Beranda Nasional PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya Integritas melalui Sosialisasi WBS dan Anti-Gratifikasi

PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya Integritas melalui Sosialisasi WBS dan Anti-Gratifikasi

Foto: Dok. PT Terminal Teluk Lamong

Surabaya (The Indonesian News) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Whistleblowing System (WBS) kepada personel Port Security atau anggota pengamanan di lingkungan TTL, Pada Jumat (11/9).

Personel Port Security menjadi sasaran khusus dalam kegiatan ini karena memiliki peran strategis sebagai salah satu garda terdepan operasional terminal. Dalam menjalankan tugasnya, mereka berinteraksi secara langsung dengan pelanggan maupun berbagai pemangku kepentingan sehingga pemahaman mengenai integritas, potensi benturan kepentingan, serta pencegahan gratifikasi menjadi hal yang sangat penting.

Sosialisasi dibuka oleh Abu Hasan Asyari dari Unit Pengendali Gratifikasi TTL. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk gratifikasi, potensi risiko yang dapat muncul, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan di lapangan.

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa pemahaman mengenai tata kelola dan integritas sangat penting, khususnya bagi personel yang menjalankan tugas langsung di lapangan.

“Tim pengamanan adalah garda terdepan pelayanan di lingkungan terminal yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan. Sosialisasi ini penting agar seluruh personel tegas menolak segala bentuk benturan kepentingan dan mampu menjalankan tugas pengamanan secara profesional,” ujar Anam dalam ketrangan tertulis, Minggu 13 September 2026.

Ia menambahkan, pengendalian gratifikasi dan WBS bukan sekadar instrumen kepatuhan, tetapi merupakan bagian penting dari budaya integritas yang harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan.

“Pengendalian gratifikasi dan Whistleblowing System adalah bagian penting dari budaya integritas. Penerapannya bukan sekadar formalitas aturan, melainkan komitmen yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan,” tambah Anam.

Melalui sosialisasi tersebut, TTL kembali menegaskan sikap tegas untuk menolak segala bentuk gratifikasi yang dapat memengaruhi independensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Para personel juga dibekali pemahaman mengenai mekanisme pelaporan gratifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai penerapan Whistleblowing System (WBS) oleh Muhammad Hariyanto dari Satuan Pengawas Internal TTL. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyampaikan laporan atas dugaan pelanggaran secara cermat, objektif, dan bertanggung jawab.

Melalui WBS, TTL mendorong terciptanya lingkungan kerja yang transparan dan berani menyuarakan dugaan pelanggaran. Sistem tersebut juga menjadi salah satu instrumen perusahaan dalam memberikan perlindungan terhadap kerahasiaan dan keamanan pelapor.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para peserta antusias mengikuti sesi diskusi dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai kondisi yang berpotensi mereka hadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai integritas di seluruh lini perusahaan. Penguatan pemahaman mengenai pengendalian gratifikasi dan WBS diharapkan mampu membangun budaya kerja yang semakin transparan, profesional, dan bebas dari praktik yang berpotensi merusak tata kelola perusahaan.

“Langkah tersebut sejalan dengan visi dan nilai dasar Danantara Indonesia yang menempatkan kepatuhan, transparansi, dan disiplin tata kelola sebagai prioritas dalam menjaga integritas sekaligus mendukung keberlanjutan perusahaan,” Tutup Syaiful Anam.