Pekanbaru (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2026 telah menyiapkan tujuh unit armada selama operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera.
Hal itu disampaikan Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian saat melakukan koordinasi dan peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Pada Minggu (14/6/2026).

Kegiatan tersebut, untuk mengetahui perkembangan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau serta kesiapan dan kesigapan tim operasi dalam penanganan pemadaman karhutla.
BNPB menyatakan, pengerahan tujuh unit armada selama operasi penanganan karhutla dengan rincian digunakan untuk patroli udara satu unit helikopter dan satu unit pesawat caravan, sementara itu total lima unit helikopter digunakan untuk operasi water bombing di Riau, namun saat ini tersisa empat karena satu unit helikopter diperbantukan untuk penanganan karhutla di Provinsi Aceh
Pada kesempatan ini Rustian mendapatkan pemaparan dari Komandan Satgas Udara Karhutla Riau Kolonel Pnb Andry Setiawan, dalam pemaparan ini disampaikan perkembangan penanganan karhutla di Riau menuju trend positif dengan tidak adanya luas lahan terbakar yang bertambah dalam satu pekan terakhir.
Merespon hal tersebut, Rustian menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Satgas Karhutla Riau sehingga saat ini kondisi Riau sedang dalam situasi yang kondusif. Kegiatan ini diharapkan terus berlangsung hingga musim kemarau berakhir.
Artinya, penanganan darurat kebakaran hutan di Riau dapat berhasil dengan sedikitnya cakupan lahan yang terbakar dan menurunya dampak dari tahun-tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, Rustian mengatakan, provinsi Riau merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus karena rawan terjadi karhutla. Oleh karena itu satgas karhutla diimbau tetap mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, meskipun saat ini sedang dalam kondisi yang aman dari karhutla.
BNPB pun siap mendukung tambahan kebutuhan yang diperlukan oleh Satgas Karhutla Riau guna mendukung penanganan.
Sementara itu bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan, BNPB mengimbau agar tidak membakar sampah di lahan yang kering dan pastikan sampah yang terbakar telah padam, tidak menyisakan bara atau api sekecil apapun.
Bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait agar melakukan penguatan personel dan peralatan serta rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sesuai dengan potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing.









