Beranda Internasional Kemlu RI Pantau insiden tenggelamnya kapal penangkap ikan diawaki Enam ABK WNI...

Kemlu RI Pantau insiden tenggelamnya kapal penangkap ikan diawaki Enam ABK WNI di Busan

14
0
Foto Ilustrasi : kapal tenggelam di laut lepas

Jakarta (The Indonesian News) – Dua awak kapal penangkap ikan asal Indonesia hilang pada Kamis setelah kapal tersebut terbalik di perairan lepas pantai tenggara kota pelabuhan Busan, Korea Selatan, kata otoritas maritim setempat.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Heni Hamidah mengatakan, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Seoul terus memantau dan berkoordinasi secara intensif dengan Korea Coast Guard (KCG) terkait insiden tenggelamnya kapal penangkap ikan yang turut diawaki oleh 6 ABK WNI, di perairan Busan pada Kamis (25/6).

“Menurut informasi dari KCG, insiden terjadi pada 25 Juni 2026 sekitar pukul 10.10 WS, ketika sebuah kapal penangkap ikan berbobot 79 ton bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG berbobot 992 ton di perairan sekitar Gijang, Busan,” Kata Heni dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Heni menjelaskan, Pada saat kejadian, terdapat 8 ABK di atas kapal penangkap ikan, terdiri dari 6 WNI dan 2 WN Korea Selatan. Dari jumlah tersebut, 6 ABK (4 diantaranya WNI) berhasil diselamatkan, sementara 2 ABK WNI lainnya masih dalam proses pencarian.

“Otoritas Korea Selatan saat ini mengerahkan berbagai unsur pencarian dan penyelamatan, termasuk kapal patroli Penjaga Pantai, kapal Angkatan Laut, helikopter, kapal pemerintah lainnya, dan kapal milik nelayan di sekitar lokasi kejadian,” Katanya.

Selanjutnya, KBRI Seoul terus berkoordinasi dengan KCG untuk memperoleh perkembangan terkini terkait operasi pencarian dan kondisi para awak kapal. KBRI juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga para awak kapal guna menyampaikan perkembangan informasi serta memberikan pendampingan yang diperlukan.

“Kemlu RI dan KBRI Seoul akan terus memantau penanganan insiden melalui koordinasi dengan otoritas setempat dan mengikuti dengan seksama perkembangan lebih lanjut proses pencarian dimaksud,” Ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung segera memerintahkan pengerahan semua sumber daya yang tersedia untuk menyelamatkan mereka yang hilang dan menangani dampak kecelakaan tersebut, kata seorang pejabat kepresidenan.

Lee mengeluarkan perintah tersebut setelah menerima penjelasan singkat tentang kecelakaan itu, kata juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini