Beranda blog Halaman 74

Farmers Increasingly Prosperous Under Prabowo, NTP Reaches 127.84 in July 2026

Credit : The Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Jakarta (Yhe Indonesian News) – Under President Prabowo Subianto’s leadership, farmer welfare continues to improve. Statistics Indonesia data recorded the Farmer Exchange Rate at 127.84 in July 2026.

This increase in the NTP reflects that farmers’ purchasing power remains stable, as the decline in costs incurred by farmers was greater than the decline in agricultural product prices.

“The Farmer Exchange Rate in July 2026 was recorded at 127.84, an increase of 0.15 percent compared to June 2026. This increase occurred because the index of prices received by farmers fell by 0.10 percent, while the index of prices paid by farmers fell more steeply, at 0.25 percent,” said Deputy for Distribution and Services Statistics at BPS, Ateng Hartono, during a press conference on Monday (August 3).

Ateng explained that the July 2026 NTP increase occurred because the Index of Prices Paid by farmers fell more steeply than the Index of Prices Received.

He noted that the NTP is an indicator that reflects farmers’ purchasing power. An increase in the NTP indicates that the exchange value of agricultural products against goods and services consumed by households and production needs is in better condition compared to the previous month.

The national NTP increase in July 2026 was supported by improved performance in the agricultural subsectors. The smallholder plantation crops subsector recorded the highest increase at 1.67 percent, followed by food crops at 1.32 percent.

In the food crops subsector, the NTP increase was driven by rising prices of rice and secondary crops, while in the smallholder plantation subsector, it was influenced by strengthening prices of cocoa and palm oil commodities.

Cumulatively, farmer welfare conditions throughout the year also continue to show a positive trend. From January to July 2026, the national NTP was recorded at 126.13, an increase of 2.98 percent compared to the same period last year.

A total of 26 out of 38 provinces recorded NTP increases in July 2026, with Southeast Sulawesi recording the highest increase at 8.89 percent.

The surge in the NTP in July 2026 is a positive signal that the agricultural sector is becoming stronger, more productive, and more profitable. On several occasions, Minister of Agriculture Andi Amran Sulaiman has emphasized that this achievement is supported by various acceleration measures taken by the ministry, including expanding planted areas, land optimization, irrigation rehabilitation and normalization, provision of superior seeds, agricultural machinery and equipment assistance, and strengthening farmer mentoring across various production centers.

The Ministry of Agriculture continues to strengthen various strategic programs to increase productivity, maintain farming cost efficiency, expand harvest absorption, and strengthen the stability of agricultural commodity prices.

Source: Press Release from The Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

BNPB Imbau Masyarakat pantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). Foto: BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah.

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Senin (3/8) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (4/8) pukul 07.00 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah kejadian bencana meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir terjadi di beberapa daerah dan masih memerlukan penanganan terpadu oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait.

“Kejadian pertama yang tercatat adalah karhutla di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (3/8) sekitar pukul 06.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh percikan api pada vegetasi kering yang kemudian menyebar ke area lahan di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini,” Kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus 2026.

Hasil kaji cepat sementara, sekitar 3 hektare lahan dilaporkan terbakar. BPBD Kabupaten Pinrang telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan penanganan bersama dengan unsur TNI, POLRI, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), masyarakat, dan pemerintah setempat. Sinergi lintas sektor tersebut terbukti dapat mempercepat upaya pemadaman sehingga api tidak meluas ke wilayah lain.

“Berdasarkan kondisi mutakhir hingga Senin (3/8), api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru yang dapat dipicu oleh cuaca panas dan kondisi vegetasi yang masih kering,” Terangnya.

SelanjutnyA, Selain kejadian karhutla di Sulawesi Selatan, BNPB juga mencatat kejadian banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang mengakibatkan meluapnya Sungai Silaga-laga setelah tanggul sungai jebol pada Senin (3/8) sekitar pukul 10.30 WIB. Kenaikan debit air Sungai Aek Silaga-laga tersebut memicu banjir yang merendam wilayah Kelurahan Sipange dan Kelurahan Hutanabolon di Kecamatan Tukka, serta Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

“Akibat kejadian tersebut, sebanyak 50 kepala keluarga atau 150 jiwa terpaksa mengungsi, sementara sekitar 50 unit rumah terdampak banjir. Data korban dan kerusakan masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah telah mendirikan tenda pengungsian di Lingkungan II, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Warga yang mengalami trauma akibat banjir juga dievakuasi ke Gereja HKI Lama di lingkungan yang sama,” katanya.

Abdul Muhari menambahkan, Sejalan dengan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, pemerintah daerah juga terus memperkuat penanganan darurat melalui asesmen dan koordinasi lintas instansi. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan asesmen, kaji cepat, dan monitoring di seluruh lokasi terdampak banjir. Penanganan bencana ini juga mengacu pada Keputusan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 511/BPBD/2026 tentang Perpanjangan Kedua Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang berlaku mulai 29 Juni hingga 25 Desember 2026.

Dalam mendukung penanganan tersebut, BNPB turut memberikan pendampingan teknis dan melakukan pemantauan langsung terhadap langkah-langkah pengendalian banjir di lapangan. Tim BNPB pada Senin (3/8) melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan normalisasi Sungai Sigala-gala serta pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka. Selain itu, tim juga melaksanakan koordinasi lapangan dan pendampingan teknis bersama BPBD, camat, dan lurah setempat guna mempercepat penanganan di wilayah terdampak.

Upaya tersebut akan terus berlanjut pada hari berikutnya melalui koordinasi dan percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Pada Selasa (4/8), Tim BNPB dijadwalkan melaksanakan rapat koordinasi bersama Asisten I di Kantor Kelurahan Sipange, melakukan pendampingan administrasi dokumen Pra Hibah Bantuan Logistik dan Peralatan, serta melanjutkan monitoring pekerjaan perkuatan tebing sungai sepanjang sekitar 400 meter. Hingga saat ini, progres penyusunan tanggul telah mencapai 47 jumbo bag.

Selain pekerjaan yang sedang berlangsung, sejumlah langkah lanjutan juga telah disiapkan guna memperkuat perlindungan kawasan permukiman dari ancaman banjir susulan. Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Tengah akan melanjutkan normalisasi bagian hulu sungai, sementara Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara akan memobilisasi alat berat tambahan untuk normalisasi bagian hilir Sungai Sigala-gala. BNPB juga mengupayakan perkuatan tebing sungai melalui penyusunan sekitar 1.000 jumbo bag sepanjang kurang lebih 400 meter, serta merencanakan penambahan 4.000 jumbo bag yang akan digeser dari Kabupaten Luwu setelah proses koordinasi selesai.

Meskipun berbagai upaya terus dilakukan, pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala akibat faktor cuaca. Curah hujan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari menghambat pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Derasnya hujan juga menyebabkan debit Sungai Silaga-laga kembali meningkat sehingga menggerus tebing sungai yang berada dekat dengan permukiman warga.

Walaupun demikian, kondisi banjir di sebagian besar wilayah terdampak mulai menunjukkan perkembangan yang membaik. Berdasarkan kondisi terkini hingga Senin (3/8), genangan banjir telah surut. Namun, cuaca di lokasi masih diguyur hujan dengan intensitas sedang. Warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur dan material banjir sebelum kembali ke lokasi pengungsian apabila diperlukan. BNPB bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan serta memperkuat langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Selain kejadian banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, BNPB juga menerima laporan karhutla yang terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tojo, Kecamatan Tojo, pada Senin (3/8) sekitar pukul 10.01 WITA. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan tanpa pengawasan sehingga api dengan cepat merambat ke area sekitarnya.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 20 hektare lahan terdampak kebakaran. Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa. Meski demikian, upaya penanganan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Tojo Una-Una segera berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan asesmen dan kaji cepat untuk mengetahui kondisi di lapangan. Bersama unsur gabungan, petugas juga terus melaksanakan upaya pemadaman dan pengendalian api agar situasi dapat segera dinyatakan aman.

Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Polres, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi potensi penyebaran api.

Berdasarkan kondisi mutakhir hingga Senin (3/8), proses pemadaman masih berlangsung dan situasi kebakaran telah terkendali. Petugas tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak muncul titik api baru yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali meluas.

Menghadapi berbagai kejadian bencana yang terjadi di sejumlah daerah tersebut, BNPB mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sesuai dengan potensi ancaman di wilayah masing-masing. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai maupun wilayah rawan bencana lainnya, segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air, muncul retakan tanah, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serta mempercepat penanganan bencana demi melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Polda Metro Jaya Panen 82 Kilogram Pakcoy untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Polda Metro Jaya Panen 82 Kilogram Pakcoy untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Jakarta Barat, Selasa (4/8/2026). (Foto : HUmas Polda Metro Jaya).

Jakarta (The Indonesian News) – Polda Metro Jaya kembali memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan Green House Hidroponik SPPG Polri Palmerah. Sebanyak 82 kilogram sayur pakcoy berhasil dipanen pada Selasa (4/8/2026) dan langsung didistribusikan sebagai bahan baku menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah Polres Metro Jakarta Barat.

Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sri Satyatama menjelaskan bahwa kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG yang dikelola secara mandiri guna menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar, aman, dan berkualitas bagi operasional Program Makan Bergizi Gratis.

“Melalui Green House Hidroponik ini, kami membangun sistem penyediaan bahan baku yang terintegrasi, mulai dari proses budidaya hingga hasil panen dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan SPPG. Dengan demikian, kualitas, kesegaran, dan keberlanjutan pasokan bahan pangan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat kemandirian pangan di lingkungan Polda Metro Jaya,” jelas Kombes Pol. Sri Satyatama.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa pengembangan Green House Hidroponik merupakan salah satu bentuk dukungan Polda Metro Jaya terhadap program prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur

Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)  

Surabaya (The Indonesian News) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmennya mendukung penguatan ekosistem pembiayaan perumahan untuk percepatan Program 3 Juta Rumah di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan kepada pemerintah daerah (Pemda), penguatan perencanaan pembangunan, percepatan layanan perizinan, hingga sinkronisasi data perumahan agar program berjalan tepat sasaran.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), di Aula Tirta Graha Perumda Air Minum Surya Sembada, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026).

“Kami dari Kemendagri mendukung sepenuhnya penguatan ekosistem pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Wiyagus melanjutkan, Kemendagri akan memastikan percepatan Program 3 Juta Rumah masuk dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, Kemendagri juga melakukan pembinaan kepada Pemda terkait pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pengembang yang membangun rumah untuk MBR. Di sisi lain, Kemendagri terus mendorong percepatan penerbitan PBG bagi MBR agar tidak melebihi 10 hari, sekaligus melakukan penyesuaian Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk mendukung percepatan pembangunan rumah.

“Tetap perlu diperkuat agar layanan PBG ini semakin cepat, sederhana, transparan kemudian tidak bertele-tele dan tidak membebani masyarakat,” tambahnya.

Wiyagus juga menekankan pentingnya sinkronisasi data perumahan melalui koordinasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta dinas yang membidangi perumahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan. Pendataan tersebut diperlukan untuk memetakan backlog kepemilikan rumah, kondisi kelayakan hunian, serta memastikan program tepat sasaran.

Di samping itu, percepatan Program 3 Juta Rumah juga perlu diiringi dengan kepastian tata kelola lingkungan hunian yang layak, aman, dan nyaman.

“Bapak-Ibu sekalian, kami sampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, khususnya kepada Pak Menteri [PKP] sebagai inisiator. Semoga sinergi ini terus berlanjut menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemenuhan rumah layak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, serta masyarakat peserta program KUR.

 

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kunjungi Kantor KSOP Utama Tanjung Priok

Foto : Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka mendukung rangkaian kegiatan Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan kerja bakti lingkungan dan pengecatan fasilitas umum di Masjid Baitul Latief KBN, Pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa (4/8/2026).

Kegiatan dipimpin oleh AKP Budi Hernawan, S.H., selaku PS. Kabaglog Polres Pelabuhan Tanjung Priok, serta diikuti oleh personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan kerja bakti dengan membersihkan area lingkungan masjid serta melaksanakan pengecatan pada berbagai fasilitas umum guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, nyaman, dan indah. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan sosial ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas umum, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam mendukung program Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat 2026, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian Polri yang Presisi melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

JJOS Ngobrol Santai dan Ngopi Bareng, Kapolres Priok Bersama Jurnalis

Foto : Dok. Polres Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Guna merajut komunikasi dan mempererat silaturahmi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menggelar Silaturahmi Jaga Jakarta On The Spot bersama Jurnalis, Wartawan Media Cetak/Elektronik/Online yang beroperasional di Pelabuhan Tanjung Priok, sedikitnya belasan jurnalis dari berbagai media turut hadir pada senin, (03/08/2026) sore.

Acara pun dikemas cukup santai dengan syruputan kopi pahit dan berlangsung interaktif sehingga terbangun suasana akrab meskipun dalam pelaksanaannya tetap serius tapi santai.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, mengucapkan terima kasih kepada seluruh wartawan maupun awak media yang bertugas di area Pelabuhan Tanjung Priok atas kerjasama dan dukungannya dalam membantu Kepolisian selama ini sehingga kondusivitas Kamtibmas di Pelabuhan Tanjung Priok tetap terjaga dengan baik.

“Kerjasama dan sinergitas seperti ini harus terus kita bangun sehingga antara kebutuhan informasi dan progres pelayanan Kepolisian dapat berjalan beriringan dengan baik” Ujar AKBP Fajri.

Selain itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, juga mengenalkan akronim dari Presisi dan Jaga Jakarta serta sosialisasi call center Layanan Polri 110 gratis. Motto inilah yang nantinya digunakan sebagai pedoman dalam membangun dan meningkatkan kualitas pelayanan Kepolisian di segala aspek dengan tetap mengedepankan sikap humanis.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media atas segala dukungan yang telah diberikan sehingga masyarakat mengetahui tentang apa saja yang sudah dilakukan jajaran Kepolisian dalam memelihara dan menjaga keamanan di Pelabuhan Tanjung Priok.” Jelas Fajri.

Beberapa wartawan yang kebetulan turut hadir menyambut positif inisiasi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok yang telah menyelenggarakan acara silaturahmi Jaga Jakarta On The Spot tersebut, Menurutnya, acara seperti ini sangat bermanfaat sebagai sarana komunikasi antara Kepolisian dengan wartawan.

Laba Bersih PT Pelindo Jasa Maritim Melonjak 44 Persen di Atas Target Semester I 2026, Perkuat Daya Saing Bisnis Maritim

Foto : Dok. Pelindo Jasa Maritim

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang Semester I Tahun 2026. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak yang meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi tersebut bahkan melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Semester I 2026 dengan capaian mencapai 44 persen di atas target, Selasa, (04/08/2016)

Kinerja impresif tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 14 persen secara year-on-year (YoY), yang diiringi dengan pengelolaan beban usaha secara efisien sehingga mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan. Selain itu, EBITDA PT Pelindo Jasa Maritim pada Semester I 2026 juga tumbuh 39 persen (YoY), mencerminkan semakin kuatnya kinerja operasional perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat layanan inti, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan sinergi bisnis di lingkungan PJM Group.

“Pencapaian Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi perusahaan dalam memperkuat layanan marine, mengembangkan port services, serta mengoptimalkan kontribusi anak perusahaan mampu menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Ke depan kami akan terus menjaga momentum ini melalui peningkatan kualitas layanan, percepatan eksekusi program strategis, serta penguatan tata kelola perusahaan,” ujar Tubagus Patrick.

Ia menambahkan, pertumbuhan pendapatan perusahaan ditopang oleh peningkatan layanan pemanduan dan penundaan di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), pertumbuhan bisnis pengadaan suku cadang (spare part) dan pemeliharaan (maintenance), peningkatan produksi listrik pada entitas anak, serta bertambahnya proyek kontraktor kelistrikan.

Memasuki Semester II Tahun 2026, PT Pelindo Jasa Maritim akan terus memfokuskan langkah pada percepatan realisasi investasi strategis, peningkatan produktivitas layanan, penguatan sinergi antarentitas, serta pengembangan inovasi layanan maritim. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat regional maupun global.

Sebagai anak usaha Pelindo yang bergerak di bidang layanan marine, jasa peralatan pelabuhan (equipment services), jasa galangan kapal, solusi pengerukan (dredging solutions), serta jasa utilitas kepelabuhanan (port services), PT Pelindo Jasa Maritim berkomitmen menghadirkan layanan yang andal, aman, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat konektivitas maritim nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Arus Barang Pelabuhan Bengkulu Melonjak 35,6 Persen, Pelindo Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Foto : Dok. Pelindo

Bengkulu (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu mencatat pertumbuhan positif pada berbagai indikator operasional sepanjang Semester I 2026. Kinerja tersebut mempertegas peran Pelabuhan Bengkulu sebagai simpul logistik strategis yang mendukung aktivitas perdagangan, distribusi barang, serta konektivitas masyarakat di Provinsi Bengkulu, Selasa, (04/08/2026)

Berdasarkan data operasional perusahaan, arus barang yang dilayani Pelindo Regional 2 Bengkulu mencapai 1,33 juta ton atau tumbuh 35,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, trafik kapal berdasarkan Gross Tonnage (GT) meningkat 42,25 persen, sedangkan jumlah penumpang melonjak lebih dari tujuh kali lipat menjadi 8.752 orang.

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya peran pelabuhan dalam menjaga kelancaran rantai pasok sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar. Pelabuhan menjadi penghubung aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi kebutuhan masyarakat hingga pergerakan komoditas unggulan daerah. Karena itu, kami terus berupaya memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Senin (3/8).

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas pelabuhan, produktivitas pelayanan bongkar muat juga mengalami perbaikan. Produktivitas Bag Cargo tercatat mencapai 53,91 ton per gang per jam, sementara produktivitas Curah Cair meningkat menjadi 81,89 ton per gang per jam, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut Dimas, peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah pembenahan operasional yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak dalam mendukung normalisasi alur pelayaran sehingga pelayanan kapal dan arus barang dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

“Kami terus melakukan pembenahan secara bertahap agar pelabuhan mampu memberikan layanan yang semakin cepat, aman, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” katanya.

Pelabuhan Bengkulu selama ini menjadi gerbang utama bagi distribusi berbagai komoditas strategis yang menopang perekonomian daerah. Selain mendukung kelancaran arus logistik, pelabuhan juga berperan penting dalam meningkatkan konektivitas masyarakat melalui layanan transportasi laut.

Ke depan, Pelindo Regional 2 Bengkulu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan melalui penguatan operasional, penerapan standar keselamatan yang optimal, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Pelabuhan yang produktif akan memberikan dampak positif bagi dunia usaha, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Komitmen itulah yang terus kami jaga dalam setiap peningkatan layanan,” tutup Dimas.

Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan, Standar Kesehatan dan Asesmen Psikologis Pramudi Jadi Prioritas

Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan, Standar Kesehatan dan Asesmen Psikologis Pramudi Jadi Prioritas. (Foto : Dok. Transjakarta )

Jakarta (The Indonesian News) – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memperkuat budaya keselamatan melalui penerapan standar kesehatan kerja dan asesmen psikologis bagi pramudi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih didominasi oleh faktor manusia.(04/08/2026)

Program tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki) dalam penyusunan Standar Kesehatan Kerja Pramudi, serta Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia untuk menyusun Standar Asesmen Psikologis Pramudi berbasis risiko.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 13.184 kasus kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 85 persen di antaranya disebabkan oleh kelalaian manusia, 10 persen akibat faktor kendaraan, dan 5 persen karena faktor alam maupun lingkungan.

Data internal PT Transportasi Jakarta pada 2025 juga menunjukkan bahwa faktor kesehatan pramudi menjadi kontributor terbesar sumber bahaya operasional, yakni mencapai 36,26 persen. Sementara faktor psikologis menyumbang 19,40 persen, faktor teknis kendaraan 12,05 persen, dan kelalaian pihak eksternal sebesar 5,21 persen. Dengan demikian, faktor kesehatan fisik dan mental berkontribusi lebih dari 55 persen terhadap total risiko operasional.

Pramudi memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan transportasi publik. Kondisi kesehatan yang prima berpengaruh langsung terhadap konsentrasi, kewaspadaan, kemampuan mengambil keputusan, serta kecepatan respons saat mengemudikan kendaraan.

Gangguan kesehatan dapat menyebabkan penurunan stamina, kelelahan (fatigue), berkurangnya konsentrasi, lambatnya waktu reaksi, hingga kesalahan dalam mengambil keputusan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Selain faktor kesehatan fisik, aspek psikologis juga menjadi perhatian serius. Perilaku agresif di jalan, ketidakpatuhan terhadap aturan, kelelahan mental, tekanan target operasional, hingga rasa percaya diri berlebihan (overconfidence) dapat memengaruhi perilaku berkendara dan meningkatkan potensi kecelakaan.

Selama ini, pemeriksaan kesehatan pramudi masih dilakukan secara terpisah oleh berbagai operator maupun fasilitas kesehatan. Akibatnya, jenis pemeriksaan, frekuensi pelaksanaan, hingga standar penilaian fit to work belum seragam serta belum mempertimbangkan tingkat risiko masing-masing jenis armada.

Karena itu, penyusunan standar kesehatan kerja yang terintegrasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh pramudi memiliki standar pemeriksaan yang sama sesuai dengan karakteristik pekerjaan mereka.

Pemeriksaan Khusus Pramudi

Perdoki menilai pemeriksaan kesehatan khusus bagi pramudi sangat diperlukan karena mereka merupakan pekerja dengan tingkat risiko tinggi (safety-critical worker).

“Pemeriksaan kesehatan berkala bertujuan memantau kondisi kesehatan pramudi, mendeteksi dini penyakit, mengevaluasi dampak lingkungan kerja, menilai fitness for work, serta menjamin keselamatan pramudi, penumpang, dan pengguna jalan,” demikian rekomendasi Perdoki.

Pemeriksaan tersebut meliputi evaluasi terhadap gangguan penglihatan, hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gangguan tidur, gangguan neurologis, gangguan mental, hingga penyalahgunaan zat yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, pemeriksaan harus mempertimbangkan usia, jenis armada, tingkat risiko pekerjaan, serta riwayat kesehatan masing-masing pramudi.

Klinik Kesehatan dan Klinik Psikologi

Sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan, Transjakarta juga merencanakan pembentukan Klinik Kesehatan dan Klinik Psikologi di lingkungan perusahaan.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai memiliki manfaat strategis, baik bagi pramudi maupun masyarakat pengguna transportasi umum.

Pertama, klinik akan memastikan setiap pramudi memenuhi standar fit to work dan fit to drive, sehingga hanya pengemudi yang benar-benar dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental yang bertugas mengoperasikan armada.

Kedua, klinik menjadi pusat deteksi dini berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, maupun gangguan penglihatan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan. Klinik juga akan memberikan layanan kuratif, rehabilitatif, serta edukasi mengenai pola hidup sehat, nutrisi, dan pengaturan waktu istirahat bagi pramudi yang bekerja dengan sistem shift.

Ketiga, layanan psikologi diharapkan mampu membantu pramudi mengelola stres kerja akibat kemacetan, tekanan target operasional, maupun beban pekerjaan lainnya. Konseling psikologis juga dapat mencegah munculnya perilaku agresif di jalan (road rage), sikap ugal-ugalan, ketidaksabaran, serta overconfidence yang berpotensi mengabaikan prosedur keselamatan.

Selain itu, layanan psikologi diharapkan mampu mengatasi kelelahan mental (mental fatigue) dan burnout yang dapat menurunkan konsentrasi saat mengemudi.

Keempat, dari sisi operasional perusahaan, pemeriksaan kesehatan harian (daily fit to drive check) akan menjadi lebih efisien, terintegrasi, dan akurat. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka ketidakhadiran akibat sakit, meningkatkan produktivitas, serta menyediakan data kesehatan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan rotasi kerja, penempatan armada, hingga pengaturan waktu istirahat berbasis risiko.

Kelima, keberadaan klinik akan memperkuat budaya keselamatan (safety culture) sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Transjakarta. Publik akan merasa lebih aman karena mengetahui bahwa setiap pramudi telah melalui pengawasan kesehatan dan psikologis yang ketat sebelum bertugas.

Dorong Menjadi Regulasi Nasional

Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai hasil kajian tersebut dapat dijadikan dasar penyusunan regulasi nasional.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dapat menjadikan kajian ini sebagai dasar penyusunan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Standar Tata Kelola Kesehatan dan Mental Pengemudi Transportasi Publik,” ujar Djoko.

Menurutnya, langkah tersebut akan mempercepat penerapan standar keselamatan di daerah, mengingat saat ini sebanyak 46 pemerintah daerah telah mengoperasikan layanan transportasi publik melalui skema buy the service.

“Ditjen Perhubungan Darat tidak perlu lagi memulai kajian dari awal. Kajian yang telah ada dapat dirangkum dan disempurnakan menjadi regulasi nasional sebagai acuan bagi seluruh pemerintah daerah yang telah maupun akan menyelenggarakan transportasi publik,” katanya.

Penerapan standar kesehatan kerja dan asesmen psikologis secara menyeluruh diharapkan menjadi fondasi baru dalam membangun budaya keselamatan transportasi publik di Indonesia, sehingga keselamatan pramudi, penumpang, dan seluruh pengguna jalan dapat semakin terjamin.

Perkuat Kapasitas TPK Nilam, Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG Ramah Lingkungan

Terminal Teluk Lamong. (Foto : Ist)

Surabaya (The Indonesian News) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kapasitas operasional dan meningkatkan kualitas layanan terminal melalui penambahan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas (TPK) Nilam. Peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik tersebut tiba dari China menggunakan kapal MV Spring Shine pada 7 Juli 2026.

Kehadiran E-RTG menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kesiapan operasional terminal sekaligus mendukung transformasi menuju pelabuhan yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Penggunaan tenaga listrik pada alat ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas aktivitas di lapangan penumpukan peti kemas, mendorong produktivitas pelayanan, serta mengurangi emisi karbon dibandingkan peralatan konvensional berbahan bakar diesel.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa investasi tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat infrastruktur operasional yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan.

“Penambahan E-RTG ini merupakan bagian dari komitmen PT Terminal Teluk Lamong untuk terus memperkuat infrastruktur operasional yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi ini dilakukan agar seluruh terminal di bawah pengelolaan perusahaan semakin siap mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas sekaligus menghadirkan layanan yang semakin andal bagi para pengguna jasa,” ujar Muhammad Syukur.

Ia menambahkan, modernisasi peralatan tersebut juga selaras dengan agenda transformasi Pelindo yang mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi guna meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan.

“Sejalan dengan transformasi Pelindo, kami akan terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keselamatan, serta kualitas layanan terminal,” tambahnya.

E-RTG yang baru memiliki kapasitas angkat hingga 40 ton dengan kemampuan penumpukan peti kemas 1 over 6 containers. Peralatan ini akan memperkuat kapasitas penanganan peti kemas di lapangan penumpukan TPK Nilam setelah seluruh tahapan instalasi, pengujian, dan commissioning selesai dilaksanakan.

Sementara itu, Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menyampaikan bahwa penambahan E-RTG akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas operasional sekaligus kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kehadiran E-RTG ini akan semakin memperkuat kapasitas layanan Terminal Petikemas Nilam, khususnya dalam mendukung produktivitas di lapangan penumpukan. Setelah proses pembongkaran, instalasi, pengujian, dan commissioning selesai, alat ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026 sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, aman, efisien, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” kata Retno.

Melalui modernisasi infrastruktur dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, PT Terminal Teluk Lamong terus mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang unggul. Perusahaan juga terus mengedepankan peningkatan produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), digitalisasi layanan, serta inovasi berkelanjutan guna mendukung terwujudnya ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, kompetitif, dan berdaya saing.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts