Jakarta (The Indonesian News) – Maraknya kejadian karhutla di berbagai daerah, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengimbau kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan patroli bersama masyarakat, menyiagakan petugas dan peralatan pemadam kebakaran di wilayah yang rawan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, BPBD diminta untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar untuk membuka lahan maupun memproses sampah di sekitar lahan yang kering. Hal tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran yang meluas.
“kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada Senin (1/6), pukul 18.30 WIB. Lokasi terdampak berada di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih S. Tidak perlu waktu lama, lahan yang terbakar seluas tiga hektar berhasil dipadamkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok dan tim gabungan pada pukul 22.00 WIB,” Kata Abdul Muhari dalam Siaran Persnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Selanjutnya, Karhutla juga terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, pada Senin (1/6), pukul 12.45 WIB. Lahan seluas satu hektare yang berada di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, ludes dilalap si jago merah. Api berhasil dipadamkan pada Selasa (2/3), proses pemadaman dilakukan atas kolaborasi BPBD dan instansi terkait lainnya.
Masih di Provinsi Aceh, kali ini karhutla terjadi di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, wilayah Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu (31/5). Tiga unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk melakukan pemadaman satu hektare lahan yang terbakar, api pun berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.











