Beranda blog Halaman 104

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 8 Mei 2026

Banjir merendam ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatra Selatan, Kamis (7/5/2026). Foto: BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara.

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi dalam periode pemantauan 7 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Bencana yang terjadi didominasi banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia, yang hingga saat ini masih menjadi atensi pemerintah daerah.

Dalam Rilis Pers Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Adapun laporan yang pertama, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Kamis (7/5) telah memicu banjir di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan. Wilayah yang terdampak mencakup 16 desa dan 1 kelurahan di dua kecamatan dengan rincian: Desa Lubuk Kumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Muara Tiku, Terusan, Embacang dan Kelurahan Karang Jaya di Kecamatan Karang Jaya.

“Kemudian Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama dan Maur Baru di Kecamatan Rupit,” Kata Abdul Muhari, Jumat, 8 Mei 2026.

Selanjutnya, Hasil kaji cepat sementara, banjir ini berdampak pada sekitar 11.468 jiwa dari 2.867 kepala keluarga (KK). Selain itu, sekitar 2.867 unit rumah turut terdampak akibat genangan air. Hingga saat ini banjir belum surut dan kondisi air masih pasang di Kecamatan Karang Jaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan potensi perluasan banjir ke wilayah Kecamatan Rupit, Karang Dapo dan Rawas Ilir.

Berikutnya di Provinsi Sumatera Utara, tanah longsor terjadi di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Selasa (5/5). Akibat peristiwa itu, tiga orang meninggal dunia serta satu orang mengalami luka-luka. Longsor juga mengakibatkan satu unit kendaraan roda empat yang ditumpangi para korban mengalami rusak berat dan akses Jalan Nasional Tarutung-Sipirok putus total akibat tertutup material longsoran. Petugas gabungan bersama masyarakat telah melakukan proses evakuasi dan saat ini pembersihan material longsor masih dilanjutkan.

Di wilayah Kalimantan Utara, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan pada Kamis (7/5) sore, dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 10 hektar. Upaya pemadaman masih terus dilakukan, namun terkendala kondisi medan yang sulit dijangkau sehingga api belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (7/5/2026) Foto: BPBD Kabupaten Nunukan

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk dua hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Kondisi tersebut dapat disertai kilat, petir dan angin kencang yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor, khususnya di daerah dengan topografi curam dan wilayah bantaran sungai.

Di sisi lain, sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera juga masih berpotensi mengalami cuaca panas dan kering pada siang hari yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Menanggapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta langkah mitigasi bencana. Masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala, membersihkan saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan disertai tanda-tanda pergerakan tanah.

Untuk wilayah rawan karhutla, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

“BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta koordinasi penanganan darurat di wilayah terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat dan percepatan penanganan bencana,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Lima Pendaki Terluka Akibat Erupsi Gunung Api Dukono

Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membumbung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Kawasan Pemerintahan, Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB).

Jakarta – Erupsi Gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat (8/5), menyebabkan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat.

Dalam Rilis Pers Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dihimpun dari keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT. Gunung Dukono yang saat ini berstatus Level II (Waspada) mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi.

“Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik,” Kata Abdul Muhari, Jumat, 8 Mei 2026.

Selanjutnya, Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya. Hingga saat ini BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan unsur terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak.

“Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pos Pantau Gunung Dukono, potensi SAR, tenaga medis, TNI/Polri serta masyarakat setempat,” Ujarnya.

Pada Jumat (8/5) menjelang siang, tim SAR gabungan juga terus melaksanakan penyisiran di kawasan Gunung Dukono guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

Hasil Koordinasi dan Pemantauan Lapangan Sementara

Sesaat setelah terjadi erupsi, BNPB bersama Badan Geologi dan PVMBG telah melakukan koordinasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan hasil komunikasi sementara Badan Geologi telah melakukan pemantauan secara konsisten terhadap aktivitas vulkanik Gunung Dukono dan rutin menyampaikan peringatan dini kepada pihak terkait mengenai peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Kementerian Pariwisata dilaporkan telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi risiko terhadap keselamatan wisatawan dan masyarakat di sekitar kawasan gunung.

Di sisi lain, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari koordinasi bersama lintas instansi, termasuk Basarnas, terdapat laporan adanya dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan Gunung Dukono. Namun demikian, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait.

Dari hasil diskusi sementara antarinstansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono. Pemerintah terus melakukan pendalaman informasi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Di samping itu, pemantauan aktivitas Gunung Dukono juga akan terus dilakukan secara berkala dan evaluasi tingkat aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi vulkanik di lapangan.

“BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG. Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Kemlu RI Pantau Penangkapan 2.251 Pelaku Scam di Malaysia

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur tengah memantau perkembangan pemberitaan terkait penangkapan 2.251 pelaku kejahatan penipuan daring (online scam) di Malaysia.

Menindaklanjuti informasi tersebut, KBRI Kuala Lumpur telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat serta meminta klarifikasi untuk memastikan apakah terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) di antara para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan otoritas Malaysia.

“KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Malaysia untuk memperoleh informasi yang lebih detail. Sampai saat ini belum ada data spesifik yang menyebutkan adanya WNI di antara mereka yang diamankan,” ujar Heni, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Heni menjelaskan, Berdasarkan keterangan dari Polis Diraja Malaysia (PDRM), data yang beredar dalam pemberitaan merupakan bagian dari quarter report tahun 2026 yang memuat hasil operasi dan razia gabungan di sejumlah lokasi di Malaysia.

“PDRM juga mengonfirmasi adanya keterlibatan warga negara asing dalam kasus tersebut. Namun hingga saat ini, belum terdapat informasi rinci mengenai identitas maupun kewarganegaraan para pelaku yang diamankan, termasuk kemungkinan adanya WNI,” Ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Luar Negeri RI akan terus mengikuti perkembangan kasus tersebut dan memastikan langkah-langkah pelindungan WNI dapat segera dilakukan apabila ditemukan adanya warga Indonesia yang terlibat atau terdampak.

“Kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan perlindungan bagi WNI jika diperlukan,” lanjutnya.

KBRI Kuala Lumpur saat ini masih menunggu pembaruan data resmi dari otoritas Malaysia terkait hasil pemeriksaan dan identitas para pelaku yang ditangkap dalam operasi tersebut.

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air, 7 Mei 2026

Proses penanganan longsor yang dilakukan tim gabungan di permukiman warga di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Rabu (6/5/2026).Foto: BPBD Kabupaten Agam.

Jakarta– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau dan memperbarui perkembangan kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Data yang dihimpun pada periode Rabu (6/5) hingga Kamis (7/5) pukul 07.00 WIB menunjukkan adanya kejadian tanah longsor di Sumatra Barat dan banjir di Kota Tangerang, Banten.

Dalam rilis Pers Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada Selasa (5/5) pukul 18.00 WIB. Hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama serta kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama bencana tersebut.

“Wilayah terdampak meliputi Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, dan Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matur. Akibat kejadian ini, sebanyak 60 unit rumah mengalami kerusakan dan satu ruas jalan tertimbun material longsor sehingga menghambat akses warga,” Kata Abdul Muhari, Kamis, 7 Mei 2026.

Bencana tersebut juga mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Selain itu, tiga orang mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan. Sebanyak 29 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan evakuasi korban dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sementara petugas masih melakukan pembersihan material longsor dan pendataan lanjutan,” Ujarnya.

Sementara itu, banjir juga melanda Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten sejak Senin (4/5). Sedikitnya 60 unit rumah terdampak akibat genangan yang merendam kawasan permukiman warga.

“BPBD Kota Tangerang segera menuju lokasi terdampak untuk melakukan pendataan serta membantu proses evakuasi warga ke tempat pengungsian. Berdasarkan data terbaru pada Rabu (6/5), seluruh warga yang sempat mengungsi atau sebanyak 60 kepala keluarga telah kembali ke rumah masing-masing seiring kondisi banjir yang berangsur surut,” Katanya.

Mengacu pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada periode 7 hingga 8 Mei 2026.

Merespons kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui pemantauan wilayah rawan, penyebaran informasi cuaca kepada masyarakat, kesiapan personel dan peralatan, serta memastikan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian dapat berfungsi dengan optimal. Pemerintah daerah juga diharapkan melakukan asesmen cepat dan menyiapkan langkah penanganan darurat apabila terjadi bencana.

“BNPB juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama. Upaya mitigasi dapat dilakukan dengan rutin membersihkan sungai dan drainase guna mencegah banjir. Selain itu, penanaman pohon vetiver, sengon, dan tanaman berakar kuat di area lereng maupun tebing dapat membantu memperkuat struktur tanah dan meminimalisir risiko longsor. Warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras terjadi dalam durasi yang lama atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Menlu Sugiono: Kesatuan ASEAN merupakan Kunci Menghadapi Krisis Global

Menteri Luar Negeri Sugiono saat Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting / AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). (Foto The Indonesian News/HO-Kemlu RI).

Filipina – Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong kerja sama ASEAN yang lebih erat dalam merespon dampak konflik di Timur Tengah dan menghadapi berbagai tantangan di kawasan saat ini. Hal ini disampaikan pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting / AMM) yang berlangsung pada tanggal 7 Mei 2026 di Cebu, Filipina.

Berbicara di hadapan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN, Menlu Sugiono juga apresiasi inisiatif keketuaan Filipina dalam mengkoordinasikan respon bersama ASEAN terhadap krisis yang dihadapi saat ini.

“Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Menlu Sugiono dikutip dari laman Kemlu RI.

Menteri Luar Negeri Sugiono (Ketiga Kanan) saat Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting / AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). (Foto The Indonesian News/HO-Kemlu RI).

Semakin banyaknya negara yang bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) mencerminkan kepercayaan yang terus berlanjut terhadap ASEAN. Menlu RI menekankan bahwa kemitraan yang dijalin ASEAN dengan mitra wicaranya harus terus diperkuat demi mencapai hasil yang konkret dan konstruktif untuk isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Untuk itu, guna memperluas kemitraan ASEAN, Menlu RI juga menyampaikan dukungan Indonesia untuk Turkiye dapat segera menjadi mitra wicara ASEAN.

Menlu Sugiono dalam kesempatan ini juga kembali menyerukan pentingnya stabilitas Myanmar, serta dukungan terhadap Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN.

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN diselenggarakan sebagai bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 dan rangkaian pertemuan terkait. Pertemuan dilakukan di bawah Keketuaan Filipina dengan tema “Navigating Our Future, Together” dengan fokus pada pembahasan mengenai respon ASEAN terhadap situasi yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Menlu Sugiono akan mendampingi Presiden Republik Indonesia dalam KTT ASEAN yang akan berlangsung pada 8 Mei 2026. Sepanjang rangkaian pertemuan, Indonesia akan terus mendorong persatuan dan sentralitas ASEAN dalam membangun ketahanan kawasan serta memastikan ketahanan pangan dan energi.

Presiden Prabowo Ajak ASEAN Percepat Jaringan Energi dan Ketahanan Pangan Kawasan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BPMI Setpres).

Filipina – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama. Menurut Presiden Prabowo, tekanan global yang meningkat serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah membuat isu energi bukan lagi sekadar tantangan jangka panjang, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons.

“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Presiden dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kepala Negara menyampaikan bahwa kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal. Presiden Prabowo pun mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan. Beberapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Presiden Prabowo turut mencontohkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya. “Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Presiden.

Selain pengembangan energi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi dapat berjalan lebih efisien di kawasan. Presiden menilai seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional.

“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” kata Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara BIMP-EAGA dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.

“Namun, upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya,” pungkas Presiden.

Dari Cebu, Presiden Prabowo sekaligus mengirim pesan kuat bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakatnya di tengah dunia yang terus berubah.

Kunjungi Kampung Nelayan di Banyu Asin, Menko Polkam Tegaskan Negara Bekerja Keras Sejahterakan Rakyat

Menko Polkam Djamari saat bersama masyarakat KNMP Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-kemenko Polkam).

Banyuasin – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan negara pasti hadir dan bekerja keras untuk menyejahterakan masyarakat termasuk di wilayah pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sungsang.

Hal tersebut disampaikan Menko Djamari saat berdialog dengan masyarakat KNMP Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Kamis (7/5/2026). Ia menyampaikan pemerintah pusat terus berfikir dan bekerja menerapkan langkah-langkah strategis agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung.

“Negara akan hadir di setiap pelosok Indonesia. Kami di tingkat pusat bukan hanya bekerja, tetapi juga terus berpikir bagaimana menyejahterakan rakyat,” kata Menko Polkam.

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar sehingga kesejahteraan masyarakat harus terus ditingkatkan melalui kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Ini tentunya bukan pekerjaan dari pemerintah pusat saja. Tidak mungkin (kesejahteraan) itu bisa terjadi kalau tidak bersama-sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat di sini,” ujarnya.

Menko Djamari mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang hadir menyambut program pemerintah. Menurut dia, besarnya harapan masyarakat terhadap pembangunan akan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya akan sampaikan betapa besar harapan dan sambutan masyarakat terhadap program pemerintah yang memperjuangkan kebutuhan masyarakat kita,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh fasilitas yang telah dibangun pemerintah harus dijaga dan dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, konsep pembangunan kampung nelayan dirancang secara lengkap dengan fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, dan SPBU nelayan.

“Kalau sekarang belum lengkap, saya yakin ke depan akan dibangun (secara lengkap) karena memang sudah menjadi bagian dari konsep awal program ini,” ujarnya.

Menko Polkam turut menyinggung kondisi global yang sedang menghadapi persoalan energi dan bahan bakar. Namun, menurutnya, Indonesia masih mampu bertahan sehingga masyarakat tidak terlalu terdampak.

“Kita adalah salah satu negara yang bisa menahan itu, dan gangguan itu tidak sangat terasa, kita masih berkehidupan normal. Di negara lain sudah banyak libur, kita di sini masih bisa bekerja dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang mengatakan KNMP Sungsang merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir. Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung seperti pabrik es dan cold storage akan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.

“Program ini tentu akan sangat bermanfaat bagi nelayan di Banyuasin II,” kata Cik Ujang.

Turut hadir dalam diskusi bersama masyarakat, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya Trian Yunanda; Bupati Banyuasin H. Askolani, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, Pangdam III/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis; serta jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuasin.

TNI Dukung Penertiban PETI di Wilayah Papua Tengah

Satgas PKH Korwil Nabire melaksanakan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan wilayah Siriwo dan Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah Pada Senin (4/5/2026) dini hari. (Foto : The Indonesian News/HO-Puspen TNI).

Jakarta – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas PKH) Korwil Nabire melaksanakan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan wilayah Siriwo dan Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah Pada Senin (4/5/2026) dini hari.

Dalam Rilis Pers Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI), Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas Halilintar Brigjen TNI Edwin Apria Chandra dengan sasaran penertiban di Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan perlindungan kawasan hutan dari aktivitas pertambangan ilegal.

“Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Satgas menghadapi medan yang cukup sulit dengan kondisi cuaca gerimis di kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal. Meski demikian, personel Satgas tetap melaksanakan penertiban secara tegas dan terukur hingga berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas lebih dari 200 hektar,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Kamis 7 Mei 2026.

Satgas PKH Korwil Nabire melaksanakan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan wilayah Siriwo dan Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah Pada Senin (4/5/2026) dini hari. (Foto : The Indonesian News/HO-Puspen TNI).

Selain menertibkan area tambang ilegal, Satgas juga berhasil mengamankan 10 unit alat berat yang terdiri dari 6 unit excavator dan 4 unit loader yang digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan ilegal. Petugas turut mengamankan sejumlah operator alat berat maupun pengawas tambang yang berada di lokasi untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selanjutnya, alat berat tersebut diamankan dan dibekukan operasionalnya, serta Satgas memasang plang sebagai tanda penguasaan di lokasi yang mudah terlihat oleh masyarakat dan para penambang.

“Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Satgas PKH mendapat dukungan penuh dari jajaran teritorial Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja. TNI akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi kelestarian sumber daya alam di Papua Tengah,” Demikian Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.

Lantik pejabat Eselon III, Kejati Aceh ingatkan Tidak ada perkara strategis yang terbengkalai

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triadi (Pertama Kiri) saat melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat Eselon III, di Aula Serbaguna Kejati Aceh, Kamis (7/5/2026). (Foto : Penkum Kejati Aceh).

Banda Aceh – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudi Triadi mengingatkan kepada pejabat Eselon III yang baru dilantik  bahwa jabatan adalah amanah besar yang menuntut integritas, profesionalisme, serta komitmen penuh terhadap penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis.

“Tidak ada perkara strategis yang terbengkalai atau keterlambatan upaya hukum akibat masa transisi jabatan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudi Triadi dalam amanahnya saat pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat Eselen III di lingkungan Kejati Aceh, di Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-347/C/04/2026 tanggal 13 April 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan RI.

Dalam prosesi tersebut, Kajati Aceh melantik Eddy Samrah L, S.H., M.H. sebagai Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Aceh , menggantikan Amru Eryandi Siregar, S.H., M.H. yang kini dipromosikan sebagai Kepala Bidang Pengendalian Sentra Pendidikan dan Pelatihan pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.

Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh kini diamanahkan kepada Bobby Sandri, S.H., M.H. , menggantikan Suhendri, S.H., M.H. yang mendapatkan promosi sebagai Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Selanjutnya, Badri Wasil, S.Pd., S.H., M.H. dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya menggantikan Soekesto Ariesto, S.H., M.H. yang beralih tugas menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Magetan.

Sementara itu, jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat kini dijabat oleh Irfan Nirwana Satriyadi, S.Kom., S.H., M.H. , menggantikan Syahrir Jasman, S.H., M.H. yang mendapat promosi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Batubara.

Dalam kesempatan tersebut, Kejati Aceh Yudi Triadi memberikan penekanan khusus kepada Asisten Tindak Pidana Umum yang baru untuk secara sungguh-sungguh mempedomani kebijakan teknis penanganan perkara pada masa transisi perubahan hukum pidana agar tidak terjadi kekeliruan dalam penerapan hukum maupun strategi penuntutan.

Selain itu, Yudi juga mengingatkan bahwa Kejaksaan Tinggi  Aceh merupakan institusi yang dipercaya melaksanakan Restorative Justice (RJ) secara mandiri, sehingga implementasinya harus dilakukan secara selektif, profesional, dan berkualitas agar Aceh menjadi role model nasional.

Sementara, Kejati Aceh juga memberikan instruksi kepada Kepala Kejaksaan Negeri yang baru dilantik untuk tegas melakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian menyeluruh terhadap perkara yang sedang berjalan, khususnya perkara tindak pidana korupsi.

Menutup arahannya, Kajati Yudi Triadi mengingatkan seluruh jajaran untuk menerapkan pola kerja Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas, serta tidak terjebak pada tekanan opini publik maupun kegaduhan di media sosial dalam menjalankan tugas penegakan hukum.  Acara pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Dr. Erry Pudyanto Marwantono, S.H., M.H., para Asisten, Koordinator, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Aceh serta seluruh jajaran pengurus.

BNPB Jajaki Kolaborasi dengan Undip untuk Pengembangan Teknologi Penanggulangan Bencana

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (kiri) saat memberikan sambutan atas kunjungan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. Soeharnomo (kanan) di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB)

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menjajaki kolaborasi dengan Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengembangan riset, teknologi, dan inovasi penanggulangan bencana. Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam audiensi civitas akademika Undip di Graha BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan antara BNPB dengan Universitas Diponegoro (Undip) di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB).

Dalam audiensi tersebut, Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo memperkenalkan sejumlah hasil riset dan inovasi karya mahasiswa yang berpotensi mendukung penanggulangan bencana. Salah satu inovasi yang dipresentasikan adalah robot serangga hibrida untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban bencana.

Robot hibrida tersebut memanfaatkan kecoa madagaskar yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan kecoa pada umumnya. Serangga itu dipasangi perangkat khusus berupa rangkaian printed circuit board (PCB) yang dilengkapi antena, sensor, kamera pendeteksi objek manusia maupun hewan, kamera pendeteksi panas, serta sistem microcontroller.

Paparan terkait inovasi robot serangga hibrida oleh dosen dan mahasiswa Universitas Diponegoro di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB)

Perangkat yang dipasang pada bagian punggung kecoa mampu mengirimkan data visual ke komputer terkait kondisi medan atau rintangan di ruang sempit dan minim cahaya, seperti reruntuhan bangunan akibat gempa bumi. Secara navigasi, robot serangga tersebut dapat dikendalikan secara otomatis untuk bergerak maju, berbelok ke kanan maupun kiri, atau bergerak secara alami mengikuti kondisi di lapangan.

Robot serangga hibrida yang diperkenalkan Universitas Diponegoro kepada Kepala BNPB saat melakukan simulasi di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB)

Di sela audiensi, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto turut melihat simulasi dan cara kerja robot kecoa hibrida yang telah meraih sejumlah penghargaan sains internasional. Menurut Suharyanto, inovasi karya anak bangsa tersebut patut diapresiasi dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan operasi di lapangan.

Terkait pemanfaatan robot hibrida untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan, Kepala BNPB menyampaikan akan berkoordinasi dengan Basarnas guna membahas peluang penggunaan teknologi tersebut dalam operasi Search and Rescue (SAR), khususnya untuk menjangkau area reruntuhan yang sulit diakses manusia maupun peralatan konvensional.

“BNPB dan Basarnas pada dasarnya memiliki tugas yang saling berkaitan. Nanti saya akan menghubungi Kepala Basarnas untuk membahas pemanfaatan hasil penemuan adik-adik mahasiswa ini dalam operasi pencarian dan pertolongan. Jika nantinya disepakati, BNPB siap mendukung dari sisi pendanaan,” ujar Suharyanto.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (kemeja putih) saat mencoba simulasi robot serangga hibrida inovasi mahasiswa Universitas Diponegoro di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB)

Selain robot hibrida, Undip juga memperkenalkan inovasi lain berupa kursi bersalin portabel serta produk makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi untuk mendukung penanganan stunting dan kebutuhan pangan saat tanggap darurat bencana.

Kursi bersalin portabel tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelayanan persalinan darurat bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di lokasi pengungsian atau wilayah yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Sementara itu, produk MPASI bernama Nutri Sun D3 dikembangkan sebagai makanan pendukung dengan kandungan gizi yang ditujukan bagi bayi dan balita selama berada di pengungsian.

Kepala BNPB menyambut baik kedua inovasi tersebut. Menurutnya, dukungan logistik pangan dalam penanganan darurat selama ini masih didominasi makanan siap saji untuk anak-anak hingga orang dewasa, sehingga inovasi MPASI bergizi dinilai dapat menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, balita, serta ibu hamil di lokasi terdampak bencana.

“Saya rasa ini dapat menjawab kebutuhan yang selama ini masih menjadi tantangan di lapangan. Produk makanan siap saji yang tersedia umumnya menyasar kebutuhan anak hingga orang dewasa. MPASI ini dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk terkait legalitas dan izin edar. Jika nantinya memenuhi ketentuan, produk ini dapat diusulkan masuk ke dalam e-katalog Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB,” kata Suharyanto.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi antara BNPB dan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang mendukung penanggulangan bencana. Ini merupakan kali kedua BNPB menjajaki kerja sama dengan Undip dalam penanganan kebencanaan. Sebelumnya, Undip turut mendukung upaya pemulihan bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar di Aceh pada akhir November 2025 melalui penyediaan teknologi water treatment untuk mengubah air keruh menjadi air bersih layak konsumsi.

“Saya sangat percaya Undip memiliki mahasiswa-mahasiswa yang kompeten. Sebelumnya kita juga bekerja sama dengan Undip dalam penyediaan alat penjernih air bagi warga terdampak banjir di Aceh,” pungkas Suharyanto.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts