Beranda blog Halaman 116

BNPB Imbau Pemda dan Warga Tingkatkan kesiapsiagaan di daerah rawan Bencana

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Foto/YouTube Setpres)

Jakarta – Pada periode 13-16 April 2026 cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh hujan ringan hingga hujan sedang. Namun BMKG menyampaikan perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di seluruh wilayah Pulau Sumatra, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran persnya mengatakan Menyikapi prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Warga di daerah rawan banjir diharapkan rutin membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan. Masyarakat di wilayah perbukitan atau lereng diminta mewaspadai retakan tanah, segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan deras dalam durasi lama, serta menjauhi area tebing yang berpotensi longsor,” Kata Abdul Muhari, Minggu, 12 April 2026.

Selain itu, saat terjadi angin kencang, masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho yang rawan roboh.

“Sebagai langkah penguatan, BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel, logistik, serta jalur evakuasi, sekaligus memperkuat sistem peringatan dini guna meminimalkan risiko dan dampak bencana di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 12 April 2026

Kondisi pemukiman yang terdampak angin kencang di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026) (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Kabupaten Lumajang).

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana dalam periode pemantauan pada Sabtu (11/4), pukul 07.00 WIB, hingga Minggu (12/4), pukul 07.00 WIB. Fenomena cuaca ekstrem seperti angin kencang dan banjir menjadi peristiwa bencana yang mendominasi di beberapa wilayah Indonesia pada periode ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran persnya mengatakan, Laporan kejadian bencana pertama datang dari wilayah di Provinsi Jawa Barat. Hujan disertai angin kencang melanda Desa Cibedug dan Desa Banjarsari di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (11/4), pukul 16.10 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan, sebanyak 18 unit rumah rusak akibat angin kencang. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap dikarenakan terbawa angin atau tertimpa pohon yang tumbang.

“Selain berdampak pada rumah warga, BPBD juga melaporkan dua unit sekolah mengalami rusak sedang. Pohon yang tumbang di Jl. Gagak Veteran 3 sempat menyebabkan kemacetan di ruas jalan tersebut,” Kata Abdul Muhari, Minggu, 12 April 2026.

Selanjutnya, BPBD Kabupaten Bogor segera melakukan penanganan darurat dengan berkoordinasi Bersama instansi terkait. Adapun unsur yang terlibat pada penanganan tersebut adalah BPBD, aparat desa, Damkar Sektor Ciawi, serta warga setempat.

“Hingga kini, proses perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan masih dalam proses penanganan,” Terangnya.

Cuaca ekstrem juga melanda wilayah Kabupaten Subang di Jawa Barat pada Jumat (10/4). Angin kencang menerjang dua desa yang berada di dua kecamatan yakni Desa Bunihayu di Kecamatan Jalancagak, serta Desa Tegalurung di Kecamatan Legon Kulon.

“Sebanyak 144 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan rincian 62 unit rumah rusak ringan, 60 unit rumah rusak sedang, sementara 22 unit lainnya mengalami rusak berat,” Katanya.

Pascakejadian, BPBD Kabupaten Subang segera menuju ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pendataan kerusakan. Selain itu, BPBD bersama tim gabungan juga bergotong royong melakukan pembersihan ranting-ranting pohon tumbang dan rumah rusak.

Beralih ke Kabupaten Bandung, banjir merendam 5 desa dan 3 kelurahan yang berada di tiga kecamatan pada Jumat (10/4). Banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Citarum meluap dan merendam pemukiman warga.

“Adapun wilayah yang terdampak banjir meliputi Desa Bojong Dari dan Desa Bojongsoang di Kecamatan Bojongsoang, Kelurahan Baleendah dan Kelurahan Andir di Kecamatan Baleendah, serta Desa Citeureup, Desa Daeyuhkolot, Desa Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan di Kecamatan Dayeuhkolot,” Katanya.

BPBD setempat melaporkan, sebanyak 693 rumah warga terendam dengan ketinggian muka air berkisar antara 10 hingga 130 sentimeter. Akibatnya, Sebanyak 43 jiwa yang berada di Desa Citeureup dan 22 jiwa yang berada di Desa Cangkuang terpaksa harus mengungsi. Warga yang berada di Desa Citeureup mengung ke Masjid An-Nur di RW.13 Sukabirus. Sementara sebanyak 1.723 jiwa lainnya masih menempati tempat tinggal mereka meski terendam banjir.

Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Bandung segera menuju ke lokasi untuk melakukan pendataan dan assessment. BPBD Bersama tim gabungan juga melakukan penanganan dengan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Hingga Sabtu (11/4), banjir dilaporkan berangsur surut.

Cuaca ekstrem juga melanda wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Hujan deras dengan durasi yang lama memicu aliran Sungai Kedung Baung meluap ke pemukiman warga yang berada di Desa Juwangi dan Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Jumat (10/4) pukul 17.00 Waktu setempat. Banjir sempat menutup akses jalan Utama di Desa Pilangrejo.

Banjir juga dilaporkan berdampak pada 106 unit rumah warga. BPBD Kabupaten Boyolali segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan kaji cepat serta pendistribusian logistik untuk warga yang terdampak. Pendistribusian logistik dipusatkan di Balai Desa Pilangrejo dan Balai Desa Juwangi.

Saat ini banjir dilaporkan telah surut. Warga bersama pemerintah daerah setempat bergotong royong untuk membersihkan lumpur sisa dari banjir yang terjadi.

Wilayah lain di Jawa Tengah yang juga dilanda banjir yakni berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Sebanyak empat kelurahan dan satu desa dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian berkisar mulai dari 20 hingga 125 sentimeter. Wilayah terdampak banjir yakni Desa Mulyorejo, Kelurahan Cepu, Kelurahan Balun, Kelurahan Karangboyo dan Kelurahan Ngelo.

Banjir yang terjadi pada Jumat (10/4) tersebut terjadi pascahujan lebat berdurasi lama mengguyur wilayah tersebut dan memicu luapan air Sungai Ngareng.

Sebanyak 150 unit rumah, 2 sekolah, 1 fasilitas umum, serta akses jalan kelurahan terdampak. Banjir juga menyebabkan korban jiwa meninggal dunia yang tersetrum saat melakukan pembersihan setelah banjir surut. Satu warga juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora segera menuju ke lokasi kejadian untuk melaksanakan pendataan serta mengevakuasi korban yang terdampak banjir ke tempat yang lebih aman. Arus banjir yang deras serta debit air yang tinggi sempat menyulitkan tim gabungan untuk melakukan penanganan.

Pada Sabtu (11/4), banjir dilaporkan telah surut dan warga segera melakukan pembersihan secara mandiri.

Sementara di Kabupaten Demak, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Jragung, Kecamatan Karangawen pada Jumat (10/4), pukul 15.00 waktu setempat. Angin kencang menyebabkan 31 unit rumah rusak ringan dan 3 unit rumah rusak sedang.

BPBD Kabupaten Demak melaporkan, kerusakan rumah mayoritas terjadi pada bagian atap. BPBD segera melakukan asesmen dan pendataan ke lapangan bersama dengan pemerintah kecamatan didampingi pemerintah desa. Tim gabungan Bersama warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan ranting-ranting pohon tumbang maupun membersihkan material atap yang rusak.

Sementara itu, dua kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur juga dilanda cuaca ekstrem yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pacitan. Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga desa yang berada di Kecamatan Gucialit pada Jumat (10/4). Desa terdampak meliputi Desa Dadapan, Desa Tunjung, dan Desa Kertowono.

Sebanyak 31 unit rumah dilaporkan mengalami rusak ringan serta 1 rumah lainnya dilaporkan rusak berat diterjang angin kencang.

BPBD Kabupaten Lumajang segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan assessment serta pendataan kerugian akibat cuaca ekstrem. Hingga Sabtu (11/4) penanganan masih terus dilakukan pemerintah daerah setempat.

Pada hari yang sama, Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Pacitan juga diguyur hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang pada pukul 14.30 WIB. Angin kencang menumbangkan beberapa pohon di wilayah perkebunan di Desa tersebut. Salah satu pohon yang tumbang menimpa satu warga hingga meninggal dunia.

“Tidak ada kerugian materil yang dilaporkan pasca fenomena hujan dan angin kencang tersebut.” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Kasal Sidak Markas Marinir

Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali (Pertama Kiri) saat Sidak guna meninjau langsung kesiapsiagaan operasional prajurit Korps Marinir di Mako Pasmar 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/04/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Dispenal).

Jakarta — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama sejumlah pejabat tinggi TNI AL melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) guna meninjau langsung kesiapsiagaan operasional prajurit Korps Marinir di Markas Komando (Mako) Pasmar 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/04/2026).

​Kedatangan Kasal dilakukan secara senyap, tanpa pengawalan protokoler maupun atribut dinas lengkap. Hal ini dilakukan untuk melihat realitas kesiapan satuan tempur di lapangan, terutama pada hari libur, guna memastikan seluruh personel tetap dalam kondisi siaga menghadapi ancaman yang bisa datang kapan saja.

​”Kesiapsiagaan adalah kunci utama kekuatan Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh. Sidak ini merupakan bentuk evaluasi nyata agar setiap satuan selalu dalam kondisi siap tempur, baik personel maupun material, tanpa mengenal waktu,” tegas Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam Siaran Pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Minggu, 12 April 2026.

​Dalam simulasi yang tidak diskenariokan sebelumnya bagi pihak Pasmar 1, situasi tenang di hari Minggu pagi berubah seketika saat sirine meraung-raung. Kondisi tersebut dipicu oleh melintasnya pesawat udara yang diasumsikan sebagai unsur infiltrasi pasukan tidak dikenal di atas wilayah Mako Pasmar 1.

​Sidak ini juga melibatkan unsur elite TNI AL lainnya sebagai kekuatan penyerang (bulsi). Tim Kopaska melaksanakan surveillance senyap, di mana Tim Sabotir 1 Kopaska melakukan infiltrasi dan mengendap sejak dini hari hingga waktu yang ditentukan (Time on Target/TOT) untuk melaksanakan skenario penculikan salah satu pejabat Korps Marinir.

​Aksi berlanjut dengan simulasi udara menggunakan pesawat King Air sebagai unsur bulsi pada pukul 08.15 WIB, disusul pergerakan helikopter yang melaksanakan approach serta hover di atas Gedung Cakra untuk upaya ekstraksi. Namun, dalam skenario ini, tim udara terpaksa meninggalkan lokasi karena respons pertahanan udara (Hanud) Korps Marinir yang sigap melakukan penindakan.

​Kasal menyaksikan langsung bagaimana koordinasi antar lini di Pasmar 1 bekerja, termasuk saat tim sabotase yang membawa sandera berupaya meloloskan diri menggunakan Kendaraan Taktis (Rantis).

Sesuai prosedur tempur, tim ekstrak dan sandera berhasil tertahan di pos penjagaan berkat penggelaran posisi tempur (steling) yang tepat oleh prajurit Marinir.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar, menunjukkan profesionalisme tinggi dari kedua belah pihak yang terlibat.

Athan RI Dampingi Dubes RI Terima Kunjungan Menhan Spanyol di KBRI Madrid

Athan RI Dampingi Dubes RI Terima Kunjungan Menhan Spanyol di Kantor KBRI Madrid, Spanyol. Rabu (8/4/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Puspen TNI/KBRI Madrid).

Jakarta – Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Pnb Agus Dwi Aryanto beserta Kepala Kanselerai Ria Uki Suharsi mendampingi Duta Besar RI di Madrid Dr. Muhammad Najib saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Spanyol Margarita Robles Fernández dalam rangka meningkatkan hubungan diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Spanyol, bertempat di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Madrid, Spanyol. Rabu (8/4/2026).

Berdasarkan keterangan
Press Release KBRI Madrid melalui Puspen TNI, Menhan Spanyol menyampaikan ucapan terima kasih atas hubungan bilateral yang selama ini berjalan dengan baik antara Spanyol dan Indonesia sebagai bagian dari diplomasi pertahanan kedua negara. Pada kesempatan kunjungan tersebut,

“Belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penugasan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL),” Kata Menhan Spanyol dalam keterangan resminya, Sabtu, 11 April 2026.

Lebih lanjut, Menhan Spanyol menyampaikan bahwa Indonesia dan Spanyol memiliki kesamaan pandangan dalam upaya menciptakan dan menjaga perdamaian dunia.

“Kolaborasi erat antara pasukan Indonesia dan pasukan Spanyol di bawah bendera UNIFIL menunjukkan kepedulian kedua negara terhadap perdamaian di Lebanon. Hal ini menjadi faktor yang mendasar bagi kolaborasi antara kedua negara,” ujar Menhan Spanyol.

Sementara itu, Dubes RI Muhammad Najib menyampaikan apresiasi atas perhatian kepada bangsa Indonesia yang saat ini tengah berduka atas kehilangan tiga prajurit TNI dalam penugasan misi UNIFIL, termasuk dukungan Pemerintah dan Rakyat Spanyol atas perjuangan Palestina mewujudkan kemerdekaannya.

Dalam pertemuan ini, menjadi momentum untuk menegaskan komitmen TNI menjalankan amanat konstitusi, yaitu turut aktif berpartisipasi dalam menjaga perdamaian dunia

Kodiklat TNI Gelar Bimtek Ketahanan Pangan, Prajurit Dituntut tak Hanya Punya Kemampuan Tempur

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyempatkan meninjau kegiatan Bimtek Ketahanan Pangandan peningkatan kemampuan personel Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Markas Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, pada 6-10 April 2026. (Foto : The Indonesian News/HO-Puspen TNI/Pen Kodiklat TNI).

Serpong – TNI lewat Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI menggelar bimbingan teknis (bimtek) ketahanan pangan dan peningkatan kemampuan personel Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).

Bimtek tersebut digelar di Markas Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, pada 6-10 April 2026. Kegiatan dibuka dan ditutup Komandan Kodiklat (Dankodiklat) TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika.

Dalam sambutannya, Naudi Nurdika menyampaikan bahwa dinamika lingkungan strategis global saat ini menunjukkan kondisi yang kurang kondusif. Hal ini menuntut peningkatan kesiapsiagaan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap tantangan multidimensi, termasuk di bidang ketahanan pangan.

Oleh karena itu, kemampuan Yonif TP dan Kompi Produksi di bidang Zeni Konstruksi dan Kesehatan, perlu ditingkatkan.

“Prajurit TNI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tempur yang profesional, tetapi juga kemampuan adaptif dan produktif dalam mendukung program strategis nasional, khususnya ketahanan pangan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional dan menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global,” kata Naudi, dikutip dari siaran pers Pen Kodiklat TNI, Jumat (10/4/2026).

Lewat bimtek tersebut, Kodiklat TNI terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM prajurit melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan tantangan global guna memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.

Bimtek tersebut diikuti personel yang memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan, serta menghadirkan narasumber di bidang zeni, kesehatan, dan pemberdayaan wilayah.

Di sela bimtek, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyempatkan meninjau kegiatan. Dalam arahannya, Panglima TNI menekankan pentingnya pengembangan tanaman produktif seperti buah-buahan dan komoditas pangan lain guna mendukung pemenuhan kebutuhan hidup serta memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika geopolitik global.

Presiden Prabowo: Hukum adalah Instrumen Negara untuk Menjaga Kekayaan Bangsa dan Negara

Presiden Prabowo Subainto menyampaikan sambutan pada acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta pada Jumat, (10/4/2026). ( Foto: The Indonesian News/HO- BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News)  – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan instrumen utama dalam menjaga kekayaan bangsa dan negara, sekaligus menjadi fondasi bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat. Presiden menekankan bahwa tanpa pengelolaan dan perlindungan kekayaan negara yang baik, mustahil kesejahteraan rakyat dapat dicapai.

“Hukum adalah instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara. Tanpa kekayaan bangsa dan negara, tidak mungkin rakyat kita hidup sejahtera,” tegas Presiden dalam sambutannya pada acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta pada Jumat, 10 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan bahwa praktik-praktik pelanggaran seperti korupsi, penyelundupan, tambang ilegal, dan penyalahgunaan kewenangan masih menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menggunakan seluruh kewenangan konstitusional untuk menegakkan hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu.

“Saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945 kepada Presiden Republik Indonesia. Saya akan menggunakan itu untuk menegakkan hukum, saudara-saudara sekalian, tanpa pandang bulu, tanpa melihat siapa,” ujarnya.

Presiden juga memberikan instruksi langsung kepada jajaran terkait, termasuk aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga, untuk memperkuat koordinasi dalam memberantas berbagai bentuk pelanggaran yang merugikan negara. Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa upaya menjaga kekayaan negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan bentuk pengabdian seluruh aparatur negara kepada rakyat.

“Berapa ribu kali saya harus tekankan, bekerja di pemerintah adalah pengorbanan dan pengabdian. Sudah terlalu lama, kekayaan bangsa dan rakyat dirampok, terlalu lama,” ungkap Presiden.

Di tengah berbagai tantangan, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap teguh pada nilai kejujuran, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat. “Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan, semakin kita akan diserang,” tegasnya.

Kepala Negara pun menutup arahannya dengan menekankan pentingnya semangat nasionalisme sebagai pendorong utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penegakan hukum yang kuat dan konsisten, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa kekayaan negara dapat dikelola secara optimal dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat nasionalisme, menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, serta berdiri tegak dalam membela kepentingan rakyat. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa setiap jengkal kekayaan negara dikelola secara optimal dan dikembalikan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Seskab Teddy: Penertiban Kawasan Hutan Selamatkan Aset Negara hingga Rp370 Triliun

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jumat, (10/4/2026). (Foto: The Indonesian News/HO- BPMI Setpres).

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang merugikan negara. Komitmen tersebut ditegaskan melalui acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026.

“Atas perintah Bapak Presiden diserahkan uang cash senilai sekitar Rp11,4 triliun. Itu apa? Itu adalah denda atas segala bentuk pelanggaran hukum dan korupsi di kawasan hutan,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya kepada awak media.

Menurut Seskab Teddy, penyerahan denda tersebut merupakan bagian dari langkah sistematis yang telah dijalankan sejak Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tahun lalu. Hingga saat ini, Seskab menyebut total uang tunai yang diserahkan kepada negara mencapai Rp31,3 triliun.

“Sejak satu tahun lalu Bapak Presiden membentuk Satgas yang total sampai sekarang itu uang cash yang diserahkan kepada negara adalah sekitar Rp31,3 triliun. Itu berupa uang cash dan aset senilai kurang lebih Rp370 triliun,” katanya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa penyerahan denda administratif ini tidak hanya sekadar simbolik, melainkan bukti nyata dari keseriusan pemerintah dalam menindak tegas pelanggaran hukum serta praktik korupsi di Indonesia.

“Tadi adalah salah satu dari banyaknya bentuk aksi tegas, konkret, bukti nyata pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan tim untuk memberantas korupsi dan segala pelanggaran hukum,” jelas Seskab Teddy.

Langkah ini sekaligus memperkuat pesan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara hadir tanpa kompromi dalam melindungi aset nasional dan memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh

Banda Aceh – Badan Meteorologi dan Geofisikan mengeluarkan peringatan dini bencana hidrometeorologi sehubungan terpantaunya gangguan atsmorfir yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin dan konvergensi di Wilayah Provinsi Aceh.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Isakandar Muda  melalui surat eradaran Jumat 10/4/2026) yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengeluarkan info siaga terkait potensi bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, tersebut, disampaikan siaga bencana di sejumlah kabupaten/kota di provinsi Aceh antara lain,  angin kencang, banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya.

Kondisi ini berpotensi  menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat, petir/kilat dan angin kencang, sedangkan dampak yang ditimbulkan , banjir,tanah longsor,pohon tumbang dan bencana hidromeorologi lainnya.

Berdasarkan informasi tersebut,  warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi resmi dan BMKG dan BPBA.

Adapun wilayah yang berpotensi terjadi bencana Hidrometeorologi di Wilayah Provinsi Aceh yang berlangsung periode 11 hingga 15 April.

Indonesia dan PBB Dukung Akses Pembiayaan dan Teknologi Pertanian Ketahanan Iklim bagi Petani Kecil

Dari kiri ke kanan: Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia Sara Ferrer Olivella, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Gita Sabharwal, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia dan ASEAN Sharon Lennon, dan On-Granting Mechanism Specialist Bayu Rahmawan dalam peluncuran program bersama 'Leveraging Finance to Scale Up Climate-Resilient Food Systems' pada hari Kamis (9/4) di Gedung Bappenas, Jakarta. (Foto : The Indonesian News/UN/Medina Basaib).

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia berkomitmen mendukung mendukung petani kecil dalam mengurangi risiko iklim dengan memperluas akses ke layanan keuangan dan memperkuat kapasitas mereka untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan melalui program bersama yang berfokus di dua provinsi penghasil pangan terbesar di Indonesia, Jawa Timur dan Lampung.

“Tujuan program ini sejalan dengan prioritas nasional khususnya mendorong transformasi sistem pangan dan arah pembangunan yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan bagi petani serta mendorong penerapan Climate-Smart Agriculture, meningkatkan kesejahteraan petani, penguatan ketahanan pangan dan pengintegrasian dengan program prioritas lainnya seperti Makan Bergizi Gratis,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup di Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo saat peluncuran UN Joint Programme: Leveraging Finance to Scale Up Climate Resilient Food Systems di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (9/4).

Petani kecil merupakan tulang punggung pertanian Indonesia, namun mereka termasuk yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Cuaca ekstrem, kekeringan berkepanjangan, dan wabah hama semakin mengancam mata pencaharian petani kecil yang menimbulkan risiko tidak hanya bagi pendapatan pedesaan, tetapi juga bagi ketahanan pangan nasional.

Program ini akan memberikan pelatihan untuk mengadopsi praktik pertanian cerdas iklim dan inovatif, berfokus pada pertanian pangan tahan iklim seperti padi hemat air bagi setidaknya 15.000 petani di Jawa Timur. Pertanian cerdas iklim mencakup serangkaian praktik dan teknologi yang peka terhadap konteks lokal yang memungkinkan petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

Untuk mendukung petani kecil dalam mengadopsi praktik berkelanjutan dalam skala besar, program ini mengintegrasikan dan memanfaatkan mekanisme pembiayaan inovatif yang ada, termasuk skema asuransi iklim Indonesia, Obligasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs Bond), Green Sukuk (obligasi syariah untuk proyek yang berdampak positif bagi lingkungan), dan pembiayaan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Melalui program ini, petani skala kecil akan didukung untuk menerapkan pertanian berkelanjutan sebagai prasyarat untuk mengakses asuransi iklim, termasuk memperluas akses ke teknologi cerdas iklim termutakhirkan, seperti irigasi bertenaga surya.

Program ini juga bertujuan untuk memobilisasi 150 juta dolar AS dari penerbitan SDG Bond tahunan Indonesia, Green, dan Green Sukuk berbasis proyek untuk membiayai praktik berkelanjutan dan biofortifikasi beras bagi setidaknya 300.000 petani kecil.

Selain itu, BPDLH diharapkan dapat menyalurkan pembiayaan mikro kepada setidaknya 400 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang melaksanakan proyek agro-silvo-pastoral layak kredit yang menggabungkan budidaya tanaman, kehutanan, dan peternakan.

Program ini akan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2027 dan akan dipimpin oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), bekerjasama dengan Badan Internasional untuk Pendanaan Pembangunan Pertanian (IFAD), Program Pembangunan PBB (UNDP), dan Kantor Kepala Perwakilan PBB (UNRCO).

”Dari investasi Program Bersama sebesar 2 juta dolar AS, kami menargetkan untuk memobilisasi 205 juta dolar AS dalam pembiayaan publik dan swasta,” ujar Gita Sabharwal, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia.

”Dengan menggabungkan keahlian teknis dari FAO, UNDP, dan IFAD, program ini menerapkan praktik pertanian yang inovatif dan cerdas iklim, mengurangi risiko produksi berkelanjutan melalui asuransi bagi petani padi, serta memperluas mekanisme pembiayaan inklusif yang telah terbukti berhasil di Indonesia,” tambahnya.

“Sektor pertanian menerima porsi pembiayaan iklim yang amat rendah, dan melalui program bersama ini kami berharap dapat membuka lebih banyak investasi dari berbagai pemangku kepentingan untuk petani kecil, perempuan, dan anak muda,” ujar Rajendra Aryal, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste.

Program ini didukung oleh Joint SDG Fund bekerja sama dengan UN Food Systems Coordination Hub, dan kontribusi dari Uni Eropa, serta Pemerintah Belgia, Denmark, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Monako, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Republik Korea, Arab Saudi, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Lima Satuan Kerja TNI Raih WBK

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah (Pertama Kanan) saat menerima pengahargaan satker Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026) (Foto : The Indonesian News/HO-Puspen TNI).

Jakarta – Lima Satuan Kerja (Satker) TNI, yakni Babinkum dan HAM TNI, Puspen TNI, Pusinfolahta TNI, Pusbintal TNI dan Satkomlek TNI berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas kinerja. Penghargaan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Reformasi Birokrasi (RB) TNI Tahun 2026 yang dibuka oleh Asisten Perencanaan Umum Letjen TNI Candra Wijaya mewakili Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026) dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian PANRB.

Kasum TNI menegaskan bahwa tema Rakor sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana TNI terus mendorong implementasi digital government melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. “Penerapan digital government dilaksanakan untuk mendukung tugas pokok TNI guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, inovatif, dan akuntabel,” ujarnya.

Kasum TNI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaksana teknis RB di lingkungan TNI, sekaligus menekankan pentingnya penguatan komitmen pimpinan dan peningkatan kapasitas SDM.

“Diperlukan penguatan komitmen dari para pimpinan sebagai pengambil keputusan dan peningkatan pengetahuan teknis personel pengawak RB TNI”, pungkasnya.

TNI juga menetapkan satuan pelayanan publik unggulan di bidang kesehatan, yaitu RSPAD Gatot Soebroto, Ladokgi R.E. Martadinata, dan RSAU dr. S. Hardjolukito, sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada prajurit dan masyarakat.

“TNI berkomitmen untuk terus memperkuat reformasi birokrasi melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berintegritas,” Demikian Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts