Beranda blog Halaman 76

Perkuat Diplomasi Maritim Nasional, Pushidrosal Terima Audiensi Wamenlu RI

Pushidrosal Terima Audiensi Wamenlu RI di Markas Komando Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (3/8/2026). (Foto : Pushidrosal)

Jakarta (The Indonesian News) – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima Audiensi Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno beserta jajaran Kementerian Luar Negeri RI di Markas Komando Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (3/8/2026).

Kedatangan Wakil Menteri Luar Negeri RI disambut langsung oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto didampingi Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Bambang Irawan dan Pejabat Utama Pushidrosal.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di bidang kemaritiman nasional dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara diplomasi luar negeri dengan dukungan data hidro-oseanografi guna menjaga kedaulatan serta memperkuat posisi Indonesia di forum maritim internasional.

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, Pushidrosal memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan navigasi pelayaran, tetapi juga sebagai penyedia data dan informasi hidro-oseanografi yang menjadi landasan penting dalam diplomasi maritim Indonesia, termasuk penegasan batas-batas wilayah laut di tingkat internasional.

Pertemuan tersebut menjadi momentum yang sangat bernilai untuk meningkatkan komunikasi koordinasi dan pemahaman bersama atas berbagai isu strategis dan krusial yang menjadi perhatian antara Kemenlu dan Pushidrosal. Sinergi antara diplomasi luar negeri dan data survei hidro-oseanografi yang akurat adalah kunci utama dalam mempertahankan kedaulatan serta hak berdaulat negara kesatuan republik indonesia di wilayah laut.

Lebih lanjut, Danpushidrosal menyampaikan harapannya agar Pushidrosal dan Kemenlu RI dapat terus memperkuat kolaborasi, khususnya dalam pemanfaatan data hidro-oseanografi, perundingan perbatasan laut antarnegara, penguatan hukum laut internasional (UNCLOS 1982), serta pengelolaan tata kelola maritim secara holistik dan siap memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk penyediaan data pemetaan maritim, dukungan teknis, maupun pertimbangan kepakaran hidro-oseanografi guna mendukung tugas-tugas diplomasi Kemenlu RI di kancah global.

Jangan Bangun Prestasi Penegakan Hukum di Atas Kriminalisasi

Rizma Wulan Sari, SH, MH, Sekretaris Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan Hakim Indonesia (KB P3HI). (Foto : Dok. Pribadi)

Surabaya (The Indonesian News) – Penegakan hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi harus dilakukan secara tegas, profesional, dan berlandaskan prinsip keadilan. Namun, ketegasan tersebut tidak boleh berubah menjadi kriminalisasi ataupun pemaksaan konstruksi perkara demi mengejar target penegakan hukum, Senin, (03/08/202)

Pandangan tersebut disampaikan oleh Rizma Wulan Sari, SH, MH, Sekretaris Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan Hakim Indonesia (KB P3HI), yang memberikan pandangannya terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi di PT APBI Surabaya (Pelindo).

Menurut Rizma, pemberantasan korupsi merupakan amanat konstitusi yang harus didukung oleh seluruh elemen bangsa. Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik suap, manipulasi, benturan kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, maupun perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak boleh diukur semata-mata dari banyaknya orang yang ditetapkan sebagai tersangka atau dijatuhi hukuman.

“Prestasi tertinggi penegakan hukum bukanlah banyaknya orang yang dipidana, melainkan ketepatan dalam menghukum mereka yang benar-benar terbukti bersalah serta melindungi mereka yang kesalahannya tidak dapat dibuktikan secara sah,” ujar Rizma.

Ia menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh dimulai dengan asumsi seseorang bersalah, kemudian mencari pembenaran melalui konstruksi perkara. Sebaliknya, penyidik, penuntut umum, hingga hakim wajib membangun perkara berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rizma mengutip Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menegaskan bahwa setiap orang harus dianggap tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Selain itu, menurutnya, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026 semakin memperkuat prinsip perlindungan hak tersangka dan terdakwa.

“Pasal 235 KUHAP menegaskan bahwa alat bukti harus autentik dan diperoleh secara sah. Bukti yang diperoleh secara melawan hukum tidak memiliki kekuatan pembuktian. Tujuan yang dianggap baik tidak pernah membenarkan cara yang melanggar hukum,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pasal 244 KUHAP menegaskan hakim hanya dapat menjatuhkan pidana apabila seluruh unsur tindak pidana terbukti secara sah dan meyakinkan. Apabila pembuktian tidak terpenuhi, terdakwa wajib diputus bebas atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum sesuai ketentuan.

Jabatan Bukan Bukti Kesalahan

Dalam pengelolaan perusahaan, khususnya BUMN, Rizma menilai setiap keputusan lahir melalui proses yang melibatkan banyak pihak, mulai dari unit teknis, bagian pengadaan, fungsi hukum, direksi, komisaris, auditor, hingga regulator.

Karena itu, menurutnya, keberadaan seseorang dalam struktur organisasi, kehadiran dalam rapat, disposisi, maupun tanda tangan pada dokumen tidak serta-merta membuktikan adanya niat jahat.

“Pertanggungjawaban pidana tidak boleh didasarkan semata-mata pada jabatan. Yang harus dibuktikan adalah adanya perbuatan pidana, kesalahan, kewenangan, pengetahuan, serta hubungan sebab-akibat antara tindakan seseorang dengan akibat yang ditimbulkan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tidak semua kesalahan administrasi merupakan tindak pidana korupsi, begitu pula keputusan bisnis yang tidak mencapai hasil sebagaimana diharapkan.

Sebaliknya, apabila ditemukan adanya suap, kickback, dokumen palsu, benturan kepentingan, pengaturan pemenang tender, maupun keuntungan pribadi yang diperoleh secara melawan hukum, maka seluruhnya harus diproses secara tegas berdasarkan alat bukti yang sah.

Kerugian Negara Harus Dibuktikan Secara Nyata

Rizma juga menyoroti pentingnya pembuktian kerugian negara dalam perkara korupsi.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016, kerugian negara harus berupa actual loss atau kerugian yang benar-benar terjadi, bukan sekadar potensi kerugian.

Menurutnya, dalam proyek yang telah selesai dikerjakan, dimanfaatkan, serta menghasilkan aset dan manfaat operasional, seluruh fakta tersebut wajib menjadi bagian dari penghitungan kerugian negara.

Ia mencontohkan adanya keterangan tertulis dari Pelindo kepada Majelis Hakim dalam perkara pengerukan Pelabuhan Tanjung Perak yang menjelaskan bahwa pekerjaan pengerukan telah dicatat sebagai aset tetap fasilitas pelabuhan dengan nilai sekitar Rp198,31 miliar.

Meskipun demikian, Rizma menegaskan bahwa pencatatan aset tersebut tidak otomatis menghapus kemungkinan adanya kerugian negara apabila memang terdapat pelanggaran hukum. Namun sebaliknya, keberadaan aset dan manfaat pekerjaan juga tidak boleh diabaikan dalam proses pembuktian.

Selain itu, ia menyebut Pelindo juga memberikan keterangan bahwa tidak terdapat mekanisme pemberian tantiem berdasarkan proyek tertentu. Penentuan tantiem dilakukan berdasarkan kinerja perusahaan secara keseluruhan dan keputusan RUPS.

Keadilan Harus Mengalahkan Ambisi

Menurut Rizma, semangat KUHP Nasional menempatkan keadilan sebagai tujuan utama pemidanaan.

Ia mengutip ketentuan yang menegaskan bahwa pemidanaan tidak dimaksudkan untuk merendahkan martabat manusia dan hakim wajib mengutamakan keadilan apabila terjadi pertentangan antara kepastian hukum dan rasa keadilan.

“Pesan moral tersebut tidak hanya ditujukan kepada hakim, tetapi juga kepada penyidik, penuntut umum, auditor, ahli, advokat, media, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar perbedaan administrasi tidak dipaksakan menjadi niat koruptif serta fakta-fakta yang meringankan tidak diabaikan hanya karena tidak sesuai dengan narasi yang telah dibangun sebelumnya.

“Menang di Dunia Belum Tentu Diridai di Akhirat”

Menutup pandangannya, Rizma mengajak seluruh aparat penegak hukum untuk menjadikan nilai moral sebagai landasan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, setiap putusan pengadilan diawali dengan kalimat “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang merupakan pengingat bahwa setiap keputusan hukum bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Seseorang mungkin memperoleh pujian, promosi, atau jabatan karena sebuah perkara. Namun kemenangan dunia yang dibangun di atas ketidakjujuran, penghilangan fakta, atau kriminalisasi terhadap orang yang tidak terbukti bersalah belum tentu diridai di hadapan Tuhan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi dan perlindungan terhadap hak setiap warga negara bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan.

“Berprestasilah dengan integritas, bukan dengan kriminalisasi. Hukum harus menghukum mereka yang benar-benar bersalah dan melindungi mereka yang tidak dapat dibuktikan kesalahannya. Itulah esensi keadilan yang sesungguhnya,” pungkas Rizma.

Catatan: Pandangan dalam tulisan ini merupakan pendapat hukum (legal opinion) dari narasumber dan tidak dimaksudkan untuk mengintervensi independensi Majelis Hakim dalam memeriksa dan memutus suatu perkara. Putusan akhir tetap menjadi kewenangan pengadilan berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang sah menurut hukum.

NTP Juli 2026 naik 0,15 persen

Foto : Dok. Kementan

Jakarta (The Indonesian News) – Kesejahteraan petani Indonesia terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026. Peningkatan tersebut mencerminkan daya beli petani yang tetap terjaga karena penurunan biaya yang dikeluarkan petani lebih besar dibandingkan penurunan harga hasil pertanian.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan NTP Juli 2026 terjadi karena Indeks Harga yang Dibayar (Ib) petani turun lebih dalam dibandingkan Indeks Harga yang Diterima (It).

“Nilai Tukar Pertanian pada Juli 2026 tercatat sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani turun 0,10 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turunnya lebih dalam, yaitu 0,25 persen,” kata Ateng dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS, Senin (3/8/2026).

Ateng menjelaskan, NTP merupakan indikator yang menggambarkan kemampuan atau daya beli petani. Kenaikan NTP menunjukkan daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun kebutuhan produksi berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan NTP nasional pada Juli 2026 ditopang oleh membaiknya kinerja subsektor pertanian. Subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,67 persen, diikuti tanaman pangan 1,32 persen. Pada subsektor tanaman pangan, kenaikan NTP didorong meningkatnya harga padi dan palawija, sementara di subsektor perkebunan rakyat dipengaruhi menguatnya harga komoditas kakao dan kelapa sawit.

Secara kumulatif, kondisi kesejahteraan petani sepanjang tahun juga masih menunjukkan tren yang baik. Pada periode Januari Juli 2026, NTP nasional tercatat sebesar 126,13, atau meningkat 2,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, sebanyak 26 dari 38 provinsi berhasil mencatat kenaikan NTP pada Juli 2026, dengan Sulawesi Tenggara menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi sebesar 8,89 persen.

Lonjakan NTP pada Juli 2026 tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian Indonesia semakin kuat, produktif, dan menguntungkan. Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menambahkan bahwa capaian tersebut didukung oleh berbagai langkah percepatan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan).

Mulai dari peningkatan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di berbagai daerah sentra produksi. Sehingga pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjamin hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Ketika produktivitas naik dan harga petani membaik, maka kesejahteraan petani akan meningkat,ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa Kementerian Pertanian terus memperkuat berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas, menjaga efisiensi biaya usaha tani, memperluas penyerapan hasil panen, serta memperkuat stabilitas harga komoditas pertanian. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga momentum peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.

KBRI Tokyo Salurkan Bantuan Logistik dan Dampingi WNI Terdampak Gempa di Kumamoto

KBRI Tokyo Salurkan Bantuan Logistik dan Dampingi WNI Terdampak Gempa di Kumamoto. (Foto : KBRI Tokyo).

Jepang (The Indonesian News) — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa bumi di Prefektur Kumamoto, Jepang Pada (01/08). Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo yang dipimpin oleh Sekretaris Pertama Fungsi Protokol dan Konsuler, Hernawan Bagaskoro Abid, menyisir Kota Uki dan Kota Uto untuk menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa air minum, mi instan, beras, serta obat-obatan yang mengalami kelangkaan di lokasi bencana. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kumamoto dan komunitas Fumaku.

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menjelaskan bahwa pengiriman tim ke lokasi bencana bertujuan membantu langsung simpul-simpul masyarakat Indonesia dalam mendistribusikan logistik di berbagai titik penampungan.

“Sejak awal kejadian gempa Kumamoto pada 28 Juli 2026, KBRITokyo terus berkoordinasi dengan simpul masyarakat untuk mendata dan menyalurkan kebutuhan WNI terdampak. Kami meminta seluruh WNI tetap waspada mengingat gempa susulan masih terus berlangsung, serta selalu mematuhi arahan otoritas setempat,” ujar Dubes Kartini dalam keterangan tertulis, Dikutip dari laman Kemlu RI, Senin, 3 Agustus 2026.

Beliau menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut sekaligus mengapresiasi solidaritas komunitas WNI di Kumamoto. “KBRI Tokyo sangat berterima kasih kepada simpul-simpul masyarakat yang saling menguatkan dan membantu penanganan bantuan bagi sesama WNI,” tambahnya.

Meskipun aktivitas di Kumamoto mulai bergeliat, beberapa fasilitas publik dan sistem pasokan logistik belum sepenuhnya stabil. Pembelian barang-barang kebutuhan pokok di pasaran setempat juga masih dibatasi untuk menjaga ketersediaan stok pascabencana. KBRI Tokyo bersama KJRI Osaka terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Jepang guna memastikan keselamatan seluruh WNI.

Menhub Dudy Tinjau Langsung Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Penyelamatan Berjalan Optimal

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (Tengah), saat tinjau proses evakuasi penumpang dan awak KM Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). (Foto : Dok. Kemenhub).

Sumenep (The Indonesian News) – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, meninjau langsung proses evakuasi penumpang dan awak KM Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Pada Minggu (2/8). Dari Pelabuhan Kalianget, Menhub memastikan seluruh proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi serta menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan seluruh korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal dan berjalan lancar sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta mendapat penanganan lebih lanjut dari petugas,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Hingga saat ini, proses evakuasi yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih terus berlangsung. Para korban yang berhasil dievakuasi direncanakan akan dibawa ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis dan pendataan lebih lanjut.

Menhub Dudy terus memantau perkembangan penanganan insiden dengan melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah di Madura, Tim SAR, TNI, Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operator kapal, serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Ia memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan telah dikerahkan guna mempercepat proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban.

Dalam kunjungannya ke Sumenep, Menhub juga bertemu dengan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk memperkuat koordinasi penanganan korban. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumenep beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang sejak awal kejadian telah mengerahkan personel, fasilitas, dan sumber daya yang dimiliki.

Selain itu, Menhub memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah di wilayah Madura yang dinilai sigap merespons kondisi darurat tersebut. Penghargaan juga disampaikan kepada pemilik dan operator kapal-kapal yang turut membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.

“Saya mengapresiasi langkah proaktif Bupati Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan yang telah menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, serta tim di wilayah perairannya masing-masing untuk membantu penumpang yang kemungkinan terbawa arus. Sinergi antardaerah seperti ini sangat penting dalam mempercepat penyelamatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Dudy.

Usai meninjau lokasi di Sumenep, Menhub bertolak ke Surabaya untuk memantau penanganan lanjutan melalui Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II yang berlokasi di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak.

Posko Terpadu tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan insiden sekaligus pusat layanan bagi para korban dan keluarga. Di lokasi tersebut dilakukan penanganan medis awal, pendataan ulang korban, proses pemulihan, hingga penyampaian informasi resmi kepada keluarga.

“Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi,” tutur Menhub.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan investigasi akan segera dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran kapal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa. Laporan mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget dengan menyebarluaskan informasi kecelakaan kapal serta berkoordinasi dengan Basarnas untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Kementerian Perhubungan juga mengerahkan kapal patroli KPLP KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian dan menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi penyelamatan. Upaya evakuasi diperkuat dengan bantuan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura, sehingga proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.

Pemerintah memastikan seluruh proses pencarian, evakuasi, penanganan korban, hingga investigasi akan terus dilakukan secara maksimal demi memberikan perlindungan dan kepastian bagi seluruh penumpang serta keluarga yang terdampak.

Pelindo Perkuat Kapasitas Kepemimpinan General Manager Regional 4 melalui Business Fundamental Session

Pelindo Perkuat Kapasitas Kepemimpinan General Manager Regional 4 melalui Business Fundamental Session,Senin (3/9/2026). (Foto : Pelindo).

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat kapasitas kepemimpinan para General Manager melalui Business Fundamental Session Regional 4 yang menjadi bagian dari “General Manager Upskilling Program”, Senin (3/8/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlak, Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, menegaskan pentingnya penguasaan fundamental bisnis sebagai bekal menghadapi dinamika industri kepelabuhanan dan mendukung keberlanjutan transformasi perusahaan.

Dalam paparannya, Wakil Direktur Utama Pelindo, menegaskan bahwa General Manager memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perusahaan dalam menerjemahkan arah kebijakan korporasi menjadi kinerja operasional yang unggul di setiap wilayah kerja.

“Pemahaman yang kuat terhadap fundamental bisnis menjadi modal utama bagi setiap General Manager untuk mengambil keputusan yang tepat, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai bagi perusahaan. Kepemimpinan yang efektif harus mampu mengintegrasikan aspek operasional, komersial, pelayanan, hingga tata kelola agar Pelindo semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Drajat.

Menurut dia, penguatan kapasitas kepemimpinan harus terus dilakukan seiring dengan perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis. Oleh karena itu, program pengembangan kompetensi seperti General Manager Upskilling Program menjadi bagian penting dalam menyiapkan pemimpin yang mampu menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan bisnis.

Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan bahwa penyelenggaraan Business Fundamental Session Regional 4 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya pembelajaran yang berkelanjutan di lingkungan Pelindo Regional 4.

“Melalui sesi ini, kami ingin memastikan seluruh General Manager dan jajaran pimpinan memiliki kesamaan perspektif terhadap strategi bisnis perusahaan, sehingga setiap kebijakan dan langkah operasional di wilayah Regional 4 dapat berjalan selaras dengan arah transformasi Pelindo,” kata Abdul Azis.

Dia menambahkan, peningkatan kompetensi para pimpinan tidak hanya berdampak pada efektivitas pengelolaan operasional pelabuhan, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna jasa serta mendukung pencapaian target kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh General Manager serta pejabat struktural di lingkungan Pelindo Regional 4. Selain menjadi forum peningkatan kompetensi, Business Fundamental Session Regional 4 juga menjadi wadah diskusi strategis untuk memperkuat kolaborasi, menyamakan persepsi, serta mendorong lahirnya inovasi dalam mendukung transformasi dan pertumbuhan bisnis PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Delegasi Madagaskar Tinjau Digitalisasi Pelabuhan di IPC TPK, Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–Madagaskar

Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–Madagaskar. (Foto : IPC TPK).

Jakarta (The Indonesian News) – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kehormatan delegasi Pemerintah Madagaskar yang didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Integrated Planning & Control Room, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Pada Kamis (30/7). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral sekaligus berbagi pengalaman dalam transformasi digital layanan kepelabuhanan dan logistik.

Delegasi Madagaskar melakukan peninjauan langsung terhadap sistem operasional pelabuhan berbasis digital yang diterapkan IPC TPK. Melalui kunjungan ini, kedua pihak bertukar pengetahuan mengenai modernisasi layanan logistik, penyederhanaan proses bisnis, serta implementasi sistem digital yang mendukung efisiensi dan transparansi layanan kepelabuhanan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi IPC TPK untuk memperkenalkan inovasi digital yang telah diterapkan dalam operasional terminal peti kemas.

“Kunjungan ini merupakan momentum yang baik bagi IPC TPK untuk menunjukkan bagaimana implementasi Integrated Planning & Control Room mampu memodernisasi layanan bongkar muat secara real-time, terintegrasi, dan efisien. Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar,” ujar Yanuar.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Madagaskar menyaksikan secara langsung proses perencanaan dan pengendalian pelayanan kapal serta peti kemas yang dipantau melalui Integrated Planning & Control Room. Seluruh aktivitas operasional divisualisasikan dan dikendalikan secara terpusat sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Sinergi antara modernisasi sistem operasional IPC TPK dan ekosistem digital yang dikembangkan oleh LNSW terbukti mampu meningkatkan efisiensi layanan logistik nasional. Integrasi tersebut berkontribusi dalam memangkas dwelling time, meningkatkan transparansi arus barang, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam proses pelayanan kepelabuhanan.

Implementasi digitalisasi tersebut mendapat perhatian dari delegasi Madagaskar yang saat ini tengah mendorong reformasi tata kelola pelabuhan dan transformasi digital perdagangan internasional sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing ekonomi nasional. Melalui fasilitasi LNSW Kementerian Keuangan Republik Indonesia, transfer pengetahuan mengenai pengelolaan National Single Window dan operasional terminal peti kemas diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem logistik yang lebih modern di kawasan Samudra Hindia.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), manajemen Pelindo Regional 2, serta manajemen IPC TPK. Pada sesi pemaparan, tim IPC TPK menjelaskan profil perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group, termasuk peran IPC TPK sebagai operator terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Rombongan kemudian diajak mengunjungi Integrated Planning & Control Room untuk melihat secara langsung fungsi-fungsi operasional yang terintegrasi, mulai dari Marine Service, Multipurpose, Container Terminal, hingga Traffic & Safety Control.

Menutup kunjungan tersebut, Yanuar berharap kolaborasi yang terjalin dapat menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama maritim kedua negara.

“Kami berharap sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan ekosistem LNSW ini dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim antara Indonesia dan Madagaskar,” tutup Yanuar.

Waspada Provokasi dan Tindakan Anarkis dalam Aksi Unjuk Rasa di Bulan Agustus 2026

Jakarta (The Indonesian News) – Dengan maraknya pelaksanaan aksi pemberitaan di media online maupun tv yang mengarah ke adanya rencana aksi di bulan agustus 2026 dan maraknya pemberitaan di media bahwa Mall diwilayah Jakarta, Diy dan Surabaya membuat pagar tinggi untuk antisipasi aksi unjuk rasa.(03/08/2026)

Sdr. DR menghimbau bahwa masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan dengan mengedepankan sikap saling menghormati serta menaati ketentuan hukum yang berlaku.

Salah satu aktivis yang aktif menyoroti isu nasional, Sdr. DR, dalam wawancaranya kepada media di Jakarta, menyampaikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, pelaksanaan aksi diharapkan tetap berlangsung secara damai, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan masyarakat.

“Seluruh peserta aksi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak yang berupaya memprovokasi atau menyusup ke dalam kegiatan unjuk rasa diantaranya anarko, dengan tujuan memicu kericuhan, tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, atau benturan dengan aparat maupun masyarakat. Apabila menemukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban, peserta diharapkan mengedepankan komunikasi dengan koordinator aksi dan pihak berwenang” ucap DR.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran konten yang dapat memperkeruh suasana. Penggunaan sosial secara bertanggung jawab menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga stabilitas dan mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan” lanjut Dede R.

“Melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat, penyelenggara aksi, dan aparat, diharapkan setiap penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara aman, damai, serta menghormati hak-hak seluruh warga negara. Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya ruang demokrasi yang sehat dan kondusif” tutup DR.

Jumlah Penumpang Beberapa Moda Transportasi Meningkat

Foto: BPMI Setpres

Jakarta (The Indonesian News) – Selama Juni 2026, terjadi peningkatan keberangkatan penumpang pada hampir seluruh moda transportasi. Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan laut domestik sebesar 8,71 persen (y-on-y) menjadi 2,98 juta penumpang. Jumlah penumpang kereta api juga meningkat 8,61 persen menjadi 49,54 juta penumpang, diikuti angkutan penyeberangan (ASDP) yang naik 2,42 persen menjadi 4,96 juta penumpang, serta angkutan udara internasional yang naik 1,16 persen menjadi 1,68 juta penumpang. Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara domestik mengalami penurunan 6,12 persen menjadi 4,69 juta penumpang.

BPS juga mencatat jumlah barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik mencapai 43,06 juta ton, naik 6,71 persen (y-on-y) pada Juni 2026. Kenaikan juga terjadi pada angkutan kereta sebesar 7,97 persen menjadi 6,43 juta ton. Sementara itu, jumlah barang yang diangkut melalui angkutan udara domestik turun sebesar 21,23 persen menjadi 44,9 ribu ton.

Sumber: Badan Pusat Statistik

BNPB : 1.485 jiwa terdampak Kebakaran TPA Troketon

Petugas saat memadamkan area kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (1/8/2026) (Foto : Dok. BNPB)

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah selama musim kemarau. Selain itu, terdapat satu laporan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebakaran area kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (1/8/2026) (Foto : Dok. BNPB)

“Area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon seluas 1.000 m² di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (1/8) pukul 13.00 WIB. Api membakar timbunan sampah berketinggian sekitar 10 meter yang berstruktur terasering, sehingga menyebarkan asap tebal ke permukiman warga. Peristiwa ini berdampak pada sekitar 473 KK atau 1.485 jiwa yang tinggal Desa Kaligawe dan Desa Kalangan,” Kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Senin, 3 agustus 2026.

Dia menjelaskan, BPBD Kabupaten Klaten bersama unsur gabungan dari Damkar Klaten, Damkar Sukoharjo, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, PMI, serta berbagai organisasi relawan langsung melakukan kaji cepat dan pemadaman intensif. Pada Minggu (2/8), api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Untuk penanganan dampak asap, masker bagi warga terdampak serta dukungan logistik bagi personel pemadam menjadi kebutuhan mendesak yang dibutuhkan di lapangan.

Petugas saat memberikan Masker kepada warga terdampak Kebakaran TPA di Desa Troketon Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tenga. (Foto : Dok. BNPB)

“Bagi warga yang berada di sekitar area terdampak asap kebakaran, disarankan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan pernapasan (ISPA). Jika menemukan potensi atau indikasi timbulnya titik api maupun krisis air bersih di lingkungannya, masyarakat diharapkan segera menghubungi BPBD atau aparat desa setempat,” Tutup Abdul Muhari.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts