Beranda blog Halaman 75

Banjir rendam tiga kecamatan di kota Padang Sumatra Barat

Jakarta (The Indonesian News) – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, pada Senin (3/8). Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang sejak pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB yang menyebabkan sejumlah kawasan permukiman dan jalan terendam banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, banjir berdampak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

“Di Kecamatan Kuranji, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, dan Gunung Sarik. Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, banjir menggenangi Kelurahan Aia Pacah, kawasan di belakang RSUD, serta Perumahan Green Mandiri. Adapun di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, banjir terjadi di Kelurahan Bungus Selatan, Bungus Barat, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur, dan Teluk Kabung Tengah,” Kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Senin, 3Agustus 2026.

Abdul Muhari menyebutkan, Hingga siaran pers ini diterbitkan, pendataan terhadap korban jiwa maupun kerugian materiil masih dalam proses oleh BPBD Kota Padang. Dari pantauan visual yang kami terima, banjir menghanyutkan sejumlah kendaraan yang berada di jalan.

“Merespons kejadian tersebut, BPBD Kota Padang bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu polietilen. Selain itu, BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan kaji cepat dan pendataan dampak bencana guna mendukung penanganan lebih lanjut,” Terangnya.

Hingga Senin (3/8) malam, banjir di sejumlah titik masih belum surut dan hujan masih mengguyur sebagian wilayah terdampak. BPBD Kota Padang bersama unsur pemerintah daerah, OPD terkait, serta masyarakat masih terus melakukan upaya penanganan dan evakuasi warga yang terdampak banjir.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi basah lainnya. Masyarakat yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari

PM Anutin: Indonesia dan Tailan Pilar Utama ASEAN, Perkuat Kerja Sama Majukan Kawasan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).( Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa Indonesia dan Tailan, sebagai dua pilar utama ASEAN, perlu terus mempererat kerja sama bilateral untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemajuan kawasan. Hal tersebut disampaikan PM Anutin dalam pengantarnya pada pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.

“Sebagai dua negara yang merupakan pilar utama ASEAN, kita harus bekerja lebih erat untuk memperluas kerja sama bilateral dan mendorong kawasan kita maju,” ujar PM Anutin.

PM Anutin menyampaikan bahwa kunjungannya ke Indonesia melanjutkan hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Tailan pada tahun sebelumnya, ketika kedua negara menyepakati peningkatan hubungan menjadi kemitraan strategis. Konsultasi Pemimpin Indonesia–Tailan yang kedua dinilainya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemajuan kerja sama sekaligus mempercepat penyelesaian sejumlah agenda bersama.

“Saya yakin peta jalan kemitraan strategis yang akan kita adopsi setelah pertemuan ini akan menjadi kerangka panduan untuk mengubah visi kita menjadi aksi konkret,” ungkapnya.

Dalam bidang politik dan keamanan, PM Anutin mendorong pertukaran kunjungan tingkat tinggi secara lebih rutin, termasuk pertemuan antara pemimpin kedua negara di sela-sela forum regional dan internasional. Ia juga mengusulkan agar Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Komisi Bersama tingkat menteri luar negeri untuk memastikan tindak lanjut konkret atas kesepakatan kedua negara.

Kerja sama pertahanan turut menjadi salah satu perhatian utama. Tailan mendorong kelanjutan latihan bersama, pertukaran informasi, keamanan maritim, dan pengembangan industri pertahanan. PM Anutin juga menyampaikan kesiapan Tailan memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda bagi Korps Marinir Indonesia serta mengundang perwakilan Indonesia menghadiri pameran pertahanan dan keamanan di Tailan pada November 2027.

Pada bidang keamanan, PM Anutin mengajak Indonesia memperkuat kerja sama dalam memberantas kejahatan lintas negara, terutama penipuan daring, perdagangan manusia, dan peredaran narkotika. Sejak tahun sebelumnya, Tailan telah memfasilitasi kepulangan lebih dari seribu warga Indonesia dari pusat-pusat penipuan daring di wilayah perbatasan.

“Tailan dan Indonesia harus mendorong kerja sama regional yang lebih kuat dalam ASEAN untuk menangani penipuan daring,” ucap PM Anutin.

Dalam bidang ekonomi, PM Anutin menyebut nilai perdagangan bilateral telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS. Namun, dengan besarnya perekonomian kedua negara, ia menilai masih tersedia ruang yang luas untuk meningkatkan perdagangan dan investasi melalui pembentukan Komite Perdagangan Bersama Indonesia–Tailan.

PM Anutin juga menawarkan penguatan kerja sama ketahanan pangan, termasuk penyediaan beras berkualitas, peningkatan perdagangan produk pertanian dan peternakan, serta peningkatan impor pupuk urea dari Indonesia dari sekitar 60 ribu ton menjadi 100 ribu ton per tahun. Selain itu, kedua negara didorong mempercepat kerja sama di sektor perikanan dan industri halal.

Pada bidang investasi, PM Anutin menyampaikan tingginya kepercayaan pelaku usaha Tailan terhadap Indonesia. Ia juga menilai keberhasilan investasi Lion Air di Tailan menjadi contoh positif bagi penguatan investasi dua arah serta pembangunan rantai nilai yang menghubungkan perekonomian kedua negara dengan jumlah penduduk gabungan lebih dari 350 juta jiwa.

Untuk memperluas kerja sama energi, PM Anutin mengusulkan pengaktifan kembali Forum Energi Tailan–Indonesia yang terakhir digelar pada 2014. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan kolaborasi di bidang gas alam, batu bara, serta berbagai sumber energi masa depan.

 

Serda Muhammad Raihan Fadhila Raih Emas pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026

Serda Muhammad Raihan Fadhila Raih Emas pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto : Puspen TNI).

Jakarta (The Indonesian News) – Prajurit TNI Serda Muhammad Raihan Fadhila berhasil meraih medali emas pada nomor Kyorugi Under 80 Kg dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Serda Muhammad Raihan Fadhila Raih Emas pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto : Puspen TNI).

Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan, Pada partai final, Serda Muhammad Raihan Fadhila mengalahkan atlet India Akshay Hooda yang meraih medali perak, sementara medali perunggu diraih atlet Kazakhstan Abdurakhmon Matipov dan atlet Indonesia Edgar Sastama. Prestasi tersebut menjadi bukti kualitas pembinaan atlet TNI sekaligus menunjukkan kemampuan prajurit dalam mengukir prestasi pada ajang olahraga internasional.

Serda Muhammad Raihan Fadhila Raih Emas pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto : Puspen TNI).

“Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI menjadi ajang kompetisi sekaligus mempererat persahabatan antarnegara melalui olahraga. Keberhasilan Serda Muhammad Raihan Fadhila diharapkan menjadi motivasi bagi prajurit TNI lainnya untuk terus meningkatkan prestasi serta mengharumkan nama TNI dan bangsa Indonesia di tingkat internasional,” Demikian Puspen TNI.

Presiden Prabowo: Kemitraan Indonesia–Tailan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, senin (3/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemitraan strategis Indonesia dan Tailan harus terus diarahkan pada kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pengantar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.

“Kemitraan ini, menurut saya Perdana Menteri, harus mengarah ke depan dan mencari jalan ke depan yang fokus pada memberikan manfaat nyata untuk rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menyebut kunjungan PM Anutin sebagai momentum bersejarah dan penting. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi pertama seorang Perdana Menteri Tailan ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

“Perdana Menteri, kunjungan Anda hari ini merupakan kunjungan yang bersejarah sekaligus penting. Ini merupakan kunjungan resmi pertama oleh Perdana Menteri Tailan ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir,” ujar Presiden.

Kepala Negara menilai kedekatan hubungan kedua negara perlu terus diperkuat melalui pertemuan dan koordinasi yang lebih intensif. Menurut Presiden, berbagai pertemuan dalam kerangka ASEAN telah membantu Indonesia dan Tailan menemukan kesamaan pandangan dalam sejumlah isu kebijakan luar negeri dan hubungan internasional.

“Saya rasa kita perlu bertemu lebih sering dan berkoordinasi,” ucap Presiden.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi Konsultasi Pemimpin Indonesia–Tailan yang kedua. Presiden meyakini pertemuan itu akan memberikan arah yang makin jelas bagi fase berikutnya dalam kemitraan kedua negara, setelah hubungan Indonesia–Tailan ditingkatkan menuju kemitraan strategis dalam kunjungan Presiden ke Bangkok pada tahun sebelumnya.

“Saya yakin pertemuan hari ini akan menunjukkan arah yang jelas ke fase selanjutnya dalam kemitraan kita,” ungkap Presiden.

Presiden menekankan bahwa kerja sama erat Indonesia dan Tailan juga dapat berkontribusi terhadap penguatan stabilitas ASEAN. Dalam bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara perlu meningkatkan jumlah dan tingkat latihan bersama, pertukaran personel, serta kerja sama pendidikan di antara angkatan bersenjata.

Selain itu, Presiden mendorong perluasan peluang ekonomi melalui peningkatan perdagangan dan investasi, serta penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan dan keamanan energi. Kolaborasi dalam teknologi digital juga dinilai penting karena sektor tersebut akan turut menentukan masa depan dunia.

“Kita juga harus mendorong konektivitas dan hubungan antarmasyarakat. Dengan memperdalam kerja sama pada area-area tersebut, kita bisa lebih memperkuat hubungan bilateral kita sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan kita,” tutur Presiden.

KRI NALA-363 Milik TNI AL Sandar di Koarmada II Bawa 32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, 30 Selamat Dua Meninggal

KRI NALA-363 Milik TNI AL Sandar di Koarmada II Bawa 32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Senin (3/8/2026). (Foto : Dispenal).

Jakarta (The Indonesian News) – Unsur TNI AL KRI NALA-363 yang membawa 32 korban evakuasi insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah sandar di Dermaga Madura Koarmada II, Senin (3/8). Dari jumlah tersebut, 30 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, sementara dua orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

KRI NALA-363 Milik TNI AL Sandar di Koarmada II Bawa 32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Senin (3/8/2026). (Foto : Dispenal).

Dalam siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Kedatangan KRI Nala-363 disambut langsung oleh Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo N.S., unsur Polri, serta personel Basarnas. Setelah kapal sandar di dermaga, seluruh korban segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis dan penanganan lebih lanjut.

KRI NALA-362 Milik TNI AL Sandar di Koarmada II Bawa 32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Senin (3/8/2026). (Foto : Dispenal).

Pangkoarmada II menjelaskan bahwa KRI Nala-363 melaksanakan operasi bantuan SAR bersama Tim SAR Gabungan dengan mengevakuasi korban dari beberapa kapal yang lebih dahulu memberikan pertolongan di lokasi kejadian. Proses tersebut merupakan bagian dari sinergi antarunsur dalam mempercepat penyelamatan korban insiden kebakaran kapal.

KRI NALA-363 Milik TNI AL Sandar di Koarmada II Bawa 32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Senin (3/8/2026). (Foto : Dispenal).

Dalam mendukung operasi kemanusiaan tersebut, TNI Angkatan Laut juga mengerahkan KRI Bung Hatta-370, serta pesawat udara NC 212-200 Aviocar U-6206. Pengerahan unsur laut dan udara ini merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia.

KRI NALA-363 Milik TNI AL Sandar di Koarmada II Bawa 32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Senin (3/8/2026). (Foto : Dispenal).

Hingga saat ini, KRI Bung Hatta-370 masih berada di lokasi kejadian untuk melaksanakan patroli dan mendukung kelanjutan operasi SAR bersama Tim SAR Gabungan. TNI AL melalui Koarmada II akan terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait guna mengoptimalkan proses pencarian, penyelamatan, dan penanganan korban.

KRI NALA-363 Milik TNI AL Sandar di Koarmada II Bawa 32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Senin (3/8/2026). (Foto : Dispenal).

“TNI AL akan terus menggerakkan unsurnya dalam evakuasi korban insiden kebakaran ini. Hal tersebut merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali,” Demikian Dispenal.

Sinergi Lintas Sektor Dorong Strategi Usaha Tangguh dan Adaptif Pascabencana di NTB

Sinergi Lintas Sektor Dorong Strategi Usaha Tangguh dan Adaptif Pascabencana di Desa Wisata Taman Fantasi Pabar, yang terletak di Dusun Telagawareng, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Senin (3/8/2026). (Foto : BNPB).

Lombok Utara The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan kegiatan dukungan pemasaran bagi kelompok masyarakat terdampak bencana pascagempa Lombok 2018 silam. Peningkatan kapasitas ini berlangsung di Desa Wisata Taman Fantasi Pabar, yang terletak di Dusun Telagawareng, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Senin (3/8).

BNPB menegaskan upaya pemulihan pascabencana tidak hanya berhenti pada pembangunan kembali infrastruktur secara fisik, melainkan harus diukur dari pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat terdampak. Menyadari hal tersebut, kegiatan dukungan pemasaran bertajuk “Strategi Membangun Usaha yang Tangguh dan Adaptif terhadap Risiko Bencana” bertujuan untuk membangun usaha yang tangguh serta adaptif terhadap berbagai risiko demi keberlanjutan proses pemulihan ekonomi.

Di samping itu, Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Hidup BNPB Luqmanul Hakim menyampaikan, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan untuk memperluas promosi, akses informasi, dan jejaring pemasaran produk hasil pendampingan ekonomi.

“Ini merupakan upaya BNPB dalam memastikan hasil pendampingan ekonomi pascabencana tidak berhenti pada saat program selesai, tetapi mampu berlanjut menjadi usaha yang mandiri, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” lanjut Luqmanul.

Kegiatan ini merupakan komitmen jangka panjang dalam memastikan hasil pendampingan ekonomi tidak hanya sekadar program sementara, melainkan terus berlanjut menjadi usaha yang mandiri, berkembang, dan memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Gempa bumi Lombok delapan tahun lalu memberikan guncangan besar terhadap aspek sosial dan perekonomian. Banyak pelaku UMKM, petani, peternak, dan nelayan yang harus kehilangan aset produksi, jaringan usaha, bahkan akses pasar mereka. Meski berbagai program pendampingan untuk memperkuat kelompok usaha dan meningkatkan kapasitas produksi telah menuai hasil positif, sejumlah tantangan baru tetap membayangi para pelaku usaha.

Salah satu wilayah kabupaten yang terdampak parah dan menderita kerugian terbesar di antara kabupaten di NTB, yakni Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Kabupaten Lombok Utara menjadi wilayah dengan tingkat kerugian paling parah yang menyumbang sekitar 63 persen dari total nilai kerusakan dan kerugian di wilayah terdampak. Kerusakan di kabupaten ini tercatat mencapai lebih dari Rp5,47 triliun dengan kerugian ekonomi mencapai Rp4,51 triliun, sehingga total keseluruhan mencapai angka Rp9,99 triliun.

Besarnya dampak tersebut mengakibatkan banyaknya pelaku usaha yang kehilangan aset operasional, sarana produksi, hingga terputusnya jaringan distribusi dan akses pasar yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat setempat.

Sementara itu, akses pasar yang masih terbatas, promosi produk yang belum optimal, kendala pada kemampuan pemasaran digital, serta minimnya jejaring kemitraan merupakan hambatan nyata. Oleh karena itu, keberhasilan pemulihan tidak hanya dilihat dari seberapa banyak produk yang dihasilkan, tetapi seberapa mampu bisnis tersebut bertahan dan beradaptasi dengan tantangan.

“Usaha yang tangguh adalah yang mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali saat menghadapi gangguan maupun bencana. Prinsip ini sejalan dengan konsep Build Back Better and Safer, di mana kita membangun kondisi yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan dibandingkan masa sebelum bencana,” ungkap Direktur BNPB.

Untuk membangun ketangguhan tersebut, para pelaku usaha didorong melakukan diversifikasi produk, meningkatkan kualitas, memperkuat kelembagaan kelompok, memanfaatkan teknologi digital, serta secara sadar menerapkan prinsip pengurangan risiko bencana dalam kegiatan usaha.

Dukungan pemasaran yang difasilitasi dalam kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan upaya konkret untuk mempertemukan produk-produk unggulan masyarakat dengan akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk penyintas bencana.

Sejauh ini, BNPB mencatat keberhasilan pendampingan yang dilakukan pascagempa 2018. Sejumlah UMKM bahkan dapat menembus pasar internasional. Beberapa contoh produk pendampingan ekonomi yang sudah masuk ke pasar mancanegara tersebut, antara lain black garlic ke Jepang dan kingren yang sudah diekspor ke Jerman, Perancis dan Korea Selatan.

Keberhasilan seluruh inisiatif sangat bergantung pada kolaborasi pentaheliks. Sinergi yang kuat antara DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media menjadi syarat mutlak. Perguruan tinggi seperti Universitas Mataram memegang peran sentral dalam riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sementara pemerintah daerah diharapkan terus mengintegrasikan hasil pendampingan ini ke dalam agenda pembangunan daerah agar berkesinambungan.

Acara ini secara resmi dibuka dengan harapan bahwa seluruh pihak terus menjaga komitmen bersama, memperkuat koordinasi, dan terus berkolaborasi. Pemulihan ekonomi yang berkelanjutan diyakini akan menjadi fondasi kuat yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB, namun juga secara signifikan mengurangi kerentanan terhadap ancaman bencana di masa mendatang.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci dan pemangku kepentingan, di antaranya anggota DPR RI Komisi VIII, Dr. Ir. H. Nanang Samodra K.A., M.Sc.; Wakil Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sitti Hilyana; Kalaksa BPBD Provinsi NTB, Bapak Sadimin, S.T., M.T.; Tim Pelaksana Pendampingan Ekonomi dan Sosial Pascabencana NTB TA 2019; Kepala Desa Pemenang Barat; serta perwakilan masyarakat setempat.

Pameran Foto Praha Pulau Emas di Museum Tsunami Banda Aceh

Pengunjung menyaksikan Pameran Foto Praha Pulau Emas di Museum Tsunami Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Aceh menggelar Pameran Foto Praha Pulau Emas di Aceh setelah sukses tampil di Sumatera Barat, menampilkan sejumlah foto rekaman peristiwa bencana alam banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. The Indonesian NewsFoto/Ampelsa.
Pengunjung menyaksikan Pameran Foto Praha Pulau Emas di Museum Tsunami Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Aceh menggelar Pameran Foto Praha Pulau Emas di Aceh setelah sukses tampil di Sumatera Barat, menampilkan sejumlah foto rekaman peristiwa bencana alam banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. The Indonesian NewsFoto/Ampelsa.
Pengunjung menyaksikan Pameran Foto Praha Pulau Emas di Museum Tsunami Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Aceh menggelar Pameran Foto Praha Pulau Emas di Aceh setelah sukses tampil di Sumatera Barat, menampilkan sejumlah foto rekaman peristiwa bencana alam banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. The Indonesian NewsFoto/Ampelsa.

Kemlu RI Pantau Perkembangan WNI Pascagempa di Mesir

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia  (Kemlu RI) melalui KBRI Kairo terus memantau perkembangan situasi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 SR yang terjadi di Mesir pada hari Senin(3/8) sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah mengatakan, Gempa terjadi pada kedalaman 26 km dengan durasi cukup singkat dibawah satu menit dan berlokasi sekitar 61 km timur laut dari kota Sharm el Sheikh (kota wisata berjarak 500 km dari Kairo).

“Meskipun tidak menimbulkan kerusakan bangunan dan infrastruktur, namun gempa tsb dirasakan di seluruh Kairo, Suez dan beberapa provinsi lainnya. Kejadian tersebut sempat membuat panik warga karena goncangannya yang cukup terasa,” Kata Heni dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.

Heni menambahkan, KBRI Kairo telah menghubungi simpul – simpul WNI yang berada di kota Kairo, Alexandria, Mansoura, Hurghada, Luxor, dan Sharm el Shekh. Sejauh ini belum ada laporan WNI yang terdampak gempa tersebut. Bahkan, terdapat WNI di Hurghada dan Luxor mengaku tidak merasakan gempa dimaksud.

“Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI di Mesir untuk tetap waspada, dan memantau informasi dari sumber resmi, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Kairo. Apabila dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Kairo di +20-10-2222-9989 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027,” Tutup Heni.

Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala Richter mengguncang timur laut kota Suez, Mesir. Dilaporkan terasa getaran akibat gempa tersebut.

Dilansir AFP, Senin, (3/8/2026), badan Survei Geologi AS (USGS) melaporkan gempa tersebut terjadi pada Senin pukul 00:00 GMT. Gempa dangkal tersebut berpusat sekitar 41 kilometer (25 mil) utara-timur laut Suez.

Seorang jurnalis AFP di ibu kota Kairo melaporkan merasakan getaran tersebut. Belum ada laporan langsung tentang korban jiwa atau kerusakan.

Kabadiklat Harli Siregar Beri Lima Instruksi Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Kejaksaan

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar (Pertama Kiri) secara resmi menutup Pelatihan Manajemen Risiko Angkatan I dan II Tahun 2026 di Aula Sasana Adhika Karyya, Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto : Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar secara resmi menutup Pelatihan Manajemen Risiko Angkatan I dan II Tahun 2026 di Aula Sasana Adhika Karyya, Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pelatihan yang diikuti pejabat eselon III dan IV Kejaksaan RI tersebut menjadi bagian dari upaya Badan Diklat dalam memperkuat kapasitas aparatur sekaligus membangun budaya kerja yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Harli Siregar menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran, mulai dari pendalaman materi, pembahasan studi kasus, simulasi hingga evaluasi, merupakan investasi strategis bagi penguatan kapasitas kelembagaan Kejaksaan. Ia mengapresiasi kesungguhan, kedisiplinan, serta komitmen seluruh peserta selama mengikuti pelatihan.

“Keberhasilan menyelesaikan pelatihan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus Saudara wujudkan secara nyata di tempat tugas masing-masing,” tegas Harli.

Menurutnya, Badan Diklat Kejaksaan RI kini telah melakukan reposisi peran yang lebih strategis. Lembaga pendidikan Kejaksaan tidak lagi sekadar menjadi penyelenggara kegiatan pembelajaran administratif, tetapi telah bertransformasi sebagai penggerak pengembangan kapabilitas institusional Kejaksaan Republik Indonesia dalam mendukung kualitas penegakan hukum menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemahaman dan keahlian manajemen risiko yang telah Saudara peroleh harus menjadi instrumen utama dalam mengawal akuntabilitas, integritas, dan kualitas kinerja institusi,” ujarnya.

Harli juga menekankan bahwa manajemen risiko bukan sekadar memenuhi ketentuan administrasi, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses pengambilan keputusan. Kemampuan mengenali, menganalisis, mengendalikan, serta memitigasi risiko, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat akuntabilitas, sekaligus memastikan tercapainya tujuan organisasi secara efektif.

Lima Instruksi Kabadiklat kepada Seluruh Alumni

Sebagai penutup pelatihan, Harli Siregar memberikan lima instruksi strategis kepada seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di satuan kerja masing-masing.
Instruksi tersebut meliputi:

• Menjadi Agen Perubahan (Agent of Change) sekaligus pelopor budaya sadar risiko (risk awareness) dengan menerapkan prinsip good governance serta memperkuat Unit Kepatuhan Internal (UKI).

• Mengoptimalkan mitigasi risiko melalui implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) untuk memetakan, menganalisis, dan mengendalikan berbagai risiko operasional maupun strategis guna mencegah penyimpangan.

• Mengembangkan learning agility, yaitu pola pikir adaptif, analitis, independen, dan bebas intervensi dalam menghadapi persoalan hukum yang semakin kompleks.

• Mengintegrasikan manajemen risiko dalam setiap proses perencanaan, penyusunan kebijakan, dan pengambilan keputusan.

• Terus meningkatkan kompetensi serta mampu beradaptasi terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.
Harli berharap seluruh alumni Pelatihan Manajemen Risiko mampu menjadi teladan di lingkungan kerjanya masing-masing.

“Tunjukkan bahwa alumni Pelatihan Manajemen Risiko Badan Diklat Kejaksaan RI adalah aparatur penegak hukum yang profesional, berintegritas tinggi, serta mampu menjadi role model dalam pencegahan fragmentasi standar kerja dan penguatan kualitas tata kelola di satuan kerja masing-masing,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Harli turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh widyaiswara, tenaga pengajar, dan panitia penyelenggara atas dedikasi mereka dalam menyukseskan pelatihan tersebut.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras, bimbingan, serta dedikasi terbaik yang telah diberikan selama penyelenggaraan pelatihan ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Kapusdiklat Mapim), Dr. Tengku Rachman, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pelatihan Manajemen Risiko Angkatan I dan II Tahun 2026 telah berlangsung sejak 23 Juli hingga 3 Agustus 2026 dan diikuti oleh pejabat eselon III dan IV Kejaksaan RI.

Badan Diklat Kejaksaan RI di bawah kepemimpinan Dr. Harli Siregar kembali menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia Kejaksaan yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus memperkuat sistem tata kelola berbasis manajemen risiko sebagai fondasi menuju institusi penegak hukum yang modern dan terpercaya.

 

Kejari Aceh Selatan Amankan DPO Perkara Migas

DPO Perkara Migas. (Foto : Dok. Kejari Aceh Selatan).

Tapaktuan (The Indonesian News) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan mengamankan seorang terpidana masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Muhammad Taufiq Bin Rafilin dalam perkara Tindak Pidana Migas.

“Bahwa terhadap yang bersangkutan telah dilakukan pemanggilan yang patut sebanyak 3 (tiga) kali untuk menjalani putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incraht) namun yang bersangkutan tidak memilki itikad baik untuk memenuhi panggilan tersebut, akhirnya pada tanggal 09 Juni 2026 terhadap yang bersangkutan dikeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO).” Pungkas Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Selatan dalam keterangan tertulis melalui Kepala Seksi Intelijen Roland Tampubolon, Senin, 3 Agustus 2026.

Roland menjelaskan, Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri Aceh Selatan berhasil mengamankan DPO setelah melakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari menyebarkan selebaran (Flyer) sampai dengan turun langsung kerumah keluarga maupun kerabat DPO sampai tempat yang diduga menjadi tempat kerja DPO di Subulussalam.

“Tim Tabur melakukan berbagai upaya untuk menangkap DPO selama kurun waktu 4 (empat) pekan diantaranya dengan melakukan penyebaran selebaran (Flyer) di sejumlah wilayah Tapaktuan dengan tujuan untuk meningkatkan jangkauan informasi dari Masyarakat luas, selain itu Tim Tabur juga melakukan pemantauan dan pencarian di 3 Gampong yaitu Gampong Krueng Batee yang merupakan tempat tinggal penjamin DPO, Gampong Mata Ie yang merupakan tempat kelahiran DPO dan Gampong Paya Ateuk tempat tinggal DPO bersama istri, dari usaha pencarian tersebut tim memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan kerja serabutan di daerah Subulussalam, kemudian Tim Tabur pun bergerak ke Gampong Tangga Besi, Gampong Jontor sampai PT. Laot Bangko di wilayah Singgersing Subulussalam namun Tim Tabur belum menemukan tanda keberadaan DPO” Katanya.

Selanjutnya, Pencarian dan Penangkapan terhadap DPO akhirnya berhasil dilakukan pada Hari Senin Tanggal 03 Agustus 2026 sekitar pukul 15:00 WIB di Wilayah Gampong Hilir Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Negeri Aceh Selatan yang berkoordinasi dengan Tim Advokat dari LBH Jendela Keadilan Aceh setelah tim memperoleh informasi pasti keberadaan DPO yaitu bekerja di wilayah Gunung Sabe, Kota Calang, Aceh Jaya dan akhirnya DPO bersedia untuk menyerahkan diri.

“Keberhasilan ini merupakan hasil pencarian Tim Tabur Kejaksaan Negeri Aceh Selatan dalam melaksanakan tugas penegakan hukum dan memastikan setiap putusan pengadilan dilakukan eksekusi,” Ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Selatan melalui Kasi Intel Roland Tampubolon menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam mengamankan Terpidana tersebut. Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Kejaksaan Negeri Aceh Selatan dalam memberikan kepastian hukum, menegakkan keadilan, dan memastikan bahwa tidak ada pihak yang dapat menghindari proses hukum.

“Setelah diamankan, Terpidana dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Selatan untuk melengkapi administrasi dan selanjutnya untuk dilakukan eksekusi ke Rutan Kelas IIB Tapaktuan oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Aceh Selatan untuk menjalani tahanan atau putusan Hakim” tutup Roland.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts