Beranda blog Halaman 76

Cegah TPPO dan TPPM, Kemenimipas Hadirkan “Imigrasi Goes to Pesantren”

Cegah TPPO dan TPPM, Kemenimipas Hadirkan "Imigrasi Goes to Pesantren". (Foto : Dok.Kemenimipas)

Jakarta (The Indonesian News) – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Non TPI Tangerang melaksanakan program edukasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) sekaligus membuka layanan Paspor Simpatik di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, Cipondoh, Tangerang, Banten, Pada Kamis (18/06).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang Hasanin menjelaskan bawah, Fokus utama dari kehadiran Kemenimipas di lingkungan pendidikan adalah memberikan literasi kepada masyarakat usia produktif mengenai pentingnya prosedur keberangkatan yang aman.

“Kami melihat Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an ini memiliki potensi besar karena banyak anak muda yang tidak hanya bersekolah, tetapi juga dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Fungsinya adalah untuk mengedukasi masyarakat usia produktif agar tidak rentan menjadi korban TPPO,” ujar Hasanin, Dikutip dari Laman Kemenimipas, Sabtu, 20 Juni 2026.

Foto : Dok.Kemenimipas

Hasanin menambahkan, Kegiatan bertajuk “Imigrasi Goes to Pesantren” ini merupakan wujud komitmen Kemenimipas dalam memperluas akses layanan keimigrasian melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, serta melindungi kalangan usia produktif dari ancaman kejahatan lintas negara dan bagian dari optimalisasi inovasi Petugas Pembina Desa (PIMPASA) pada Program Desa Binaan Imigrasi sejak tahun 2025.

Pihaknya telah membentuk sekitar 50 desa binaan di Kota Tangerang. Salah satunya berlokasi di kawasan Dongkal Raya, Ketapang, yang merupakan tempat berdirinya Ponpes Tahfidz Daarul Qur’an.

“Pesantren asuhan Ustaz Yusuf Mansur ini menjadi pesantren kedua yang didatangi oleh petugas Imigrasi dari target tujuh pondok pesantren di wilayah Tangerang pada program tersebut,” Terangnya.

Melalui kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 20 santri ini, Imigrasi Tangerang berkomitmen melaksanakan sosialisasi setiap bulan demi mendorong tingkat kesadaran terkait migrasi yang aman dan sesuai prosedur.

Selain memberikan pemahaman bahaya TPPO dan TPPM, Kanim Tangerang turut menyediakan kemudahan administratif melalui layanan Paspor Simpatik bagi para santri, staf ponpes, hingga orang tua murid yang berencana ke luar negeri, baik untuk pendidikan maupun ibadah.

Pada pelaksanaan kali ini, tercatat sebanyak 25 pemohon telah mendaftar. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri dapat mengurus dokumen keimigrasian dengan mudah, cepat, dan nyaman tanpa hambatan administratif,” tambah Hasanin.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, Ustaz Yusuf Mansur, menyambut positif kegiatan edukasi dan pelayanan proaktif dari Kemenimipas ini. Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif sangat diperlukan untuk mencegah kejahatan transnasional.

“Kami berterima kasih kepada Imigrasi. Penting banget anak-anak kami dan keluarga besar Tahfidz Daarul Qur’an menerima sosialisasi tentang bahayanya TPPO dan TPPM. Saya juga baru diberi tahu bahwa saat membuat paspor, pemohon harus jujur. Terkadang ada yang suka menutup-nutupi, padahal itu berbahaya. Teman-teman Imigrasi pasti lebih punya ilmu dan pengalaman, sehingga jika santri bisa jujur saat diwawancara, mereka akan selamat,” terang Ustaz Yusuf Mansur.

Sinergi antara Kantor Imigrasi Tangerang dengan lembaga pendidikan agama seperti Ponpes Tahfidz Daarul Qur’an diharapkan menjadi kunci keberhasilan penyebaran informasi keimigrasian yang komprehensif.

Kemenimipas membuka peluang untuk terus memperluas sinergi serupa dengan berbagai institusi pendidikan lainnya di wilayah kerja Kanim Tangerang. Kegiatan tersebut dalam rangka mengimplementasikan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Agus Andrianto.

Hari Pengungsi Sedunia 2026: UNHCR Apresiasi Komitmen Indonesia dalam Melindungi Pengungsi

Peringatan Hari Pengungsi Dunia, “One Goal: Safety for All” yang diselenggarakan di Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (20/6/2026). (Foto : UNHCR Indonesia).

“Peringatan Hari Pengungsi Sedunia di Indonesia menegaskan pentingnya perlindungan sekaligus kesempatan bagi pengungsi untuk berkontribusi sambil menunggu solusi jangka panjang,”.

Jakarta (The Indonesian News) – Ketika tiba di Indonesia beberapa tahun lalu, Amed merasa masa depannya seakan terhenti. Ia terpaksa mengungsi akibat konflik di Somalia dan menjalani tahun-tahun penuh ketidakpastian. Amina mengalami hal serupa. Akibat kekerasan, ia terpaksa meninggalkan kehidupan yang selama ini dikenalnya dan memulai lembaran baru di negara yang asing baginya.

Amed dan Amina adalah dua di antara 12.000 pengungsi dan pencari suaka yang saat ini mengungsi di Indonesia. Mereka berasal dari lebih dari 50 negara, termasuk Afghanistan, Myanmar, Somalia, Sudan, Yaman, Irak, Sri Lanka, Palestina, dan berbagai negara lainnya.

“Komitmen kemanusiaan Indonesia selama ini telah memberikan rasa aman dan harapan bagi orang-orang yang terpaksa mengungsi, sekaligus menunjukkan pentingnya tanggung jawab bersama. Solidaritas yang ditunjukkan berbagai pihak membuktikan bahwa perlindungan dapat diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan tindakan nyata. Ujar Hendrik Therik, Juru Bicara UNHCR di Indonesia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juni 2026.

Pada Hari Pengungsi Sedunia 2026, UNHCR, Badan PBB untuk Pengungsi, menyoroti tantangan berat terkait pengungsian berkepanjangan. Menurut Laporan Global Trends UNHCR, tujuh dari sepuluh pengungsi di seluruh dunia hidup dalam kondisi pengungsian jangka panjang, bahkan menghabiskan bertahun-tahun jauh dari rumah sambil menunggu solusi berkelanjutan.

Bagi banyak orang, pengungsian yang awalnya menjadi upaya menyelamatkan diri justru berubah menjadi ketidakpastian seumur hidup. Sementara itu, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah kini menampung 68 persen pengungsi dan orang-orang yang membutuhkan perlindungan internasional.

Bantuan kemanusiaan memang menyelamatkan nyawa, tapi tidak memungkinkan para pengungsi untuk membangun kembali kehidupan dan masa depan mereka. Situasi serupa juga terjadi di Indonesia. Banyak pengungsi telah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun, bahkan ada yang lebih dari satu dekade, sambil menunggu solusi jangka panjang.

“Bagi para pengungsi, menunggu selama bertahun-tahun berarti terus kehilangan kesempatan. Hal itu membuat mereka putus asa dan kecewa. Namun ketika diberikan kesempatan untuk memanfaatkan keterampilan, melanjutkan pendidikan, menjadi sukarelawan, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, semua pihak akan diuntungkan,” kata Emily Bojovic, Senior Protection Officer UNHCR Indonesia.

Kini, Amed mendirikan sebuah organisasi komunitas yang dipimpin oleh pengungsi untuk membantu sesama pengungsi menyesuaikan diri dengan kehidupan di Indonesia, serta menyediakan kegiatan belajar informal untuk pengungsi anak. Amina* yang berasal dari Afghanistan, bukan hanya seorang ibu dan istri, tetapi juga seorang pelatih karate yang membantu anggota komunitasnya membangun kepercayaan diri dan ketangguhan.

Organisasi yang dipimpin oleh pengungsi turut berkontribusi menyediakan program pendidikan informal, pelatihan keterampilan, dukungan untuk sesama pengungsi, kegiatan olahraga, dan berbagai inisiatif komunitas yang membantu pengungsi menghadapi tantangan serta membangun kohesi sosial.

“Di UNHCR, kami melihat betapa besar dampaknya ketika para pengungsi punya kesempatan mewujudkan potensi dan berkontribusi bagi komunitas di sekitar mereka,” tambah Emily.

Ada sosok pengungsi seperti Amed dan Amina yang bisa berkembang, namun banyak juga pengungsi rentan yang masih berjuang untuk keluar dari ‘sekadar bertahan hidup’ menuju kehidupan yang lebih mandiri dan berdaya. Pengungsian dapat mengubah jalan hidup seseorang, tapi tidak seharusnya menghilangkan kemampuan untuk belajar, memimpin, dan saling mendukung. Ketika diberikan rasa aman, empati, dan kesempatan, para pengungsi dapat berkontribusi, membangun hubungan, dan memperkuat komunitas di sekitar mereka.

Hari Pengungsi Sedunia merupakan momentum untuk menghormati keberanian dan martabat para pengungsi, sekaligus mengapresiasi mereka yang terus menunjukkan solidaritas dan dukungan. Peringatan tahun ini punya makna khusus karena bertepatan dengan 75 tahun Konvensi Pengungsi 1951.

“75 tahun yang lalu, dari puing-puing perang Dunia Kedua, dunia membuat sebuah janji fundamental: siapa pun yang terpaksa melarikan diri dari perang, konflik, atau penganiayaan berhak mendapatkan keselamatan dan perlindungan,” kata Barham Salih, High Commissioner UNHCR. “Janji tersebut bersifat universal dan dirancang untuk bertahan lintas generasi. Janji itu dibuat untuk kakek-nenek kita, untuk kita, dan untuk generasi yang akan datang.”

Bagi hampir 42 juta pengungsi di seluruh dunia, meninggalkan rumah bukan pilihan, melainkan keterpaksaan.

Saat hak-hak untuk mencari suaka mendapat tekanan besar di berbagai belahan dunia, UNHCR berterima kasih kepada Indonesia yang terus menjaga komitmen terhadap perlindungan bagi mereka mencari keselamatan.

“Bagi ribuan pengungsi yang telah mencari perlindungan di Indonesia selama beberapa dekade, Indonesia telah dan tetap menjadi simbol kemanusiaan.” pungkas Hendrik.

HARI PENGUNGSI SEDUNIA 2026: “ONE GOAL, SAFETY FOR ALL”

Dalam rangka memperingati Hari Pengungsi Sedunia 2026 di Indonesia, UNHCR bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil Indonesia, termasuk Refu+ure Indonesia, Jesuit Refugee Service Indonesia, Yayasan Cita Wadah Swadaya, Bridges for Hope, Islamic Relief Indonesia, sejumlah organisasi yang dipimpin oleh pengungsi, komunitas, serta seniman pengungsi dalam sebuah acara publik bertema “One Goal: Safety for All” yang diselenggarakan di Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, pada 20 Juni 2026.

Acara ini akan menghadirkan pameran seni, berbagai pertunjukan dari pengungsi, bazar, diskusi, aktivitas interaktif, serta kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan para pengungsi dan mendengarkan pengalaman mereka. Selain meningkatkan pemahaman publik, acara ini bertujuan membangun hubungan yang lebih bermakna antara pengungsi dan masyarakat Indonesia.

Banyak pengungsi menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang mereka hadapi bukan hanya ketidakpastian mengenai masa depan, tetapi juga keterasingan dari kehidupan sehari-hari. Namun, melalui percakapan, aktivitas bersama, dan pertukaran budaya, acara ini diharapkan bisa menciptakan ruang di mana orang dapat saling mengenal bukan berdasarkan label atau status, melainkan sebagai sesama manusia.

Seorang pengungsi menyampaikan, “Sebagai pengungsi, rasa keterasingan kami berkurang ketika masyarakat Indonesia menyapa kami dengan senyum dan mengajak kami berbagi momen-momen sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mari duduk bersama kami. Cicipi makanan kami. Dengarkan cerita kami secara langsung. Bermain sepak bola bersama kami.”

Pesan tersebut mencerminkan semangat kampanye tahun ini: bahwa inklusivitas dimulai ketika orang-orang saling bertemu, mengenal, dan membangun hubungan hingga semua orang merasa aman.

Hari Pengungsi Sedunia mengingatkan kita bahwa keselamatan bukan sekadar terbebas dari bahaya. Keselamatan juga berarti memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari masyarakat, berpartisipasi, dan berkontribusi. UNHCR mengajak pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, institusi pendidikan, organisasi keagamaan, media, jurnalis, dan masyarakat luas untuk terus bekerja sama mewujudkan masa depan di mana setiap orang dapat hidup dengan aman dan mengembangkan potensinya, apa pun latar belakang dan status mereka.

Tentang UNHCR

UNHCR, Badan PBB Urusan Pengungsi, bekerja untuk menyelamatkan nyawa, melindungi hak-hak dasar, dan membantu membangun masa depan yang lebih baik bagi orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik dan penganiayaan. UNHCR memimpin upaya internasional untuk melindungi pengungsi, masyarakat yang terpaksa mengungsi, dan orang-orang tanpa kewarganegaraan. UNHCR memberikan bantuan penyelamat nyawa seperti tempat tinggal, makanan, dan air bersih; membantu melindungi hak-hak dasar manusia; serta mengembangkan solusi agar setiap orang memiliki tempat yang aman untuk membangun masa depan yang lebih baik. UNHCR juga bekerja untuk memastikan bahwa orang-orang tanpa kewarganegaraan memperoleh status kewarganegaraan. Saat ini, UNHCR bekerja di lebih dari 128 negara untuk melindungi dan membantu jutaan orang di seluruh dunia.

Pangdam XVII/Cenderawasih Pimpin Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Merah Putih di Mimika

Pangdam XVII/Cenderawasih Pimpin Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Merah Putih di Mimika di Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Sabtu (20/6/2026). (Foto : Pendim 1710/Mimika).

Mimika (The Indonesian News) – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Sabtu (20/6/2026).

Foto : Pendim 1710/Mimika

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat melalui Kodam XVII/Cenderawasih dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Pangdam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antar kampung dan distrik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jembatan bukan hanya sekadar penghubung fisik, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar serta memberikan manfaat yang maksimal bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujar Pangdam dalam keterangan tertulis melalui Pendim 1710/Mimika, Sabtu, 20 Juni 2026.

Foto : Pendim 1710/Mimika.

Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, para tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Papua.

Selain itu, Pangdam menekankan kepada seluruh personel yang terlibat dalam pembangunan agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan faktor keselamatan kerja, menjaga kualitas hasil pembangunan, serta terus menjunjung tinggi semangat pengabdian kepada rakyat. Ia berharap pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih dapat mempermudah akses transportasi masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mengoptimalkan berbagai potensi daerah demi terwujudnya Mimika yang maju, aman, damai, dan sejahtera.

“Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung dengan penuh antusiasme masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pangdam XVII/Cenderawasih turut menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang hadir. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama masyarakat dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud kebersamaan serta semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di Tanah Papua,”Demikian Pendim 1710/Mimika.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI Vivin Alivianto (Danrem 173/PVB), Letkol Inf Jozanda (Dandim 1710/Mimika), Ananias Faot (Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika), para pimpinan TNI-Polri, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Menko Yusril akan sampaikan tuntutan BEM SI ke Presiden Prabowo

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan(Menko Kuham Imipas, Yusril Ihza Mahendra. (Foto : Kemenko Kumham Imipas).

Jakarta (The Indonesian New) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra menerima audiensi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) untuk mendengarkan dan mengklarifikasi lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa 12 Juni 2026, terutama terkait perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis atau MBG, serta memastikan seluruh aspirasi mahasiswa akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, Pada Kamis (18/6/2026).

“Kami mendengarkan aspirasi dari mahasiswa. Kami akan sampaikan dalam bentuk laporan kepada Bapak Presiden. Dialog ini penting. Kami membuka diri untuk semua pihak, termasuk kepada mahasiswa setelah aksi unjuk rasa 12 Juni yang lalu,” ujar Menko Yusril.

Adapun lima tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut meliputi penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisasi di ranah sipil, serta desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Dalam dialog tersebut, Menko Yusril secara khusus meminta penjelasan kepada mahasiswa terkait tuntutan terhadap program MBG. Ia ingin memastikan apakah yang dimaksud mahasiswa adalah penghentian total program atau perbaikan tata kelola.

“Saya juga minta klarifikasi lima tuntutan BEM pada aksi unjuk rasa yang lalu, terutama pada program MBG, apakah penghentian total atau perbaikan. Saya mendapat penjelasan dari teman-teman BEM SI bahwa yang dimaksud adalah perbaikan tata kelola program MBG karena juga dirasakan manfaatnya,” jelasnya.

Menko Yusril menyampaikan bahwa program MBG dilaksanakan Presiden untuk meningkatkan gizi masyarakat. Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat, termasuk melalui keterlibatan pelaku usaha, peternak, nelayan, dan penyedia bahan pangan di daerah.

Menurutnya, pemerintah terbuka terhadap masukan terkait perbaikan tata kelola program tersebut. Ia meyakini bahwa apabila yang diinginkan mahasiswa adalah pembenahan tata kelola MBG, maka hal itu akan menjadi perhatian pemerintah.

“Saya sampaikan program ini dilaksanakan oleh Presiden untuk meningkatkan gizi masyarakat. Program ini juga untuk menjalankan perputaran ekonomi di masyarakat. Saya berkeyakinan kalau yang diinginkan adalah perbaikan tata kelola program MBG, pasti akan dilakukan oleh pemerintah,” katanya.

Menko Yusril juga menegaskan bahwa seluruh masukan mahasiswa akan ditampung dan dilaporkan kepada Presiden. Ia juga menilai dialog seperti ini penting untuk menjaga komunikasi antara pemerintah dan kelompok mahasiswa.

“Masalah-masalah lain yang disampaikan kami tampung dan akan kami laporkan ke Presiden. Inilah yang kita harapkan. Kami menjamin kebebasan berpendapat, agar teman-teman mahasiswa juga belajar kritis dengan baik dan tajam,” ujar Yusril.

Mahasiswa yang hadir menyambut baik audiensi tersebut dan berharap aspirasi mereka dapat diteruskan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam memperbaiki kebijakan yang masih menimbulkan keresahan publik.

Menko Yusril menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan memandang perbedaan pendapat sebagai bagian dari demokrasi. Ia juga memastikan kebebasan berpendapat tetap dijamin, sepanjang disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis kajian. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang komunikasi konstruktif antara pemerintah dan mahasiswa.

Prabowo’s Message to Youth Minister: Improve Competitions to Produce a National Team That Can Qualify for the World Cup

State Secretary Prasetyo Hadi. Source : (The Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia)

Bogor (The Indonesian News) – President Prabowo Subianto received Youth and Sports Minister Erick Thohir and Indonesian National Football Team coach John Herdman at his residence, the Garuda Yaksa Hermitage in Hambalang, Bogor, West Java, on Friday (June 19).

Amid the global football festivities, the government is paying great attention to the future of national football. During the meeting, Prabowo, together with Erick and Herdman, discussed various strategic steps to prepare the Indonesian National Team to realize the public’s hope of appearing in the World Cup.

“As we know, the quadrennial World Cup festival has been running for over a week now. We had truly hoped our National Team could qualify this year, but unfortunately we are not there yet,” said State Secretary Prasetyo Hadi after the meeting.

According to Pras, the Indonesian public is still enjoying the excitement of the World Cup through various “watch together” events held at various locations across different regions.

He also asked the public to provide support and prayers for the Indonesian National Team so that one day they can compete on the world’s highest football stage.

“If I may leave a message, let all Indonesian people, while enjoying the matches, pray and hope and cultivate the belief that one day the Indonesian National Team must be able to compete in the World Cup,” he said.

Pras explained that Prabowo is deeply concerned with the long-term preparations the National Team must make. He said Prabowo, together with Erick and Herdman, discussed future plans, ranging from squad strengthening to preparations for various international agendas.

“Of course, if we have the desire to qualify for the World Cup, we must prepare ourselves much more thoroughly,” he emphasized.

Pras added that a number of agendas, such as the FIFA Series in 2027, need to be prepared from now on. In addition, improving the domestic competition ecosystem is also an important part of building the foundation of national football.

“Perhaps some events like the FIFA Series that will take place next year also need to be prepared from now. Including, in his capacity as PSSI Chairman, improving our competition climate to produce a great national team, a tough one, full of spirit to realize the dreams of all Indonesian people for the National Team to qualify for the World Cup,” he said.

Meanwhile, Indonesian National Team coach John Herdman said he is very enthusiastic and honored to meet directly with Prabowo. Herdman affirmed his determination to lead Indonesia to appear in the 2030 World Cup.

“Very enthusiastic, it’s an honor for me. We hope to bring this team to the World Cup in 2030. And we will need support from everyone,” he said.

Herdman assessed that Prabowo’s support means a great deal to the Indonesian National Team players.

“I think his leadership and passion for Indonesia are important for our players to know that we have our leader behind us,” he said.

Source: Press Release from the Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Keluar dari Ketergantungan Impor, Wamentan Sudaryono: Kita Siapkan Fondasi Swasembada Bawang Putih

Wamentan Sudaryono. (Foto : Dok.Kementan).

Jakarta (The Indonesian News) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menyiapkan fondasi swasembada bawang putih melalui percepatan perbenihan nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan budidaya secara lebih luas dan mengurangi ketergantungan terhadap impor yang selama ini masih memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional.

Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar menjelaskan, arah kebijakan pemerintah tidak lagi semata-mata bertumpu pada pertimbangan harga yang lebih murah dari produk impor, melainkan pada upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

“Kalau atas dasar efisiensi mungkin impor bisa dibenarkan. Tapi atas dasar survival of the country, itu tidak bisa dibenarkan. Kita ingin petani kita hidup dan Indonesia tidak terus bergantung pada negara lain,” kata Wamentan Sudaryono usai Rapat Pengembangan Bawang Putih di Jakarta, Pada Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, pemerintah berharap pengurangan impor sudah mulai dilakukan secara bertahap mulai pertengahan tahun depan seiring meningkatnya produksi dalam negeri.

“Kita berharap mulai pertengahan tahun depan sudah ada pengurangan kuota impor. Memang tidak langsung besar, tetapi begitu bibit sudah cukup, kita bisa produksi massal. Tujuan akhirnya adalah bawang putih yang kita konsumsi berasal dari hasil produksi petani sendiri,” ujarnya.

Wamentan Sudaryono menyampaikan tantangan pengembangan bawang putih  sekarang adalah pembibitan.

“Kalau bibit tersedia dan petani untung, pasti petani menanam. Dengan pola ini, kita optimistis dalam tiga sampai empat tahun impor bawang putih akan terus turun, syukur-syukur bisa nol,” pungkasnya.

Untuk mendukung target tersebut, Kementan bersama Bulog, ID FOOD, dan PTPN membangun ekosistem dari hulu hingga hilir. Bulog dan ID FOOD akan menjadi offtaker hasil perbenihan, sementara PTPN terlibat untuk memanfaatkan lahan-lahan dataran tinggi yang potensial untuk budidaya bawang putih.

“Bukan hanya mengandalkan petani, BUMN juga terlibat. Offtaker pembibitan adalah Bulog dan ID FOOD, sedangkan PTPN ikut menanam di lahan-lahan yang sesuai,” terang Wamentan Sudaryono.

Saat ini Kementan telah mengidentifikasi kawasan-kawasan potensial, termasuk Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara. Pemerintah juga menjajaki pemanfaatan lahan perkebunan dataran tinggi yang sudah tidak produktif, termasuk di Jawa Barat.

Wamentan Sudaryono menegaskan, tantangan terbesar menuju swasembada bukan pada minat petani maupun pasar, melainkan pada penyediaan benih yang sesuai dengan kondisi agroklimat Indonesia.

Karena itu, pemerintah menyiapkan program perbenihan dengan pola bergulir. Tahun ini, APBN mendukung perbenihan seluas 5.000 hektare dengan bantuan benih sekitar Rp75 juta per hektare. Setelah panen, petani mengembalikan benih sebesar satu setengah kali dari jumlah yang diterima untuk kemudian disalurkan kembali untuk perbenihan.

Indonesia Pimpin 68 Negara Lintas Kawasan di Dewan HAM PBB, Serukan Akses Pangan Bergizi bagi Anak

Deputi Wakil Tetap RI, Dubes Achsanul Habib. (Foto : Dok.Kemlu RI).

Jenewa (The Indonesian News) – Indonesia bersama 68 negara dari berbagai kawasan dunia menyerukan pentingnya akses terhadap pangan bergizi bagi anak sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak atas kesehatan dan kehidupan yang bermartabat.

Seruan tersebut disampaikan Indonesia dalam pernyataan bersama pada Sesi ke-62 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, dalam Dialog Interaktif dengan Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Kesehatan, Pada Rabu (17/6).

Pernyataan ini mendapat dukungan luas dari negara-negara di Afrika, Asia-Pasifik, Eropa, serta Amerika. Dukungan lintas kawasan tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan kepentingan bersama yang melampaui batas geografis maupun perbedaan politik.

“Menyatukan puluhan negara dari berbagai kawasan dalam satu posisi bersama bukanlah hal yang mudah. Dukungan ini menunjukkan bahwa akses terhadap pangan bergizi bagi anak semakin diakui sebagai isu hak asasi manusia yang mendesak dan universal,” tegas Indonesia yang dibacakan oleh Deputi Wakil Tetap RI, Dubes Achsanul Habib, dalam pernyataannya, Dikutip dari laman Kemlu RI, Sabtu, 20 Juni 2026.

Indonesia menekankan bahwa akses terhadap pangan dan gizi yang memadai merupakan fondasi bagi terpenuhinya hak atas kesehatan. Namun hingga saat ini, miliaran orang di dunia masih menghadapi kerawanan pangan, sementara jutaan anak mengalami kekurangan gizi yang berdampak pada tumbuh kembang, kesehatan, dan masa depan mereka.

Situasi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan di wilayah yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan, di mana akses terhadap makanan bergizi dan layanan dasar sering kali menjadi yang pertama terganggu.

Melalui pernyataan bersama tersebut, kelompok negara pendukung menyerukan agar seluruh negara memperkuat akses anak terhadap pangan bergizi secara setara dan berkelanjutan. Langkah yang didorong antara lain melalui program makan di sekolah, penguatan sistem pangan lokal yang tangguh, serta kebijakan perlindungan sosial yang mampu menjangkau kelompok paling rentan.

Bagi Indonesia, komitmen ini tidak berhenti pada tataran global. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Program tersebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh provinsi Indonesia, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Indonesia juga menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan bagian dari kewajiban negara dalam melaksanakan Konvensi Hak Anak. Karena itu, upaya memastikan setiap anak memperoleh makanan bergizi tidak boleh dipandang sebagai kebijakan sosial semata, melainkan sebagai pemenuhan hak dasar yang harus dijamin.

“Tidak ada anak yang seharusnya kehilangan masa depannya karena kelaparan atau kekurangan gizi. Di balik setiap piring makanan bergizi, terdapat hak, martabat, dan masa depan seorang anak yang sedang kita lindungi bersama,” tegas Indonesia.

Presiden Prabowo Perkuat Dukungan untuk Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN

Presiden Prabowo Subianto (Tengah) saat menerima Menpora Erick Thohir bersama pelatih Timnas I ndonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (19/06/2026).(Foto : BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap kemajuan sepak bola nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama pelatih sepak bola Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (19/06/2026).

Usai pertemuan, Erick menyebut telah melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai perkembangan sepak bola nasional, termasuk peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen FIFA ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada September Oktober 2026. Erick mengungkapkan bahwa FIFA telah memberikan respons positif terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut.

“Nah jadi Bapak Presiden mendukung. Bapak Presiden akan menyiapkan surat supaya nanti kita bisa dipilih oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah. Jadi kita tunggu nanti dan saya juga diminta segera mengkomunikasikan ke semua kementerian,” ujar Erick dalam keterangannya.

Selain membahas peluang Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Tim Nasional Indonesia. Erick mengatakan bahwa Kepala Negara menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap seluruh program Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), terutama dalam mempersiapkan Timnas menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai pada September tahun depan.

“Jadi tadi Coach John ditanya gimana persiapan ke depan, apakah yang dibutuhkan. Bapak Presiden bilang pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan, bulan September. Ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan,” ungkap Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga berdialog langsung dengan pelatih Timnas Indonesia mengenai kesiapan tim menghadapi sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat. John menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Kepala Negara dan pemerintah terhadap pengembangan sepak bola nasional.

Lebih lanjut, John menjelaskan bahwa Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah turnamen penting, termasuk AFF (ASEAN Football Federation) dan FIFA ASEAN. John menyebut kedua ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kualitas tim, memberi pengalaman kepada para pemain, sekaligus mengukur kesiapan skuad menuju target yang lebih besar.

“Dan kemudian ASEAN. FIFA ASEAN. Saya mendapatkan kesempatan besar untuk mengumpulkan yang terbaik dari yang terbaik untuk memenangkan turnamen itu, dan saya pikir itu penting. FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kami menangkan untuk menunjukkan bahwa kami adalah yang terbaik di Asia Timur, dan itu adalah langkah penting yang perlu kami ambil dan untuk membawa pulang piala sekarang,” imbuh John.

Lebih lanjut, John mengatakan bahwa seluruh tim pelatih dan pemain saat ini fokus mempersiapkan diri untuk mewujudkan target besar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, target tersebut menjadi motivasi utama yang terus mendorong seluruh elemen tim untuk bekerja lebih keras.

“Saya pikir Presiden memiliki semangat yang besar terhadap sepak bola. Beliau, seperti setiap orang Indonesia, sama saja. Saya selalu mengatakan bahwa kami memiliki 280 juta alasan dan beliau adalah salah satunya. Beliau adalah satu dari 280 juta orang itu yang ingin kami lolos untuk tahun 2030. Segala yang kami lakukan. Setiap hari saat kami bangun, kami terobsesi dengan kualifikasi tersebut karena itu akan mengubah segalanya di negara kita untuk selamanya,” pungkas John.

Pemerintah Salurkan Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Akhir Juni 2026

Menag Nasaruddin Umar dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, Rabu (17/06/2026). (Foto : Dok. Humas Kemenang/Humas Kemensetneg).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah akan segera mencairkan insentif bagi guru madrasah non ASN mulai akhir Juni 2026. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, Pada Rabu (17/06/2026).

“Alhamdulillah, tahun baru ini kita awali dengan berbagi kabar baik. Insyaallah, insentif guru madrasah non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026,” kata Menag.

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi VIII DPR RI juga menyetujui usulan tambahan anggaran Kemenag sebesar Rp41,8 triliun, yang difokuskan untuk tiga program strategis yaitu percepatan revitalisasi madrasah, penguatan kelembagaan Direktorat Jenderal Pesantren, serta afirmasi peningkatan insentif guru non ASN yang belum bersertifikat pendidik.

Menag mengungkapkan, untuk klaster peningkatan insentif guru non ASN yang belum bersertifikat, alokasi anggaran tambahan yang disetujui adalah sebesar Rp295,8 miliar guna menaikkan besaran unit cost menjadi Rp1,5 juta per bulan.

“Usulan tambahan anggaran Kementerian Agama mengalami penyesuaian. Penyesuaian tersebut itu dilakukan untuk mempertegas kebutuhan strategis, antara lain, kesinambungan layanan pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kelembagaan dan layanan pesantren, afirmasi bagi penambahan unit cost insentif guru non ASN yang belum bersertifikat pendidik, serta percepatan revitalisasi madrasah dan sekolah keagamaan,” ujarnya.

Menag pun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperjuangkan dan memperhatikan kesejahteraan guru madrasah non ASN sekaligus mengapresiasi dedikasi para guru madrasah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Tim Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam yang telah bekerja keras menyiapkan kelengkapan administratif bagi pencairan tunjangan ini,” ujar Menag.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Amin Suyitno menjelaskan bahwa pihaknya melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah tengah merampungkan buku rekening kolektif bagi guru madrasah non ASN penerima insentif.

“Nantinya, setiap guru akan menerima insentif sebesar Rp1,5 juta dan itu langsung masuk ke rekening mereka,” kata Amin.

UMKM Aceh Berkesempatan Besar untuk Maju

Acara Gebyar Amanah 2026 Ladong, Kabupaten Aceh Besar, sabtu (20/6/2026). (Foto : Dok.AMANAH).

Aceh Besar (The Indonesian News) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data nasional, sektor UMKM memberikan kontribusi luar biasa dengan menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hingga 97% dari total tenaga kerja di tanah air.

Di Aceh, potensi besar ini kini mendapatkan angin segar melalui pergerakan yang diinisiasi oleh Yayasan Amanah (Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat).

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad di sela-sela kemeriahan acara Gebyar Amanah 2026 yang berlangsung pada Sabtu (20/6) bertempat di Gedung Amanah, Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini dihadiri oleh ratusan warga dari masyarakat sekitar Aceh Besar dan Banda Aceh.

“​Gebyar Amanah 2026 menjadi bukti nyata peran Amanah sebagai salah satu stakeholder penting dalam gerakan ekonomi rakyat, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif. Beragam kegiatan dihadirkan dalam acara ini, mulai dari Bazar UMKM, Panen Melon di Green House, Gerakan Pangan Murah, Senam Jantung Sehat, aksi Donor Darah, hingga pelayanan publik langsung seperti perpanjangan SIM dari Satlantas, pelayanan perbankan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Medical Check-Up gratis dari Dinas Kesehatan,” Kata Syaifullah Muhammad dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juni 2026.

Dampak positif dari pergelaran akbar ini juga dirasakan langsung oleh ekosistem lokal di sekitar lokasi acara. Berbagai event yang konsisten dibuat oleh Amanah ternyata terbukti efektif dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar secara instan. Kehadiran ratusan pengunjung di Gedung Amanah Ladong membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil, pemilik warung, dan penyedia jasa lokal di sekitar kawasan tersebut yang mengalami lonjakan kunjungan serta peningkatan omzet penjualan secara signifikan sepanjang hari pelaksanaan acara.

Syaifullah Muhammad mengungkapkan bahwa Aceh sangat beruntung karena menjadi satu dari sedikit daerah yang memiliki fasilitas pusat inovasi dan pemberdayaan sekelas Amanah.

“Di Indonesia, hanya ada dua provinsi yang memiliki fasilitas terintegrasi seperti Amanah, yaitu Aceh dan Papua. Oleh karena itu, sudah seharusnya UMKM Aceh memiliki kesempatan berkembang yang jauh lebih baik untuk naik kelas. Fasilitas di sini sangat mumpuni, dan Amanah berkomitmen untuk rutin menggelar even seperti ini agar proses pembinaan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas UMKM dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” ujar Syaifullah.

Gedung Amanah Ladong sendiri saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern berskala lengkap pendukung hilirisasi produk. Di antaranya adalah green house, sistem biofloc untuk budidaya ikan air tawar, rumah teknologi, rumah kemasan, studio musik, studio podcast, studio fotografi, perpustakaan, rumah fashion, serta rumah daur ulang sampah. Selain itu, terdapat pula fasilitas riset dan produksi tingkat lanjut seperti laboratorium, rumah produksi minyak nilam beserta produk turunannya, rumah produksi kopi, kafe, hingga laboratorium edukasi kopi.

Untuk mengoptimalkan seluruh potensi ini, Syaifullah menekankan pentingnya kolaborasi multisektor atau model Pentahelix. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga media massa untuk saling bahu membahu berkontribusi meningkatkan ekonomi masyarakat daerah.

​”Kami mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bisa saling bersinergi. Mari kita memperkecil perbedaan dan memperbesar persamaan untuk saling membesarkan, serta mengurangi ego sektoral yang selama ini saling melemahkan. Kita harus bersatu agar masyarakat bisa terbantu secara nyata dalam proses peningkatan ekonomi mereka,” tegas Ketua Amanah tersebut.

Kegiatan akbar ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran tokoh penting regional, antara lain Kabinda Aceh, Dandim Aceh Besar, Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala (USK), Kepala Dinas Pangan Aceh, Manajer BSI, Satlantas Aceh Besar, Palang Merah Indonesia (PMI), serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Dalam rangkaian acara tersebut, perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Dinas Pangan Provinsi Aceh juga turut memberikan sambutan yang senada, mengapresiasi langkah progresif Amanah dan menyatakan kesiapan mereka untuk terus mengawal pertumbuhan pelaku usaha lokal di Aceh agar mampu bersaing di kancah nasional maupun global.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts