Beranda Internasional Indonesia Dorong Kemitraan ASEAN–Kanada Perkuat Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi

Indonesia Dorong Kemitraan ASEAN–Kanada Perkuat Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam ASEAN-Canada Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026). Foto Kemlu RI

Manila (The Indonesian News) – Ketahanan ekonomi, pangan, dan energi menjadi fokus Indonesia dalam mendorong penguatan kemitraan ASEAN dan Kanada di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam ASEAN-Canada Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.

“Kemitraan ASEAN dan Kanada harus menjadi bagian dari solusi untuk membangun kawasan yang lebih tangguh, sejahtera, dan damai,” ujar Menlu Sugiono, Dikutip dari laman Kemlu RI, Rabu, 22 Juli 2026.

Sebagai salah satu prioritas dalam bidang ekonomi, Indonesia mendorong agar perundingan ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) dapat segera diselesaikan tahun ini. Perjanjian ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok, mendorong pertumbuhan yang inklusif, serta membuka lebih banyak peluang bagi UMKM, khususnya dalam menembus pasar Amerika Utara.

Kanada Sebagai produsen dan eksportir potash terbesar di dunia memiliki peran strategis dalam mendukung rantai pasok pangan dan produktivitas pertanian ASEAN. Dalam hal ini, Indonesia mendorong penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi kawasan yang tangguh, termasuk melalui pemanfaatan Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO) yang didirikan Kanada di Asia Tenggara.

Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama di bidang ketahanan energi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan. Penyelenggaraan Inaugural ASEAN–Canada Strategic Dialogue yang mengambil tema keamanan energi pada Juni 2026 menjadi langkah awal yang konkret untuk memperdalam kolaborasi di bidang ini.

Menlu RI turut menekankan pentingnya menjaga keamanan dan perdamaian, termasuk dengan mendorong penguatan agenda Youth, Peace, and Security melalui ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR). Ditegaskan pula bahwa di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, multilateralisme harus tetap menjadi landasan untuk membangun kepercayaan, menegakkan hukum internasional secara konsisten, serta mencari solusi bersama, termasuk bagi Palestina.

ASEAN dan Kanada telah menjalin kerja sama sejak tahun 1977 dan akan mencapai momentum 50 tahun kemitraan di tahun mendatang. Pertemuan mengadopsi ASEAN-Canada Plan of Action 2026-2030 sebagai arah strategis kerja sama lima tahun ke depan yang mencakup kerja sama di bidang politik keamanan, ekonomi, sosial budaya, dan kerja sama lintas pilar.