Beranda Daerah PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT

PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT

Foto: Dok. PELNI

Jakarta (The Indonesian News) – Kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi terus digerakkan oleh berbagai pihak. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok mengajak seluruh stakeholder pelabuhan bergotong royong mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di NTT.(21/08/2026)

General Manager Pelindo Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, gerakan pengumpulan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari insan pelabuhan terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak gempa bumi.

Menurut Yandri, seluruh stakeholder di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok dapat berpartisipasi dengan memberikan bantuan berupa sembako maupun kebutuhan pokok lainnya.

“Kami mengimbau kepada para stakeholder di sini untuk bisa membantu para korban gempa NTT. Sumbangannya bisa melalui posko yang sudah kami siapkan di Pelabuhan Priok,” ujar Yandri, Jumat (21/8).

Ajakan tersebut ditujukan kepada berbagai pihak di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, mulai dari perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat (PBM), perusahaan logistik, perusahaan keagenan, operator terminal, hingga pelaku usaha lainnya.

Untuk memudahkan masyarakat dan stakeholder menyalurkan bantuan, PELNI bersama KSOP dan Pelindo telah menyiapkan Posko Bantuan Kemanusiaan untuk NTT di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Yandri menegaskan, bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke NTT melalui kapal PELNI tanpa dikenakan biaya pengiriman.

“Ini menjadi bentuk kepedulian kita bersama. Kami berharap seluruh stakeholder dapat berpartisipasi sehingga bantuan yang terkumpul semakin banyak dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTT,” kata Yandri.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Tanjung Priok, Ardiansyah, mengatakan bantuan yang telah terkumpul saat ini diperkirakan mencapai 3 hingga 5 ton. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring proses pengumpulan bantuan yang dilakukan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Targetnya bisa mencapai 10 ton. Nanti pengirimannya tanggal 29 Agustus dengan kapal PELNI tanpa ada biaya,” ujar Ardiansyah.

Bantuan dari Jakarta dijadwalkan diberangkatkan menuju NTT pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pengiriman secara gratis tersebut merupakan bagian dari dukungan PELNI dalam membantu percepatan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kabid P2 KSOP Tanjung Priok, Kurniawan, memastikan seluruh bantuan yang telah terkumpul akan dikirimkan ke wilayah terdampak di NTT menggunakan kapal PELNI.

“Nanti setelah terkumpul barangnya, akan kami kirimkan ke NTT menggunakan kapal PELNI,” ujar Kurniawan.

PELNI Sebelumnya Angkut 481 Koli Bantuan

Dukungan PELNI terhadap masyarakat terdampak gempa NTT sebelumnya juga telah dilakukan melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan menggunakan KM Tidar.

Kapal tersebut telah menurunkan sebanyak 481 koli bantuan kemanusiaan di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, pada Kamis (20/8/2026) dini hari.

Pengangkutan bantuan dilakukan tanpa biaya setelah PELNI memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan berupa pembebasan tarif muatan barang hingga 100 persen untuk kapal penumpang.

Yandri berharap kolaborasi antara Pelindo, PELNI, KSOP, dan seluruh stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak bantuan yang dapat dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat NTT.

“Semoga kepedulian dan gotong royong seluruh stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang terdampak gempa,” tutur Yandri.

Dengan target mencapai 10 ton, pengumpulan bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata solidaritas masyarakat pelabuhan sekaligus mempercepat penyaluran kebutuhan pokok bagi warga NTT yang membutuhkan.