Beranda blog Halaman 80

Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah beserta pimpinan DPR RI dan sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI di kediaman pribadinya, Hambalang, Rabu (17/6/2026). (Foto : BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah beserta pimpinan DPR RI dan sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI di kediaman pribadinya, di Hambalang pada Rabu, 17 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sekaligus langkah-langkah peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun 2026 yang dinilai berjalan baik meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan. Irfan menuturkan bahwa sinergi antara pemerintah dan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji berjalan sangat konstruktif. Irfan menyebut kolaborasi yang terbangun memungkinkan berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat sehingga pelayanan kepada jemaah tetap terjaga.

“Alhamdulillah hari ini saya terutama dengan DPR, dan saya sangat senang tadi Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggaraan haji pada tahun ini,” ujar Irfan dalam keterangannya.

Menurut Irfan, meski baru mulai bekerja pada September 2025, sementara tahapan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi telah dimulai sejak Juni 2025, Kementerian Haji dan Umrah berhasil mengejar berbagai persiapan yang sempat tertinggal. Irfan menjelaskan sejumlah kemajuan yang berhasil dicapai pada penyelenggaraan haji tahun 2026 berkat kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

“Pertama tentu percepatan penerbitan visa. Visa terbit sekitar akhir pertengahan Ramadan, ini hal yang sangat-sangat luar biasa. Nusuk sudah mulai dibagikan di tanah air sehingga tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya, jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jamaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi. Kemudian yang berikutnya lagi adalah kita walaupun tahun ini masih paket D tapi sebenarnya itu lebih dari D, itu lebih dari menuju paket C itu sebetulnya,” ungkap Irfan.

Pemerintah juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan para penyedia layanan. Irfan menyebut langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra penyedia layanan untuk berinvestasi dalam peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia.

Presiden Prabowo, lanjut Irfan, turut memberikan sejumlah arahan strategis guna meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan haji tahun 2027. Arahan tersebut mencakup peningkatan kualitas konsumsi jemaah, persiapan layanan yang dilakukan lebih dini, hingga peningkatan kualitas akomodasi dan hotel yang digunakan oleh jemaah Indonesia.

“Bapak presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti termasuk bagaimana makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih bagus lagi kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih dilatih lebih baik lagi,” imbuh Irfan.

Selain itu, Irfan menyebut Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pengembangan konsep Kampung Haji sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.

“Beliau ingin kampung haji sebagai bagian upaya untuk peningkatan pelayanan bagi jemaah haji sekaligus untuk menekan biaya haji. Nanti akan dibahas, kita akan bahas dengan DPR walaupun kita tahu tantangan tahun ini luar biasa, terutama nilai tukar, kemudian kenaikan avtur, kemudian situasi global yang masih belum jelas, kemudian pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya. Itu juga nantikan kita bicarakan dengan teman-teman DPR,” ungkap Irfan.

Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya mempercepat masa tunggu keberangkatan haji. Irfan menjelaskan bahwa sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang telah menunjukkan perbaikan. Namun demikian, Kepala Negara meminta agar pemerintah terus mencari terobosan untuk memperpendek masa tunggu jemaah secara lebih signifikan.

“Tahun ini kita sudah bisa memastikan bahwa maksimal 26 tahun, walaupun yang asalnya 35 dan 40, di Konawe Selatan hampir 50 tahun tapi itu juga bagi Presiden juga masih belum memuaskan, beliau berpikir coba carikan cara bagaimana bisa lebih cepat lagi, dan kita, dan teman-teman DPR masih harus berpikir keras untuk bisa mewujudkan itu,” Pungkas Irfan.

Arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan pelayanan haji yang semakin berkualitas, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh jemaah Indonesia, sejalan dengan upaya menjadikan penyelenggaraan ibadah haji sebagai layanan publik yang semakin profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Pemerintah targetkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun

Foto : Dok.Kementan

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah menuju swasembada bawang putih nasional melalui pembangunan ekosistem terintegrasi dari perbenihan hingga pemasaran untuk konsumsi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan menjamin harga, menyediakan benih, sarana produksi, alat mesin pertanian (alsintan), serta memperkuat peran BUMN pangan agar petani memiliki kepastian usaha dan mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

Mentan Amran dalam pertemuan bersama petani penangkar, PTPN, ID Food, Bulog dan pemangku kepentingan lainnya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6/2026), mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bawang putih secara mandiri.

“Bapak Presiden ingin swasembada bawang putih. Karena itu ekosistemnya kita bangun dari benih sampai konsumsi. Dulu pendekatannya parsial sehingga tidak jalan, Namun, sekarang kita kawal bersama, tiga tahun insyaallah bisa swasembada bawang putih,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, fokus utama saat ini adalah menyiapkan benih untuk mendukung produksi. Pemerintah hadir sebagai penggerak utama dengan memberikan bantuan benih, alsintan, serta menjamin penyerapan hasil produksi. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bawang putih basah juga disiapkan agar petani memperoleh keuntungan yang layak dan memiliki kepastian usaha.

“Kita support petani. HPP bawang putih basah disiapkan supaya petani tidak rugi. Pemerintah hadir sebagai trigger untuk menggerakkan produksi bawang putih nasional. Swasta, kami kawal. Dan impor kita tekan kerannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bantuan benih akan difokuskan untuk memperkuat produksi benih nasional. Benih yang dihasilkan petani, swasta, dan PTPTN III, nantinya akan diserap oleh ID Food dan Bulog yang akan didistribusikan kembali untuk memperluas areal tanam sehingga tercipta siklus produksi yang berkesinambungan.

Selain benih, Kementan juga akan membantu alat mesin pertanian seperti kultivator dalam bentuk pinjaman yang dapat dikelola secara bergilir antarkelompok tani. Dengan sistem tersebut, bantuan pemerintah diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas dan berkelanjutan.

Ia optimistis sinergi antara petani, pemerintah dan konsumen akan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian bawang putih nasional. Menurutnya, dengan dukungan yang konsisten, Indonesia dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri dari produksi petani sendiri.

“Kami punya cita-cita agar petani bawang putih Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri. Memang membutuhkan proses, tetapi dengan momentum ini kami optimistis suatu saat kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri,” demikian kata Mentan Amran.

KKP : Produk Perikanan Budi Daya Indonesia Kembali Masuk Pasar UE

Foto : Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil kembali memasukkan Indonesia ke dalam regulasi Uni Eropa (UE) yang berisi daftar negara (country based) diperbolehkan mengekspor produk perikanan budi daya ke negara anggota UE pada Senin (15/6).

“Kabar ini tentu melegakan karena sebelumnya pelaku usaha sempat khawatir karena Indonesia belum tercantum dalam daftar negara yang dapat mengekspor produk perikanan budi daya ke pasar Uni Eropa di dalam Commission Implementing Regulation (EU) 2024/2598,” terang Ishartini Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu di Jakarta, Dikutip Rabu, 17 Juni 2026.

Dia lalu menjelaskan masuknya Indonesia dalam daftar tersebut melalui Peraturan Uni Eropa Commission Implementing Regulation Nomor 2026/1189 yang ditetapkan 4 Juni 2026 bukan terjadi begitu saja. KKP sebagai otoritas kompeten terus melakukan komunikasi dan negosiasi dengan Uni Eropa, termasuk melalui pertemuan langsung dengan DG SANTE (otoritas mutu dan keamanan pangan UE-red) di Brussels, Belgia beberapa waktu lalu.

Keberhasilan tersebut, sambung Ishartini, juga didukung oleh berbagai pihak, mulai dari Delegasi Uni Eropa di Jakarta, KBRI Brussel, Kementerian Luar Negeri, hingga Kementerian Perdagangan.

“Sepanjang proses negosiasi, KKP bergerak proaktif dan intensif untuk memastikan kepentingan pelaku usaha budi daya terjaga. Dengan tercantumnya Indonesia dalam daftar tersebut, akses produk perikanan budi daya ke pasar UE tetap terbuka dan berkelanjutan” jelasnya.

Ishartini turut menekankan bahwa UE merupakan organisasi antar pemerintahan dan supranasional yang beranggotakan 27 negara di Benua Eropa. Berdasarkan data, UE salah satu konsumen terbesar produk perikanan dunia dengan angka konsumsi per kapita penduduknya pada kisaran 24-25 kg per tahun. Dengan pendapatan penduduk rata – rata 37.900 Euro atau sekitar Rp 630 juta, pasar perikanan UE menggiurkan.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya diversifikasi negara tujuan ekspor. UE saat ini menempati urutan kelima tujuan ekspor produk perikanan Indonesia dengan komoditas perikanan budi daya diantaranya udang, bandeng dan golongan catfish. Dia juga menyinggung tentang tilapia atau dikenal sebagai “aquatic chicken” yang menjadi andalan baru ekspor ke UE.

Menkeu Purbaya Perkuat Strategi Pembiayaan di Tiongkok

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Pertama Kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Lan Fo’an di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Beijing, Rabu (17/6/2026). (Foto : Kemenkeu).

Beijing (The Indonesian News) – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional melalui strategi pembiayaan yang terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang di tengah dinamika serta volatilitas ekonomi global yang masih berlangsung. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok, salah satunya melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Beijing, pada Rabu (17/06).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara-negara mitra strategis.

“Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” ujar Menkeu Purbaya dalam siaran Persnya, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke Beijing merupakan bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang telah direncanakan secara matang oleh pemerintah, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas sumber pembiayaan yang kompetitif dan memperkuat kepercayaan investor internasional.

“Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu kembali menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Kondisi tersebut tercermin dari rasio utang pemerintah yang terkendali, defisit anggaran yang berada dalam batas aman, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.

“Kami datang ke Beijing karena Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Ketika fondasi ekonomi kokoh, kita memiliki ruang untuk bertindak lebih strategis dan lebih percaya diri,” tegasnya.

Menkeu juga menyampaikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari tingginya minat investor terhadap instrumen keuangan pemerintah serta stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terpelihara di tengah ketidakpastian global.

“Kepercayaan pasar tidak dibangun dalam semalam. Itu merupakan hasil dari disiplin fiskal, reformasi yang konsisten, dan kredibilitas kebijakan yang terus dijaga pemerintah. Karena itu, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan,” ungkap Menkeu.

Dalam pertemuan dimaksud, Menkeu menegaskan pentingnya hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini telah berkembang erat. Ia berharap kedua negara dapat terus memperkuat kerja sama dalam berbagai forum internasional, termasuk G20 Finance Track, APEC Finance Ministers’ Process, dan ASEAN+3.

Sebagai informasi, salah satu agenda utama kunjungan kerja Menkeu ke Beijing adalah mempersiapkan penerbitan sovereign Panda Bond. Pemerintah memandang instrumen tersebut sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan memperluas basis investor, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok. Penerbitan sovereign Panda Bond juga diharapkan dapat mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral (Local Currency Transaction/LCT) serta mendorong pendalaman kerja sama keuangan kedua negara.

Selanjutnya, kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan sekaligus memperluas jaringan kemitraan strategis dengan investor global. Pemerintah optimistis langkah proaktif tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional dan memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Di saat sebagian pihak memilih menunggu kepastian, Indonesia memilih menyiapkan masa depan. Itulah alasan kami terus bergerak, membangun kepercayaan, dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” tutup Menkeu.

Selain melakukan pertemuan dengan Menkeu Tiongkok, Menkeu juga dijadwalkan bertemu dengan para pelaku usaha dan investor. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menkeu juga akan mengadakan pertemuan dengan People’s Bank of China (PBOC), Shanghai Cooperation Organization (SCO) Development Bank, serta Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Mentan Amran Peringatkan Produsen dan Penyedia Benih Perkebunan

Mentan Andi Amran Sulaiman. (Foto : Dok.Kementan).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kepada seluruh produsen dan penyedia benih perkebunan agar tidak bermain-main dalam pelaksanaan program pemerintah, terutama terkait kualitas, jumlah, dan ketepatan distribusi benih kepada petani. Ia memastikan pemerintah akan menindak tegas setiap pelanggaran, mulai dari pencoretan sebagai mitra hingga proses hukum.

“Saya minta semua bekerja dengan baik. Jangan coba-coba bermain dengan kualitas benih, jumlah benih, ataupun proses pengadaannya. Kalau ada yang melanggar, kami tidak akan kompromi. Kami minta Satgas, aparat penegak hukum, KPK, TNI, dan Polri ikut mengawal,” tegas Mentan Amran.

Penegasan tersebut disampaikan Mentan Amran saat membuka Rapat Koordinasi Kegiatan Produksi Benih Perkebunan Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium F Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 198 produsen benih perkebunan dari berbagai daerah yang terlibat dalam program penyediaan benih nasional.

Mentan Amran menegaskan, pengawasan ketat dilakukan karena pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk program penyediaan dan pengembangan bibit komoditas perkebunan strategis yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian. Anggaran tersebut merupakan investasi besar negara untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

“Ini program strategis dengan anggaran hampir Rp10 triliun. Tidak boleh ada yang bermain-main. Uang negara harus benar-benar sampai kepada petani dalam bentuk benih yang berkualitas dan sesuai spesifikasi,” tegas Mentan Amran.

Menurutnya, seluruh penyedia benih harus bertanggung jawab penuh terhadap kontrak yang telah disepakati dan memastikan benih yang disalurkan sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa Kementan telah menyiapkan sistem pengawasan hingga tingkat desa untuk memastikan setiap bantuan benih dapat dipantau secara real time.

“Kami akan cek langsung sampai ke lapangan. Kalau jumlahnya kurang atau kualitasnya tidak sesuai, wajib diganti dan bisa diproses secara hukum. Jangan pernah berpikir bisa lolos dari pengawasan,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran juga mengingatkan bahwa tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi pihak tertentu dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh perusahaan diperlakukan sama tanpa memandang kedekatan dengan pejabat atau pihak manapun.

“Kalau ada yang mengaku keluarga saya, orang dekat saya, atau merasa dibacking oleh siapa pun, langsung saya batalkan. Tidak ada perlakuan khusus. Presiden juga sudah menegaskan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengatakan pemerintah akan menerapkan sistem evaluasi ketat terhadap seluruh penyedia benih. Perusahaan yang menunjukkan kinerja baik akan diprioritaskan dalam program berikutnya, sedangkan perusahaan yang tidak memenuhi standar akan dicoret dari daftar mitra pemerintah.

“Tahun depan ditentukan oleh kinerja tahun ini. Yang bekerja baik akan kami beri kesempatan lebih besar. Yang tidak baik, kami blacklist. Kami ingin program ini benar-benar menghasilkan benih berkualitas untuk meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan nasional,” katanya.

Mentan Amran menegaskan bahwa produsen benih merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Indonesia. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga integritas dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Anda adalah mitra strategis pemerintah. Kalau bekerja benar, Anda membantu petani dan membantu negara. Tetapi kalau bermain-main, kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan Penandatanganan Pakta Integritas antara Direktorat Perbenihan Perkebunan dengan penyedia produksi benih komoditas kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, lada, dan jambu mete sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga integritas, transparansi, dan kualitas benih yang disalurkan kepada petani.

Asia dorong produksi akuatik ke rekor tertinggi, didukung oleh ekpansi akuakultur

Scoure : FAO

Bangkok (The Indonesian News) – Produksi global hewan perairan dan alga mencapai rekor tertinggi baru sebesar 235 juta ton pada tahun 2024, yang sebagian besar didorong oleh ekspansi pesat akuakultur, menurut laporan baru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang diluncurkan pada hari Selasa (16/6) dalam Konferensi Our Ocean di Mombasa, Kenya.

Edisi 2026 dari laporan The State of World Fisheries and Aquaculture menunjukkan bahwa Asia memimpin pertumbuhan ini dengan menyumbang 76 persen dari produksi global hewan perairan dan alga. Pada tahun 2024, kawasan ini menghasilkan 179 juta ton hewan perairan dan alga, dengan hampir tiga perempatnya atau 130 juta ton berasal dari akuakultur.

Akuakultur terus menjadi mesin utama di balik ekspansi global. Antara tahun 2000 dan 2024, produksi hewan perairan budidaya meningkat sebesar 70 juta ton, dengan Asia menyumbang 90 persen dari pertumbuhan ini dan mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 5 persen.

Menurut laporan tersebut, kawasan Asia juga memimpin dalam produksi alga, menyumbang 97 persen dari hampir 40 juta ton yang diproduksi di dunia pada tahun 2024.

“Kepemimpinan Asia dalam produksi pangan perairan mencerminkan investasi selama beberapa dekade dalam akuakultur, inovasi, dan rantai nilai,” kata Alue Dohong, Asisten Direktur Jenderal dan Perwakilan Regional FAO di Asia dan Pasifik dalam siaran persnya, Rabu, 17 Juni 2026.

“Seiring dengan terus meningkatnya permintaan global akan pangan perairan, kawasan ini akan memainkan peran kunci dalam memastikan pasokan yang stabil dan mendukung mata pencaharian jutaan orang.”

Akuakultur: mesin pertumbuhan

Selama dua dekade terakhir, produksi hewan perairan budidaya di Asia telah meningkat lebih dari dua kali lipat, mencapai 91,5 juta ton pada tahun 2024.

Pertumbuhan terkonsentrasi di sejumlah negara dan dipimpin oleh Tiongkok, yang menyumbang sebagian besar produksi regional dan global, yaitu 57,6 juta ton budidaya hewan perairan. Produsen utama lainnya termasuk India, Indonesia, Vietnam, dan Bangladesh.

Memimpin dunia dalam perikanan tangkap

Asia juga merupakan pemimpin dunia dalam produksi perikanan tangkap perairan darat dan laut untuk hewan perairan, dengan masing-masing menyumbang 51 persen dan 63 persen dari produksi global.

Dalam sektor perikanan tangkap laut, lima produsen Asia teratas Tiongkok, Indonesia, India, Vietnam dan Jepang menyumbang 37 persen dari produksi global.

Dalam perikanan perairan darat, Asia menghasilkan 7,8 juta ton hewan perairan pada tahun 2024. Lima produsen teratas India, Bangladesh, Tiongkok, Myanmar, dan Indonesia menyumbang 50 persen dari produksi perikanan perairan darat global untuk hewan perairan, menunjukkan peran penting kawasan ini dalam menopang gizi dan mata pencaharian.

Mendukung pasokan pangan perairan global

Pangan yang berasal dari hewan perairan memainkan peran penting dalam pola pangan dan nutrisi di seluruh dunia, dengan ketersediaan rata-rata global diperkirakan sebesar 21,1 kg per orang per tahun pada tahun 2023.

Asia mencatat ketersediaan regional tertinggi sebesar 26,3 kg per kapita, jauh di atas rata-rata global, serta menyumbang hampir tiga perempat dari ketersediaan makanan hewan perairan global untuk konsumsi manusia.

Di tingkat negara, menurut laporan tersebut, Maladewa memimpin konsumsi per kapita dengan 87 kg pangan berasal dari hewan perairan per tahun, diikuti oleh Wilayah Administratif Khusus Hong Kong di Tiongkok, Malaysia, Wilayah Administratif Khusus Makau di Tiongkok, dan Republik Korea.

Lapangan kerja, perdagangan, dan armada perikanan

Asia juga memimpin dalam hal lapangan kerja, perdagangan, dan kapasitas armada perikanan.

Perikanan dan akuakultur mendukung sekitar 600 juta mata pencaharian di seluruh rantai nilai di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 65,3 juta orang dipekerjakan langsung di sektor primer pada tahun 2024, dan 85 persen di antaranya berbasis di Asia.

Jumlah terbesar berada di India, dengan 17 juta nelayan dan pembudidaya ikan. Tiongkok berada di urutan kedua di dunia dengan 11 juta pekerjaan langsung, diikuti oleh Bangladesh (8,1 juta), Indonesia (5,2 juta), dan Vietnam (2,8 juta).

Selain itu, Asia berperan besar dalam perdagangan internasional produk hewan perairan, dengan menyumbang 34 persen dari nilai ekspor global, memasok pasar di seluruh dunia dan berfungsi sebagai asal impor utama bagi banyak wilayah. Tiongkok memimpin dengan ekspor senilai USD 20 miliar pada tahun 2024, diikuti oleh Vietnam, India, Thailand, dan Indonesia.

Pada tahun 2024, kawasan ini menjadi tuan rumah armada perikanan terbesar di dunia dengan 3,4 juta kapal, atau 72 persen dari estimasi jumlah armada dunia sebanyak 4,7 juta kapal.

Prospek masa depan

Asia diproyeksikan akan tetap mengambil peran penting dalam sistem pangan perairan global. Kawasan ini diproyeksikan menghasilkan 72 persen hewan perairan di tingkat global, dengan tingkat pertumbuhan diproyeksikan sebesar 10 persen pada tahun 2034.

“Asia akan terus memainkan peran sentral dalam sistem pangan perairan global,” kata Alue Dohong. “Mempertahankan kepemimpinan ini akan membutuhkan investasi berkelanjutan dalam akuakultur berkelanjutan, perikanan yang bertanggung jawab, dan rantai nilai yang tangguh untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.”

Tentang laporan The State of World Fisheries and Aquaculture

The State of World Fisheries and Aquaculture adalah laporan unggulan FAO yang menganalisis status dan kondisi stok perikanan global serta tren perikanan dan akuakultur di tingkat global dan regional, termasuk data tentang produksi, perdagangan, lapangan kerja, dan ketersediaan produk perikanan dan akuakultur.

Warna-Warni Asia Hidupkan Sofia Lewat Asian Festival

Foto : Dok. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia

Bulgaria (The Indonesian News) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia bertindak sebagai koordinator utama dalam penyelenggaraan Asian Festival 2026 yang berlangsung di Sofia, Bulgaria, pada 13–14 Juni 2026. Kepemimpinan Indonesia dalam festival tahunan keenam ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 70 tahun hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Republik Bulgaria.

Untuk pertama kalinya sejak diinisiasi pada tahun 2017, festival kebudayaan terbesar Asia di Bulgaria ini diperluas pelaksanaannya menjadi dua hari penuh guna mengakomodasi peningkatan antusiasme publik serta perluasan partisipasi negara peserta. Di bawah koordinasi Indonesia, festival tahun ini diikuti oleh 10 negara Asia lainnya, yaitu Kamboja, Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, India, Pakistan, Mongolia, serta kehadiran khusus Australia yang diwakili oleh Konsul Kehormatannya di Sofia.

Asian Festival 2026 juga mencatat capaian penting dengan ditetapkannya Wakil Presiden Republik Bulgaria, Iliana Iotova, secara resmi sebagai Patron (Pelindung) festival. Dukungan ini menegaskan pentingnya upaya memperdalam pemahaman mengenai kawasan Asia bagi Pemerintah dan masyarakat Bulgaria.

Pembukaan festival ditandai secara simbolis dengan pelepasan merpati putih oleh Wakil Menteri Luar Negeri Bulgaria, Hristo Polendakov; Wali Kota Sofia, Vasil Terziev; serta para Duta Besar negara-negara Asia yang dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta. Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh ribuan pengunjung serta korps diplomatik dari berbagai negara sahabat.

Sebagai koordinator utama, Indonesia menampilkan paviliun kebudayaan interaktif dan pertunjukan seni guna mempromosikan potensi industri kreatif nasional. Di panggung utama, Indonesia menampilkan kelompok tari Minangkabau Rumah Gadang Limpapeh yang didatangkan langsung dari tanah air, berkolaborasi dengan kelompok tari Bidadari (KBRI Beograd) dan Pesona Mawar Nusantara (KBRI Sofia). Seni bela diri tradisional juga diperkenalkan melalui penampilan kelompok Pencak Silat Buka Lingkaran yang beranggotakan warga negara Bulgaria.

Selain seni pertunjukan, paviliun Indonesia memfasilitasi diplomasi publik melalui kegiatan edukasi interaktif, seperti lokakarya membatik, pengenalan topeng Cirebon, dan praktik memainkan alat musik angklung bagi para pengunjung lokal. Indonesia juga melakukan diplomasi kopi melalui partisipasi Noozkav yang memperkenalkan komoditas biji kopi unggulan Nusantara kepada para tamu kehormatan, termasuk Wakil Menlu Hristo Polendakov dan Wali Kota Vasil Terziev yang berkesempatan meninjau langsung stan Indonesia. Pada penghujung festival, seluruh pengisi acara Indonesia menggelar aksi kolaboratif flash mob tari daerah yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat Bulgaria.

Asian Festival pertama kali digagas pada Juli 2017 oleh Duta Besar RI untuk Bulgaria periode 2016–2020, almarhumah Sri Astari Rasjid. Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, festival ini berhasil dihidupkan kembali sejak tahun 2025 dan kini telah bertransformasi menjadi salah satu instrumen diplomasi kebudayaan tahunan yang efektif dalam menjembatani hubungan bilateral antara negara-negara Asia dengan masyarakat Bulgaria.

Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia

Disruption at UGM Discussion, Qodari: Democracy Requires Dialogue; Without It, It’s Just ‘My Way or the Highway’

Source: Bakom RI

Jakarta (The Indonesian News) – Head of the Government Communications Agency (Bakom) Muhammad Qodari has emphasized that dialogue must be prioritized in the practice of democratic governance. The government is committed to continuing dialogue with the public in carrying out and continuously improving the quality of national priority programs.

“Democracy can only exist if there is dialogue. If there is no dialogue, only demands, then that is not democracy. That is just ‘my way or the highway’  where one party wants everything their way,” Qodari said, as quoted on Wednesday (June 17).

Qodari’s statement responded to the anger of some Gadjah Mada University (UGM) students over the arrival of three state officials at a discussion event held at the UGM Innovation and Creativity Hall (GIK) in Yogyakarta on Monday evening (June 15).

The discussion, which featured Head of the Poverty Alleviation Acceleration Agency Budiman Sudjatmiko; Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of BPN Nusron Wahid; and Deputy Minister of Agriculture Sudaryono, had initially been proceeding smoothly. In the middle of the discussion, a number of students forced their way onto the stage and unfurled banners of protest. The discussion then disbanded.

Responding to the dialogue event, Qodari observed that some students approved, and it was even known by campus authorities. In fact, the discussion had been running smoothly with orderly students.

“So actually, there was an anomaly there there was an interruption,” Qodari said.

Regarding the notion that the students who disrupted the discussion were tired of talk and wanted to make demands on the government, Qodari saw it as mere anger.

“I think that dialogue should be answered with more dialogue it’s not difficult. I think that is the most proportional response. When we are talking about democracy and talking about dialogue,” Qodari said.

Regarding the students’ demand for the government to stop the Free Nutritious Meal (MBG) program, Qodari said the program is a priority program of President Prabowo Subianto a program born from Prabowo’s concern to quickly resolve the stunting problem in Indonesia.

This priority program was also born from the public mandate given to Prabowo, who won the general election. The public chose Prabowo to carry out his vision and mission as campaigned.

“At that point, I also want to provide context: the MBG program cannot simply be demanded to stop. Prabowo was elected based on the work program he would implement; it cannot be stopped,” Qodari asserted.

Therefore, he continued, student disagreement must be categorized into two types. First, disagreement that is political in nature, and second, disagreement that is technocratic. For the political type, he said, there is no room for negotiation.

“It would be a grave mistake to demand that Mr. Prabowo stop the program. That is precisely his campaign promise. You would essentially be saying that Mr. Prabowo should not fulfill his campaign promises,” Qodari said.

According to him, students must look at the bigger picture. A total of 96 million Indonesians the majority voted for Prabowo. That means they voted for a package that includes his work program and vision-mission.

“Now, if your disagreement is categorical, technocratic in nature, then we will fix whatever is lacking,” Qodari explained.

Source: Press Release from the Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

BNPB : 5.784 jiwa terdampak gempa di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah

Upaya penanganan darurat korban luka pascagempabumi M 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Foto : BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Sigi menjadi wilayah terdampak paling signifikan akibat gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng). Pemerintah bersama tim gabungan terus mempercepat langkah penanganan darurat di lapangan.

“Upaya penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) masih dilakukan oleh tim gabungan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran Persnya, Rabu, 17 Juni 2026.

Dampak kerusakan rumah dan infrastruktur pascagempabumi M 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Foto : BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

Abdul Muhari melaporkan, Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (17/6) pukul 06.00 WIB, gempa telah berdampak pada 1.834 kepala keluarga (KK) atau 5.784 jiwa. Sebanyak 73 warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat. Adapun jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang, tanpa adanya penambahan dari laporan sebelumnya.

“Kabupaten Sigi masih menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa. Berdasarkan data terkini, jumlah warga terdampak di wilayah tersebut mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa. Selain itu, tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia,” Terangnya.

Upaya penanganan darurat korban luka pascagempabumi M 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Foto : BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak ringan, dan 30 unit rusak berat.

Hingga kini, pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan. Menyusul hal tersebut, pemerintah daerah setempat juga akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Dampak kerusakan rumah dan infrastruktur pascagempabumi M 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Foto : BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

Sementara itu, kondisi di daerah lain relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan laporan sebelumnya. Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak.

Menyikapi sejumlah peristiwa bencana yang terjadi BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat khususnya yang berada dekat dengan daerah aliran sungai diimbau untuk segera memantau ketinggian muka air, apabila sudah melebihi batas aman, akukan evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga, dan dokumen penting lainnya.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait penanganan gempa di wilayah Sulawesi Tengah, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Bill Cost Estimation Jadi Konsep Baru dalam Peningkatan Efisiensi dan Kualitas Pembentukan UU

Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, dalam agenda seminar bertajuk “Bill Cost Estimation dalam Pembentukan Undang-Undang” di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Sari/Karisma

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terus mendorong penguatan tata kelola pembentukan peraturan perundang-undangan melalui penerapan konsep bill cost estimation atau estimasi biaya pembentukan undang-undang. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap proses legislasi berjalan secara terencana, efisien, dan menghasilkan regulasi yang berkualitas.

Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, menjelaskan bahwa setiap pembentukan undang-undang memiliki konsekuensi biaya yang perlu diperhitungkan sejak awal. Menurutnya, biaya tersebut tidak hanya mencakup penyusunan naskah regulasi, tetapi juga berbagai tahapan pendukung seperti penelitian, perumusan substansi, hingga pelaksanaan partisipasi publik yang bermakna (meaningful public participation).

“Setiap pembentukan perundang-undangan tentu memiliki biaya. Mulai dari penelitian, perumusan, sampai proses meaningful public participation. Semua itu menimbulkan anggaran yang tidak bisa dikesampingkan karena sangat menentukan kualitas proses pembentukan undang-undang,” ujar Bob Hasan usai membuka seminar bertajuk “Bill Cost Estimation dalam Pembentukan Undang-Undang” di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Pada Senin (15/6/2026).

Ia menegaskan bahwa konsep bill cost estimation bukan dimaksudkan untuk menetapkan nilai pasti biaya sebuah undang-undang. Namun, pendekatan tersebut bertujuan memberikan ukuran dan perhitungan yang lebih jelas terhadap seluruh tahapan metodologi pembentukan undang-undang hingga regulasi tersebut dapat diselesaikan.

Menurut Bob, perhitungan biaya legislasi akan berbeda-beda tergantung karakteristik rancangan undang-undang (RUU) yang dibahas. RUU yang hanya merevisi beberapa pasal, tegasnya, tentu membutuhkan sumber daya yang berbeda dibandingkan RUU yang mengubah sebagian besar materi muatan atau bahkan membentuk undang-undang baru yang sebelumnya belum ada.

“Ketika proses ini disusun secara terencana, tingkat efisiensi biaya akan menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan pembentukan undang-undang. Pada akhirnya, kualitas undang-undang yang dihasilkan dapat memenuhi harapan masyarakat dan kebutuhan bangsa,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Lebih lanjut, Bob menyebut penerapan bill cost estimation juga membuka peluang adanya klasterisasi atau pengelompokan RUU berdasarkan tingkat kompleksitas pembahasannya. Klasterisasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun kebutuhan sumber daya dan anggaran secara lebih akurat.

“Ada RUU yang hanya merevisi beberapa pasal, ada yang mengubah sebagian besar bab, dan ada pula RUU yang benar-benar baru karena sebelumnya belum memiliki undang-undang. Semua itu tentu memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga perlu dilakukan pengelompokan atau clustering,” katanya.

Sebagai contoh, Baleg saat ini tengah menyusun sejumlah RUU baru, termasuk RUU tentang Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi serta RUU terkait Pelelangan yang sebelumnya belum memiliki landasan undang-undang tersendiri. Kondisi tersebut membuat proses penyusunan dimulai dari tahap paling awal sehingga membutuhkan perencanaan yang lebih komprehensif.

Bob berharap kegiatan kajian dan penyusunan estimasi biaya legislasi yang sedang dilakukan dapat menghasilkan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih terukur dalam proses pembentukan undang-undang. Hasilnya diharapkan menjadi acuan penting dalam penyusunan program legislasi dan perencanaan kerja legislasi pada tahun 2027.

“Kegiatan ini pada dasarnya untuk membangun estimasi yang terukur dengan prosedur dan SOP yang jelas. Yang paling penting adalah seluruh proses pembentukan undang-undang menjadi lebih terencana, sehingga persiapan untuk agenda legislasi tahun 2027 dapat dimatangkan dengan baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu hadir Plt. Sekjen DPR RI, Suprihartini; Kepala Badan Keahlian, Bayu Dwi Anggono; Inspektur Utama, Rusdi Hartono; Westminster Foundation for Democracy (WFD) Country Director in Indonesia, Ravio Patra; Ketua Tim Konsultan dari Advislab, Talitha Chairunissa, dan beberapa narasumber lainnya. Serta hadir pula para pakar sekaligus akademisi yang ikut menyumbangkan gagasan dan pemikirannya pada seminar tersebut, Titik Anas, Vid Adrison, dan Rimawan Pradiptyo, juga para pejabat eselon II, III dan IV di Setjen DPR, dan Para Pejabat Fungsional, pejabat administrator, dan staf di Badan Keahlian DPR.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts