Beranda blog Halaman 41

Sarana Air Bersih di Desa Kute Ni Reje Aceh Tengah Mengalir, Warga : Terima Kasih BNPB 

Warga Kampung Kute Ni Reje dilokasi bak penampungan usai selesainya pembangunan sarana air bersih bantuan BNPB di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto :Dok. BPBD Aceh Tengah).

Takengon (The Indonesian News) –  Bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa instalasi sarana air bersih, jaringan pipa serta bangunan pendukung di Kampung Kute Ni Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, telah rampung dikerjakan dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di hunian sementara (Huntara).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan selesainya pembangunan sarana air bersih ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan salah satu prioritas dalam penanganan pascabencana. Bantuan dari BNPB ini telah selesai dibangun dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Kute Ni Reje yang berada di Huntara. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan dengan baik,” ujar Andalika kepada Wartawan, Pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pembangunan sarana air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana sekaligus memastikan ketersediaan akses air bersih bagi warga yang masih menempati Huntara.

Sementara itu, Reje Kampung Kute Ni Reje, Hamdan, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian pemerintah melalui bantuan tersebut.

“Kami masyarakat Kampung Kute Ni Reje mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kepala BNPB, Bapak Bupati Aceh Tengah, dan Bapak Kalak BPBD Aceh Tengah yang telah membantu kampung kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ungkap Hamdan.

Dengan beroperasinya sarana air bersih tersebut, masyarakat yang tinggal di Huntara kini dapat menikmati akses air bersih yang lebih layak. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama BNPB dan BPBD Aceh Tengah diharapkan warga terus bersinergi dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.

Brimob Polda Metro Jaya Amankan Lima Pelaku Tawuran Bersenjata di Jakarta Timur

Brimob Polda Metro Jaya Amankan Lima Pelaku Tawuran Bersenjata di Jalan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Minggu (2/8/2026). (Foto : Dok. Humas Polda Metro Jaya).

Jakarta (The Indonesian News) – Patroli dini hari yang digelar Sat Brimob Polda Metro Jaya kembali membuahkan hasil. Saat menyisir wilayah rawan bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur, personel mendapati aksi tawuran yang tengah berlangsung di Jalan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 03.45 WIB. Tanpa memberi kesempatan para pelaku melarikan diri, petugas bergerak cepat membubarkan tawuran dan mengamankan lima pemuda yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.

Dari tangan para pelaku, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua bilah celurit, satu bilah samurai, satu corbek, satu gayung yang diduga digunakan untuk membawa cairan berbahaya, serta tiga unit sepeda motor. Seluruh pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kecepatan respons aparat membuat situasi di lokasi kembali kondusif dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan bahwa patroli rutin pada jam-jam rawan akan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi kriminalitas maupun tawuran yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, kehadiran personel Brimob di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menciptakan rasa aman di setiap wilayah.

“Kami akan terus meningkatkan patroli preventif dan menindak tegas setiap aksi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. Sinergi dengan seluruh fungsi kepolisian terus diperkuat agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sedini mungkin sebelum menimbulkan korban,” ujarnya.

Brimob Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi tawuran, kepemilikan senjata tajam, maupun tindak kriminal lainnya melalui layanan Kepolisian 110 atau kepada petugas kepolisian terdekat. Respons cepat masyarakat dan aparat menjadi kunci untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Jakarta.

PFI Gelar Roadshow Pameran Foto “Sumatera Bangkit” di Banda Aceh

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal (Ketiga kiri) bersama Ketua PFI Aceh, M Ansar (Ketiga kanan) beserta anggota PFI Aceh saat pertemuan silaturrahmi di Banda Aceh. (Foto : Dok. PFI Aceh).

Banda Aceh (The Indonesian News) – Setelah sukses tampil di provinsi Sumatera Barat, Pewarta Foto Indonesia (PFI) melanjutkan kegiatan yang sama menggelar Pameran Foto  bertema “Prahara Pulau Emas” di Kota Banda Aceh yang dijadwalkan berlangsung Senin (3/8/2026).

Pameran Foto bertema “Prahara Pulau Emas” yang bermakna  Bencana Besar atau Kerusakan Alam di Pulau Sumatera (Pulau Emas)  akibat sumber daya alam dieksploitasi tanpa terkendali akan digelar di lokasi bersejarah Gedung Museum Tsunami, Banda Aceh.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, M Ansar menyatakan,  pameran foto yang merekam jejak peristiwa bencana alam Sumatera, mendapat dukungan dari PFI Pusat, Yayasan Mata Waktu PT PLN (Persero) dan Bank Aceh Syariat menampilkan puluhan foto karya para Fotografer Indonesia.

“Peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada penghujung  tahun 2025 itu  akan menjadi bukti dan cacatan sejarah pada pameran foto Prahara Pulau Emas,” kata  M Anshar dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut M Ansar, karya yang ditampilkan merupakan hasil dokumentasi para wartawan foto dari berbagai wilayah saat merekam peristiwa bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Foto jurnalistik bukan sekadar merekam peristiwa, tetapi juga menyimpan ingatan kolektif sebuah bangsa. Melalui pameran ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa di balik setiap bencana selalu ada kisah tentang ketangguhan, solidaritas, dan kemanusiaan,” ujarnya.

PFI berharap setiap karya yang dipamerkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus media edukasi untuk membangun budaya sadar bencana dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Selain pameran foto, pada hari pembukaan juga akan digelar Diskusi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” yang menghadirkan Pendiri Yayasan Riset Visual mataWaktu, Oscar Motuloh dan Kurator Pameran sekaligus Pewarta Foto Harian Kompas, Danu Kusworo.

Diskusi ini berlangsung terbuka bagi mahasiswa, komunitas fotografi, insan pers, akademisi, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam perspektif fotografi jurnalistik, dokumentasi bencana, dan nilai kemanusiaan di balik setiap karya yang dipamerkan. Jumlah peserta terbatas, sehingga pendaftaran akan ditutup setelah kuota terpenuhi.

Pameran ini akan dihadiri Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo, serta direncanakan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

“Melalui pameran foto bencana Sumatera, mari kita  menjaga alam, maka dari itu alam juga akan menjaga kita,” demikian Ketua PFI Aceh M Ansar.

Pemerintah distribusikan 5,5 juta buku bacaan, ini tujuannya

Foto : Dok Humas Kemendikdasmen

Jawa Tengah (The Indonesian News) – Pemerintah mendistribusikan sebanyak 5,5 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke sejumlah kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia, tujuannya untuk memperluas akses bacaan dan sekaligus memperkuat Budaya Literasi sebagai pondasi pendidikan bermutu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, secara resmi melepas pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu yang akan didistribusikan ke 18.444 SD dan 6.165 SMP di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.

“Selamat atas capaian yang membanggakan, pelepasan 5 juta Buku untuk SD dan SMP bertujuan meningkatkan literasi anak-anak,” ucap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, di Kudus, Jawa Tengah, Pada Jumat (31/7/2026).

Lebih lanjut, Mendikdasmen menyampaikan dalam membangun generasi yang unggul di berbagai bidang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempuh tiga langkah. Pertama, menumbuhkan kebiasaan membaca (book engagement). Kedua, membangun kecakapan membaca. Ketiga, menjaga ketercukupan bahan bacaan bermutu.

Sekolah penerima buku-buku ini diprioritaskan adalah mereka yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi serta belum memperoleh bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, buku hadir di sekolah yang paling membutuhkan dukungan penguatan literasi.

Buku yang dikirim terdiri atas buku bergambar untuk jenjang SD, serta komik dan novelet untuk SMP. Ragam bacaan ini diharapkan membuat aktivitas membaca menjadi pengalaman yang dekat dengan keseharian anak dan mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca.

Hingga 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak Indonesia. Upaya tersebut juga didukung hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 yang menunjukkan sekolah penerima bantuan buku mengalami peningkatan capaian literasi lebih baik dibandingkan sekolah pembanding.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin menjelaskan, buku-buku tersebut tentu menjadi buku-buku yang telah dikurasi dinilai oleh pusat perkukuan, sehingga memiliki kualitas dan kuantitas yang baik. “Kami harapkan tentu sebanyak 100 judul untuk Sekolah Dasar dan 100 judul untuk sekolah menengah pertama, di mana setiap Sekolah Dasar mendapatkan 200 eksemplar dan sekolah menengah pertama, dapatkan 300 eksemplar,” jelasnya.

Buku-buku yang dikirimkan termasuk buku bacaan digital, buku audio, buku, video, dan buku braille yang disusun oleh Kemendikdasmen sehingga pendidikan bermutu untuk semua tidak hanya menyasar anak-anak di sekolah dasar menengah yang formal namun juga anak-anak yang berkebutuhan khusus. Buku bacaan bermutu tersebut terdiri atas 3.688.800 buku bacaan jenjang SD, dan 1.849.500 buku bacaan jenjang SMP dengan besaran anggaran Rp40.657.715.000.

Tembus Medan Ekstrem, Koops TNI Habema Salurkan 2 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Distrik di Kabupaten Puncak

Koops TNI Habema Salurkan 2 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Distrik di di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Sabtu (1/8/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Pen Koops TNI Habema).

Kabupaten Puncak (The Indonesian News) – Prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali menuntaskan misi kemanusiaan yang penuh risiko. Menembus cuaca yang tidak menentu, suhu pegunungan yang menusuk, serta medan terjal yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. para prajurit berhasil mendistribusikan dua ton bantuan logistik bagi masyarakat di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Pada Sabtu (1/8/2026).

Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan mengatakan keberhasilan misi tersebut merupakan bukti nyata bahwa negara tetap hadir bagi masyarakat, sekalipun harus menghadapi tantangan alam yang sangat berat.

Koops TNI Habema Salurkan 2 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Distrik di di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Sabtu (1/8/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Pen Koops TNI Habema).

“Keberhasilan pendistribusian bantuan ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel di lapangan serta dukungan dari pemda setempat. Medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan akses tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti. Kami memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran TNI bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat Papua,” ujar  Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dalam keterangan tertulis melalui Penerangan Koops TNI Habema, Minggu, 2 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Distrik Lambewi, Lanius Wenda, S.Sos., mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, menyampaikan apresiasi kepada Koops TNI Habema atas bantuan yang telah diberikan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat di tiga distrik tersebut telah mengalami kekeringan dan kelangkaan pangan sejak Juni 2026 akibat cuaca ekstrem yang berkepanjangan sehingga hasil panen menurun dan persediaan bahan makanan semakin menipis.

Koops TNI Habema Salurkan 2 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Distrik di di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Sabtu (1/8/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Pen Koops TNI Habema).

“Kami mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI, khususnya Koops TNI Habema. Bantuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat kami. Sejak Juni hingga sekarang kami menghadapi kekeringan dan kesulitan pangan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut,” ungkap Lanius Wenda.

Misi tersebut bukan sekadar mengantarkan bantuan. Setiap tahap perjalanan menuntut keberanian dan ketahanan fisik para prajurit. Keterbatasan lokasi pendaratan pesawat mengharuskan bantuan diturunkan di titik yang berjarak puluhan kilometer dari sejumlah kampung tujuan. Dari lokasi tersebut, personel Koops TNI Habema harus memikul logistik melintasi lereng-lereng curam, lembah, sungai, dan jalur pegunungan yang licin akibat cuaca ekstrem, dengan ancaman perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Selama perjalanan, kabut tebal yang datang tiba-tiba, hujan, suhu yang rendah, serta kondisi medan yang rawan longsor menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Namun, seluruh personel tetap bergerak tanpa mengenal lelah demi memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima oleh masyarakat yang telah berbulan-bulan menghadapi kekeringan dan krisis pangan. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, paket sembako, mi instan, gula, susu bergizi untuk bayi dan anak-anak, serta obat-obatan. Seluruh logistik diangkut menggunakan transportasi udara sebagai satu-satunya akses tercepat menuju wilayah yang terisolasi akibat kondisi geografis pegunungan Papua.

Keberhasilan pendistribusian dua ton bantuan logistik ini menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang prajurit tidak diukur dari mudah atau sulitnya medan yang dilalui, melainkan dari tekad untuk tetap hadir ketika rakyat membutuhkan. Di tengah ganasnya alam pegunungan Papua, setiap langkah yang ditempuh dan setiap kilogram bantuan yang dipikul menjadi wujud nyata kepedulian negara kepada masyarakat di wilayah pedalaman.

“Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya penanganan dampak kekeringan dan krisis pangan di wilayah pegunungan Papua diharapkan terus berlanjut sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan kehidupan mereka dapat segera pulih,” Demikian Penerangan Koops TNI Habema.

 

Jaga Jakarta On The Spot di Pelabuhan Muara Baru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Sopir dan Buruh Pelabuhan

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Pengamanan Wilayah. (Foto : Dok. POlres Pelabuhan Priok).

Jakarta (The Indonesian News) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok kembali melaksanakan kegiatan “Jaga Jakarta On The Spot” sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Pelabuhan Muara Baru.(2/8/2026)

Kegiatan dipimpin oleh Wakapolsek Kawasan Muara Baru, IPTU Sukis Wibowo bersama personel piket fungsi dengan menyambangi para sopir serta buruh harian lepas yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Sukis Wibowo menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi keamanan di lingkungan Pelabuhan Muara Baru.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh sopir dan buruh harian lepas untuk terus menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar IPTU Sukis Wibowo.

Selain itu, para pekerja juga diimbau untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol yang berpotensi memicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, narkoba, judi online, tawuran.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian kriminalitas maupun gangguan Kamtibmas lainnya kepada pihak kepolisian, baik dengan mendatangi kantor polisi terdekat maupun melalui layanan darurat Polri 110.

Kegiatan “Jaga Jakarta On The Spot” merupakan program kepolisian yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dan permasalahan masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat komunikasi antara Polri dengan warga dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif.

Kapolres Priok hadiri, Soft Launching Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok, Wujud Kesiapan Pelabuhan Modern untuk Mendukung Efisiensi Logistik Nasional

Foto : Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta Utara (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) secara resmi menggelar Soft Launching Terminal 2 Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (1/8/2026) di Terminal 2 Petikemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kepelabuhanan nasional guna mendukung efisiensi rantai logistik Indonesia.

Acara dihadiri oleh jajaran direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, Pimpinan Instansi Pemerintah, Otoritas Kepelabuhanan, Perwakilan Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, para pelaku usaha pelayaran, asosiasi logistik, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Turut hadir Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar, Wakil Direktur Utama Drajat Sulistyo, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, Direktur Utama PT IPC TPK Guna Mulyana, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat dari instansi terkait dan pelaku industri maritim.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, pemutaran video perjalanan pembangunan (Project Journey), serta laporan kesiapan operasional Terminal 2 Petikemas yang disampaikan Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Farid Padang.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa keberhasilan operasional sebuah pelabuhan merupakan hasil sinergi seluruh instansi dan pemangku kepentingan.

“Ekosistem pelabuhan tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan seluruh instansi dan stakeholder terkait. Setelah saya meninjau langsung pembangunan Terminal 2 Petikemas pada 21 Juli 2026, saya mengapresiasi PT Nindya Karya yang telah menyelesaikan pembangunan sehingga soft launching dapat terlaksana hari ini. Kami juga berharap seluruh kelengkapan kepelabuhanan segera dipenuhi agar pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan secara optimal,” ujar Achmad Muchtasyar.

Sementara itu, Kabid lala, Wim Pondang Parulian Hutajulu, menyampaikan bahwa pengoperasian Terminal 2 Petikemas diharapkan mampu memberikan solusi terhadap kepadatan arus logistik yang selama ini terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Terminal 2 Petikemas yang dikelola PT Pelindo diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus logistik. Selama ini terdapat beberapa titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan, khususnya aktivitas operasional perusahaan pelayaran, namun kini telah disiapkan buffer area sebagai salah satu solusi pengurai kepadatan,” ungkapnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi seremonial peresmian berupa pembunyian sirene, pengoperasian alat bongkar muat petikemas, serta demonstrasi kegiatan pelayanan kapal yang sedang bersandar di dermaga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, doa bersama, foto bersama, prosesi pemecahan kendi di dermaga sebagai simbol dimulainya operasional Terminal 2 Petikemas, peninjauan fasilitas terminal, hingga ramah tamah bersama seluruh tamu undangan.

Soft Launching Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari kesiapan operasional kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang terintegrasi dalam mendukung pengembangan konsep Pelabuhan Indonesia National Pendulum. Kehadiran terminal baru ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pelayanan petikemas, mempercepat arus distribusi barang, memperkuat daya saing pelabuhan nasional, serta berkontribusi dalam menurunkan biaya logistik nasional.

JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Pengamanan Wilayah

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Pengamanan Wilayah, (Foto : Dok. Polres Tanjung Priok).

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan JJOS Patroli Cipta Kondisi pada Minggu (2/8/2026) mulai pukul 01.30 WIB hingga selesai di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan dipimpin oleh Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Trendy Habibi Ariyanto dengan melibatkan 17 personel serta didukung empat unit kendaraan dinas roda empat (KR4) Polri.

Patroli menyasar sejumlah objek vital di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, meliputi Indonesia Power PLTU, Pelabuhan Inggom, Terminal Penumpang Nusantara Pura, dan JICT I. Kehadiran personel di lokasi bertujuan menciptakan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di kawasan strategis tersebut.

Dalam pelaksanaannya, personel berdialog dengan petugas keamanan (security) dan memberikan imbauan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari. Petugas keamanan juga diingatkan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap tamu maupun kendaraan yang keluar masuk area, menghindari bertugas seorang diri, mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan permasalahan, serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Selain itu, personel melaksanakan razia stasioner terhadap kendaraan roda dua dan roda empat di Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi tindak pidana seperti begal, pencurian dengan pemberatan (Curat), dan pencurian dengan kekerasan (Curas).

Pemeriksaan dilakukan secara selektif, humanis, dan profesional dengan mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan guna mencegah masuknya barang berbahaya maupun barang ilegal ke kawasan pelabuhan.

Petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kejahatan jalanan, mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui Layanan Polri 110.

Di samping kegiatan pemeriksaan, personel turut melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi patroli untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan dan aksi kriminalitas lainnya. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu objek vital nasional.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, kondusif, dan terkendali. Kegiatan Patroli Cipta Kondisi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara kepolisian, petugas keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelindo Resmikan Operasional Terminal 2 Petikemas, Perkuat Kapasitas dan Efisiensi Logistik Nasional

Pelindo Resmikan Operasional Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). (Foto : Pelindo)

Jakarta (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi melakukan soft launching sekaligus uji coba operasional Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Pengoperasian terminal ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kapasitas serta produktivitas layanan peti kemas yang terintegrasi, sekaligus mendukung efisiensi logistik nasional.

Momentum tersebut ditandai dengan sandar perdana kapal peti kemas MV Meratus Konawe di Terminal 2 Petikemas. Uji coba ini menjadi bukti kesiapan fasilitas, peralatan, serta layanan terminal dalam mendukung aktivitas bongkar muat secara aman, andal, dan efisien.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan pengoperasian Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Pelindo di bawah arahan strategis Danantara untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin efisien dan berdaya saing.

“Beroperasinya Terminal 2 Petikemas merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas dan produktivitas layanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami ingin menghadirkan layanan yang semakin produktif dan terintegrasi melalui monetisasi aset idle atau ‘lahan berkeringat’, sehingga mampu mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia,” ujar Achmad.

Menurutnya, pengembangan terminal akan terus dilakukan melalui penerapan digitalisasi, modernisasi peralatan, serta peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, terminal ini akan terus kami kembangkan menjadi terminal yang mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, andal, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa maupun perekonomian nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, mengapresiasi pengoperasian Terminal 2 Petikemas yang dinilai akan semakin memperkuat kualitas pelayanan di pelabuhan terbesar di Indonesia.

Heru menegaskan bahwa operasional terminal harus tetap mengacu pada seluruh regulasi yang berlaku, termasuk penyempurnaan tata kelola dan pemenuhan ketentuan administrasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.

“Kami mendukung upaya Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan kepelabuhanan. Sinergi antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan pelabuhan yang semakin efisien, aman, dan mampu mendukung kelancaran logistik nasional,” kata Heru.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menjelaskan bahwa pengoperasian Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari pengembangan konsep Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), yakni integrasi jaringan layanan peti kemas melalui pembentukan hingga 20 koridor pelayaran baru yang akan dikembangkan secara bertahap bersama perusahaan pelayaran, cargo owner, regulator, pemerintah daerah, serta pemilik depo peti kemas.

“Pembentukan koridor tersebut akan memperkuat skema pelabuhan hub and spoke, menciptakan keseimbangan arus muatan (cargo balancing), meningkatkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan, serta berkontribusi pada penurunan biaya logistik nasional. Pada tahap awal, kami menargetkan terbentuknya tujuh koridor pada Semester IV 2026,” jelas Farid.

Menutup sambutannya, Achmad Muchtasyar menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, regulator, mitra usaha, asosiasi, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pengembangan hingga operasional Terminal 2 Petikemas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin produktif, efisien, dan berdaya saing. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk bersama-sama memajukan sektor logistik nasional,” tutup Achmad.

Dalam kesempatan tersebut, Pelindo juga menetapkan nama Terminal 2 Petikemas sebagai identitas resmi terminal. Acara turut dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, jajaran instansi pemerintah, asosiasi kepelabuhanan dan logistik, perusahaan pelayaran, cargo owner, pemilik depo peti kemas, pelanggan, Direksi Pelindo, manajemen Pelindo Group, serta para mitra usaha.

Saat ini, Terminal 2 Petikemas memiliki dermaga sepanjang 517,5 meter dengan lebar 20,8 meter, di mana sepanjang 200 meter telah siap dioperasikan. Dermaga tersebut memiliki kedalaman desain -12 meter LWS dan mampu melayani kapal hingga 30.000 DWT.

Selain itu, terminal dilengkapi area penumpukan (container yard) seluas sekitar 98.700 meter persegi dengan kapasitas mencapai 8.425 TEUs. Operasional terminal juga didukung oleh 1 unit Quay Container Crane (QCC), 4 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), 1 unit Reach Stacker, 5 Head Truck beserta chassis, serta 70 personel.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, Pelindo menargetkan penambahan 2 unit QCC yang akan mulai beroperasi pada Triwulan IV 2026.

Kelahiran Bayi Orangutan di Cagar Alam Jantho, Aceh

Kelahiran Bayi Orangutan di Cagar Alam Jantho Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam, Jantho, Kabupaten Aceh Besar. (Foto : Dok. Balai KSDA Aceh).

Banda Aceh (The Indonesian News) – Seekor bayi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Anak Orangutan tersebut berasal dari induk bernama Wenda, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di habitat alaminya sejak tahun 2014.

Kepala Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan, Terkonfirmasi pada tanggal 29 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 wib, tim Post Release Monitoring (PRM) mendeteksi keberadaan 1 (satu) individu orangutan betina dewasa tampak menggendong bayinya. Setelah diamati lebih dekat orangutan tersebut adalah Wenda sedang menggendong bayi, yang diperkirakan bayinya berusia kurang dari seminggu, berjenis kelamin betina. Tanda-tanda kehamilannya mulai teridentifikasi sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang diamati selama kegiatan monitoring.

“keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orangutan sumatera. Komitmen untuk menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orangutan sumatera dengan memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra konservasi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman perusakan dan perdagangan satwa liar. Keberhasilan ini adalah kerja bersama, dan kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak masa depan orangutan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga” ucap Ujang dalam keterangan tertulisnya, Dikutip, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kelahiran bayi orangutan di Cagar Alam Jantho bukan hanya kabar gembira, tetapi juga pengingat bagi kita semua bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. orangutan hanya bisa bertahan jika habitatnya tetap lestari.

Sebelumnya, Wenda merupakan orangutan sitaan yang dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan-SOCP Sibolangit pada tahun 2009 dan pada saat itu Wenda masih berusia kurang lebih 1 tahun. Pada 2013 Wenda dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Jantho dan dilepasliarkan pada tahun 2014. Selama hidup di alam liar, Wenda menjadi salah satu individu yang rutin dipantau oleh tim PRM.

“Ini menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran satwa liar yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Kementerian Kehutanan bersama para mitra konservasi,” Tutup ujang.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts