inflatable boat (RIB). Tim pertama menggunakan RIB Pos SAR Sabang untuk melakukan penyisiran ke arah Batu Rondo. Sementara tim kedua menggunakan RIB Iboih Dive Center (IDC) untuk menyisir sisi-sisi tebing dari Pulau Selako hingga Kilometer Nol.

Al Hussain menjelaskan, Ho Wee Han dan rekan-rekannya ketika kejadian sedang melakukan diving pada kedalaman sekitar 20 meter. Namun, arus bawah laut yang semakin kuat membuat para penyelam terseret hingga kedalaman sekitar 30 meter. Dalam kondisi tersebut, Ho Wee Han kemudian tidak lagi terlihat oleh pendamping diving.

“Upaya pencarian awal dari permukaan laut dilakukan sekitar 30 menit, tetapi korban belum ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Tim SAR,” ucapnya.

Ia menyebutkan pada hari pertama pencarian, Tim Rescue Pos SAR Sabang bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 17.45 WIB. Setelah berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan serta masyarakat dan nelayan setempat, pencarian langsung dilakukan hingga sekitar pukul 22.45 WIB.

Pencarian dilanjutkan pada hari kedua dengan membagi tim untuk melakukan penyisiran permukaan dan bawah permukaan. Area pencarian diperluas hingga radius 4 NM dari LKP.

“Tim penyelam gabungan juga melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian hingga kedalaman 45 meter, termasuk menyisir area tebing Batee Tokong,” Tuturnya.

Pada hari ketiga, penyelaman dilakukan pada kedalaman sekitar 50–60 meter di area tebing Batee Tokong dan Shark Plateau. Penyisiran permukaan diperluas hingga radius 5 NM arah timur laut dari LKP.

Namun, seluruh upaya pencarian hingga hari ketiga belum menemukan korban. Tim menghadapi kendala arus bawah permukaan yang kuat serta jarak pandang terbatas sekitar 0,5–1 meter.

Pada hari keempat, penyisiran permukaan diperluas hingga radius 6 NM. Tim penyelam juga melakukan pencarian di sejumlah titik yang dicurigai, di antaranya kawasan Batee Tokong, Selako Trip, dan Batee Glah, dengan kedalaman mencapai 50–60 meter.

“Berdasarkan hasil evaluasi dan musyawarah tim SAR gabungan, pencarian melalui penyelaman kemudian dihentikan sementara, sementara penyisiran permukaan tetap dilanjutkan dengan memperluas area pencarian,” ucapnya.

Memasuki hari kelima, Selasa, 15 September 2026, area pencarian kembali diperluas hingga radius 7 NM dari LKP. Pencarian dibagi menjadi empat tim yang masing-masing melakukan penyisiran menggunakan RIB Pos SAR Sabang, RIB Iboih Dive Center, RIB Pulau Weh Resort, dan RIB Safari Dive Center.

“Tim juga melakukan penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai di sekitar LKP, termasuk ke arah barat daya. Namun, pencarian hingga sore hari kembali belum membuahkan hasil,” Demikian Al Hussain.