Beranda Daerah BNPB: Faktor Hidrometeorologi masih Dominasi bencana di sejumlah daerah

BNPB: Faktor Hidrometeorologi masih Dominasi bencana di sejumlah daerah

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Desa Kertorejo, Kecamatan Ngono, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (14/7). Foto: BPBD Kabupaten Jombang

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah laporan kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode Selasa (14/7), pukul 07.00 WIB, hingga Rabu (15/7), pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Peristiwa terkait faktor hidrometeorologi masih mendominasi bencana di sejumlah daerah di Tanah Air.

“Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa provinsi, seperti Provinsi Jawa Timur, Aceh dan Kalimantan Selatan. BNPB mencatat karhutla di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang terjadi pada Selasa (14/7). Kobaran api melumat lahan tebu seluas empat hektare. Lokasi terdampak berada di Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro. Pada hari itu (14/7) juga, api berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan yang dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” Kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.

Selanjut, Dua kejadian karhutla lain tercatat di Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Karhutla Banjarbaru yang terjadi pada Selasa (14/7), melanda dua kelurahan di dua kecamatan. Wilayah terdampak di Kelurahan Cempaka ,Kecamatan Cempaka, dan Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin. Kobaran api menghanguskan lahan Semak belukar, yang diduga akibat cuaca panas dan kering. Total luas lahan terbakar di dua wilayah tersebut mencapai 12,6 hektare. BPBD setempat berhasil memadamkan api di Kelurahan Cempaka pada hari itu juga atau Selasa (14/7), sedangkan di Landasan Ulin Timur, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman.

Masih di Provinsi Kalimantan Selatan, karhutla juga melanda Kelurahan Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjarbaru, Selasa (14/7). Penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi pihak berwenang. BPBD Kabupaten Banjarbaru mencatat luas lahan terbakar mencapai 10 hektare. Api telah berhasil dipadamkan petugas di hari yang sama.

Di Provinsi Aceh, karhutla terjadi di Desa Gayo Murni, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (14/7), pukul 17.15 WIB. Pemicu karhutla belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Lahan seluas satu hektare terdampak kejadian ini. Api telah padam pada Selasa petang (14/7).

Seluas satu hektare lahan terbakar di Desa Gayo Murni, Kecamatan Atu Lintang, Kabuoaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Selasa (14/7). BPBD setempat telah mengerahkan armada untuk memadamkan api di lokasi terdampak. Foto: BPBD Kabupaten Aceh Tengah

Sementara itu, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang berlangsung di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7) itu telah mengakibatkan pohon tumbang dan menimbulkan dampak kerusakan pada fasilitas umum. Di samping itu, bencana ini menyebabkan satu warga meninggal dunia. BPBD Kabupaten Subang telah mengevakuasi korban dan melakukan pembersihan ranting-ranting dan pohon tumbang.

“Menyikapi peristiwa dan ancaman bencana, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pengurangan risiko bencana, seperti pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, dapat mengoptimalkan penanggulangan yang efektif. BNPB selalu mendorong kolaborasi multipihak dalam setiap penanganan bencana dan kesiapsiagaan,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.