
Jakarta (The Indonesian News) – Pasukan khusus Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir menerjang gelombang laut Ancol, Jakarta Utara, Pada Kamis (30/7). Prajurit elite Korps Baret Ungu tersebut menggelar latihan renang tempur formasi untuk mempertajam taktik infiltrasi bawah air menuju wilayah musuh.
Komandan Denipam 1 Marinir Letkol (Mar) Aris Moko menegaskan latihan ini bertujuan menempa kesiapsiagaan tempur prajurit dalam menghadapi berbagai medan tugas perairan.
“Latihan ini merupakan bagian dari upaya satuan untuk mempertajam kemampuan prajurit agar selalu siap menghadapi berbagai tantangan tugas terutama operasi di daerah perairan,” ujar Aris, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Jumat (31/7).

Para prajurit bergerak menembus laut lepas Pantai Jimbaran tanpa suara. Gemblengan ini mengasah daya tahan fisik sekaligus menyinkronkan pergerakan tim saat melancarkan infiltrasi laut, yakni teknik penyusupan senyap ke wilayah lawan melalui jalur perairan.
Dalam renang tempur formasi, seluruh elemen tim wajib menjaga barisan khusus, mengatur irama kayuhan kaki, dan mengunci jarak antarpersonel di bawah permukaan air. Taktik ini memastikan seluruh regu penyerbu mendarat di pantai sasaran secara serentak tanpa terdeteksi radar maupun pengawas pantai lawan.
Selama menyusur laut, para perenang elite menerapkan sistem komunikasi ketiadaan suara (silent signal) melalui isyarat tangan dan ketukan khusus di bawah air. Setiap personel memenjara suara saat membelah arus laut demi menjaga kerahasiaan posisi pasukan.
Aris menambahkan latihan berkesinambungan ini memelihara kedisiplinan dan jiwa korsa prajurit Intai Amfibi saat menjalankan misi berisiko tinggi.
“Kegiatan ini menjadi komitmen Denipam 1 Marinir dalam membina prajurit yang disiplin, tangguh dan profesional, serta siap melaksanakan tugas demi mendukung keberhasilan Korps Marinir dan TNI AL,” pungkas Aris.
Penggemblengan rutin di perairan Ancol ini memastikan prajurit Intai Amfibi Marinir selalu siap menjalankan operasi tempur amfibi (amphibious warfare), yaitu serangan militer terintegrasi dari laut ke darat untuk merebut posisi strategis lawan.








