Beranda blog Halaman 70

Presiden Prabowo: Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan asing

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).(Foto : BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebagai negara hukum, Indonesia harus menjunjung tinggi penegakan hukum untuk melindungi dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam amanatnya pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.

“Negara kita adalah negara hukum. Karena itu hukum harus kita tegakkan. Hukum harus dihormati dan dihargai. Hukum harus menjadi pelindung rakyat. Hukum harus memberi rasa aman kepada rakyat yang jujur. Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah,” ucap Presiden.

Selain itu, Kepala Negara menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat dan tidak boleh digunakan untuk membela kepentingan kelompok tertentu.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” lanjut Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menekankan bahwa perlindungan hukum harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang paling lemah. “Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menegaskan bahwa Indonesia terus membangun kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap kritik. Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa kualitas demokrasi harus tetap dijaga.

“Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asin. Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia,” ucapnya.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengedepankan persatuan dan kerukunan. Dalam hal ini, Presiden menegaskan bahwa Polri memiliki peran sebagai penjaga demokrasi yang dewasa.

“Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara,” pungkasnya.

Hari Bhayangkara ke-80, Menko Polkam Apresiasi dedikasi dan pengabdian Polri

Hari Bhayangkara ke-80, Menko Polkam Apresiasi dedikasi dan pengabdian Polri (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan pengabdian Polri selama delapan dekade telah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi pembangunan nasional.

Atas nama keluarga besar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri yang terus menjalankan tugas di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, tema Hari Bhayangkara tahun ini, “Polri untuk Masyarakat”, mencerminkan komitmen institusi kepolisian untuk semakin dekat dengan rakyat melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan keamanan, mulai dari kejahatan konvensional hingga ancaman siber dan disinformasi, peran Polri dinilai semakin strategis dalam menjaga ketahanan nasional.

“Atas nama keluarga besar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada segenap jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Djamari.

Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel Polri yang selama ini konsisten memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Djamari menyebut situasi keamanan yang kondusif merupakan prasyarat utama bagi terlaksananya pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, serta terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengapresiasi dedikasi dan pengabdian Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga sinergi antarlembaga terus terjalin semakin kuat dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, mengawal agenda pembangunan, serta mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera,” katanya.

Djamari menilai tantangan keamanan saat ini menuntut kolaborasi yang semakin erat antara Polri, TNI, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang berkembang, baik di ruang fisik maupun ruang digital.

Djamari pun mendorong agar semangat kebersamaan antarinstansi terus diperkuat demi menjaga stabilitas nasional yang berkelanjutan.

Koordinasi yang solid, kata Djamari, akan memperkuat efektivitas kebijakan pemerintah di bidang politik, hukum, dan keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Pada kesempatan tersebut, Menko Polkam juga mengajak seluruh anggota Polri menjadikan Hari Bhayangkara sebagai momentum refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Ia menekankan profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas, kepedulian, dan ketulusan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Djamari berharap Polri terus memperkuat transformasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga mampu menjawab berbagai tantangan keamanan nasional di masa depan.

“Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Djamari.

Pendaratan Perdana Airbus A400M TNI AU di Natuna

Foto : Dok. Penerangan TNI Angkatan Udara

Riau (The Indonesian News) – Pesawat Airbus A400M TNI Angkatan Udara untuk pertama kalinya mendarat berlangsung aman di bawah cuaca cerah di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Pada Senin (29/6/2026).

Foto : Dok. Penerangan TNI Angkatan Udara

Pesawat angkut strategis berjulukan Atlas ini dipiloti Mayor Pnb Riki A. Sihaloho, terbang dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Setelah mendarat dengan aman, kru pesawat disambut Komandan Lanud Raden Sadjad Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi diwakili jajaran pejabat Lanud Raden Sadjad.

“Keberhasilan operasi tidak lepas dari kesiapan seluruh personel pendukung diantaranya Sie Base Ops, Disops Lanud RSA bersama PLLU, Base Rescue, Sie Angkutan, Sie Meteo, Sie Logistik, BMP, Sarban, Pom/Pam, dan tim medis bekerja sesuai prosedur,” Dikutip dari keterangan Penerangan TNI Angkatan Udara, Rabu, 1 Juli 2026.

Foto : Dok. Penerangan TNI Angkatan Udara

Sinergi seluruh unsur memastikan pelayanan penerbangan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan Lanud Raden Sadjad terhadap operasional pesawat strategis TNI Angkatan Udara.

Airbus A400M merupakan pesawat angkut berat multirole yang berada di atas kemampuan C-130 Hercules. Pesawat ini mampu membawa muatan hingga 37 ton untuk mendukung operasi militer maupun bantuan kemanusiaan. Selain memiliki jangkauan hingga 8.900 kilometer, Airbus A400M juga dapat mendarat di landasan pendek dan tidak beraspal. Kemampuan tersebut menjadikannya sangat efektif menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil Indonesia.

“Kehadiran pesawat ini semakin memperkuat kemampuan mobilitas udara TNI Angkatan Udara dalam mendukung logistik, operasi militer, penanggulangan bencana, serta berbagai misi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia,” Demikian Penerangan TNI Angkatan Udara.

Satgas PRR Tegaskan Komitmen Pemda dan Pemegang HGU Percepat Huntap di Aceh Tamiang

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi saat meninjau pembangunan huntara dan huntap. (Foto : Dok Satgas PRR/Pemkab Aceh Tamiang).

Aceh Tamiang (The Indonesian News) – Harapan ribuan penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh untuk segera menempati hunian tetap (huntap) mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencapai sejumlah kesepakatan dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) guna mempercepat penyediaan lahan bagi pembangunan huntap.

Dalam Siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Rabu (1/7/2026), Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelepasan Lahan HGU yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Dalam Negeri, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Aceh, perusahaan pemegang HGU, serta Posko Nasional Satgas PRR, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Pertemuan itu difokuskan untuk menyelesaikan berbagai kendala penyediaan lahan yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah lahan milik perusahaan telah mencapai kesepakatan untuk segera ditindaklanjuti sebagai lokasi pembangunan huntap. Lahan milik PTPN, PT Socfindo, PT Betami, PT Bahruni, dan PT Evan Group dinyatakan telah menyelesaikan pembahasan, sementara beberapa perusahaan lainnya masih menyelesaikan tahapan administrasi maupun penyiapan lahan pengganti.

Perkembangan ini membuka peluang percepatan pembangunan 2.212 unit huntap yang direncanakan.

Wakil Kepala Bidang Data Posko Satgas PRR Brigjen TNI Andre Julian mengatakan, Satgas PRR terus memfasilitasi koordinasi antara pemerintah daerah dan para pemegang HGU agar kebutuhan lahan dapat segera dipenuhi tanpa menghambat proses

pembangunan. Menurutnya, penyelesaian persoalan lahan merupakan tahapan penting agar rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan sesuai target.

“Hasil rapat tadi memadukan atau mensinkronkan antara pemilik lahan yang lahannya akan digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai calon lahan pembangunan huntap. Pada intinya, telah tercapai kata sepakat antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan beberapa pemilik lahan, untuk segera melaksanakan pembangunan huntap ini secara paralel,” kata Andre.

Ia menjelaskan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan melalui pembangunan huntap oleh Kementerian PKP yang berjalan bersamaan dengan penyelesaian administrasi pelepasan lahan. Pendekatan tersebut dipilih agar masyarakat tidak perlu menunggu seluruh proses administrasi selesai sebelum pembangunan dimulai.

“Dalam konteks percepatan rehab rekon, memang harus dilaksanakan kegiatan secara paralel antara pembangunan huntap itu sendiri yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PKP dengan proses administrasi. Kami mengupayakan ini cepat. Supaya masyarakat segera merasakan manfaatnya. Segera masyarakat dapat menempati huntap tersebut sebagai tanggung jawab dari pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

Wakil Kepala II Bidang Data Posko Satgas PRR Kolonel Tamimi Hendra Kesuma memastikan setiap komitmen perusahaan akan terus dipantau bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PKP, Kantor Wilayah BPN Aceh, dan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri. Apabila dalam waktu satu minggu masih terdapat perusahaan yang belum menyelesaikan komitmennya, penyelesaiannya akan difasilitasi di tingkat pusat agar proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan apresiasi kepada Satgas PRR dan Kementerian PKP yang terus mendampingi pemerintah daerah dalam mencari solusi penyediaan lahan bagi masyarakat terdampak.

“Terima kasih untuk Satgas dan Kementerian PKP. Sudah bisa dieksekusi lahan-lahannya, tinggal kami mengecek lagi lahan-lahannya yang sudah oke dan A1. Sehingga kita bisa langsung merapikan dan segera melaporkan ke Kementerian PKP untuk dilakukan pembangunan,” kata Armia.

Prabowo: Police Must Defend and Feel the Suffering of the People

Credit : Bakom RI

Bogor (The Indonesian News) – President Prabowo Subianto has called on the Indonesian National Police to always be among the people, defend them, and feel the suffering they endure.

This was conveyed by Prabowo while leading the 80th Bhayangkara Day commemoration ceremony at the Brimob Satlat Cikeas in Bogor, West Java, on Tuesday (July 1).

According to Prabowo, the Police must have a strong character because they were born from the struggle for independence. Since its inception, the Police have been involved in the fight to defend independence, giving them a strong closeness to the people.

“That is why the Indonesian National Police have always been among the people and must always defend the people, feeling their suffering,” Prabowo emphasized.

The President also expressed appreciation for the various transformations continuously undertaken by the Police, including their active involvement in supporting strategic government programs under Prabowo’s administration that directly address public needs.

He assessed that the Police now play a major role in strengthening national food security, particularly through the development of corn production and the construction of quality food warehouses in various regions.

“I have seen with my own eyes the Police building highly needed food warehouses warehouses of very good quality,” he continued.

On the same occasion, the President also praised the Police’s contribution in supporting the implementation of the Free Nutritious Meal program. For Prabowo, the Police have built more than a thousand Nutrition Service Units, or MBG kitchens, which he considered to be of very high quality.

“I do not hesitate to say here that the kitchens built by the Police are the best kitchens. And this is not just my words. Many observers and reviewers from international institutions have come to Indonesia to see these kitchens, and most of what they saw were kitchens built by the Police,” Prabowo emphasized.

Not only that, Prabowo also appreciated the Police’s role in assisting communities through the construction of boreholes, bridges, and their presence on the front lines during disasters.

“This is the spirit that you must continue to uphold,” he added.

Prabowo expressed hope that this spirit of service would continue to define every member of the Bhayangkara, in line with this year’s theme: “80 Years of Service, Police for the People.” According to him, the Police must continue to be present for the people, work for the people, protect the people, and serve the nation and state.

Source: Press Release from the Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P (kedua Kiri), melakuan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat guna melakukan langkah-langkah percepatan pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (30/6/2026). (Foto : Dok.BNPB).

Jakarta (The Indonesian News) – Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sejak pada Selasa (30/6) pukul 12.30 WIB. Berdasarkan hasil asesmen tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu (1/72026) pagi kebakaran masih berlangsung dan berpotensi meluas.

Merespons kondisi tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menginstruksikan jajarannya untuk segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat upaya pemadaman.

“Upayakan segera dipadamkan,” ujar Suharyanto, Rabu, 1 Juli 2026

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P (kedua Kiri), melakuan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat guna melakukan langkah-langkah percepatan pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (30/6/2026). (Foto : Dok.BNPB).

Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar. Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau oleh petugas.

Kondisi tersebut diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Kepala BNPB menginstruksikan pengerahan helikopter water bombing guna mendukung operasi pemadaman dari udara.

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” tegas Suharyanto.

Menindaklanjuti arahan tersebut, helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang pada Rabu (1/7). Sebelumnya, helikopter tersebut bertugas mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Helikopter ini memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api.

Kondisi kebakaran yang melanda empat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (1/7/2026). (Foto : Dok.BNPB)

Sementara itu, upaya pemadaman di darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api. Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare.

Dampak kebakaran juga mulai dirasakan masyarakat sekitar. Sebanyak 15 jiwa atau lima kepala keluarga mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar akibat terdampak asap kebakaran.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, tim kesehatan telah disiagakan guna memberikan pelayanan medis kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, masker juga telah dibagikan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan asap.

Meskipun lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hingga saat ini operasional penerbangan masih berjalan normal dan belum terdampak.

BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman agar kebakaran dapat segera dikendalikan, tidak meluas, serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun sektor-sektor strategis lainnya.

Jamwas Kejagung : Jangan Takut Diawasi Bila Bekerja Jujur

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Prof. Dr. Rudi Margono (Tengah).  (Foto : Dok.Puspenkum Kejagung RI).

Jawa Timur (The Indonesian News) – Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Prof. Dr. Rudi Margono didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Andri Kurniawan melaksanakan inspeksi pimpinan di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Pada Senin 29 Juni 2026.

Jamwas Rudi Margono menekankan bahwa pengawasan internal tidak lagi dipandang sebatas fungsi pemeriksaan, melainkan menjadi instrumen utama dalam membangun budaya integritas sekaligus memperkuat tata kelola organisasi.

“Perlu disadari bersama bahwa peran pengawasan tentunya bukan hanya penegak disiplin, tetapi ikut mengakselerasi sekaligus memotivasi peningkatan kinerja di tiap-tiap bidang.” ujarnya.

Disampaikannya, bahwa kinerja pelayanan dan penegakan hukum Kejaksaan profesional, berintegritas dan humanis adalah doktrin yang harus dijalankan setiap Insan Adhyaksa.

“Kinerja pelayanan dan penegakan hukum yang kita lakukan diawasi lembaga pengawas, baik internal, eksternal maupun masyarakat luas. Jangan takut kinerja kita diawasi, bila kita berkinerja jujur, independen dan profesional. Ini semua kita lakukan agar Kejaksaan terus berada dalam rel penegakan hukum mewujudkan kepastian hukum, keadilan hukum dan bermanfaat dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Rudi Margono menuturkan sebagai seorang jaksa dituntut untuk terus membekali diri dengan keilmuan dan pengalaman. Beragam tindak pidana ada ditengah kehidupan masyarakat seiring era moderen saat ini, jaksa juga dituntut untuk terus berbenah, profesional dan berintegritas.

Jamwas mengimbau setiap satuan kerja untuk membangun budaya kerja berbasis manajemen risiko, memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta menjadikan kepatuhan sebagai instrumen pencegahan.

Menurutnya, pengawasan yang efektif harus mampu mendeteksi potensi risiko sejak dini, mendorong perbaikan berkelanjutan, serta memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Inspeksi diikuti langsung oleh para Pejabat Utama Kejati Jatim, Kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Timur, serta seluruh pegawai baik secara luring maupun daring. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyampaian arah kebijakan pengawasan bagi seluruh satuan kerja.

Kajati Jatim, Dr. Abdul Qohar, menyampaikan bahwa luasnya wilayah Jawa Timur menghadirkan tantangan dan dinamika penegakan hukum yang beragam. Namun demikian, ditegaskan bahwa seluruh jajaran terus bekerja secara optimal.

“Jawa Timur ini wilayahnya luas, tentu beragam problematik terjadi. Namun demikian kami dan jajaran terus bekerja keras. Dan dapat kami laporkan bahwa saat ini kondisi Jawa Timur kondusif.” Ujar Dr. Abdul Qohar.

Menhan RI – Menko Polkam Perkuat Koordinasi Strategis jaga Stabilitas Nasional

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin (Pertama kanan) bersama Menko Polkam Djamari Chaniago (Pertama kiri) di Kantor Kemenko Polkam RI, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Foto : Dok.Kemhan RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendukung penguatan keamanan nasional yang terpadu, solid dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polkam RI), Jakarta, Pada Senin (29/6/2026).

“Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi strategis antar kementerian dalam menjaga stabilitas nasional,” Tulis Siaran Pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Selasa, 30 Juni 2026.

Sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menghadirkan langkah-langkah yang adaptif dan terintegrasi dalam menghadapi berbagai dinamika lingkungan strategis, baik di tingkat nasional maupun global.

BNPB : Potensi Karhutla Perlu Diwaspadai di Berbagai Wilayah

Upaya penangan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur yang terjadi pada Minggu (28/6/1027). (Foto : Dok. BNPB).

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Senin (29/6) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (30/6) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi kejadian yang mendominasi di sejumlah daerah.

“Kebakaran lahan seluas 2 hektare terjadi di Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, pada Minggu (28/6). BPBD Kabupaten Pulau Taliabu melaporkan bahwa peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran saat pembukaan lahan. Kondisi cuaca panas dan angin kencang mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran meluas. BPBD bersama tim gabungan mengerahkan satu unit mobil L300 dilengkapi dengan alkon, selang alkon, nozzle dan tandon air. Api berhasil dipadamkan pada Senin (29/6). Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” Kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran Pers, Selasa (30/6/2026).

Selanjutnya, Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar 1 hektare pada Senin (29/6). Hingga Selasa (30/6), api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

“Selain di Maluku Utara dan Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di dua wilayah. Kejadian pertama berlangsung di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, pada Minggu (28/6). BPBD Kota Bontang mencatat luas area terdampak mencapai sekitar 1,34 hektare. Dalam upaya penanganan, BPBD bersama tim gabungan mengerahkan dua unit mobil tangki air serta satu unit kendaraan operasional milik Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP). Api berhasil dipadamkan pada Senin (29/6), sementara penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan,” Katanya.

Sementara itu, kebakaran hutan seluas sekitar 2 hektare juga terjadi di Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, pada Sabtu (27/6). Tim Satuan Tugas Gabungan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan berhasil memadamkan api pada Senin (29/6).

“Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai di berbagai wilayah. Sejalan dengan itu, berdasarkan prediksi curah hujan kumulatif Dasarian I Juli 2026 (periode 1–10 Juli 2026) yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah diperkirakan mengalami curah hujan rendah. Wilayah tersebut meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan,” Ujarnya.

Merespons kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui pemantauan wilayah rawan terbakar serta penyiapan personel, sarana, dan prasarana pemadaman.

“Selain itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat atau BPBD setempat apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum api meluas,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Qodari : kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo capai 74,2 persen

Foto : Dok.Bakom RI

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengapresiasi hasil sejumlah survei yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan hasil survei tersebut mencerminkan efektivitas berbagai program yang telah dijalankan pemerintah selama hampir dua tahun masa kepemimpinan Prabowo.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa hasil survei tersebut tidak lantas membuat pemerintah berpuas diri, melainkan menjadi masukan penting untuk terus melakukan perbaikan.

Dalam hal ini, Qodari secara khusus merujuk pada hasil survei terbaru Poltracking Indonesia yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 74,2 persen dari 1.220 responden, sementara tingkat kepuasan publik berada di angka 72,2 persen.

“Jadi survei itu menjadi salah satu cermin bagi pemerintahan Pak Prabowo yang pada hari ini sekitar satu tahun setengah lebih dan menuju dua tahun. Angka 70 persen itu merupakan angka yang cukup baik, walaupun tentu tidak kemudian berpuas diri. Tetap menjadi masukan bagi kita semua,” ujar Qodari dalam pernyataannya, Selasa (30/6/2026).

Ia mengatakan pemerintah sangat menghargai berbagai hasil survei yang dilakukan lembaga independen. Menurutnya, hasil survei tersebut mampu memberikan gambaran yang objektif mengenai persepsi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Bahkan, menurutnya, survei opini publik sangat diperlukan untuk mengevaluasi program-program pemerintah yang telah dijalankan.

“Saya sendiri dulu profesinya sebagai lembaga survei. Jadi, saya sangat memahami bahwa survei itu diperlukan untuk menjadi cerminan bagi kita semua, bagi pemerintah untuk bisa melihat tanggapan dan apresiasi apa yang masyarakat berikan untuk program-program pemerintah,” katanya.

Qodari melanjutkan bahwa dukungan masyarakat merupakan elemen penting bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai programnya. Dukungan tersebut diharapkan menjadi suntikan semangat bagi pemerintah untuk terus bekerja keras demi kepentingan rakyat.

“Kita semua pada hari ini sedang bekerja keras untuk membuat situasi dan kondisi menjadi lebih baik. Oleh karenanya, dukungan dari masyarakat, dukungan dari kita semua adalah elemen yang sangat penting,” jelas dia.

Sumber : Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts