Beranda blog Halaman 103

Pascabanjir bandang, 155 jiwa terdampak dan 41 rumah rusak di Aceh Tenggara

Warga membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Kutacane, kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Minggu (10/5/2026). Pascabencana banjir bandang di daerah itu, sebanyak 41 rumah rusak berat, rusak ringan dan rusak sedang dan 155 jiwa terdampak , tidak ada korban jiwa dalam bencana. Foto : Dok.BPBD Aceh Tenggara.

Kutacane – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Aceh Tenggara melaporkan sebanyak 41 Kepala Keluarga (KK) atau 155 jiwa warga terdampak bencana banjir bandang di  dua desa dalam wilayah Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (10/5/2026).

Warga membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Kutacane, kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Minggu (10/5/2026). Foto : Dok.BPBD Aceh Tenggara.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, di Kutacane, Aceh, Minggu (10/5/2026) menyatakan sebanyak 155 jiwa warga terdampak bencana banjir bandang  itu berada di dua desa, yakni desa Lawe Tua Persatuan dan desa Lawe Tua Makmur . Tiak ada korban jiwa dalam bencana alam banjir bandang tersebut.

Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB itu, juga berdampak terhadap sebanyak 41 unit rumah warga mengalami rusak berat, rusak ringan dan rusak sedang dan selain belasan unit terendam lumpur.

Dijelaskan, untuk rumah rusak berat sebanyak empat unit, rusak sedang 15 unit , rusak ringan sebanyak 7 unit  dan umah terendam lumpur sebanyak 15 unit di dua desa dalam kecamatan Lawe Sigala-gala.

Warga membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Kutacane, kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Minggu (10/5/2026). Foto : Dok.BPBD Aceh Tenggara

Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang, pemerintah Aceh Tenggara mengerahkan alat bertat dan sejumlah tim gabungan untuk membantu membersihkan jalan dari lumpur dan rumah warga yang terdampak.

Akses jalan Kutacane – Medan yang sebelumnya sempat lumpuh,  hingga saat ini sudah dapat dilalui kendaraan. Namun jalan masih licin bekas sisa lumpur dan warga termasuk pengguna jalan berhati hati

Begitu juga genangan air sudah mulai surut dan warga sudah mulai beraktivitas membersihkan rumah yang terdampak genangan lumpur dan barang barang perabotan.

“Tim Reaksi Cepat, Damkar BPBD dan personil lainnya terus berupaya melakukan pemulihan pasca bencana banjir bandang,” demikian kata Mohd Asbi.

UMKM di Wilayah Terdampak bencana hidrometeorologi mulai Bangkit

Foto : Microsite Sumatra Bangkit di platform e-commerce. Dok. Satgas PRR/Kementerian UKM

Jakarta – Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sunatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifkan. Salah satunya dari peningkatan transaksi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dalam Siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Minggu (10/5/2026), Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pada 8 Mei mencatat kenaikan transaksi UMKM melalui platform e-commerce mencapai 13.209.182. Rinciannya, di Aceh terdapat sebesar 87.746 transaksi dengan 1.396 produk. Sementara di Sumut tercatat ada 9.781.946 transaksi dengan 631 produk. Adapun di Sumbar tercatat 3.339.490 transaksi dengan 101 produk.

​Total transaksi ini menunjukkan peningkatan hingga 77 persen dibandingkan kondisi pada akhir April saat transaksi UMKM di platform e-commerce baru mencapai 7.461.422 di tiga wilayah terdampak bencana Sumatera.

​Capaian peningkatan transaksi UMKM di platform e-commerce ini seiring dengan percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi yang diberikan untuk menopang kehidupan ekonomi penyintas bencana di tiga daerah terdampak.

​Secara rinci, sebesar Rp250,48 miliar dari total Rp254,44 miliar bantuan stimulan ekonomi telah tersalurkan merata kepada penyintas bencana di Aceh. Kemudian sebesar Rp53,38 miliar dari total Rp62,90 miliar telah tersalurkan masif kepada penyintas bencana di Sumut. Adapun sebesar Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar telah tersalurkan kepada penyintas bencana di Sumbar.

Juru Bicara Satgas PRR Amran menegaskan pemulihan ekonomi penyintas bencana menjadi prioritas utama dalam rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera. Ia mengatakan aktivitas ekonomi di tiga wilayah terdampak sudah berangsur pulih, seiring dengan dilakukannya pemulihan indikator ekonomi yang terdiri dari pemulihan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan perbaikan pasar.

​”Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan,” kata Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

​Sebagai langkah lanjutan, Amran menegaskan Satgas PRR akan segera menuntaskan perbaikan pasar yang belum tersentuh di tiga daerah terdampak. Langkah ini dilakukan agar roda ekonomi masyarakat di daerah bencana kembali pulih sepenuhnya.

​”Di Sumbar sudah 100 persen (pasar). Kemudian di Sumut sudah 98 persen dan di Aceh 89 persen. Jadi tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar bisa ditempati secepatnya,” kata Amran.

Presiden Prabowo: Pemerintah Akan Perhatikan dan Hormati Nelayan di Seluruh Indonesia

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Foto: BPMI Setpres

Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada para nelayan di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghormatan kepada para nelayan yang setiap hari menghadapi risiko besar di laut demi menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Kepala Negara menilai pekerjaan nelayan bukanlah pekerjaan ringan karena penuh tantangan dan ketidakpastian alam.

“Saya mengerti nelayan itu memiliki risiko yang besar. Di laut itu tidak main-main. Cuaca bisa berubah, arus bisa berubah. Saudara mempertaruhkan nyawa untuk mencari makan untuk keluargamu, untuk masyarakatmu, untuk bangsamu. Saya terima kasih,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan nelayan.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintahannya bertekad untuk memperbaiki kesejahteraan sekaligus memberikan penghormatan yang layak kepada para nelayan Indonesia. Menurut Presiden Prabowo, selama ini nelayan kerap berada di posisi yang kurang mendapat perhatian.

“Untuk itu saya bertekad untuk memperbaiki dan menghormati para nelayan-nelayan kita di seluruh Indonesia. Para nelayan sering dilupakan,” imbuh Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga memastikan bahwa pemerintah saat ini akan hadir lebih nyata bagi masyarakat kecil, termasuk nelayan dan petani di seluruh tanah air. “Pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia.,” tegas Kepala Negara.

Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Foto: Basarnas

Jakarta – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua korban terakhir erupsi Gunung Api Dukono pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5/2026). Kedua korban yang merupakan warga negara asing (WNA) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu (9/5).

Dalam rilis Pers Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (P) warga negara Indonesia (WNI) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan. Dua korban terakhir tersebut masing-masing berinisial H.W.Q.T. (L) WNA usia 30 tahun dan S.M.B.A.H. (L) WNA usia 27 tahun.

“Setelah proses penemuan, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut,” Kata Abdul Muhari , Minggu, 10 Mei 2026.

Jasad Korban Tetimbun Material Vulkanik

Proses pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah sebelumnya tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya.

Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

Pada operasi pencarian hari ini, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI serta masyarakat setempat.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat WNA asal Singapura terdiri dari T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun dan L.S.D. (L) usia 29 tahun.

Sementara itu, korban selamat warga negara Indonesia terdiri dari B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun, R.I. (P) usia 29 tahun serta S.J. (L) usia 48 tahun.

Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat yakni R.S. dan J.A. turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup.

Pendakian Dukono Ditutup

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata sebelumnya telah menetapkan penutupan total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026, yang kemudian dipertegas lagi melalui surat keputusan Bupati Halmahera Utara tentang penutupan permanen pendakian gunung api Dukono pada Jumat (8/5). Melalui keputusan tersebut, operator, pengelola maupun penyedia jasa pendakian dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun.

Pemerintah daerah juga melarang masyarakat maupun wisatawan memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius empat kilometer dari puncak kawah sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pemerintah daerah juga meminta pengelola maupun penyedia jasa pendakian agar aktif melakukan sosialisasi terkait penutupan jalur pendakian serta potensi bahaya erupsi kepada masyarakat dan wisatawan guna mencegah risiko korban jiwa.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono akan terus diperketat. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan penutupan jalur pendakian dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengelola jasa pendakian untuk selalu memeriksa daerah rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB, mematuhi rekomendasi PVMBG serta tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya demi keselamatan bersama,” Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

TNI gerak Cepat Lindungi Warga Pascaserangan Brutal OPM di Tembagapura

Serangan brutal terhadap warga sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (7/5/2026). (Foto : The Indonesian News/Puspen TNI).

Jakarta – Duka kembali menyelimuti Papua setelah kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) diduga pimpinan Guspi Waker melakukan serangan brutal terhadap warga sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (7/5/2026). Dalam aksi tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 12–15 tahun meninggal dunia akibat luka tembak, sementara satu warga lainnya mengalami luka pada betis kiri dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Sejumlah warga lainnya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman demi menyelamatkan keluarga mereka dari ancaman kelompok bersenjata.

Dalam rilis Pers Puspen TNI, Sebelum kejadian, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai. Tak lama kemudian terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar pemukiman warga. Situasi mencekam pun terjadi di tengah masyarakat sipil yang sedang beraktivitas bersama keluarga mereka.

“Dalam menghadapi ancaman tersebut, prajurit TNI tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan bertindak secara terukur, profesional, dan sesuai hukum serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Dengan berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto dimana keselamatan rakyat merupakan prioritas utama, Prajurit TNI segera mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan warga lainnya ke tempat yang lebih aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan,” Kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Minggu, 10 Mei 2026.

Selanjutnya Prajurit TNI menemukan seorang anak perempuan yang mengalami luka tembak pada bahu kiri. Dengan penuh kepedulian, prajurit TNI menandu korban menuju fasilitas kesehatan terdekat. Namun dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Poros MP 69, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mendambakan Papua hidup damai tanpa kekerasan.

Saat ini, Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan dan pendalaman terhadap insiden tersebut, sekaligus meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya.

“TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi masyarakat Papua dari segala bentuk ancaman kekerasan, dengan mengedepankan tindakan yang cepat, terukur, profesional, dan sesuai prosedur, demi memastikan seluruh masyarakat dapat hidup aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Demkian Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.

TNI AL Gagalkan Penyeludupan Satwa Dilindungi  

TNI AL Gagalkan Penyeludupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Umum Yos Soedarso, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (9/5/2025). (Foto : The Indonesian News/HO-Dispenal).

Ambon – Personel TNI Angkatan Laut dalam hal ini Kodaeral IX bersama instansi terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi berupa dua ekor burung Nuri dan dua tanduk rusa di Pelabuhan Umum Yos Soedarso, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (9/5/2025).

Dalam rilis Pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Penggagalan tersebut berlangsung saat personel pengamanan melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan barang bawaan penumpang KM Labobar dengan rute Ambon menuju Bau-Bau menggunakan mesin X-Ray. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan satwa dilindungi dan tanduk rusa yang dikemas di dalam kardus milik salah satu penumpang kapal.

“Kegiatan pengamanan dari personel Kodaeral IX yang tergabung dalam pengamanan Pelni di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon. Pemeriksaan dilakukan secara ketat mulai dari proses debarkasi hingga embarkasi penumpang dan barang guna mencegah adanya pelanggaran hukum maupun penyelundupan barang ilegal melalui jalur laut,” Tulis Dispenal, Minggu, 10 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengiriman satwa tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi dan diduga melanggar Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE). Satwa burung Nuri yang diamankan diketahui merupakan satwa dilindungi sekaligus endemik Provinsi Maluku sehingga nilai kerugiannya tidak dapat ditaksir dengan nominal uang.

Selanjutnya, barang bukti berupa dua ekor burung Nuri dan dua tanduk rusa diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku untuk diamankan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Keberhasilan penggagalan penyelundupan satwa dilindungi ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan serta mendukung pelestarian sumber daya alam hayati Indonesia, sekaligus sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar prajurit TNI AL senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat terhadap segala bentuk pelanggaran hukum di wilayah kerja masing-masing,” Demikian Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Menko Polkam : Polri Harus Menjadi Institusi yang Dicintai Rakyat

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Pertama kiri) Saat memberikan pembekalan di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Kemenko Polkam).

Semarang – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa Polri harus menjadi institusi yang dicintai rakyat. Karena itu, para perwira Polri harus mampu membangun karakter dan kepribadian yang dapat diteladani serta benar-benar menghadirkan Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Menko Polkam menekankan bahwa menjadi perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian. Oleh karena itu, dibutuhkan mental, semangat, dan kepribadian yang tangguh dalam menjalankan tugas.

Hal tersebut disampaikan Djamari Chaniago di hadapan 1.064 taruna dan siswa saat memberikan pembekalan di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026) yang mengambil tema mewujudkan Perwira Polri yang Adaftif, Profesional, Dicintai Masyarakat dihadapkan Tantangan Tugas ke Depan. Dengan memahami bahwa menjadi perwira Polri adalah bentuk pengabdian, Menko Polkam berharap para taruna dan siswa tidak hanya berorientasi pada pangkat dan jabatan setelah lulus nanti, namun lebih kepada peran dan manfaat untuk rakyat, profesionalisme serta integritas dalam pelaksanaan tugas.

“Masyarakat membutuhkan profil personel Polri yang tulus mengabdi. Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi. Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup. Kepolisian harus mampu menjadi institusi yang dicintai rakyat. Polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan,” ujar Djamari Chaniago.

Menko Polkam juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan wilayah yang luas serta keragaman budaya yang tinggi. Karena itu, para taruna harus menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai karakter dan kultur masyarakat saat nantinya bertugas di berbagai daerah.

“Wilayah Indonesia sangat beragam, mulai dari ujung barat sampai ujung timur, dengan budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Karena itu, kalian harus siap ditugaskan di seluruh tanah air. Pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan kebangsaan kita,” tuturnya.

Menurut Djamari Chaniago, tantangan tugas seorang perwira Polri tidaklah mudah. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus mampu membangun kedekatan dan kerja sama dengan anak buah. Kedekatan dengan anggota, menurutnya, tidak akan mengurangi wibawa seorang perwira.

“Bersama-samalah kalian dengan anak buah dalam setiap tugas. Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang taruna tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi juga dari kemampuan membangun unit organisasi yang dipimpinnya menjadi unit terbaik.

“Saya mengapresiasi taruna yang meraih predikat terbaik di akademi, Adhi Makayasa. Namun setelah itu, kalian juga harus mampu menjadikan unit yang kalian pimpin sebagai unit Adhi Makayasa, yang bekerja dan mengabdi dengan baik” katanya.

Selain kualitas keilmuan, para taruna juga diminta menjaga sikap, tindakan, dan ucapan. Menurut Menko Polkam, setiap perilaku anggota Polri akan membentuk citra institusi di tengah masyarakat, baik positif maupun negatif.

Dalam pembekalannya, Djamari Chaniago turut memberikan apresiasi kepada para pengajar dan pengasuh di Akademi Kepolisian. Menurutnya, mengajar merupakan tugas yang berat dan membutuhkan kompetensi tinggi.

“Menyerap ilmu jauh lebih mudah dibandingkan memberikan ilmu. Kalau saya hanya memahami 60 persen, bagaimana mungkin saya bisa mengajarkannya lebih dari itu. Karena itu, menjadi pengajar bukanlah tugas yang mudah. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengasuh dan pengajar yang telah mendidik para taruna. Hormati para pengasuh,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menko Polkam yang telah meluangkan waktu memberikan kuliah umum kepada para taruna dan siswa Akpol.

Daniel menilai kiprah Menko Polkam menjadi inspirasi bagi generasi muda Polri. Menurutnya, di usia yang cukup senior, Djamari Chaniago justru tetap aktif memberikan cahaya berupa insiprasi, motivasi, dan tambahan wawasan bagi para calon perwira Polri.

“Mewakili 1.064 taruna dan siswa serta 861 dosen, pengajar, pelatih, mentor, pengasuh, dan staf, saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat, dan kebanggaan setinggi-tingginya kepada Bapak Menko Polkam. Usia 77 tahun bukanlah angka yang kecil, tetapi bagi seorang prajurit, usia hanyalah hitungan kalender. Yang membuat beliau tetap energik adalah tujuan hidup untuk menjaga negeri ini tetap aman,” ucap Daniel.

Dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian tersebut, Menko Polkam didampingi sejumlah pejabat internal Kemenko Polkam, di antaranya Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi dan Staf Khusus Kemenko Polkam.

Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Tim SAR Identifikasi Dua Titik Diduga Korban Lain

Proses evakuasi jenazah korban erupsi gunung api Dukono oleh tim SAR Gabungan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto : BPBD Kabupaten Halmahera Utara

Jakarta – Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Api Dukono pada Sabtu (9/5) pukul 14.30 WIT. Korban berinisial E, warga negara Indonesia (WNI), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah.

Dalam Rilis Pers Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran.

“Pada pukul 14.30 WIT, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur lokasi pencarian sehingga tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian. Setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat. Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik,” Kata Abdul Muhari, Sabtu, 9 Mei 2026.

Selanjutnya, Mengetahui temuan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo.

Ditemukan Dua Titik Timbunan Material yang Diduga Korban Lain

Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian.

Namun demikian, tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi.

“Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR hari ini, tim gabungan akan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu (10/5), khususnya di dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System),” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Pemerintah komitmen dukung UMKM terdampak bencana di Aceh  

Foto. Dok humas kemenko Perekonomian

Aceh Tengah – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui kebijakan relaksasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dukungan pemerintah itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, di Aceh Tengah pada Jumat (8/5/2026).

Kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan  dan Pengembangan Usaha BUMN ke Aceh Tengah dan termasuk Bener Meriah itu untuk memastikan efektivitas program pemulihan pascabencana , sekaligus mendorong penguatan rantai pasok komoditas unggulan daerah.

Ia mengatakan, relaksasi tersebut meliputi restrukturisasi KUR berupa perpanjangan jangka waktu pembiayaan dan/atau suplesi, kemudahan administratif dalam proses restrukturisasi maupun pengajuan penyaluran KUR, serta suku bunga/marjin nol persen pada tahun 2026 dan tiga persen pada tahun 2027.

Dalam kunjungan kerja itu, pemerintah bersama pihak terkait juga melaksanakan diskusi serta monitoring dan evaluasi (monev) terhadap debitur penerima fasilitas KUR pascabencana dari PT Bank Syariah Indonesia yang saat ini telah kembali melanjutkan usahanya secara bertahap.

Dalam diskusi tersebut, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar menyampaikan harapan agar seluruh penyalur KUR dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong percepatan penyaluran KUR sebagai upaya menggerakkan roda perekonomian daerah dan memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.

Hingga 30 April 2026, tercatat penyaluran KUR di Provinsi Aceh telah mencapai Rp1,01 triliun. Sementara itu, penyaluran KUR di Kabupaten Aceh Tengah tercatat Rp33,63 miliar dan di Kabupaten Bener Meriah tsebesar Rp19,79 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan peran strategis program KUR dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha.

Deputi Ferry Irawan menyampaikan bahwa pemerintah berharap berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan melalui program KUR ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas, memperluas skala usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.

Kunjungan ini turut dihadiri Perwakilan Satgas Pasca bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat Bidang PU, perwakilan PT Pos Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Waskita Karya, PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, dan Rumah Tani Nusantara yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah.

Wamen Saintekdikti : ARC-USK contoh PUIPT terbaik Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas melalui Riset

Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad (Ketiga Kiri) bersama Wamen Saintekdikti Prof. Stella Christie (Kedua Kanan) di Atsiri ARC Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Nilam Universitas Syiah Kuala (USK) Jumat (8/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-ARC USK).

Banda Aceh – Wakil Menteri Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Wamen Saintekdikti), Prof. Stella Christie, melakukan kunjungan ke Atsiri Research Center (ARC) Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Nilam Universitas Syiah Kuala (USK) pada Jumat (8/5/2026).

Prof. Stella Christie memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem yang telah dibangun oleh ARC-USK. Menurutnya, keberhasilan USK dalam mengelola riset dan inovasi nilam dari hulu ke hilir merupakan preseden penting bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Juga menjadi salah satu praktek terbaik dalam hilirisasi komoditas unggulan nasional yang memberi nilai tambah ekonomi masyarakat.

​”ARC adalah salah satu contoh terbaik bagaimana nilai tambah komoditas nasional bisa meningkat melalui riset” Ujar Stella.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi komoditas nilam sebagai salah satu sektor unggulan dalam meningkatkan ekonomi nasional.

“Pemerintah terus mendorong inovasi berbasis riset dengan pemberian insentif langsung kepada dosen peneliti. Kami yakin peningkatan ekonomi negara akan terjadi dengan riset dan inovasi yang berkualitas dari perguruan tinggi,” ujar Stella Christie lebih lanjut.

Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa fokus utama ARC bukan sekadar penelitian di atas kertas dan dalam laboratorium, melainkan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat bawah, khususnya petani nilam dan pelaku UMKM. Dalam 12 tahun terakhir, ekosistem nilam Aceh tumbuh sangat positif dan menciptakan berbagai nilai tambah baru dari proses inovasi riset yang dilakukan.

​”Hilirisasi nilam menciptakan ekosistem baru industri atsiri Indonesia khususnya di Aceh, yang memberi nilai tambah ekonomi untuk petani dan UMKM” jelas Syaifullah.

“Pemerintah perlu melihat dan membangun inovasi serta hilirisasi berbasis riset dari pinggiran Indonesia, agar konteks lokal keragaman hayati dari berbagai pelosok negeri bisa terangkat dengan nilai ekonomi tinggi untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas Syaifullah.

Sementara itu, ​Wakil Rektor III USK, Prof. Mustanir, menegaskan bahwa pihak universitas akan terus mendukung penuh keberlanjutan program hilirisasi berbasis inovasi riset nilam ini. USK berkomitmen menjadikan inovasi nilam bukan hanya sebagai pencapaian akademik, tetapi sebagai gerakan ekonomi.

​”USK akan tetap komit dan konsisten mengembangkan inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi nilam Aceh untuk menjadi gerakan ekonomi universitas dan masyarakat,” tegas Mustanir.

​Kedatangan Wamen Stella Christie disambut hangat oleh Wakil Rektor III USK Prof. Mustanir, Sekretaris Universitas Dr. Meldi Kusuma, serta Kepala ARC PUIPT Nilam USK, Syaifullah Muhammad.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wamen meninjau Laboratorium Proses ARC, Rumah Produksi Parfum dan Skincare, serta berdialog interaktif dengan mahasiswa peneliti mengenai masa depan riset di Indonesia.

​Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala adalah Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) yang berfokus pada riset, pengembangan, dan komersialisasi produk turunan nilam Aceh untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan kemandirian industri parfum serta kosmetik nasional. ARC dikenal memiliki reputasi dan prestasi di tingkat nasional dan internasional khususnya dalam implementasi hasil riset nilam yang memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts