Beranda blog Halaman 101

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Foto : BPMI Setpres).

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar diturunkan hingga di bawah 9 persen. Keputusan tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo menyoroti ketimpangan akses pembiayaan yang selama ini justru membebani pelaku usaha mikro dengan bunga lebih tinggi dibanding pengusaha besar. “Padahal pengusaha-pengusaha besar kalau ke bank mungkin dapat 10 persen, 9 persen. Iya Pak Rosan, berapa? 9 persen? Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” katanya.

Presiden bahkan meminta agar skema bunga baru dapat ditekan hingga di bawah angka 9 persen. Menurut Kepala Negara, negara tidak boleh membiarkan masyarakat kecil menanggung beban pembiayaan lebih berat dibanding kelompok ekonomi atas.

“Terus menerus, kita akan pelajari di mana sistem kita lemah, di mana kekurangan kita perbaiki. Patokan kita adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 dan tidak hanya slogan. Kita mau wujudkan situasi yang sebenarnya,” ujar Presiden.

Selain kebijakan penurunan bunga kredit, Presiden juga menekankan pentingnya reformasi regulasi dan percepatan perizinan usaha. Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk mengurangi hambatan birokrasi yang selama ini dinilai memperlambat investasi dan kegiatan usaha.

“Semua pejabat dari semua K/L cari jalan untuk perbaiki sistem, kurangi ketidakefisiensi, permudah perizinan, jangan persulit. Pengusaha-pengusaha juga mengeluh, mereka mau bekerja dan mereka mau investasi, tapi kadang-kadang nunggu izin itu 1 tahun, 2 tahun,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Presiden turut meminta Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, untuk membentuk satuan tugas khusus deregulasi guna menyederhanakan berbagai aturan yang dinilai tumpang tindih. Presiden menegaskan bahwa pengusaha yang bekerja secara benar harus diberikan dukungan penuh agar mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian nasional.

“Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan, tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja, ya harus dibantu. Banyak investor juga dari luar negeri mengeluh, di Indonesia, sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali,” lanjutnya.

Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah terus membenahi sistem dan meningkatkan efisiensi demi kemakmuran rakyat. “Percaya sebentar lagi, uang kita cukup. Nyatanya hanya dengan alokasi begini-begini kita sudah bisa berbuat banyak dan kita akan berbuat lebih dari ini,” tutupnya.

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air, 13 Mei 2026

Kondisi rumah warga yang rusak akibat tanah longsor di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Foto : BPBD Kabupaten Ciamis

Jakarta– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Laporan kejadian bencana yang dihimpun hingga Rabu (13/5) pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Kejadian pertama dilaporkan berupa banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Senin (11/5). Bencana ini berdampak pada delapan desa, yaitu Desa Sama Subur dan Desa Tondowatu di Kecamatan Motui; Desa Puuwonua, Desa Labungga, dan Desa Laronanga di Kecamatan Andowia; UPT Trans Hilau di Kecamatan Oheo; Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima; serta Desa Tambakua di Kecamatan Landawe.

“Sebanyak 692 warga dilaporkan terdampak akibat kejadian ini. Selain itu, banjir juga berdampak pada 148 unit rumah, 2 fasilitas pendidikan, 2 unit jembatan, dan 4 titik akses jalan. Dari sektor pertanian, tercatat sekitar 19 hektare lahan persawahan warga turut terdampak. BPBD Kabupaten Konawe Utara segera meninjau lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik serta mengaktifkan posko lapangan,” Kata Abdul Muhari, Rabu, 13 Mei 2026.

Kondisi terkini, Selasa (12/5), banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Namun demikian, Desa Tambakua masih sulit diakses. Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama tim gabungan mengoperasikan empat unit rakit penyeberangan guna mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik.

Beralih ke Jawa Tengah, fenomena pergerakan tanah terjadi di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada Senin (11/5). Hujan dengan intensitas tinggi berdurasi lama serta minimnya saluran drainase memicu melemahnya struktur tanah hingga menyebabkan pergerakan tanah.

Dilaporkan terdapat enam unit rumah terdampak, dengan rincian tiga unit rusak ringan, dua unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat. Selain itu, empat titik jalan desa dengan total panjang sekitar 145 meter turut terdampak.

BPBD Kabupaten Cilacap bersama tim gabungan dan masyarakat melaksanakan kerja bakti pengurukan jalan desa yang amblas agar dapat kembali dilalui kendaraan. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan warga memindahkan barang dan perabotan dari rumah yang sudah tidak layak huni.

Selanjutnya, tanah longsor terjadi di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (11/5). Lokasi terdampak meliputi Desa Bunter dan Desa Margaharja di Kecamatan Sukadana; Desa Sukasetia dan Desa Sukamaju di Kecamatan Cihaurbeuti; Desa Kaso di Kecamatan Tambaksari; Desa Sukahurip di Kecamatan Cisaga; serta Desa Budiasih di Kecamatan Sindangkasih.

Akibat kejadian ini, tercatat 10 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 7 unit rusak ringan dan 3 unit rusak berat. Selain itu, kerusakan juga berdampak pada satu unit balai desa, satu unit balai kebun, satu saluran irigasi, dan lima ruas jalan penghubung kecamatan.

BPBD Kabupaten Ciamis bersama perangkat desa dan masyarakat melakukan pembersihan material longsor secara gotong royong di lokasi terdampak.

Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk rutin memantau tinggi muka air serta memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

“Dalam kondisi hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang aman serta memahami jalur evakuasi di wilayah masing-masing,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

kecelakaan kapal di Malaysia, Kemlu : 7 WNI Meninggal dan 7 lainnya proses pencarian

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur terus memantau dan mendampingi penanganan kecelakaan kapal yang mengangkut 37 Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, sebelumnya dari 37 WNI tersebut, 23 orang berhasil diselamatkan. Mereka terdiri dari 16 laki-laki dan perempuan. Sebagian besar tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

“Dari 14 orang WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat. Hingga info ini disampaikan, 7 orang lainnya masih dalam proses pencarian,” Kata Heni dalam keterangan, Rabu, 13 Mei 2026.

Heni menambahkan, Kemlu akan mengirim tim untuk melakukan penelusuran keluarga korban yang diduga berasal dari Wilayah Sumatara Utara. Hal tersebut untuk keperluan identifikasi korban yang selamat dan meninggal serta pembuatan dokumen terkait untuk penanganan selanjutnya.

KBRI Kuala Lumpur berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia untuk penanganan para WNI korban kecelakaan tersebut dan akan memberikan fasilitasi kekonsuleran serta dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan.

“Kemlu menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur non prosedural atau ilegal untuk bekerja ke luar negeri,” Demikian Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah.

Presiden Prabowo Tegaskan Kekayaan Negara Harus Kembali untuk Rakyat

Presiden Prabowo Subianto saat di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan denda administratif sebesar Rp10.270.051.886.464 dan lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan negara melalui penertiban kawasan hutan dan pemberantasan praktik korupsi.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah penyelamatan aset negara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat. Kepala Negara menyebut, masyarakat kini menuntut hasil konkret dari kerja pemerintah.

“Saya kira saudara-saudara, acara-acara seperti ini, jangan kita anggap hanya seremoni atau show, tapi, pandangan saya, keyakinan saya, bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti,” ujar Presiden.

Presiden juga mengungkapkan bahwa penyerahan kali ini merupakan yang keempat dengan total nilai penyelamatan aset mencapai sekitar Rp40 triliun. Menurut Presiden, hasil penyelamatan kekayaan negara tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pelayanan publik, termasuk perbaikan puskesmas dan sekolah di seluruh Indonesia.

Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mempercepat renovasi fasilitas pendidikan nasional. Setelah memperbaiki 17 ribu sekolah pada tahun lalu, pemerintah menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah pada tahun ini dan 100 ribu sekolah pada tahun depan.

“Dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan, nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki, semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang, dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BPKP, dan PPATK atas kerja bersama dalam mengamankan aset negara. Presiden juga menegaskan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Di manapun itu berada, bumi dan air, dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya itu perintah Undang-Undang Dasar 1945 harus dikuasai negara. Ini bukan gagasannya Prabowo Subianto. Ini bukan sesuatu yang kita karang. Ini adalah perintah pendiri-pendiri bangsa Indonesia,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa perjuangan menyelamatkan kekayaan negara akan terus dilakukan demi masa depan Indonesia dan generasi mendatang. “Ini harus berhenti dan kita akan berjuang keras untuk hentikan itu dengan segala risiko,” pungkas Presiden.

Langkah tegas ini menandai arah baru tata kelola sumber daya alam Indonesia yang lebih bersih, lebih adil, dan sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

TNI Tanamkan Wawasan Kebangsaan Melalui Program Papua Pintar

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah. Foto : Dok.Puspen TNI

Jakarta – TNI melalui Program Papua Pintar menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan membangun karakter generasi muda di Papua. Personel Satgas Teritorial, Satgas Swasembada, dan Satgas Habema – KOOPS TNI HABEMA hadir di sekolah-sekolah pedalaman Papua sebagai tenaga pendidik di tengah berbagai keterbatasan guna berbagi ilmu, membangun kedekatan, serta menanamkan semangat kebangsaan kepada anak-anak Papua.

Prajurit TNI tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan wawasan umum, tetapi juga menanamkan nilai persatuan, disiplin, cinta tanah air, serta semangat kebersamaan. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh kehangatan, para prajurit hadir sebagai guru, sahabat belajar, sekaligus motivator bagi anak-anak Papua agar tetap memiliki semangat belajar dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari pembinaan wawasan kebangsaan, para prajurit juga memperkenalkan makna Bendera Merah Putih sebagai simbol perjuangan, persatuan, dan pengorbanan para pahlawan dalam mempersatukan bangsa Indonesia. Anak-anak diajak memahami nilai keberanian, ketulusan, semangat pantang menyerah, serta pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan Program Papua Pintar ini dipimpin oleh Dansatgaster Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P., dan dilaksanakan oleh Satgas Teritorial di Distrik Hitadipa, Satgas Swasembada Yonif 751/VJS di Distrik Sentani, Yonif 753/AVT di Distrik Tomka, Yonif 113/JS di Distrik Pogapa, serta Yonif 121/MK di Distrik Kalimo, di bawah kendali Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Program ini menjadi wujud pengabdian prajurit TNI yang tidak hanya menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif sebagai tenaga pendidik dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme di tanah Papua.

Dalam keterangan nya di Jakarta, Selasa (12/5/2023) Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa kehadiran prajurit TNI sebagai tenaga pendidik di Papua merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membangun sumber daya manusia unggul di wilayah perbatasan dan pedalaman.

“Melalui Program Papua Pintar, TNI ingin memastikan bahwa kehadiran prajurit di Papua tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membawa harapan bagi masa depan generasi muda. Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Kami berharap anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, percaya diri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Papua serta Indonesia,” ujarnya.

TNI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat Papua melalui berbagai program teritorial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat guna mendukung percepatan pembangunan serta menciptakan generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Giant Seawall Tak Hanya Lindungi Pesisir, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ) Didit Herdiawan Ashaf memberikan keterangannya kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, (22/5/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, termasuk di antaranya terkait pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa.

“Kita tahu bahwa kondisinya hari ini menghadapi tantangan, baik dari land subsidence, penurunan permukaan tanah maupun banjir rob akibat naiknya permukaan air laut. Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura sekaligus juga ekonominya, karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam keterangannya usai pertemuan.

Dalam pembangunan giant seawall, pemerintah tidak hanya berfokus pada perlindungan wilayah pesisir, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyempurnakan master plan pembangunan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Jadi tidak hanya dibangun giant seawall-nya aja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Itu kita sedang melihat dan juga memberikan masukan, dan juga melakukan pengkajiannya,” ujar Rosan.

Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa proyek tersebut diharapkan mampu melahirkan kawasan ekonomi baru yang dapat menggerakkan aktivitas investasi dan pembangunan daerah. “Sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru tidak hanya di Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant seawall ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ), Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap 15 segmen kawasan pesisir utara Jawa. Setiap segmen, menurutnya, memiliki karakteristik wilayah dan tantangan sosial ekonomi yang berbeda.

“Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat justru dengan masalah mitigasi dan sosek ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan,” ujar Didit.

Pemerintah pun telah mengidentifikasi sejumlah kawasan prioritas sebagai alternatif awal pelaksanaan pembangunan giant seawall. Meski demikian, Didit mengatakan bahwa pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap setiap titik agar pelaksanaan proyek dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

“Misalkan Teluk Jakarta, di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya. Tapi untuk 15 segmen ada subsegmennya, dan seksi-seksinya di dalamnya ini perlu ada, harus ada kolaborasi. Untuk timelinenya kita sedang atur pelaksanaan kegiatannya ini dihitung backward planning-nya berapa lama karena harus semua komponen dimasukkan,” katanya.

Melalui proyek strategis ini, pemerintah ingin memastikan bahwa perlindungan kawasan pesisir berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi, peningkatan investasi, dan penciptaan pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Pantai Utara Jawa.

Gagalkan Penyelundupan Lebih dari Rp14 Triliun, Menko Polkam Apresiasi TNI AL

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Kedua Kanan) di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (The Indonesian News/HO-Kemenko Polkam).

Jakarta – Menteri Kooordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengaku bangga dan mengapresiasi jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) TNI Angkatan Laut yang dalam 17 bulan terakhir berhasil mengagalkan banyak kasus penyelundupan. Melalui berbagai operasi penegakan hukum dan keamanan laut, selama rentang tahun 2025 nilai kerugian negara yang diselamatkan mencapai Rp14,75 triliun. Sementara di lima bulan pertama 2026, nilai kerugian negara yang diselamatkan sebanyak Rp112,9 miliar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI AL yang sudah berupaya sejauh ini. Saya berharap jangan puas dengan hal yang sudah kita capai, jangan lelah untuk melakukan tugas-tugas seperti ini, dan jangan bosan untuk tetap melakukan ini, karena ini harapan bangsa yang ditetapkan kepada kita,” kata Menko Polkam dalan konferensi pers yang digelar di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Tengah) saat konferensi pers yang digelar di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Kemenko Polkam)

Keberhasilan berbagai operasi ini, ujar Djamari Chaniago, merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk menyelamatkan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini. Menurutnya, dengan sumber daya alam yang sangat kaya, maka ancaman terhadap sumber daya Indonesia pun menjadi tinggi.

“Negara kita ini negara yang sangat kaya, baik sumber daya alam strategis maupun yang biasa. Maka TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari alat negara, hadir dalam upaya untuk mengamankan SDA agar tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, untuk kepentingan kelompok tertentu, bahkan untuk orang lain di luar negeri kita,” ucap Menko Polkam.

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Tengah) saat konferensi pers yang digelar di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Kemenko Polkam)

Selain menyelamatkan SDA Indonesia yang hendak diselundupkan ke luar negeri, beragam operasi yang digelar TNI AL juga berimbas pada penyelamatan sumber daya manusia Indonesia di dalam negeri. Pasalnya, terdapat pula operasi-operasi yang menggagalkan penyelundupan Narkoba ke wilayah Indonesia. Berdasarkan perhitungan, upaya penggagalan penyelundupan Narkoba selama 2025 menyelamatkan 24,5 juta jiwa dari paparan barang haram tersebut. Sementara di lima bulan pertama 2026, jumlah yang diselamatkan di angka 6.715 jiwa.

“Sudah banyak tindakan yang dilakukan. Juga alat negara yang lain misalnya Kepolisian, banyak melakukan pencegahan kejahatan seperti Narkotika yang sangat besar dan sangat menghancurkan anak-anak kita,” kata Menko Polkam.

Berbagai penindakan yang dilakukan aparat-aparat negara, kata Menko Polkam, merupakan pesan dari pemerintah baik untuk dunia maupun untuk masyarakat Indonesia sendiri, bahwa Indonesia siap menjaga sumber daya yang dimiliki.

“Bahwa kekayaan yang kita miliki harus dirasakan oleh masyarakat kita sendiri, segala macam hal yang sangat membahayakan bangsa ini juga harus kita batasi,” ujar Menko Polkam.

Djamari Chaniago juga berpesan pada TNI AL untuk tetap menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain. Pasalnya, perang terhadap penyelundupan sumber daya alam maupun Narkoba, merupakan tugas yang sangat berat. Dengan demikian, butuh sinergi yang baik di antara lembaga-lembaga negara yang berwenang, juga dengan unsur lain yang berkaitan.

“Jangan lupa bekerja sama dengan instansi-instansi lain, karena tidak mungkin upaya semacam ini dilakukan oleh Angkatan Laut saja, oleh satu bagian dari kita saja, termasuk kita bekerja sama dengan media agar bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Menko Djamari.

Berbagai upaya pelindungan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dilakukan negara, kata Djamari, hanya berujung pada satu tujuan dan cita-cita. “Ujung dari apa yang kita lakukan adalah masyarakat kita yang sejahtera,” kata Menko Polkam.

Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan, keberhasilan jajarannya menggelar berbagai operasi penegakan hukum dan keamanan laut, tak lepas dari bantuan berbagai pihak. Dia berharap, sinergi dengan berbagai lembaga negara bisa tetap terjaga untuk menghadapi tugas-tugas operasi selanjutnya.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara TNI AL, Bea Cukai, Polri, Bais TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat. Sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut, kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasi, deteksi dini, pencegahan, dan penindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan maritim,” kata Pangkoarmada RI.

Dari berbagai operasi yang berlangsung di rentang 17 bulan terakhir tersebut, pengungkapan terbaru adalah digagalkannya pengiriman pasir timah ilegal. Dalam penindakan tersebut, dua truk bermuatan 16 ton pasir timah berhasil diamankan.

Dalam konferensi pers, Menko Polkam Djamari Chaniago didampingi sejumlah pejabat internal Kemenko Polkam. Mereka antara lain Deputi III dan IV kemenko Polkam, juga staf khusus Menko Polkam.

Sementara perwakilan lembaga yang turut hadir dalam konferensi pers antara lain Wakil Komandan Kodaeral III, Brigjen TNI (Mar) Dian Suryansyah; akademisi Prof. DR. Achmad Tjahja Nugraha; Direktur Pencegahan, Intelijen, dan Penanganan Pengaduan pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementeriam ESDM, Yuli Sulistiyohadi; perwakilan Bareskrim Polri dan perwakilan Bais TNI.

Presiden Prabowo Perkuat Dukungan bagi UMKM

Presiden Prabowo Subianto (Pertama kanan) saat menerima Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Pertama Kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perluasan perlindungan sosial, dan percepatan pengentasan kemiskinan nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

“Bapak Presiden akan terus memberikan perhatian serius kepada UMKM dan ekonomi kreatif kita. Semua program-program yang sudah dicanangkan dan dijalankan oleh Kemenko beserta kementerian-kementerian itu akan terus dilanjutkan. Terutama untuk UMKM, akan mendorong dan terus meminta, memerintahkan kepada jajaran kementerian dan lembaga agar terus memfasilitasi UMKM kita untuk tumbuh dan mendapatkan fasilitas,” ujar Muhaimin dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah juga akan terus mendorong kementerian, lembaga, dan BUMN untuk memfasilitasi pertumbuhan UMKM, termasuk dengan memanfaatkan aset dan ruang yang belum optimal digunakan sebagai tempat pemasaran, display produk, maupun festival UMKM. Selain itu, pemerintah berencana menambah anggaran khusus untuk mendukung kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif.

“Tahun ini akan ditambahi anggaran khusus untuk seluruh kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya mengajukan tidak kurang dari 1 triliun dan insyaAllah akan terus ditambah untuk kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuh kembangnya UMKM kita. Selain terus menggerakkan kredit yang dipermudah dan terutama kredit usaha kecil dan menengah, Kredit Usaha Rakyat (KUR),” imbuh Muhaimin.

Dalam bidang perlindungan sosial, Muhaimin menyampaikan bahwa alokasi APBN untuk program perlindungan sosial saat ini telah mencapai Rp508,2 triliun.

“Hari ini APBN kita sudah sampai angka 508,2 triliun yang baik itu bersifat bantuan sosial tunai maupun berupa PKH maupun yang bersifat bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional kita. Dalam konteks ini, subsidi energi diarahkan supaya lebih tepat sasaran,” jelas Muhaimin.

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mengintegrasikan data penerima manfaat agar lebih tepat sasaran serta memastikan penyaluran bantuan sosial dilakukan secara akurat melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Sehingga berdasarkan perintah Presiden hari ini, seluruh kementerian dan lembaga supaya konsisten berpijak pada data tunggal sosial ekonomi dalam menyalurkan seluruh program-program pemerintah,” ujar Muhaimin.

Lebih lanjut, Muhaimin menuturkan bahwa pemerintah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai prioritas pengentasan kemiskinan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026, serta menurunkan angka kemiskinan menjadi lima persen pada tahun 2029.

“Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrim 2026 ini 0 persen, kemiskinan 5 persen di 2029,” pungkas Muhaimin.

Mayoritas Infrastruktur Terdampak bencana Hidrometeorologi Sudah Berfungsi

Foto : Dok.Satgas PRR

Jakarta – Perbaikan infrastruktur di tiga daerah terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus menunjukkan progres signifikan dalam mempercepat pemulihan konektivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam Rilis Pers Satgas PRR, Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 11 Mei 2026, sekitar 94 persen dari total 2.421 ruas jalan daerah yang rusak telah beroperasi secara fungsional. Selain itu, sekitar 67 persen dari 1.181 unit jembatan daerah terdampak juga telah kembali difungsikan.

“Sementara itu, jalan dan jembatan nasional yang sempat rusak kini telah 100 persen beroperasi secara fungsional untuk mendukung penyaluran logistik serta kegiatan ekonomi masyarakat,” Tulis Satgas PRR, Selasa, 15 Mei 2026.

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan perbaikan jalan dan jembatan sudah hampir tuntas. Perbaikan ini juga mencakup pembersihan lumpur yang menutup irigasi serta drainase di sekitar infrastruktur tersebut.

“Kondisi di lapangan sudah menunjukkan progres signifikan dan hampir tuntas. Untuk akses jalan nasional bahkan sudah 100 persen terhubung sejak beberapa bulan lalu. Saat ini tinggal pembersihan drainase yang tertutup lumpur,” kata Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Pada Rabu (6/5/2026).

Amran memastikan perbaikan akan dimaksimalkan hingga tuntas secara permanen. Namun, ia menekankan pembangunan permanen membutuhkan waktu lebih lama agar infrastruktur yang dihasilkan lebih kuat menghadapi risiko bencana di masa depan.

“Jembatan yang sudah terbangun saat ini sebagian merupakan jembatan Bailey dan beberapa jembatan sementara. Untuk jembatan permanen masih berproses. Dari sisi fungsional, hampir seluruh akses sudah dapat digunakan kembali. Namun, untuk memulihkan infrastruktur seperti sebelum bencana terjadi tentu membutuhkan waktu,” ujar Amran.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan percepatan pemulihan infrastruktur merupakan komitmen pemerintah agar aktivitas sosial dan ekonomi warga segera pulih.

“Penanganan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas kami agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” kata Menteri PU dalam keterangannya di Jakarta, Pada Minggu (10/5/2026).

Dody menargetkan seluruh infrastruktur di tiga daerah tersebut segera pulih sepenuhnya dan lebih tangguh menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.

Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur Pantau Kondisi WNI Pasca Kecelakaan Kapal di Malaysia

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur terus memantau penanganan kecelakaan kapal yang mengangkut sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada 11 Mei 2026.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, Berdasarkan informasi dari otoritas Malaysia, kapal tradisional tersebut mengalami kecelakaan saat membawa sejumlah warga asing yang diduga akan memasuki wilayah Malaysia untuk tujuan bekerja.

“Otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia telah menyelamatkan 23 WNI yang terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan, berusia antara 21 hingga 48 tahun. Seluruh korban selamat telah dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak untuk penanganan lebih lanjut,” Kata Heni dalam keterangan, Selasa, 12 Mei 2026.

Selanjutnya, Heni menambahkan, Pihak otoritas Malaysia saat ini masih melanjutkan operasi pencarian terhadap penumpang lain yang diduga masih hilang. Berdasarkan informasi sementara, terdapat sekitar 14 orang yang masih dalam pencarian.

“KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia terkait penanganan para WNI korban kecelakaan. KBRI juga akan memberikan fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan,” Demikiam Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts