
Jawa Timur (The Indonesian News) – Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Prof. Dr. Rudi Margono didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Andri Kurniawan melaksanakan inspeksi pimpinan di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Pada Senin 29 Juni 2026.
Jamwas Rudi Margono menekankan bahwa pengawasan internal tidak lagi dipandang sebatas fungsi pemeriksaan, melainkan menjadi instrumen utama dalam membangun budaya integritas sekaligus memperkuat tata kelola organisasi.
“Perlu disadari bersama bahwa peran pengawasan tentunya bukan hanya penegak disiplin, tetapi ikut mengakselerasi sekaligus memotivasi peningkatan kinerja di tiap-tiap bidang.” ujarnya.
Disampaikannya, bahwa kinerja pelayanan dan penegakan hukum Kejaksaan profesional, berintegritas dan humanis adalah doktrin yang harus dijalankan setiap Insan Adhyaksa.
“Kinerja pelayanan dan penegakan hukum yang kita lakukan diawasi lembaga pengawas, baik internal, eksternal maupun masyarakat luas. Jangan takut kinerja kita diawasi, bila kita berkinerja jujur, independen dan profesional. Ini semua kita lakukan agar Kejaksaan terus berada dalam rel penegakan hukum mewujudkan kepastian hukum, keadilan hukum dan bermanfaat dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Rudi Margono menuturkan sebagai seorang jaksa dituntut untuk terus membekali diri dengan keilmuan dan pengalaman. Beragam tindak pidana ada ditengah kehidupan masyarakat seiring era moderen saat ini, jaksa juga dituntut untuk terus berbenah, profesional dan berintegritas.
Jamwas mengimbau setiap satuan kerja untuk membangun budaya kerja berbasis manajemen risiko, memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta menjadikan kepatuhan sebagai instrumen pencegahan.
Menurutnya, pengawasan yang efektif harus mampu mendeteksi potensi risiko sejak dini, mendorong perbaikan berkelanjutan, serta memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Inspeksi diikuti langsung oleh para Pejabat Utama Kejati Jatim, Kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Timur, serta seluruh pegawai baik secara luring maupun daring. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyampaian arah kebijakan pengawasan bagi seluruh satuan kerja.
Kajati Jatim, Dr. Abdul Qohar, menyampaikan bahwa luasnya wilayah Jawa Timur menghadirkan tantangan dan dinamika penegakan hukum yang beragam. Namun demikian, ditegaskan bahwa seluruh jajaran terus bekerja secara optimal.
“Jawa Timur ini wilayahnya luas, tentu beragam problematik terjadi. Namun demikian kami dan jajaran terus bekerja keras. Dan dapat kami laporkan bahwa saat ini kondisi Jawa Timur kondusif.” Ujar Dr. Abdul Qohar.









