Beranda blog Halaman 78

35 Tahun ASEAN-Rusia: Indonesia Dorong Hasil Nyata Kemitraan di Bidang Energi, Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memimpin Delegasi Indonesia pada KTT Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN – Rusia yang dilaksanakan di Kazan, Rusia, pada 17-18 Juni 2026. (Foto : Kemlu RI).

Rusia (The Indonesian News) – Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri RI Sugiono memimpin Delegasi Indonesia pada KTT Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN – Rusia yang dilaksanakan di Kazan, Rusia, pada 17-18 Juni 2026.

Dalam pertemuan, Menlu Sugiono menyampaikan pesan Presiden RI mengenai pentingnya kemitraan ASEAN bagi 670 juta rakyat di Asia Tenggara termasuk Indonesia, khususnya di tengah dinamika geopolitik dunia yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Ketahanan kita diperkuat oleh kualitas kemitraan kita. Karenanya, memilih siapa mitra kita sangatlah penting,” tegas Menlu Sugiono, dengan menekankan pentingnya sentralitas ASEAN sebagai prinsip kemitraan. Indonesia menyampaikan bahwa Rusia memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan energi dan pangan ASEAN, termasuk Indonesia.

Terkait kemandirian energi, Menlu Sugiono menekankan penguatan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu produsen utama energi dunia dalam pengamanan pasokan minyak bumi dan gas serta dalam pembangunan energi nuklir untuk tujuan damai.

Menlu Sugiono juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang pangan dengan Rusia, dengan kekuatannya sebagai produsen utama pupuk dan gandum.

“ASEAN dan Rusia harus bekerja sama memastikan kestabilan dan kelancaran pasokan pangan di kawasan. Setiap keluarga di ASEAN berhak mendapatkan asupan makanan bergizi yang terjangkau,” tegas Menlu Sugiono.

Integrasi ekonomi antarkawasan ASEAN dan Eurasia juga menjadi salah satu fokus yang menjadi perhatian utama. Kedua kawasan dinilai masih memiliki banyak potensi ekonomi untuk dimaksimalkan melalui peningkatan konektivitas, perdagangan, dan investasi.

Di sela-sela KTT, diadakan pula ASEAN-Russia Business Forum untuk mempertemukan perwakilan bisnis dari negara-negara ASEAN dan Rusia.

Mengenai situasi global, seraya menyambut upaya realisasi kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran, Indonesia konsisten menyoroti kondisi memprihatinkan di Palestina dan menekankan pentingnya upaya bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

KTT menghasilkan empat dokumen yang memperkuat komitmen kerja sama kedua belah pihak, yakni Deklarasi Kazan, Pernyataan Bersama dalam bidang energi dan budaya, serta Rencana Aksi untuk lima tahun ke depan.

Kehadiran Menlu RI dalam KTT ini menunjukkan upaya konsisten Indonesia untuk dapat memanfaatkan segala kemitraan dalam mendukung prioritas nasional yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan inklusivitas kemitraan ASEAN dengan seluruh mitranya.

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Kejagung tetapkan Pengendali Yayasan Mitra SPPG tersangka baru kasus MBG

Kejagung tetapkan Pengendali Yayasan Mitra SPPG tersangka baru kasus MBG. (Foto : Dok. Kejagung RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) kembali menetapkan dan melakukan penahanan terhadap Tersangka GHS selaku Pihak Swasta hingga jumlah Tersangka menjadi 6 orang.

“Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah Tim Penyidik mendapatkan 2 (dua) alat bukti yang cukup. Serangkaian tindakan hukum oleh Penyidik dilakukan secara mendalam, profesional, dan akuntabel, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan asas praduga tidak bersalah,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna saat konferensi Pers di jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Anang menjelaskan, Sejak tanggal 6 Januari 2025, Pemerintah telah melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas nasional yang diselenggarakan melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dalam bentuk pemberian makanan bergizi secara gratis dengan tujuan pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak sekolah dengan total anggaran Tahun 2025 sebesar Rp85,27 triliun dan tahun 2026 sebesar Rp268 Triliun yang bersumber dari APBN.

“Program MBG tersebut seharusnya dikelola oleh yayasan-yayasan pada setiap sekolah, namun dalam faktanya yayasan- yayasan yang ditunjuk sebagai Mitra SPPG merupakan yayasan yang terafiliasi dengan Pejabat atau Pegawai BGN yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG,” Katanya.

Selanjutnya, Pada implementasinya juga tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal Mitra BGN dengan adanya atensi dari Sdr. DH, Sdr. SS dan Sdr. LP dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah/hari.

“Bahwa yayasan-yayasan yang terafiliasi tersebut diantaranya dikendalikan oleh Sdr. GHS yang merupakan Pihak Swasta, diminta oleh Sdr. DH selaku Kepala Badan Gizi Nasional untuk mencari mitra dalam rangka pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” Terangnya.

Anang menyebutkan, Sdr. DH secara melawan hukum memberikan akses kepada Sdr. GHS untuk memperoleh titik dapur SPPG kepada yayasan yang dimiliki oleh Sdr. GHS. Setelah yayasan Sdr. GHS memiliki titik dapur, yayasan tersebut menjual titik dapur SPPG kepada pihak-pihak yang berkeinginan mendirikan dapur di daerah lokasi titik dapur;

“Titik dapur yang dimiliki oleh yayasan tersebut diajukan dengan menggunakan dokumen yang tidak sebenarnya, sehingga lokasi titik dapur SPPG berbeda dengan lokasi yang dimiliki oleh pihak yang berminat ingin membangun dapur. Selanjutnya sdr. GHS mengajukan perubahan titik dapur kepada Sdr. DH dan ditindaklanjuti prosesnya oleh verifikator yang ditunjuk oleh Sdr. DH,” Ujarnya.

Selanjutnya, Sdr. GHS diberikan akses oleh Sdr. DH untuk berkomunikasi dengan Tim Verifikator yang ditunjuk oleh Sdr. DH, sehingga Sdr. GHS dapat melakukan pengurusan atas roll back terhadap SPPG di bawah naungan yayasan Sdr. GHS untuk dikembalikan statusnya.

“Setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut, Sdr. GHS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang, baik dalam mata uang asing maupun mata uang rupiah kepada Sdr. DH, yang diberikan secara tunai dan bersumber dari mitra-mitra MBG yang meminta bantuan kepada Sdr. GHS agar menjadi Mitra MBG,” Katanya.

Tersangka GHS dijerat dengan Pasal 12 huruf a huruf b dan huruf e Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pasal 606 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. Pasal 20 huruf a atau c KUHP.

“Terhadap Tersangka GHS dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung,” Demikian Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna.

Menko Polkam Instruksikan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan

Rakorsus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 dan 2027” di Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (18/06/2026). (Foto : Humas Kemenko Polkam RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan persoalan multidimensi yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional. Dampaknya sangat luas mempengaruhi masyarakat, bahkan hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga akibat pencemaran asap lintas batas.

“Maka dari itu, pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat membuka Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengendalian Karhutla Tahun 2026 “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 dan 2027” di Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (18/06/2026).

Menko Polkam mengapresiasi berbagai capaian pengendalian karhutla selama tahun 2025, di antaranya meningkatnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, meningkatnya kesiapsiagaan pemerintah daerah, serta semakin aktifnya dukungan TNI, Polri, dan dunia usaha dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Menurut Menko Polkam, ancaman karhutla masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia, terlebih saat memasuki musim kemarau yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan curah hujan, meningkatkan jumlah hotspot, serta memperbesar risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, karena itu, tema Rakorsus tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengendalian karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi nasional yang kuat,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah melakukan reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2026. Menurut Menko Polkam, desk tersebut akan menjalankan fungsi koordinasi, sinkronisasi kebijakan, monitoring, dan evaluasi secara terpadu dari tingkat pusat hingga daerah.

“Pendekatan yang digunakan bukan lagi pendekatan sektoral, melainkan pendekatan kolaboratif nasional yang menempatkan keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan hidup, dan kepentingan negara sebagai prioritas utama,” ungkap Menko Djamari.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam memberikan perhatian khusus kepada enam provinsi prioritas rawan karhutla tahun 2026, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Keenam wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi karena karakteristik lahan gambut, luasnya kawasan hutan dan perkebunan, serta kondisi meteorologis yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran pada musim kemarau.

“Kepada seluruh gubernur, pangdam, kapolda, kepala daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan terkait, agar kesiapsiagaan ditingkatkan mulai saat ini melalui optimalisasi posko siaga, patroli terpadu, penguatan sistem deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan, serta pelibatan dunia usaha dan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi operasi udara dan peningkatan operasi pencegahan sebagai langkah utama menghadapi musim kemarau tahun ini.

“Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengendalian karhutla, karena itu, saya minta seluruh jajaran terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, dan tidak menunggu sampai kebakaran terjadi,” ujarnya.

Menko Polkam menjelaskan bahwa reaktivasi Desk Karhutla bertujuan memperkuat konsolidasi nasional, memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi El Nino 2026–2027, memastikan kesiapan sumber daya nasional, serta membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan pengendalian karhutla.

Menko Polkam menetapkan tiga fokus nasional pengendalian karhutla tahun 2026, yakni mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan berskala besar, mencegah bencana asap lintas wilayah maupun lintas negara, serta memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Jangan lengah, jangan lelah, jangan bosan, dan jangan lesu. Ini persoalan bangsa yang berpengaruh luas pada kehidupan bangsa di segala bidang, hingga kehormatan negara,” Terangnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan bahwa penurunan luas karhutla merupakan hasil kerja bersama lintas sektor. “Penurunan luas karhutla merupakan keberhasilan dari meningkatnya kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Meruntuhkan ego sektoral antar K/L, pemerintah pusat dan daerah, dan kemampuan untuk mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama menanggulangi ini” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa tantangan ke depan dinilai tidak ringan, mengingat musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering, dan adanya siklus El Nino. “Sehingga kebiasaan baik tidak boleh berhenti ketika ancaman mereda. Kesiapsiagaan harus menhadi budaya kerja permen, bukan karena respon sesaat ketika terjadi bencana,” tegasnya.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Tri Handoko Seto juga menjelaskan bahwa kondisi El Nino saat ini masih berada pada kategori moderat dan curah hujan masih terjadi di sejumlah wilayah. Namun demikian, intensitas El Nino diperkirakan terus menguat mulai Juli hingga September 2026 seiring meningkatnya suhu muka laut dan diprediksi mencapai puncaknya pada Oktober 2026 sebelum berangsur melemah pada November saat musim hujan mulai berlangsung.

“Bulan-bulan ke depan perlu menjadi perhatian serius karena intensitas El Nino diperkirakan terus meningkat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya mitigasi terus dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk pembasahan lahan dan pencegahan karhutla. Hingga saat ini telah dilaksanakan 141 hari operasi dengan total 225 sortie penerbangan di berbagai wilayah prioritas karhutla.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyampaikan bahwa pentingnya optimalisasi operasi darat, khususnya di wilayah-wilayah rawan karhutla yang berada jauh dari aliran sungai dan sumber air utama. Menurutnya, penguatan pendukung seperti embung dan kanal menjadi faktor penting dalam menjaga kelembapan lahan gambut selama musim kemarau.

“Karhutla tidak hanya terjadi di sekitar sungai, tetapi juga di tengah kawasan hutan yang jauh dari sumber air. Karena itu, keberadaan embung, kanal, serta ketersediaan sumber air cadangan menjadi sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Ketentuan Penalti Rp100 Juta Seleksi Pegawai KDKMP dan KNMP Resmi Dicabut

Ilustrasi pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Foto : Ist).

Jakarta (The Indonesian News) – Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) resmi mencabut ketentuan penalti sebesar Rp100 juta bagi peserta seleksi pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Keputusan tersebut diumumkan melalui Pengumuman Nomor 09 Tahun 2026. Pencabutan aturan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran peserta terkait ketentuan penalti yang sebelumnya menjadi perhatian publik

Dalam keterangan resminya, ditulis Kamis (18/6/2026), Panselnas menjelaskan bahwa penyesuaian kebijakan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan berkelanjutan terhadap proses seleksi.

Langkah ini ditempuh agar pelaksanaan seleksi tetap berjalan secara terbuka, akuntabel, dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri terbaik bangsa untuk berkontribusi dalam program prioritas pemerintah.

Panselnas menilai, penghapusan ketentuan penalti akan memberikan ruang yang lebih baik bagi peserta untuk mengikuti seluruh tahapan program tanpa terbebani kekhawatiran terkait sanksi finansial.

“Dengan demikian, setiap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan pembinaan SDM dengan lebih leluasa dan berfokus penuh pada pengembangan kapasitas diri,” tulis pengumuman resmi Panselnas, Dikutip dari Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Meski ketentuan penalti dicabut, Panselnas tetap mengingatkan pentingnya komitmen dan tanggung jawab peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

Seluruh peserta diharapkan tetap menunjukkan kesungguhan dan dedikasi dalam mengikuti setiap tahapan program hingga selesai sesuai ketentuan yang berlaku.

Peserta Diminta Konfirmasi Ulang

Seiring dengan perubahan kebijakan tersebut, Panselnas juga memberikan kesempatan kepada peserta yang sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri karena keberatan terhadap ketentuan penalti untuk kembali bergabung dalam proses seleksi.

Peserta yang telah mengundurkan diri dapat menyampaikan kembali konfirmasi kesediaan mengikuti tahapan pelatihan dan pembinaan SDM melalui portal resmi Panselnas. Periode konfirmasi dibuka pada 17 hingga 23 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.

Panselnas menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan ini merupakan wujud komitmen untuk menjalankan proses seleksi yang berintegritas, akuntabel, dan responsif terhadap masukan publik.

Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat memastikan kebutuhan SDM bagi program KDKMP dan KNMP terpenuhi secara optimal. Dengan begitu, mampu mendukung keberhasilan berbagai program prioritas pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah.

Menhan Tinjau Kesiapan Yonif TP 855/Raksaka Dharma di Gayo Lues, Aceh

Menhan Tinjau Kesiapan Yonif TP 855/Raksaka Dharma di Gayo Lues, Aceh, Kamis (18/6/2026). (Foto : Biro Infohan Setjen Kemhan).

Gayo Lues (The Indonesian News) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 855/Raksaka Dharma (RD) di Desa Panglima Linting, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Kamis (18/6/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertahanan dalam memastikan kesiapan satuan-satuan teritorial pembangunan yang menjadi ujung tombak penguatan pertahanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan nasional di daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan menerima paparan dari Komandan Yonif TP 855/RD mengenai kondisi satuan, kesiapan personel, pembangunan pangkalan, serta pelaksanaan program pembinaan teritorial yang telah dijalankan bersama masyarakat setempat. Menhan juga meninjau langsung berbagai fasilitas satuan dan perkembangan pembangunan sarana prasarana yang mendukung tugas operasional prajurit di wilayah pedalaman Aceh. Sebagai satuan yang strategis, Yonif TP 855/RD diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah di kawasan tengah Provinsi Aceh.

Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya membangun satuan yang profesional, adaptif, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembinaan teritorial, pemberdayaan wilayah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Menhan juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan prajurit Yonif TP 855/RD, termasuk keterlibatan dalam penanggulangan bencana, donor darah, kegiatan sosial, dan upaya membantu kesulitan masyarakat di sekitar satuan.

Selain itu, Menhan menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan untuk terus mendukung pemenuhan kebutuhan personel, peningkatan fasilitas satuan, serta pembangunan infrastruktur pendukung guna memperkuat kesiapan operasional Yonif TP 855/RD ke depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, keberadaan Yonif TP 855/RD diharapkan mampu menjadi katalisator bagi peningkatan keamanan, pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkokoh ketahanan nasional di wilayah Aceh.

Di sela-sela kunjungan kerja, Menhan beserta rombongan turut makan siang bersama prajurit Yonif TP 855/RD. Menhan secara langsung menikmati menu yang disajikan oleh dapur satuan guna mengetahui kualitas makanan yang dikonsumsi prajurit sehari-hari.

Turut mendampingi Menhan dalam kunjungan ini Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, dan Panglima Kodam Iskandar Muda. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

TNI AL Wisuda Dikreg Seskoal , Siapkan Pemimpin Maritim Unggul

Foto : Dok. Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal)

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana Magister Terapan Strategi Operasi Laut (M.Tr.Opsla.) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-63 TA 2025 serta Upacara Penutupan Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026 di Auditorium Jos Soedarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Kasal menegaskan bahwa Seskoal sebagai Center of Excellence on Naval and Maritime Science telah membuktikan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang diproyeksikan menjadi calon pemimpin TNI dan TNI Angkatan Laut masa depan.

“Di lembaga pendidikan tertinggi TNI AL ini, para perwira ditempa untuk memperluas wawasan strategis, mempertajam kemampuan analisis, serta membangun visi kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis maritim,” Kata Kasal melalui keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Foto : Dok.Dispenal

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 142 Perwira Siswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-63 TA 2025 dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Magister Terapan Strategi Operasi Laut (M.Tr.Opsla.). Para lulusan terdiri dari perwira TNI AL, TNI AD, TNI AU, Polri, serta perwira negara sahabat yang berasal dari Arab Saudi, Australia, India, Jepang, Malaysia, dan Singapura.

Sementara itu, Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026 telah diikuti oleh 129 Perwira Siswa yang berasal dari TNI AL, TNI AD, TNI AU, Polri, serta perwira mancanegara dari Australia, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Filipina, dan Singapura.

Adapun lulusan terbaik Seskoal Angkatan ke-65, penyandang Dharma Wiratama Paripurna adalah Mayor Laut (P) Abdul Khalik D.M., S.H. kemudian penyandang penghargaan Dharma Wiratama Wijaya Sena adalah Komisaris Polisi Ali Rahman C.P (Polri) dan penyandang Dharma Wiratama Sumengkar adalah Major Brian Lim Tze Yun (Singapura).

Sedangkan untuk lulusan Seskoal Angkatan ke-63, penyandang Dharma Wiratama Cendekia adalah Letkol Laut (P) Deni Purwanto, S.A.P., M.A.P., M.Tr.Opsla. dan penyandang Dharma Wiratama Widya Wacana adalah Letkol Laut (T) Dr. April Kukuh Susilo, S.T., M.T., M.Tr.Opsla

Kasal menyampaikan supaya seluruh lulusan mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan untuk mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia serta menjawab tantangan global yang terus berkembang.

Korban Gempa di wilayah Sulawesi Tengah bertambah, Kepala BNPB Pastikan Tanggap Darurat Efektif

Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait di lokasi terdampak Desa Kamaroa, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis (17/6/2026). (Foto : BNPB).

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Melaporkan Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) bertambah menjadi tiga orang berdasarkan hasil pendataan terbaru hingga Kamis (18/6) pukul 13.51 WIB. Selain itu, tercatat 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan, sementara 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak akibat bencana tersebut. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan hasil asesmen lapangan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Tiga korban meninggal dunia masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru,” Kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran persnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Abdul Muhari menambahkan, Selain korban jiwa, gempa mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah, yang terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan sosial, meliputi 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 bangunan sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih.

“Hingga Kamis (18/6), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2 dan terkecil 1,3. Sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan masih dirasakan masyarakat,” Katanya.

Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak tanggal kejadian dan menunjuk Wakil Bupati Sigi sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi.

Dalam mendukung penanganan darurat, BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Sigi serta menyalurkan bantuan logistik berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat.

Selain itu, personel TNI dan Polri turut membantu pembersihan puing bangunan, distribusi logistik, serta dukungan operasional di lapangan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan berbagai pihak juga terus melakukan pendataan by name by address untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat sasaran.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan darurat, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto segera bertolak ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6). Kehadiran Kepala BNPB di lokasi bertujuan untuk memastikan penanganan darurat serta koordinasi lintas instansi berjalan optimal dan efektif, melihat langsung kondisi masyarakat terdampak, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan oleh masyarakat di lapangan.

Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat BNPB dipimpin oleh 2 orang pejabat Es2 dari Kedeputian Tanggap Darurat sudah lebih dahulu berada di lokasi dengan membawa logistik awal untuk mendukung masyarakat terdampak.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi tambahan tenda pengungsi dan tenda keluarga, air bersih, selimut, matras, penerangan darurat, layanan kesehatan, serta dukungan pembersihan puing bangunan.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan BPBD. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang mengingat aktivitas gempa susulan masih terjadi,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Perkuat Strategi Jaga Produksi dan Swasembada Pangan

Foto : Dok. Kementan

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah antisipasi, adaptasi, dan mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 guna memastikan produksi pangan nasional tetap terjaga. Berbekal penguatan infrastruktur air, penyediaan benih unggul, modernisasi pertanian, serta dukungan pemerintah daerah, Kementan optimistis target swasembada pangan dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menegaskan bahwa sektor pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan dan kedaulatan bangsa. Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan optimal di tengah tantangan iklim.

“Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Menjaga pangan berarti menjaga kedaulatan dan masa depan negara,” ujar Suwandi dalam Konferensi Pers Pemerintah bertajuk Update Program Prioritas Pemerintah di Aula Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Pada Rabu (17/6/2026).

Suwandi mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sektor pertanian menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional lima tahun ke depan, khususnya untuk mendukung swasembada pangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan biofuel, dan hilirisasi pertanian.

Menurutnya, Indonesia memasuki musim kemarau tahun ini dengan kesiapan yang jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Berbagai program penguatan produksi telah dijalankan, mulai dari optimasi lahan, cetak sawah, pembangunan dan pengembangan irigasi perpompaan, penyediaan benih unggul, hingga penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi iklim tahun 2026 tidak dapat disamakan dengan fenomena El Nino kuat yang terjadi pada 2015 maupun 2023. Berdasarkan pemantauan data iklim dari BMKG dan satelit NOAA, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung dalam kondisi yang lebih terkendali.

“Kalau melihat data yang kami pantau setiap hari, kondisi 2026 tidak seberat 2015 dan juga tidak seberat 2023. Karena itu yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” katanya.

Meski demikian, Kementan tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat periode Juli hingga September merupakan puncak musim kemarau di Indonesia. Sejak awal tahun, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan.

Melalui surat yang dikirim kepada gubernur dan bupati pada 9 Maret 2026, pemerintah daerah diminta melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki jaringan irigasi, melakukan normalisasi saluran air, serta mengoptimalkan pemanfaatan embung dan waduk.

“Kita minta daerah melakukan pemetaan wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan sehingga langkah-langkah penyelamatan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” jelas Suwandi.

Selain itu, Kementan terus memperbarui informasi cuaca dan iklim melalui pemantauan BMKG dan satelit NOAA agar petani dapat menyesuaikan pola tanam sesuai kondisi lapangan. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai varietas unggul yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan, seperti Inpari, Inpago, Situbagendit, Situ Patenggang, Pajajaran, dan varietas genjah lainnya.

Di sisi adaptasi, Kementan mendorong penerapan teknologi hemat air, penggunaan varietas berumur pendek, percepatan tanam setelah panen, serta pengaturan pola tanam yang lebih efisien untuk menjaga produktivitas.

Suwandi menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan indeks pertanaman melalui percepatan tanam. Jarak antara panen dan tanam kembali diupayakan tidak lebih dari 14 hari sehingga frekuensi tanam dapat meningkat.

“Kalau selama ini tanam dua kali setahun, kita dorong menjadi tiga kali. Yang sebelumnya satu kali kita dorong menjadi dua kali. Dengan lahan yang sama, produksi bisa meningkat karena frekuensi tanamnya bertambah,” ujarnya.

Petani juga didorong memanfaatkan lahan secara lebih optimal melalui pola tumpang sari dengan komoditas seperti kacang tanah, kacang hijau, dan sayuran guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

Menurut Suwandi, musim kemarau tidak selalu identik dengan penurunan produksi. Dengan pengelolaan air yang baik, musim kemarau justru dapat menjadi momentum peningkatan produktivitas karena tingginya intensitas sinar matahari yang mendukung proses fotosintesis tanaman.

“Di saat musim kemarau, pencahayaan matahari sangat baik sehingga produktivitas tanaman bisa meningkat. Ini justru menjadi peluang untuk meningkatkan produksi apabila dikelola dengan teknologi yang tepat,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah memperkuat pengembangan irigasi perpompaan yang menjadi salah satu strategi utama menghadapi perubahan iklim. Tahun ini, pemerintah menyiapkan tambahan pompa yang mampu melayani sekitar satu juta hektare lahan pertanian. Program tersebut melengkapi sistem perpompaan yang sebelumnya telah mendukung pengairan sekitar dua juta hektare lahan di berbagai wilayah.

“Kekuatan utama kita menghadapi musim kemarau adalah sistem perpompaan, pengelolaan sumber air dari waduk, embung, sungai maupun sumur yang terhubung dengan teknologi dan energi yang memadai,” ujar Suwandi.

Kementan juga memperkuat sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, PLN, dan Kementerian ESDM untuk memastikan ketersediaan air dan energi bagi operasional pompa di lapangan.

Selain menjaga produksi, pemerintah juga memberikan perlindungan kepada petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan nilai pertanggungan hingga Rp6 juta per hektare bagi lahan yang mengalami gagal panen akibat bencana.

Petani terdampak kekeringan juga akan mendapatkan bantuan benih gratis, sarana produksi, dukungan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan percepatan tanam kembali. Untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional, pemerintah pada 2026 mengalokasikan sekitar 57 ribu unit pompa air dan berbagai alat mesin pertanian lainnya guna mendukung keberlanjutan produksi pangan di seluruh Indonesia.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kementan optimistis produksi pangan nasional tetap terjaga dan target swasembada pangan dapat terus diperkuat meski menghadapi tantangan musim kemarau.

Jaminan ketersediaan pupuk

Petani menaburkan pupuk pada tanaman padi di desa Lamteungoh, kecamatan Suka Makmur, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (18/6/2026). Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk untuk petani yang hingga periode 11 Juni 2026 telah menyalurkan 4,3 juta ton atau 44,4 persen dari total kebutuhan nasional dan khusus untuk wilayah Aceh Besar sudah terealisasi sebanyak 9.361 ton pupuk atau 42 persen dari kebutuhan tahun 2026. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

Petani menaburkan pupuk pada tanaman padi di desa Lamteungoh, kecamatan Suka Makmur, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (18/6/2026). Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk untuk petani yang hingga periode 11 Juni 2026 telah menyalurkan 4,3 juta ton atau 44,4 persen dari total kebutuhan nasional dan khusus untuk wilayah Aceh Besar sudah terealisasi sebanyak 9.361 ton pupuk atau 42 persen dari kebutuhan tahun 2026. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

Petani menaburkan pupuk pada tanaman padi di desa Lamteungoh, kecamatan Suka Makmur, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (18/6/2026). Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk untuk petani yang hingga periode 11 Juni 2026 telah menyalurkan 4,3 juta ton atau 44,4 persen dari total kebutuhan nasional dan khusus untuk wilayah Aceh Besar sudah terealisasi sebanyak 9.361 ton pupuk atau 42 persen dari kebutuhan tahun 2026. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

Kejati Aceh Pantau SPPG Bermasalah di Aceh

Kepala Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis ( Foto | HO-Kasipenkum Kejati Aceh ).

Banda Aceh (The Indonesian News) – Kejaksaan Agung menginstruksikan seluruh jajaran kejaksaan agar mengusut indikasi korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah. Kejagung menegaskan kasus korupsi MBG harus menyentuh dari hulu ke hilir.

“Kejaksaan Agung akan memerintahkan kepada (kejaksaan ) di daerah untuk mengekspose SPPG yang diduga ada indikasi korupsi. Kasus ini harus diusut menyeluruh,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna kepada wartawan di Kantor Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung, Jakarta, Pada Senin (15/6).

Menanggapi hal tersebut, Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati Aceh) melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Ali Rasab Lubis mengatakan, Pihaknya akan memantau jika ada permasalahan SPPG di aceh.

“Kejati aceh siap dan akan memantau jika ada permasalahan SPPG di aceh,” Kata Ali Rasab Lubis di Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya, Menurut Kapuspenkum Kejagung, SPPG di daerah juga memungkinkan diusut karena adanya indikasi penyimpangan. Modus korupsi SPPG disebut memiliki kesamaan modus dengan kasus yang menjerat petinggi BGN saat ini.

“Ya termasuk itu ada jual beli titik. Kemudian yayasan juga banyak yang bermasalah,” paparnya.

Anang menjelaskan, penyidik masih mendalami keterkaitan sejumlah pihak dalam perkara tersebut, termasuk aliran dana dan peran masing-masing tersangka.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts