Beranda blog Halaman 37

Menko Yusril Tekankan Pentingnya Kebebasan yang Bertanggung Jawab dan berpikir kritis

Menko Yusril saat menjadi pembicara kunci dalam rangka penyambutan mahasiswa baru President University melalui PREUNI 2026 di Auditorium President University, Cikarang, Kamis (3/9/2026). Foto: Humas Kemenko Kuham Imipas

Cikarang (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengajak mahasiswa baru President University untuk memanfaatkan kebebasan di dunia perkuliahan dengan penuh tanggung jawab, sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dan menghargai perbedaan.

Pesan tersebut disampaikan Yusril saat menjadi pembicara kunci dalam rangka penyambutan mahasiswa baru President University melalui PREUNI 2026 di Auditorium President University, Cikarang, Pada Kamis (3/9).

Menurut Yusril, memasuki perguruan tinggi merupakan fase penting karena mahasiswa mulai memiliki kendali yang lebih besar dalam menentukan pilihan, mulai dari bidang yang ingin dipelajari, buku yang dibaca, hingga lingkungan tempat bertukar gagasan.

“Kebebasan tersebut tentu sangat menyenangkan, tetapi selalu datang bersama tanggung jawab. Anda bebas mengambil keputusan, tetapi Anda juga harus bersiap untuk menjelaskan alasannya dan menerima segala konsekuensinya,” ujar Yusril.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai jalan untuk memperoleh pekerjaan atau penghasilan. Lebih dari itu, pendidikan merupakan fondasi untuk membangun kehidupan yang mandiri sekaligus membentuk cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan.

Di lingkungan universitas, lanjut Yusril, mahasiswa dituntut untuk tidak sekadar menghafal, tetapi mampu mempertanyakan dasar sebuah argumentasi, menguji gagasan, serta bersedia mendengarkan pandangan yang berbeda.

“Orang yang terdidik tidak akan pernah malu untuk mengatakan ‘saya tidak tahu’. Menyadari bahwa kita belum tahu adalah langkah pertama menuju pengetahuan. Masalah sering kali bermula ketika seseorang merasa sudah mengetahui segalanya,” katanya.

Berbekal pengalamannya di bidang hukum dan pelayanan publik, Yusril turut mengingatkan bahwa aturan tertulis saja tidak selalu cukup dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dibutuhkan penilaian yang jernih, integritas, serta niat yang tulus dalam menentukan sebuah keputusan.

Ia pun meminta mahasiswa tidak terbebani apabila belum memiliki gambaran pasti mengenai masa depan. Menurutnya, rencana, pilihan, dan minat seseorang dapat berubah seiring perjalanan hidup dan pengalaman yang diperoleh.

“Kegagalan mungkin akan mengarahkan Anda pada jalan yang berbeda. Itu adalah hal yang sangat wajar,” ujar Yusril seraya menceritakan perjalanan hidupnya dari Pulau Belitung hingga akhirnya mengabdikan diri dalam pemerintahan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan takut untuk mengubah pandangan Anda saat menemukan argumen yang lebih baik, dan jadilah pribadi yang menggunakan pengetahuan serta kebebasannya dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor President University Handa S. Abidin menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global, yakni membiasakan penggunaan bahasa Inggris setiap hari, memperluas jejaring internasional, serta membangun portofolio melalui magang, bisnis, maupun kompetisi sejak semester pertama.

Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengingatkan kepada para mahasiswa mengenai perkembangan teknologi saat ini terutama Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) bahwa secanggih apa pun AI, teknologi tersebut tidak akan pernah bisa menggantikan empati, hati nurani, dan kebijaksanaan manusia. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar, melainkan memfokuskan diri untuk membawa solusi nyata atas permasalahan dunia yang mereka pedulikan.

Kegiatan PREUNI 2026 diikuti para mahasiswa baru President University serta dihadiri jajaran dekan fakultas, profesor, dan dosen.

Pemerintah Pastikan Bantuan Pangan jangkau Wilayah Timur Indonesia

Foto: Dok. Humas Perum Bulog

Ambon (The Indonesian News) – Perum Bulog bersama pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) komoditas beras kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur yang memiliki tantangan geografis dan distribusi. Hal tersebut dipastikan melalui peninjauan langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan bersama Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani di Sorong, Papua Barat Daya, dan Ambon, Maluku.

Penyaluran Bantuan Pangan tersebut merupakan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, dengan setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk tiga bulan. Penyaluran sekaligus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi, khususnya ke wilayah yang memiliki tantangan geografis dan biaya logistik relatif tinggi.

Saat meninjau penyaluran di Kelurahan Malabutor, Kota Sorong, Papua Barat Daya tanggal 2 September 2026, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Bantuan Pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari jaring pengaman sosial.

“Bantuan pangan ini untuk membantu saudara-saudara kita. Ini sebagai jaminan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Jadi pemerintah menyalurkan bantuan pangan ini agar masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu,” ujar Zulkifli Hasan.

Untuk enam provinsi di Tanah Papua, Bantuan Pangan dialokasikan kepada 845.425 PBP dengan total beras mencapai 25.362.750 kilogram. Khusus Provinsi Papua Barat Daya, program tersebut menjangkau 83.342 PBP dengan total alokasi 2.500.260 kilogram beras yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota. Sementara di Kota Sorong, Bantuan Pangan dialokasikan kepada 35.348 PBP dengan volume mencapai 1.060.440 kilogram beras yang tersebar di 10 distrik dan 41 kelurahan. Di Kelurahan Malabutor sendiri, sebanyak 1.861 PBP menerima bantuan dengan total alokasi 55.830 kilogram beras.

Sementara itu, di Provinsi Maluku, Bantuan Pangan beras alokasi Juli–September 2026 diberikan kepada 265.900 PBP dengan total kuantum 7.977.000 kilogram atau 7.977 ton. Khusus Kota Ambon, alokasi mencapai 761.490 kilogram untuk 25.383 PBP. Di Kecamatan Teluk Ambon terdapat 3.538 PBP dengan alokasi 106.140 kilogram, termasuk 349 PBP di Desa Wayame dengan total 10.470 kilogram beras.

Saat memantau penyaluran di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa percepatan penyaluran menjadi penting, khususnya memasuki periode yang berpotensi menghadapi kondisi paceklik. Menurutnya, ketersediaan bantuan pangan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pangan.

“Memang saya minta dipercepat, karena sekarang lagi kemarau, lagi paceklik, bukan waktunya panen. Otomatis harga akan naik sedikit. Tentu akan membutuhkan bantuan, maka kita perlu percepat,” kata Zulkifli Hasan dalam siaran pers perum Bulog, Dikutip Jumat, 4 September 2026.

Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan agar manfaat program benar-benar diterima masyarakat. Untuk wilayah Maluku, penyaluran Bantuan Pangan telah mencapai sekitar 60 persen dan Bulog terus melakukan percepatan terhadap sisa penyaluran.

“Ini bisa terlaksana dengan baik karena kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, bupati, gubernur, wali kota, dan Bulog. Ini adalah bagian dari bantuan pemerintah yang manfaatnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat,” tutur Zulkifli Hasan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan Bulog dalam mendukung pemerintah melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis dan distribusi. Bulog juga memastikan pengawasan dilakukan secara ketat untuk menjaga kualitas dan kelancaran penyaluran bantuan.

“Bulog terus bergerak cepat memastikan Bantuan Pangan dapat tersalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Dengan jaringan dan kesiapan infrastruktur yang kami miliki, kami berkomitmen menjalankan penyaluran dengan sebaik-baiknya agar bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok negeri,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, Bulog akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mengawal serta memastikan penyaluran Bantuan Pangan berjalan dengan baik. “Untuk kualitas, kami jamin diberikan yang terbaik. Karena ini merupakan perintah Bapak Presiden, Bantuan Pangan harus menunjukkan kualitas terbaik dari Bulog. Ini juga berkaitan dengan kredibilitas pemerintah,” tegasnya pada saat menyalurkan bantuan pangan di Ambon, Maluku.

Melalui penyaluran Bantuan Pangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua Barat Daya dan Maluku, Bulog bersama pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memastikan bantuan beras tersedia dan tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dukungan cadangan pangan yang kuat, kesiapan jaringan pergudangan dan distribusi, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan Bantuan Pangan tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan berkualitas hingga wilayah pelosok Indonesia.

Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN

Foto: Dok. Humas Kemensos

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Sosial menyebut perubahan desil yang sempat terjadi secara signifikan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 3 telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Perubahan tersebut salah satunya dipengaruhi masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran DTSEN untuk meningkatkan akurasi data. Pemutakhiran dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk bersama pemerintah daerah.

“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta, Pada Kamis (3/9/2026) malam.

Gus Ipul menegaskan, perubahan desil tidak serta-merta membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. Penyaluran bantuan tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran.

“Sehingga, tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran. Misalnya sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan, itu tidak otomatis (bansos) hilang, karena kan kita belum menyalurkan. Sementara untuk PBI itu setiap bulan sekali,” jelas Gus Ipul

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan menjelaskan, desil DTSEN bukan ukuran langsung untuk menentukan seseorang kaya atau miskin maupun besaran penghasilan. Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional. Setelah diurutkan dari tingkat kesejahteraan terendah hingga tertinggi, penduduk kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang disebut desil.

“Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan. Desil 1 penghasilannya sekian atau desil 10 penghasilannya sekian, itu tidak bisa,” jelas Andy.

Karena bersifat relatif, posisi desil seseorang dapat berubah meskipun kondisi ekonominya tidak mengalami perubahan. Perubahan dapat terjadi karena kondisi keluarga lain dalam pemeringkatan juga berubah.

“Misalnya bencana di Sumatera, sehingga banyak orang yang jatuh miskin, maka otomatis desil saya akan naik. Karena kalau direngking ulang secara nasional, ada orang yang turun, maka ada orang yang naik (desilnya),” jelas dia.

Andy mengatakan DTSEN dimutakhirkan setiap tiga bulan sehingga dalam satu tahun terdapat empat versi data. Perubahan desil yang cukup signifikan pada Volume 3 terjadi setelah masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN.

Menurutnya, isu perubahan desil ramai diperbincangkan karena bertepatan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi yang berkaitan dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP), sekaligus adanya pembaruan DTSEN Volume 3.

“12 juta data baru ini adalah sumber pemutakhiran di volume ketiga. Sumber pemutakhiran di volume ketiga ini menyebabkan naik turunnya desil terasa sangat signifikan. Ini langsung dievaluasi oleh BPS dan memang gejala di masyarakat kasuistis langsung kita tindaklanjuti,” kata Andy.

Ia juga menegaskan, desil bukan syarat utama untuk menerima bantuan sosial. Desil digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas, sedangkan masing-masing program memiliki kriteria penerima tersendiri.

“Misalnya di dalam satu ruangan itu ada 10 orang yang berhak mendapatkan bantuan. Sementara pemerintah punya uangnya hanya untuk 5 orang. Maka desil berfungsi memilih 5 orang itu. Yang berada di desil 1 tentu lebih prioritas daripada mereka di desil 4. Yang di desil 4 lebih prioritas daripada mereka di desil 5. Itu cara memilih prioritas,” jelas Andy.

Selain itu, kriteria penerima bantuan sosial juga melekat pada masing-masing program. Misalnya, meski seseorang berada pada desil 1 hingga 4 yang menjadi kelompok prioritas PKH, orang tersebut tetap tidak dapat menerima bantuan apabila tidak memenuhi kriteria lain yang ditetapkan, seperti berstatus PNS.

Kenaikan desil juga tidak otomatis berarti seseorang menjadi lebih sejahtera dan kehilangan hak atas bantuan sosial. Penentuan penerima tetap mempertimbangkan kriteria program serta ketersediaan kuota.

“Seolah-olah kalau desil naik, sama dengan tambah kaya. Kalau tambah kaya, sama dengan bantuannya hilang. Itu sama sekali tidak benar. Dan kalau bantuannya hilang, persepsi masyarakat adalah bantuannya dicabut, uangnya dialihkan ke program yang lain. Itu tidak benar. Karena jumlah bantuan sosial itu tetap dan bahkan bertambah. Kenapa ada orang yang memenuhi syarat tapi tidak mendapatkan (bansos), karena kuotanya terbatas,” jelas Andy.

Terkait perubahan data pada DTSEN Volume 3, BPS telah menerbitkan DTSEN Volume 3.1 sebagai koreksi untuk memperbaiki perubahan desil yang sebelumnya mengalami lonjakan signifikan.

Masyarakat yang merasa datanya belum sesuai dalam DTSEN dapat mengajukan pemutakhiran melalui pemerintah desa atau kelurahan dengan bantuan operator SIKS-NG, ground check oleh pendamping PKH, BPS, maupun pemerintah daerah, atau secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.

Pemutakhiran juga dapat dilakukan melalui layanan call center 021-171, WhatsApp 08877-171-171, serta kanal daring dtsen-form.bps.go.id dan perlinsos.kemensos.go.id.

Kemenko Polkam Dorong Penguatan Peran K/L Tingkatkan Indeks Demokrasi Indonesia

Foto; DOk. Humas Kemenko Polkam RI

Jakarta (The Indonesian News) — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong penguatan peran dan kinerja kementerian/lembaga (K/L) dalam meningkatkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), khususnya pada tingkat pusat. Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan langkah penguatan IDI ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Koordinasi Demokrasi dan Kepemiluan Kemenko Polkam, Haryadi saat mengikuti Rapat Evaluasi Hasil Capaian IDI Tahun 2025 Tingkat Pusat yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Haryadi menegaskan bahwa peningkatan capaian IDI tidak hanya bergantung pada proses pengukuran, tetapi juga pada komitmen dan kinerja masing-masing K/L dalam mengawal indikator serta memenuhi kebutuhan data.

“Penguatan IDI tidak hanya bergantung pada proses pengukuran, tetapi juga pada komitmen dan kinerja setiap K/L dalam mengawal indikator yang menjadi tanggung jawabnya. Karena itu, sinergi, tindak lanjut, dan ketepatan waktu dalam pemenuhan data perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, IDI Nasional Tahun 2025 tercatat sebesar 78,19, turun 1,62 poin dibandingkan tahun sebelumnya dan masih berada di bawah target 81,69–85,23. Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi oleh capaian IDI Pusat yang berada pada angka 76,62, atau turun 5,25 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Evaluasi terhadap 14 indikator IDI Pusat menunjukkan tujuh indikator mengalami penurunan, lima indikator meningkat, dan dua indikator tetap. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya tindak lanjut yang lebih terarah, terutama terhadap indikator yang mengalami penurunan.

“Kami mendorong agar evaluasi capaian indikator secara berkala, untuk mengidentifikasi permasalahan sekaligus memastikan langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat. Optimalisasi indeks kontributor turut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap capaian indikator dan nilai IDI secara keseluruhan,” tegas Haryadi.

Ia pun menegaskan bahwa kedepannya Kemenko Polkam akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas K/L dalam pengawalan IDI. “Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan capaian indikator sekaligus memperkuat kualitas demokrasi Indonesia,” ungkap Haryadi.

Tahun 2027 BGN Perkuat Standardisasi SPPG dan Keamanan Pangan

Foto: Dok. Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat aspek teknis penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dukungan anggaran Tahun 2027 untuk standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan kapasitas petugas penjamah makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari Program Pemenuhan Gizi Nasional yang disiapkan BGN untuk memastikan penyelenggaraan MBG berjalan dengan standar yang semakin baik dan mampu mendukung keberlanjutan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Pada Kamis (3/9), saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan, anggaran BGN tidak hanya diarahkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga mencakup berbagai komponen yang mendukung kualitas penyelenggaraan program. Dukungan tersebut meliputi sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama dan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan, hingga penguatan tata kelola.

“BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” ujar Mas Dar.

Dalam penguatan aspek teknis, BGN mengalokasikan anggaran untuk kegiatan non-MBG dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp 373,3 miliar. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk mendukung standarisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penjamah makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan di seluruh wilayah kerja untuk mendukung penyelenggaraan MBG yang semakin terukur.

Untuk Tahun 2027, BGN menargetkan Program MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat. Target tersebut terdiri atas 60.599.777 peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dengan cakupan penerima manfaat yang besar dan tersebar di berbagai wilayah, penguatan standar operasional menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan program.

Mas Dar menegaskan bahwa alokasi anggaran Tahun 2027 disusun untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi layanan pemenuhan gizi nasional. Dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat kapasitas BGN dalam menjalankan Program MBG secara berkelanjutan, sekaligus memastikan seluruh komponen penyelenggaraan program terus mengalami penguatan.

“Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” pungkas Mas Dar.

Kapolri di Kemah Nasional PUI: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri perkemahan nasional Pramuka PUI di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). The Indonesian News/HO-Mabes Polri

Sukabumi (The Indonesian News) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI, Kapolri menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang lahir dari kesepakatan para pendiri bangsa dan dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, menurut Kapolri, merupakan kekuatan besar. Namun, kekuatan tersebut hanya dapat membawa Indonesia menjadi negara maju apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan.

“Kalau ini semua kita satukan, tentunya ini menjadi satu kekuatan besar yang bisa mengantarkan Indonesia untuk maju, melompat menjadi negara nomor empat di dunia. Dan kita harus yakin bahwa kita bisa,” kata Kapolri.

Kapolri juga mengingatkan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya berhenti sebagai sesuatu yang dihafalkan atau diucapkan. Nilai-nilai tersebut harus benar-benar dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga generasi muda tumbuh dengan semangat kebangsaan yang kuat.

Dalam konteks tersebut, Kapolri mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan telah mengambil posisi wasathiyah dan konsisten menjaga komitmen terhadap NKRI. Ia berharap nilai-nilai Intisab PUI dan semangat ishlah terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Menurut Kapolri, tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi nyata. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan agar memiliki pengetahuan, karakter, kedisiplinan, keterampilan, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam hal ini, Kapolri menilai Gerakan Pramuka menjadi salah satu wadah yang tepat untuk mempersiapkan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, bergotong royong, bersosialisasi, saling membantu, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika terjun di tengah masyarakat.

Kapolri bahkan mengenang pengalamannya mengikuti Gerakan Pramuka sejak duduk di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Kapolri mengatakan pentingnya mempersiapkan generasi muda semakin relevan karena Indonesia tengah menghadapi momentum bonus demografi, yakni ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Momentum yang hanya terjadi sekali bagi setiap negara tersebut harus dimanfaatkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja keras.

“Manakala kita bisa berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan kemudian kita bekerja keras, maka kita yakin bahwa Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” tegasnya.

Pemerintah, kata Kapolri, terus membuka ruang peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, hingga program LPDP. Polri juga mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi menjadi pemimpin masa depan.

Di tengah upaya tersebut, Kapolri meminta generasi muda tidak terjerumus pada berbagai hal negatif yang dapat merusak masa depan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, serta pengaruh dan penyebaran paham negatif melalui media sosial.

Perkembangan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Kemudahan memperoleh informasi melalui smartphone, mesin pencari, media sosial, hingga berbagai teknologi baru memberikan kesempatan besar bagi anak muda untuk mengembangkan diri, sepanjang digunakan secara bijak.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga kemudian harus saling menjaga, harus saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan maka Indonesia ini akan menjadi maju,” pesan Kapolri.

Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam penanggulangan bencana dan pelayanan masyarakat, termasuk membantu berbagai kegiatan pengamanan pada momentum hari besar dan kegiatan masyarakat.

Kapolri juga mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, antara lain melalui Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah, dengan membangun kesadaran menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda. Polri akan terus mendukung dan mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengatasi berbagai kesulitan, serta meraih cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami tentunya di kepolisian selalu siap untuk mendukung, mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” tutup Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, termasuk 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar, mahasiswa, pemuda, guru, pengurus, dan unsur keluarga besar PUI.

Di Vladivostok, Presiden Prabowo Tegaskan Politik Nonblok, Presiden Putin Soroti Posisi Strategis Indonesia di Dunia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (Ketiga Kiri) menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: BPMI Setpres

Vladivostok (The Indonesian News) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia terbuka untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara, termasuk dengan berbagai kekuatan besar dunia. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam forum ekonomi yang mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keterbukaan merupakan bagian dari kebijakan Indonesia yang telah dijalankan selama beberapa dekade. Indonesia, kata Presiden Prabowo, senantiasa mengedepankan hubungan yang baik dengan seluruh negara dan kekuatan besar.

“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam bidang ekonomi, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki sikap independen sekaligus terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh mitra. Menurutnya, Indonesia menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama.

“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” imbuh Kepala Negara.

Presiden Prabowo menegaskan, keterbukaan tersebut tidak berarti Indonesia akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk berhadapan dengan kelompok lainnya. Kepala Negara menyebut Indonesia akan memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh mitra yang datang dan ingin bekerja sama dengan Indonesia.

“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” tutur Presiden Prabowo.

Sementara itu, Presiden Putin menyoroti posisi strategis Indonesia dalam percaturan global. Menurut Presiden Putin, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar. Presiden Putin menekankan bahwa selain negara-negara besar seperti Tiongkok dan India, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki posisi penting dalam dinamika global.

“Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” ungkap Presiden Putin.

Pernyataan kedua pemimpin di Vladivostok tersebut menegaskan posisi Indonesia di tengah dunia yang semakin multipolar. Indonesia memilih untuk tidak terjebak dalam rivalitas antarkekuatan, tetapi berdiri di atas kepentingan nasionalnya sendiri, merdeka menentukan sikap, bersahabat dengan semua negara, dan membangun kerja sama yang adil serta saling menguntungkan.

KRI Songkhla rintis Jembatan Kemitraan antara Dunia Pendidikan Tinggi Indonesia dan Selatan Tailan di INSPIRE Forum

Indonesia–Southern Thailand Partnership for Higher Education, Tailan, Selasa (1/9/2026). The Indonesian News/HO-Konsulat Republik Indonesia di Songkhla

“Promosi jemput bola pendidikan tinggi Indonesia melintasi batas wilayah menuju negara sahabat”

Tailan (The Indonesian News) – Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Songkhla inisiasi pelaksanaan pertama kalinya “Indonesia–Southern Thailand Partnership for Higher Education” atau disingkat INSPIRE Forum menjadi momentum penting upaya pengembangan kerjasama pendidikan tinggi antara Indonesia dengan wilayah selatan Tailan, Pada Selasa (1/9).

Konsul RI Songkhla, Winardi H. Lucky menyampaikan, INSPIRE Forum ini bertujuan memfasilitasi berbagai prakarsa kerja sama pendidikan tinggi antara institusi perguruan tinggi Indonesia dan Tailan, khususnya wilayah selatan Tailan.

Indonesia–Southern Thailand Partnership for Higher Education, Tailan, Selasa (1/9/2026). The Indonesian News/HO-Konsulat Republik Indonesia di Songkhla

“Diselenggarakan atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok dan Prince of Songkla University (PSU) Pattani Campus, INSPIRE Forum menjadi jembatan sinergi strategis antara lembaga pendidikan tinggi di kedua negara. 1st INSPIRE Forum ini mempertemukan perwakilan akademisi dan 32 institusi perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari Indonesia dan Tailan,” Kata Winardi H. Lucky dalam keterangan tertulis yang diterima The Indonesian News, Kamis, 3 September 2026.

Dia menjelaskan, Lebih dari sekadar diskusi yang mengevaluasi progress dan prospek masa depan kerja sama kelembagaan, Forum INSPIRE pertama ini juga menghasilkan MoU antara perguruan tinggi Indonesia dan Thailand yang berpartisipasi.

“Selain itu, sesi Academic Partnership Matching dan Collaborative Networking yang diorganisir saat INSPIRE Forum menjadi langkah konkret dalam membuka peluang kerjasama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Tailan untuk joint research, skema beasiswa, pertukaran pelajar, program dual-degree, dan inovasi akademik lintas batas. INSPIRE Forum dirangkaikan dengan pelaksanaan 3rd Indonesia Education Fair 2026 (3rd IEF) di PSU Pattani Campus pada 2-3 September 2026, yang dihadiri lebih dari 500 pengunjung mewakili kalangan pelajar Tailan,” Terangnya.

Para pelajar setempat yang sebagian besar lulusan setingkat SMA memadati 27 booth-booth lembaga pendidikan untuk memperoleh informasi terkait kurikulum, prosedur dan fasilitas masing-masing perguruan tinggi Indonesia.

“kedua rangkaian kegiatan ini merupakan perwujudan langkah diplomasi pendidikan Konsulat RI di Songkhla dalam membuka peluang Kerjasama dengan dunia pendidikan tinggi di wilayah akreditasi. “Potensi kerja sama pendidikan belum tergarap optimal oleh kedua pihak. INSPIRE Forum dan IEF menjadi wadah yang tepat dan efektif untuk menjembatani kedua kepentingan ini” menurut Konsul Lucky. Ditambahkan “antusiasme tinggi para pelajar setingkat SMA di selatan Thailand untuk meneruskan studinya di Indonesia, patut disambut oleh Lembaga-lembaga pendidikan tinggi Indonesia. Kemiripan budaya dan kehidupan sosial menjadi faktor penarik minat para lulusan SMA setempat untuk kuliah di Indonesia” pungkas Konsul Lucky.

Pada rangkaian kedua kegiatan ini, terdapat partisipan dari 27 institusi perguruan tinggi negeri dan swasta ternama tanah air, di antaranya: ITB, UNDIP, UNHAS, UNPAD, IPB, UNAIR, UNIBRAW, UPI; Sementara dari pihak Tailan termasuk: Yala Rajabhat University, Prince Songkhla University, Fatoni University dan Hatyai University.

Diketahui, IEF 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-tiga di wilayah selatan Tailan oleh Konsulat RI di Songkhla. IEF pertama tahun 2024 (Rajabhat University, Yala Province) dan IEF kedua tahun 2025 (Thaksin University, Songkhla Province). Deliverable dan potential deliverables dari kedua rangkaian tersebut meliputi kesepakatan kerjasama atau MoU antara PSU dengan UPN-Veteran Jakarta, YRU dengan ISI Yogyakarta, YRU dengan UNIBRAW, YRU dengan UPI Bandung, Hat Yai University dan Fatoni University dengan beberapa perguruan tinggi Indonesia (dualdegree, student exchange).

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: BPMI Setpres

Vladivostok (The Indonesian News) – Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut disampaikan Presiden Putin saat bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Presiden Putin.

Presiden Putin menilai hubungan Indonesia dan Rusia memiliki fondasi persahabatan yang kuat dan terus berkembang, termasuk dalam bidang perdagangan. Ia menyampaikan bahwa volume perdagangan kedua negara meningkat 12 persen pada tahun lalu.

Menurut Presiden Putin, kerja sama bilateral Indonesia dan Rusia terus dikembangkan melalui Komisi Bersama Rusia–Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis. Sejumlah sektor menjadi fokus kerja sama kedua negara, antara lain pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, serta energi, khususnya energi nuklir.

Selain itu, Presiden Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu sahabat terpercaya Rusia dalam kerangka ASEAN. Kedua negara juga terus memperkuat kerja sama di berbagai platform internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” pungkas Presiden Putin.

Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Rusia merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Hubungan kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari lima dasawarsa terus berkembang dan kini telah meningkat menjadi kemitraan strategis.

“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo turut menyampaikan kehormatan Indonesia dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11. Kepala Negara menilai forum tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan dalam memperkuat kerja sama dan konektivitas di kawasan.

“Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo juga menyoroti posisi Indonesia dan Rusia yang sama-sama merupakan negara Pasifik. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerja sama maritim menjadi salah satu bidang penting yang dapat terus dikembangkan bersama.

“Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, hubungan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan. Indonesia pun siap memperluas kerja sama di berbagai sektor agar memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita,” tutur Presiden Prabowo. “Kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” lanjutnya.

Pelindo Regional II Tanjung Priok latih 631 Sopir Truk Perkuat Budaya Keselamatan

Foto: Dok. Pelindo Regional II

Jakarta (The Indonesian News) – Aktivitas angkutan truk menjadi bagian penting dalam pergerakan logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. Seiring tingginya mobilitas kendaraan di kawasan pelabuhan, keselamatan berkendara menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menggelar Training Safety Truck Driving (TSA) Tahun 2026 bagi para pengemudi truk yang beroperasi di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Mengangkat tema “Berkendara Aman, Produktivitas Nyaman”, kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran keselamatan di kalangan komunitas pelabuhan.

Sebanyak 631 pengemudi mengikuti pelatihan tersebut. Sebanyak 531 peserta mengikuti Truck Safety Awareness (TSA), sedangkan 100 peserta lainnya mengikuti Truck Safety Awareness Lite (TSA Lite) yang diperuntukkan bagi kernet dan calon pengemudi truk baru di lingkungan pelabuhan.

Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, keselamatan berkendara perlu menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas operasional, bukan sekadar dipahami sebagai aturan.

“Di kawasan pelabuhan, aktivitas kendaraan cukup tinggi dan setiap pengemudi memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan. Bukan hanya keselamatan dirinya, tetapi juga rekan kerja dan pengguna jalan lainnya. Karena itu kesadaran untuk berkendara dengan aman harus menjadi kebiasaan dalam menjalankan pekerjaan”, ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Yandri, pelatihan tersebut juga menjadi ruang untuk mengingatkan kembali para pengemudi mengenai berbagai risiko yang ada di kawasan pelabuhan. Pemahaman terhadap karakteristik lingkungan kerja di pelabuhan dinilai penting agar pengemudi dapat mengambil keputusan yang tepat ketika berada di lapangan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pelatihan Safety dan K3 bagi Komunitas Pelabuhan Tahun 2026 Regional 2 Tanjung Priok. Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bekerja sama dengan PT PMLI serta melibatkan Satlantas Polres Jakarta Utara dan KSOP Tanjung Priok sebagai mitra pelatihan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Tanjung Priok Wim Pondang Parulian Hutajulu serta Kepala Unit Keselamatan Polres Pelabuhan Tanjung Priok IPDA Suhendra. Keterlibatan unsur KSOP dan kepolisian memperkuat kolaborasi dalam mendorong keselamatan dan ketertiban lalu lintas di kawasan pelabuhan.

Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik safety truck driving, etika berlalu lintas, penanganan keadaan darurat di jalan, serta pengenalan zona risiko di kawasan pelabuhan. Peserta juga mengikuti stimulasi ringan, sesi tanya jawab, studi kasus, dan evaluasi.

Melalui pelatihan ini, Pelindo menargetkan meningkatnya disiplin dan tanggung jawab pengemudi sekaligus menekan potensi insiden maupun kecelakaan kerja lalu lintas. Keselamatan pengemudi dan pekerja diharapkan berjalan beriringan dengan kelancaran operasional pelabuhan.

“Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Pelindo menempatkan keselamatan sebagai salah satu fondasi dalam menjaga kelancaran kegiatan logistik dan transportasi di kawasan pelabuhan,” Tutup Yandri

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts