Beranda blog Halaman 36

Perkuat Ekosistem Logistik, Pelindo Regional II Banten dan APBMI Banten Sepakati Kerja Sama Bongkar Muat di Pelabuhan Ciwandan

Foto : Dok. Pelindo Regional II Banten

Cilegon (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten bersama Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPW APBMI) Provinsi Banten resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait rencana kerja sama kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Ciwandan, Selasa (04/08/2026).

Penandatanganan kesepakatan kolaboratif ini dilakukan secara langsung oleh General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, bersama dengan Ketua DPW APBMI Banten, Alawi Mahmud. Nota Kesepahaman ini dibentuk sebagai pedoman awal bagi kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam menjajaki pelaksanaan kegiatan bongkar muat barang dari dan ke kapal di Pelabuhan Ciwandan.

Agenda MoU tersebut juga disaksikan oleh Ketua Kadin Khusus Kepelabuhanan Banten, Tubagus Masduki, Ketua BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Banten, Habibudin, dan Jajaran Manajemen Pelindo Regional 2 Banten.

Inisiatif kolaborasi kepelabuhanan ini diselenggarakan dengan mengedepankan prinsip yang saling melengkapi dan saling menguntungkan antar kedua belah pihak. Selain itu, MoU ini juga dibangun di atas prinsip kesetaraan dan keadilan dalam berusaha, dengan tetap menerapkan kaidah bisnis yang berpedoman teguh pada tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah progresif dalam menyelaraskan potensi yang dimiliki oleh perusahaan dan asosiasi.

“Kerja sama dengan APBMI Banten ini adalah wujud kolaborasi untuk mengoptimalkan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Ciwandan dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dari Pelindo Banten. Kami berharap melalui kajian dan diskusi bersama ini, kita dapat menciptakan sinergi yang selaras dengan peraturan perundang-undangan serta mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” ujar Benny Ariadi.

Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang berlaku untuk jangka waktu satu tahun ini, Pelindo dan APBMI Banten akan mempersiapkan perjanjian kerja sama teknis. Perjanjian lanjutan tersebut nantinya akan melibatkan perusahaan-perusahaan bongkar muat di wilayah Banten yang menjadi anggota APBMI, yang sebelumnya akan melalui tahapan asesmen dan seleksi dari kedua belah pihak sesuai dengan kebutuhan dan standar prosedur yang berlaku di Pelindo.

Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berharap dapat meningkatkan efisiensi dan kelancaran operasional pelabuhan, sehingga bermuara pada penguatan daya saing logistik nasional di wilayah Banten.

Presiden Prabowo Jamu PM Tailan dalam Santap Malam Resmi Bernuansa Budaya Nusantara

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar jamuan santap malam resmi untuk Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan, Anutin Charnvirakul, di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar jamuan santap malam resmi untuk Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan, Anutin Charnvirakul, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026. Jamuan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan resmi PM Anutin ke Indonesia sekaligus mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara kedua negara.

Jamuan makan malam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persahabatan setelah kedua pemimpin menggelar pertemuan bilateral di Istana Merdeka. Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan resmi PM Anutin beserta delegasi ke Jakarta yang mencerminkan eratnya persahabatan kedua negara, sekaligus tekad bersama untuk terus membawa kemitraan Indonesia dan Tailan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kunjungan ini mencerminkan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Tailan serta tekad bersama kita untuk membawa kemitraan ini semakin maju,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo meyakini bahwa persahabatan, kerja sama, dan kemitraan yang terus terjalin dalam suasana yang baik akan makin memperkuat kesejahteraan Indonesia dan Tailan. Presiden menegaskan bahwa kekuatan hubungan bilateral tidak hanya diukur dari capaian pemerintah, tetapi juga dari semakin eratnya hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Apa pun yang terjadi, persahabatan yang baik, kerja sama yang baik, dan kemitraan yang baik akan terus berkembang dalam suasana yang baik, dan suasana ini akan memperkuat kemakmuran kedua negara kita,” ucap Presiden Prabowo.

“Saya yakin kita akan terus berdiri bersama sebagai bagian dari keluarga ASEAN,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, PM Tailan Anutin Charnvirakul menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Pemerintah Republik Indonesia atas sambutan hangat serta keramahtamahan yang diberikan selama kunjungan resminya di Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada Bapak Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia atas sambutan hangat serta keramahtamahan yang telah diberikan kepada saya dan delegasi dalam kunjungan resmi pertama saya ke Indonesia,” ucap PM Anutin.

PM Anutin turut menyoroti kedekatan budaya yang telah lama menjadi fondasi hubungan Indonesia dan Tailan. Menurutnya, kedua negara tidak hanya dipersatukan oleh sejarah, tetapi juga oleh warisan budaya yang tercermin dalam bahasa, seni, musik, sastra, hingga kuliner.

“Negara kita dipersatukan tidak hanya oleh sejarah, tetapi juga oleh warisan budaya yang sama, yang tercermin dalam bahasa, seni, musik, sastra, dan kuliner. Dengan Peta Jalan Kemitraan Strategis Tailan–Indonesia yang diadopsi hari ini, saya yakin kerja sama kita akan mencapai tingkat yang lebih tinggi,” ujar PM Tailan.

Suasana jamuan makin semarak dengan sajian kuliner khas Nusantara yang memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia kepada delegasi Tailan. Kehangatan malam kenegaraan juga diwarnai penampilan seni budaya Indonesia, mulai dari Tari Tanggai asal Palembang, Sumatra Selatan, pertunjukan wayang kulit, hingga tari kreasi yang mengangkat kisah Ramayana.

Jamuan santap malam tersebut bukan sekadar penutup agenda diplomatik, melainkan juga menjadi panggung diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara serta menegaskan komitmen Indonesia dan Tailan untuk terus melangkah bersama sebagai mitra strategis dan keluarga besar ASEAN.

Gajah Binaan “Jovi” Tutup Usia Setelah 34 Hari Perawatan Intensif

Gajah Binaan "Jovi" Tutup Usia Setelah 34 Hari Perawatan Intensif. (Foto : Dok. Kemenhut)

Pekanbaru (The Indonesian News) – Kabar duka menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Gajah binaan di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, “Jovi” (46 tahun), dinyatakan mati pada Senin (3/8) pukul 20.47 WIB setelah tim dokter hewan Balai Besar KSDA Riau berjuang secara intensif memberikan perawatan medis selama 34 hari.

Dilansir laman kemenhut, Selasa(4/8/2026), Gajah jantan dewasa yang telah berjasa besar membantu penanganan berbagai konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Riau tersebut menghembuskan napas terakhir akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas yang memicu kelemahan otot berat (myopathy).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan bahwa gejala sakit mulai terlihat pada 1 Juli 2026. Saat itu Gajah Jovi menunjukkan kondisi kelemahan umum, tidak nafsu makan, tremor (kejang), kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, serta mengalami kesulitan untuk berdiri. Sejak awal munculnya gejala, tim medis BBKSDA Riau segera melakukan penanganan secara intensif sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) pelayanan kesehatan satwa. Tindakan medis yang diberikan meliputi terapi cairan infus selama 24 jam, pemberian vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemantauan kondisi klinis dan pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, menjelaskan bahwa selama masa perawatan kondisi Gajah Jovi sempat menunjukkan perkembangan. Kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor mulai berkurang, nafsu makan perlahan membaik, bahkan pada hari keenam perawatan gajah sempat mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah. Hasil pemeriksaan laboratorium darah yang dilakukan secara berkala juga menunjukkan adanya penurunan tingkat infeksi setelah mendapatkan terapi.

Meskipun respons terhadap pengobatan sempat terlihat, kondisi otot Gajah Jovi terus mengalami penurunan hingga berkembang menjadi myopati berat, yaitu gangguan pada jaringan otot yang menyebabkan gajah kembali tidak mampu berdiri. Selama menjalani perawatan, kebutuhan nutrisi dan cairan terus dipenuhi melalui pemberian pakan khusus serta terapi infus intensif.

Dalam menangani kasus ini, BBKSDA Riau tidak bekerja sendiri. Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kehutanan mengoordinasikan diskusi dan konsultasi teknis bersama dokter hewan dari berbagai unit lingkup Kementerian Kehutanan guna memperoleh masukan dan pertimbangan medis terbaik dalam penanganan Gajah Jovi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, uji laboratorium darah, serta gejala yang muncul selama masa perawatan, tim medis menduga Gajah Jovi mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan bagian atas yang berkembang hingga menyebabkan myopati berat. Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, setelah Gajah Jovi dinyatakan mati, tim medis segera melakukan nekropsi serta pengambilan sampel organ dan jaringan untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Pada Minggu, 2 Agustus 2026, kondisi Gajah Jovi mulai mengalami penurunan yang signifikan. Gajah tidak lagi mau makan maupun minum sehingga terapi intensif terus dilakukan. Pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, suhu tubuh meningkat hingga mencapai sekitar 40°C. Tim medis terus memberikan terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral maupun rektal, serta tindakan suportif lainnya. Namun pada pukul 20.43 WIB Gajah Jovi mengalami tremor hebat, dan pada pukul 20.47 WIB dinyatakan mati. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah Gajah Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.

Gajah Jovi merupakan gajah jinak jantan berusia sekitar 46 tahun yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Selama lebih dari dua dekade, Jovi menjadi salah satu gajah binaan yang berperan penting dalam berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di berbagai wilayah Provinsi Riau. Kontribusinya dalam mendukung upaya konservasi gajah Sumatera menjadi bagian penting dari sejarah pengelolaan konflik satwa liar di Riau.

BBKSDA Riau menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu selama proses perawatan Gajah Jovi. BBKSDA Riau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian gajah Sumatera yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya. Upaya konservasi hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga habitat, mengurangi konflik manusia dan satwa liar, serta mendukung berbagai program perlindungan dan penyelamatan gajah di Indonesia.

Barisan 8 Center DPD Jakarta Pusat resmi terbentuk

Barisan 8 Center DPD Jakarta Pusat resmi terbentuk. (Foto : DPD B8C).

Jakarta (The Indonesian News) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan 8 Center (B8C) Jakarta Pusat resmi menggelar deklarasi sekaligus pelantikan ketua dan jajaran pengurus di Loca House, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/8/2026).

Said Abri resmi dilantik sebagai Ketua DPD Barisan 8 Center Jakarta Pusat. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh organisasi, unsur pemerintah, serta masyarakat.

Ketua Umum DPP Barisan 8 Center Andrio Caesario menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengawal berbagai program pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, Barisan 8 Center merupakan organisasi kemasyarakatan dan relawan nasional yang menghimpun berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, pengusaha, pelajar, kaum milenial, hingga pegiat seni dan budaya.

“Organisasi ini juga mengusung delapan pilar sosial yang meliputi sektor petani, nelayan, buruh, pelajar, pengusaha, jompo, agama, dan budaya sebagai dasar pengabdian kepada masyarakat,” Kata Andrio dalam keterangan tertulis melalui DPD B8C, Selasa, 4 Agustus 2026.

Andrio menjelaskan, Selama ini, Barisan 8 Center dikenal aktif mendukung berbagai program pemerintah, membangun sinergi dengan sejumlah kementerian dan lembaga negara, serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan.

“Melalui deklarasi tersebut, DPD Barisan 8 Center Jakarta Pusat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat,” Tutup Andrio.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP Barisan 8 Center Andrio Caesario, Ketua DPW B8C DKI Jakarta M. Zulkaydi Wirnaegara, Dewan Pembina DPP Mayjen TNI (Purn) Dr. (HC) Herwin Suparjoserta perwakilan Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kristinawati selaku Kasubkel Kewaspadaan.

Turut hadir pula perwakilan organisasi kemasyarakatan lainnya, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan. Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak-anak yatim.

Dalam kesempatan tersebut, Barisan 8 Center mendeklarasikan komitmennya melalui “Ormas Jaga Jakarta”, yang berisi enam poin utama, yaitu:

  • Menjaga NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara.
    Menjaga kondusivitas masyarakat.
  • Menolak provokasi, hoaks, dan ujaran kebencian di media sosial.
  • Bersinergi dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga keamanan lingkungan.
  • Menolak segala bentuk kekerasan dan anarkisme yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan.
  • Menjadi garda terdepan dalam menjaga toleransi antarumat beragama serta antarsuku di Jakarta.

 

Farmers Increasingly Prosperous Under Prabowo, NTP Reaches 127.84 in July 2026

Credit : The Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Jakarta (Yhe Indonesian News) – Under President Prabowo Subianto’s leadership, farmer welfare continues to improve. Statistics Indonesia data recorded the Farmer Exchange Rate at 127.84 in July 2026.

This increase in the NTP reflects that farmers’ purchasing power remains stable, as the decline in costs incurred by farmers was greater than the decline in agricultural product prices.

“The Farmer Exchange Rate in July 2026 was recorded at 127.84, an increase of 0.15 percent compared to June 2026. This increase occurred because the index of prices received by farmers fell by 0.10 percent, while the index of prices paid by farmers fell more steeply, at 0.25 percent,” said Deputy for Distribution and Services Statistics at BPS, Ateng Hartono, during a press conference on Monday (August 3).

Ateng explained that the July 2026 NTP increase occurred because the Index of Prices Paid by farmers fell more steeply than the Index of Prices Received.

He noted that the NTP is an indicator that reflects farmers’ purchasing power. An increase in the NTP indicates that the exchange value of agricultural products against goods and services consumed by households and production needs is in better condition compared to the previous month.

The national NTP increase in July 2026 was supported by improved performance in the agricultural subsectors. The smallholder plantation crops subsector recorded the highest increase at 1.67 percent, followed by food crops at 1.32 percent.

In the food crops subsector, the NTP increase was driven by rising prices of rice and secondary crops, while in the smallholder plantation subsector, it was influenced by strengthening prices of cocoa and palm oil commodities.

Cumulatively, farmer welfare conditions throughout the year also continue to show a positive trend. From January to July 2026, the national NTP was recorded at 126.13, an increase of 2.98 percent compared to the same period last year.

A total of 26 out of 38 provinces recorded NTP increases in July 2026, with Southeast Sulawesi recording the highest increase at 8.89 percent.

The surge in the NTP in July 2026 is a positive signal that the agricultural sector is becoming stronger, more productive, and more profitable. On several occasions, Minister of Agriculture Andi Amran Sulaiman has emphasized that this achievement is supported by various acceleration measures taken by the ministry, including expanding planted areas, land optimization, irrigation rehabilitation and normalization, provision of superior seeds, agricultural machinery and equipment assistance, and strengthening farmer mentoring across various production centers.

The Ministry of Agriculture continues to strengthen various strategic programs to increase productivity, maintain farming cost efficiency, expand harvest absorption, and strengthen the stability of agricultural commodity prices.

Source: Press Release from The Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

BNPB Imbau Masyarakat pantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). Foto: BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah.

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Senin (3/8) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (4/8) pukul 07.00 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah kejadian bencana meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir terjadi di beberapa daerah dan masih memerlukan penanganan terpadu oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait.

“Kejadian pertama yang tercatat adalah karhutla di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (3/8) sekitar pukul 06.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh percikan api pada vegetasi kering yang kemudian menyebar ke area lahan di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini,” Kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus 2026.

Hasil kaji cepat sementara, sekitar 3 hektare lahan dilaporkan terbakar. BPBD Kabupaten Pinrang telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan penanganan bersama dengan unsur TNI, POLRI, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), masyarakat, dan pemerintah setempat. Sinergi lintas sektor tersebut terbukti dapat mempercepat upaya pemadaman sehingga api tidak meluas ke wilayah lain.

“Berdasarkan kondisi mutakhir hingga Senin (3/8), api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru yang dapat dipicu oleh cuaca panas dan kondisi vegetasi yang masih kering,” Terangnya.

SelanjutnyA, Selain kejadian karhutla di Sulawesi Selatan, BNPB juga mencatat kejadian banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang mengakibatkan meluapnya Sungai Silaga-laga setelah tanggul sungai jebol pada Senin (3/8) sekitar pukul 10.30 WIB. Kenaikan debit air Sungai Aek Silaga-laga tersebut memicu banjir yang merendam wilayah Kelurahan Sipange dan Kelurahan Hutanabolon di Kecamatan Tukka, serta Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

“Akibat kejadian tersebut, sebanyak 50 kepala keluarga atau 150 jiwa terpaksa mengungsi, sementara sekitar 50 unit rumah terdampak banjir. Data korban dan kerusakan masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah telah mendirikan tenda pengungsian di Lingkungan II, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Warga yang mengalami trauma akibat banjir juga dievakuasi ke Gereja HKI Lama di lingkungan yang sama,” katanya.

Abdul Muhari menambahkan, Sejalan dengan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, pemerintah daerah juga terus memperkuat penanganan darurat melalui asesmen dan koordinasi lintas instansi. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan asesmen, kaji cepat, dan monitoring di seluruh lokasi terdampak banjir. Penanganan bencana ini juga mengacu pada Keputusan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 511/BPBD/2026 tentang Perpanjangan Kedua Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang berlaku mulai 29 Juni hingga 25 Desember 2026.

Dalam mendukung penanganan tersebut, BNPB turut memberikan pendampingan teknis dan melakukan pemantauan langsung terhadap langkah-langkah pengendalian banjir di lapangan. Tim BNPB pada Senin (3/8) melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan normalisasi Sungai Sigala-gala serta pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka. Selain itu, tim juga melaksanakan koordinasi lapangan dan pendampingan teknis bersama BPBD, camat, dan lurah setempat guna mempercepat penanganan di wilayah terdampak.

Upaya tersebut akan terus berlanjut pada hari berikutnya melalui koordinasi dan percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Pada Selasa (4/8), Tim BNPB dijadwalkan melaksanakan rapat koordinasi bersama Asisten I di Kantor Kelurahan Sipange, melakukan pendampingan administrasi dokumen Pra Hibah Bantuan Logistik dan Peralatan, serta melanjutkan monitoring pekerjaan perkuatan tebing sungai sepanjang sekitar 400 meter. Hingga saat ini, progres penyusunan tanggul telah mencapai 47 jumbo bag.

Selain pekerjaan yang sedang berlangsung, sejumlah langkah lanjutan juga telah disiapkan guna memperkuat perlindungan kawasan permukiman dari ancaman banjir susulan. Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Tengah akan melanjutkan normalisasi bagian hulu sungai, sementara Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara akan memobilisasi alat berat tambahan untuk normalisasi bagian hilir Sungai Sigala-gala. BNPB juga mengupayakan perkuatan tebing sungai melalui penyusunan sekitar 1.000 jumbo bag sepanjang kurang lebih 400 meter, serta merencanakan penambahan 4.000 jumbo bag yang akan digeser dari Kabupaten Luwu setelah proses koordinasi selesai.

Meskipun berbagai upaya terus dilakukan, pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala akibat faktor cuaca. Curah hujan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari menghambat pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Derasnya hujan juga menyebabkan debit Sungai Silaga-laga kembali meningkat sehingga menggerus tebing sungai yang berada dekat dengan permukiman warga.

Walaupun demikian, kondisi banjir di sebagian besar wilayah terdampak mulai menunjukkan perkembangan yang membaik. Berdasarkan kondisi terkini hingga Senin (3/8), genangan banjir telah surut. Namun, cuaca di lokasi masih diguyur hujan dengan intensitas sedang. Warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur dan material banjir sebelum kembali ke lokasi pengungsian apabila diperlukan. BNPB bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan serta memperkuat langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Selain kejadian banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, BNPB juga menerima laporan karhutla yang terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tojo, Kecamatan Tojo, pada Senin (3/8) sekitar pukul 10.01 WITA. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan tanpa pengawasan sehingga api dengan cepat merambat ke area sekitarnya.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 20 hektare lahan terdampak kebakaran. Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa. Meski demikian, upaya penanganan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Tojo Una-Una segera berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan asesmen dan kaji cepat untuk mengetahui kondisi di lapangan. Bersama unsur gabungan, petugas juga terus melaksanakan upaya pemadaman dan pengendalian api agar situasi dapat segera dinyatakan aman.

Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Polres, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi potensi penyebaran api.

Berdasarkan kondisi mutakhir hingga Senin (3/8), proses pemadaman masih berlangsung dan situasi kebakaran telah terkendali. Petugas tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak muncul titik api baru yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali meluas.

Menghadapi berbagai kejadian bencana yang terjadi di sejumlah daerah tersebut, BNPB mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sesuai dengan potensi ancaman di wilayah masing-masing. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai maupun wilayah rawan bencana lainnya, segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air, muncul retakan tanah, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serta mempercepat penanganan bencana demi melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Polda Metro Jaya Panen 82 Kilogram Pakcoy untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Polda Metro Jaya Panen 82 Kilogram Pakcoy untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Jakarta Barat, Selasa (4/8/2026). (Foto : HUmas Polda Metro Jaya).

Jakarta (The Indonesian News) – Polda Metro Jaya kembali memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan Green House Hidroponik SPPG Polri Palmerah. Sebanyak 82 kilogram sayur pakcoy berhasil dipanen pada Selasa (4/8/2026) dan langsung didistribusikan sebagai bahan baku menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah Polres Metro Jakarta Barat.

Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sri Satyatama menjelaskan bahwa kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG yang dikelola secara mandiri guna menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar, aman, dan berkualitas bagi operasional Program Makan Bergizi Gratis.

“Melalui Green House Hidroponik ini, kami membangun sistem penyediaan bahan baku yang terintegrasi, mulai dari proses budidaya hingga hasil panen dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan SPPG. Dengan demikian, kualitas, kesegaran, dan keberlanjutan pasokan bahan pangan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat kemandirian pangan di lingkungan Polda Metro Jaya,” jelas Kombes Pol. Sri Satyatama.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa pengembangan Green House Hidroponik merupakan salah satu bentuk dukungan Polda Metro Jaya terhadap program prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur

Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)  

Surabaya (The Indonesian News) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmennya mendukung penguatan ekosistem pembiayaan perumahan untuk percepatan Program 3 Juta Rumah di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan kepada pemerintah daerah (Pemda), penguatan perencanaan pembangunan, percepatan layanan perizinan, hingga sinkronisasi data perumahan agar program berjalan tepat sasaran.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), di Aula Tirta Graha Perumda Air Minum Surya Sembada, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026).

“Kami dari Kemendagri mendukung sepenuhnya penguatan ekosistem pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Wiyagus melanjutkan, Kemendagri akan memastikan percepatan Program 3 Juta Rumah masuk dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, Kemendagri juga melakukan pembinaan kepada Pemda terkait pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pengembang yang membangun rumah untuk MBR. Di sisi lain, Kemendagri terus mendorong percepatan penerbitan PBG bagi MBR agar tidak melebihi 10 hari, sekaligus melakukan penyesuaian Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk mendukung percepatan pembangunan rumah.

“Tetap perlu diperkuat agar layanan PBG ini semakin cepat, sederhana, transparan kemudian tidak bertele-tele dan tidak membebani masyarakat,” tambahnya.

Wiyagus juga menekankan pentingnya sinkronisasi data perumahan melalui koordinasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta dinas yang membidangi perumahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan. Pendataan tersebut diperlukan untuk memetakan backlog kepemilikan rumah, kondisi kelayakan hunian, serta memastikan program tepat sasaran.

Di samping itu, percepatan Program 3 Juta Rumah juga perlu diiringi dengan kepastian tata kelola lingkungan hunian yang layak, aman, dan nyaman.

“Bapak-Ibu sekalian, kami sampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, khususnya kepada Pak Menteri [PKP] sebagai inisiator. Semoga sinergi ini terus berlanjut menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemenuhan rumah layak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, serta masyarakat peserta program KUR.

 

BAIS TNI KIbarkan 5.000 Bendera dan Kirab Merah Putih di Batas Negara Kalimatan Barat

BAIS TNI KIbarkan 5.000 Bendera dan Kirab Merah Putih di Batas Negara Kalimatan Barat. (Foto : Ist)

Kalimantan Barat – Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menginisiasi aksi patriotik besar di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dengan menggelar pengadaan dan pengibaran 5.000 bendera Merah Putih serta rangkaian kirab bendera raksasa. Kegiatan berskala besar ini bertajuk “Merah Putih Berkibar Di Beranda Negeri, Menjaga Kedaulatan Mengawal NKRI”, yang diselenggarakan khusus dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 31 Juli sampai 3 Agustus 2026.

Sinergi kuat antarelemen bangsa menjadi motor utama kesuksesan agenda ini. Pengibaran bendera dipimpin oleh Panitia HUT RI Ke-81 Wilayah Perbatasan bersama Forkopimcam, Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani, dan Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad. Aksi ini juga dikawal ketat oleh jajaran Kodim, Koramil, Polsek, Brimob, serta Satgas Intelijen Kodam XII/Tanjungpura dan Tim Intelijen Korem 121/ABW.

BAIS TNI KIbarkan 5.000 Bendera dan Kirab Merah Putih di Batas Negara Kalimatan Barat. (Foto : Ist)

Tidak hanya unsur militer dan kepolisian, instansi vertikal di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) seperti BNPP, Bea Cukai, Karantina, dan Imigrasi turut terlibat aktif. Kehadiran Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan Sajingan Besar, Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan Jagoi Babang dan Badau, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, siswa sekolah, hingga warga lokal mempertegas soliditas masyarakat beranda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Distribusi pencantuman 5.000 bendera Merah Putih tersebut tersebar merata di titik-titik strategis perbatasan Kalimantan Barat. 3.000 bendera terpasang kokoh menyusuri jalur utama sepanjang kurang lebih 12 kilometer menuju PLBN Jagoi Babang, serta sisanya tersebar di empat titik strategis menuju 3 kilometer PLBN Aruk, 3 kilometer menuju PLBN Entikong, 3 Kilometer menuju PLBN Badau, dan menghiasi kapal para nelayan Desa Temajuk.

BAIS TNI KIbarkan 5.000 Bendera dan Kirab Merah Putih di Batas Negara Kalimatan Barat. (Foto : Ist)

Selain pengibaran ribuan bendera, kemeriahan HUT RI ke-81 di Kalbar juga diwarnai dengan momen emosional Kirab Bendera Merah Putih Raksasa berukuran 8×17 meter. Jalannya kirab raksasa tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan khidmat di Wilayah Bukit Tempayan, Sajingan Besar dipimpin oleh Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan Kecamatan Sajingan Besar. Momentum penanaman jiwa nasionalisme ini dipastikan akan terus berlanjut, di mana panitia menjadwalkan aksi Kirab Merah Putih berikutnya pada tanggal 11 Agustus di kawasan Jagoi Babang.

Melalui gerakan massal ini, Bais TNI bersama Satgas Pamtas, TNI-Polri, BNPP, Kementrian/Lembaga, Pemerintah Daerah serta seluruh komponen masyarakat Kalimantan Barat mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru dunia bahwa perbatasan bukan lagi halaman belakang yang terlupakan, melainkan beranda depan kehormatan bangsa yang terjaga ketat, berdaulat, dan merah putih seutuhnya.

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kunjungi Kantor KSOP Utama Tanjung Priok

Foto : Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka mendukung rangkaian kegiatan Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan kerja bakti lingkungan dan pengecatan fasilitas umum di Masjid Baitul Latief KBN, Pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa (4/8/2026).

Kegiatan dipimpin oleh AKP Budi Hernawan, S.H., selaku PS. Kabaglog Polres Pelabuhan Tanjung Priok, serta diikuti oleh personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan kerja bakti dengan membersihkan area lingkungan masjid serta melaksanakan pengecatan pada berbagai fasilitas umum guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, nyaman, dan indah. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan sosial ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas umum, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam mendukung program Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat 2026, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian Polri yang Presisi melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts