
Phnom Penh (The Indonesian News) — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh menyelenggarakan Indonesia–Cambodia Friendship Night sebagai penutup Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Semester I Tahun 2026 di Phnom Penh pada Sabtu (25/07). Diikuti oleh 125 peserta yang terbagi dalam delapan kelas, program pembelajaran selama 4,5 bulan ini diselenggarakan di berbagai lokasi strategis, seperti markas Special Forces Command (911) Royal Cambodian Armed Forces, Royal University of Phnom Penh, University of Cambodia, An-Nikmah School, serta secara daring dengan dukungan pengajar dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Dalam sambutannya, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, menegaskan bahwa bahasa merupakan jembatan paling efektif untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Hubungan Indonesia dan Kamboja tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat. Bahasa membuka pintu untuk saling memahami, mengenal budaya, dan membangun kepercayaan. Semakin banyak masyarakat Kamboja yang belajar Bahasa Indonesia, semakin kuat pula fondasi persahabatan kedua negara di masa depan,” ungkap Krishnajie dalam keterangan tertulis, Dikutip dari laman Kemlu RI, Sabtu, 31 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, KBRI Phnom Penh memberikan penghargaan kepada pengajar BIPA Semester I Tahun 2026, Gitamaorezqi Maharani, atas dedikasinya mengajarkan Bahasa Indonesia sekaligus mempromosikan seni budaya Nusantara melalui Pusat Budaya Nusantara (Pusbudi). Selain mengajar, Gitamaorezqi aktif tampil bersama grup angklung dan kolintang dalam acara Pasar Malam Indonesia pada akhir April 2026, serta mempersembahkan Tari Zapin pada ajang Cambodia Muslim Friendly Tourism Forum and Fair 2026. Peran ganda ini menempatkan pengajar BIPA tidak hanya sebagai Duta Bahasa, tetapi juga Duta Budaya yang mempererat people-to-people contacts.
KBRI Phnom Penh menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Program BIPA sebagai instrumen diplomasi publik utama di Kamboja. Meski pembelajaran pada Semester II Tahun 2026 direncanakan secara daring, KBRI meyakini antusiasme masyarakat Kamboja akan tetap tinggi, sehingga semakin banyak generasi muda Kamboja yang menjadi sahabat Indonesia dan memperkokoh hubungan bilateral di masa mendatang.








