DPR Ingatkan Tiga Ancaman Gerus Fondasi Bangsa

Jakarta (The Indonesian News) – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni tidak boleh dimaknai sekadar kegiatan seremonial.

Ia mengingatkan tiga tantangan nyata yang membuat nilai-nilai Pancasila masih terasa jauh dari kehidupan sebagian masyarakat.

“Peringatan 1 Juni bukan seremoni. Ini pengingat keras bahwa Pancasila adalah fondasi rumah besar bernama Indonesia. Kalau fondasinya retak, atapnya pasti bocor,” terang Firman pada Senin, 1 Juni 2026.

Tantangan pertama adalah kesenjangan ekonomi. Firman menilai sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum sepenuhnya dirasakan oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, maupun guru yang masih menghadapi berbagai hambatan dan regulasi yang memberatkan.

Tantangan kedua adalah polarisasi identitas. Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyebut sila ketiga tentang Persatuan Indonesia kini menghadapi ujian berat akibat perkembangan teknologi, penyebaran hoaks, serta maraknya politik identitas di media sosial.

Tantangan ketiga adalah lemahnya keteladanan. Menurutnya, penerapan sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus dimulai dari para pejabat, elite pemerintahan, dan tokoh masyarakat sebagai contoh nyata bagi rakyat.

“Kami tidak minta Pancasila dihafal. Kami minta Pancasila dihidupi, dijiwai, dan dirasakan. Dari warung, sawah, pabrik, sampai kantor pemerintah. Kalau negara hadir untuk rakyat kecil, Pancasila akan hidup dengan sendirinya,” tegas Firman.

Firman menekankan pentingnya pembudayaan Pancasila sejak usia dini melalui pendidikan formal. Ia mengusulkan pembacaan Pancasila dilakukan secara rutin di sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, disertai menyanyikan lagu Indonesia Raya. Budaya serupa, kata dia, juga dapat diterapkan di lingkungan pemerintahan dari tingkat desa hingga pusat.

“Dengan cara itu, ideologi Pancasila akan lebih mudah dipahami, dijiwai, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *