Beranda blog Halaman 108

Kemenko Polkam Matangkan Posisi Nasional Jelang Pertemuan Ke-2 IMRF di PBB

Kemenko Polkam Matangkan Posisi Nasional Jelang Pertemuan Ke-2 IMRF di PBB, Bogor, Selasa (28/4/2026). (The Indonesian News/HO-Kemenko Polkam).

Bogor – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis untuk memfinalisasi posisi nasional dan persiapan delegasi Indonesia pada Pertemuan Ke-2 International Migration Review Forum (IMRF) yang akan berlangsung di Markas Besar PBB, New York, pada 5-8 Mei 2026.

Pertemuan ini merupakan langkah krusial untuk mensinkronkan laporan implementasi nasional dengan strategi diplomasi yang akan diusung Indonesia di panggung global, Selasa (28/4/2026).

“Rakor hari ini adalah tahap finalisasi untuk memastikan bahwa Indonesia datang ke New York dengan satu suara yang solid. Kita harus memastikan capaian-capaian nyata Indonesia dalam melindungi pekerja migran terdokumentasi dengan baik dalam Voluntary National Review (VNR) dan tersampaikan secara efektif dalam sidang-sidang pleno maupun diskusi tematik,” ujar Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam, Adi Winarso di Bogor, Jawa Barat, Dikutip Rabu, 29 April 2026.

Rakor ini menindaklanjuti rangkaian koordinasi sebelumnya yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri pada pertengahan April di Bogor dan koordinasi teknis bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada 23 April lalu.

Fokus utama pembahasan mencakup enam poin strategis:

1. Finalisasi posisi runding Indonesia terhadap naskah Deklarasi Kemajuan (Progress Declaration).

2. Penyusunan elemen utama Pernyataan Nasional (National Statement).

3. Persiapan intervensi pada sesi Roundtable dan Policy Debate.

4. Kesiapan keterlibatan dalam Informal Interactive Multistakeholders Hearing.

5. Rencana penyelenggaraan Side Event mandiri oleh Pemerintah RI di New York sebagai sarana berbagi praktik terbaik (best practices) tata kelola migrasi.

Dalam pertemuan tersebut, Adi menekankan kepentingan utama Indonesia adalah terus mendorong penguatan komitmen internasional dalam aspek perlindungan hak asasi migran, penurunan biaya remitansi, serta penguatan kerja sama penanganan migrasi ireguler yang aman, tertib, dan teratur sesuai mandat Global Compact for Migration (GCM).

“Migrasi internasional adalah isu yang multidimensi. Oleh karena itu, sinergi antara K/L seperti Kemenlu, KP2MI, Kemenaker, Kemendagri hingga unsur Polri dan kementerian teknis lainnya sangat mutlak diperlukan agar profil Indonesia sebagai negara percontohan dalam implementasi GCM tetap terjaga,” tambah Adi.

Sementara itu, Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya pertemuan ke-2 IMRF, khususnya membahas terkait masalah imigrasi. Pasalnya, IMRF bukan hanya forum bagi negara pengirim pekerja migran tetapi juga negara penerima imigran dan pengungsi.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing Kementerian dan Lembaga yang menangani masalah imigran turut serta memberikan pandangan serta masukan, sehingga dapat dibahas dan menghasilkan solusi bagi Indonesia dan negara penerima imigran dan pengungsi.

Pertemuan ini turut dihadiri pejabat terkait dari Kemenko Kumham Imipas, Kemenko Pemmas, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, KP2MI, Kemnaker, Kemendagri, KKP, Bappenas, BRIN, Bank Indonesia, dan Mabes Polri.

TNI AL – Royal Australian Navy Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim

TNI AL dan Royal Australian Navy Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim di Gedung Neptunus, Markas Besar TNI AL, Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-Dispenal).

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kerja sama operasi dan latihan maritim, TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) melaksanakan Maritime Operations Working Group (MOWG) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kerja sama bilateral di bidang operasi dan latihan antar angkatan laut kedua negara, bertempat di Gedung Neptunus, Markas Besar TNI AL, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Dalam Siaran Pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Saat pertemuan tersebut, delegasi TNI AL dipimpin oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza dan didampingi oleh Paban III Lat Sopsal Kolonel Laut (P) Ludfy.

Sementara itu, delegasi RAN dipimpin oleh Joint Force Maritime Component Commander Commodore Troy Van Tienhoven dan didampingi oleh Atase Laut Captain Mark Daly, Staf Pertahanan Australia Captain Rod Griffiths serta Asisten Atase Laut CPO Matthew Dunt.

Forum MOWG Tahun 2026 ini menjadi wadah penting bagi kedua angkatan laut dalam membahas rencana kegiatan bersama, peningkatan interoperabilitas, serta penguatan kerja sama maritim di kawasan Indo-Pasifik. Kegiatan berlangsung secara hybrid dengan menggabungkan pertemuan tatap muka (face-to-face) di Jakarta dan video conference untuk menjangkau peserta jarak jauh.

“Melalui forum ini, TNI AL dan RAN menegaskan komitmen untuk terus mempererat hubungan profesional dan memperkuat stabilitas keamanan maritim, sesuai dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh prajurit Jalasena agar senantiasa meningkatkan kemampuannya guna mewujudkan prajurit yang profesional, modern, dan berdaya saing global,” Demikian Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 29 April 2026 serta Prakiraan Cuaca

Kondisi rumah warga yang terdampak angin kencang di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang, Kab. Dairi, Sumatera Utara, Senin (27/4). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Kab. Dairi).

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menghimpun rangkaian peristiwa dan pemutakhiran penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Selasa (28/4), pukul 07.00 WIB hingga Rabu (29/4), pukul 07.00 WIB. Dari hasil pendataan, kejadian bencana tanah longsor, banjir dan angin kencang menjadi atensi bersama pemerintah daerah.

Dalam siaran Pers Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Adapun peristiwa yang pertama ialah banjir di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/4). Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama 2-5 jam hingga menyebabkan banjir. Lokasi terdampak yakni Kelurahan Lewoleba Utara, Timur dan Tengah di Kecamatan Nubatukan, serta Kelurahan Selandoro, Kecamatan Lebatukan.

“Sebanyak 141 kepala keluarga (KK) serta 141 unit rumah terdampak. Banjir juga menyebabkan pagar pengaman Kantor Bupati sepanjang 100 meter roboh. BPBD Kabupaten Lembata telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penanganan,” Kata Abdul Muhari, Rabu (29/4/2026).

Selanjutnya, Pemerintah setempat sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat dengan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur tentang Status Siaga Darurat bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Angin Siklon Tropis, Cuaca Ekstrem, Gelombang Pasang dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak Desember 2025 sampai 8 Juni 2026. Kondisi terkini pada Rabu (29/4) banjir masih belum sepenuhnya surut dan masih dilakukan pendataan.

Berikutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung secara terus menerus pada hari Senin (27/4) pukul 15.00 WITA, telah memicu longsor di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Wilayah terdampak yakni Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Di samping itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan kondisi tanah di beberapa titik menjadi labil. Akibatnya, fenomena tanah longsor terjadi di Dusun Balekuwu, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari pukul 17.15 WITA.

Tercatat lima kepala keluarga (KK) terdampak mengungsi ke tempat kerabat. Kerugian material diantaranya lima unit rumah dan satu akses jalan terdampak akibat peristiwa ini. BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat untuk melakukan koordinasi dengan aparat terkait guna melakukan pelaporan dan penyebaran informasi, serta kaji cepat.

Hingga Selasa (28/4), kondisi cuaca berangsur membaik, namun tanah di sekitar lokasi masih dalam kondisi labil. Material longsor sebagian belum bisa dibersihkan dan akses masih jalan terganggu. Warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat. Situasi secara umum dalam keadaan aman dan terkendali, namun BPBD setempat tetap memberikan peringatan terhadap adanya potensi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Peristiwa selanjutnya terjadi di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang pada Senin (27/4) pukul14:00 WIB, mengakibatkan 19 unit rumah penduduk di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang mengalami kerusakan pada struktur atap rumah.

Sebanyak 19 kepala keluarga (KK) terdampak serta kerugian material diantaranya 14 unit rumah rusak ringan, tiga unit rumah rusak sedang dan dua unit rumah rusak berat. BPBD Kabupaten Dairi melakukan verifikasi lapangan, berkoordinasi dengan perangkat Desa Bintang Mersada untuk melakukan penanganan.

Penanganan dilakukan secara terpadu setelah pemerintah setempat menetapkan status transisi darurat ke pemulihan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/234/KPTS/2026 Tentang Penetapan Status Transisi Darurat Ke Pemulihan Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Gempa Bumi di Wilayah Provinsi Sumatera Utara selama 3 (tiga) bulan sejak 1 April 2026 sampai 30 Juni 2026.

Kondisi terkini pada Selasa (28/4) beberapa rumah yang terdampak sudah dilakukan penanganan oleh pemilik rumah.

Prakiraan Cuaca Periode 29 – 30 April 2026

Cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh. Bersihkan saluran air di sekitar rumah bebas dari sampah agar aliran air lancar dan tidak menyebabkan genangan atau banjir,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh

Foto : Dok.Satgas PRR Pascabencana Sumatera

Jakarta – Soliditas antardaerah dalam percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menguat. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat, dukungan nyata datang dari pemerintah daerah di Provinsi Sumut dan Sumbar kepada Aceh melalui mekanisme hibah antar daerah yang bersumber dari pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) untuk membantu proses pemulihan

Dalam siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Rabu (29/4/2026), Sebanyak 12 pemerintah daerah di Sumatera Barat turut memberikan hibah untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak di Aceh. Kontribusi ini menyusul langkah sebelumnya dari 8 pemerintah daerah di Sumatera Utara yang lebih dulu menyalurkan dukungan serupa.

Total hibah yang terkumpul dari pemerintah daerah di Sumatera Barat mencapai Rp27 miliar. Dukungan ini berasal dari berbagai daerah, termasuk Kota Padang sebesar Rp5 miliar, Kota Payakumbuh dan Kota Padang Panjang masing-masing Rp3 miliar, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya dengan kontribusi bervariasi antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

Sebelumnya, dari Sumatera Utara, total hibah antar daerah yang dihimpun mencapai Rp260 miliar.

Dengan demikian, total hibah yang berhasil dihimpun dari kedua provinsi tersebut mencapai Rp287 miliar, yang akan disalurkan secara langsung kepada daerah-daerah di Aceh yang masih mengalami dampak berat bencana hidrometeorologi.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan mekanisme hibah antar daerah ini merupakan bentuk nyata gotong royong nasional dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

“Kami hanya menghubungkan hibah antar daerah, sehingga bantuan ini bisa langsung dirasakan. Mekanisme kami kawal, dari rekening ke rekening, agar tepat sasaran dan cepat dimanfaatkan oleh daerah yang membutuhkan,” ujar Tito dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di Palembang, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat sebelumnya mengalokasikan dan mengembalikan TKD dengan nilai mencapai Rp10,6 triliun untuk mendukung pemulihan di tiga provinsi terdampak. Skema ini memberikan ruang fiskal bagi daerah yang relatif lebih ringan terdampaknya untuk membantu daerah dengan kondisi pemulihan yang lebih berat.

Menurut Tito, sejumlah wilayah di Aceh masih menghadapi tantangan pemulihan, termasuk risiko bencana susulan seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, percepatan intervensi melalui dukungan lintas daerah menjadi langkah strategis untuk memastikan pemulihan berjalan merata dan berkelanjutan.

“Total bantuan dari dua provinsi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan Aceh. Ini adalah wujud nyata solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana,” tambahnya.

Satgas PRR memastikan seluruh proses penyaluran hibah akan terus dikawal secara ketat, baik dari sisi administrasi maupun implementasi di lapangan, guna menjamin akuntabilitas dan efektivitas pemanfaatan anggaran.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah optimistis pemulihan wilayah terdampak di Aceh dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Jaksa Agung Lantik 14 Kajati – Pejabat Kejagung

Jaksa Agung, ST Burhanuddin menyampaikan amanatnya kepada jajaran Kajati dan Eselon II yang baru dilantik di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026) (Foto: The Indonesian News/HO- Puspenkum Kejagung).

Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin memimpin pelantikan 14 kepala kejaksaan tinggi (kajati) dan pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung. Dalam kesempatan itu, Jaksa Agung memerintahkan seluruh jajaran untuk meninggalkan pola kerja lama yang tidak adaptif.

Adapun pelantikan digelar di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung hari ini. Jaksa Agung mulanya menekankan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar hak atau wewenang, melainkan alat untuk memimpin perubahan ke arah yang lebih baik.

“Jabatan tersebut bukan sekadar hak atau wewenang, melainkan alat strategis untuk menjawab tantangan zaman dan memimpin perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Burhanuddin, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pendekatan kerja konvensional tidak lagi relevan. Para pejabat diminta menguasai ruang digital dan mampu mengendalikan narasi publik berbasis data guna menangkal disinformasi. Selain itu, isu integritas menjadi perhatian serius, dengan penegasan bahwa tidak ada toleransi bagi pegawai yang pernah terkena sanksi disiplin untuk menduduki jabatan strategis.

“Penguasaan ruang digital menjadi keharusan agar institusi mampu mengendalikan narasi publik melalui fakta dan data guna mencegah berkembangnya disinformasi di media sosial,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan yang menekankan reformasi birokrasi, penguatan integritas, serta percepatan transformasi digital di sektor publik.

“Masing-masing bidang memiliki karakteristik dan dinamika tersendiri. Kekeliruan memahami tugas dapat berdampak langsung pada kualitas penegakan hukum,” imbuh Burhanuddin.

Jaksa Agung mengajak seluruh pejabat untuk memaknai jabatan sebagai amanah terakhir yang harus dijalankan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan ketulusan. Ia berharap setiap pejabat mampu meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna bagi institusi, bangsa, dan negara.

Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi Kejaksaan Agung sebagai institusi penegak hukum yang modern, adaptif, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan zaman.

Berikut daftar pejabat yang dilantik hari ini:

1. Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum

2. Abdul Qohar sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

3. Sugeng Riyanta sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara

4. Dwi Agus Arfianto sebagai Direktur D pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum

5. Didik Farkhan Alisyahdi sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

6. Sila Haholongan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

7. Riono Budisantoso sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung

8. Ardito Muwardi sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus

9. Hermon Dekristo sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer
10. Sutikno sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

11. Harli Siregar sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan

12. I Dewa Gede Wirajana sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau

13. Muhibuddin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

14. Dedie Tri Hariyadi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat

15. Rahmat R sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus

16. Zullikar Tanjung sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah

17. Siswanto sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum

18. Teguh Subroto sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah

19. Sukarman Sumarinton sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan

20. Budi Hartawan Panjaitan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat

21. Riyono sebagai Inspektur Keuangan I pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan

22. Sumurung Pandapotan Simaremare sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo

23. Edi Handojo sebagai Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen

24. Lila Agustina sebagai Kepala Pusat Kesehatan Yustisial

25. Suwandi sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum

26. Sunarwan sebagai Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan

27. Chatarina Muliana sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset

28. Setiawan Budi Cahyono sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali

29. Abdullah Noer Deny sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen

30. Saiful Bahri Siregar sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Presiden Prabowo Targetkan Perbaikan Ratusan Ribu Sekolah

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BPMI Setpres).

Jawa Tengah – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan melalui target renovasi sekolah dalam skala besar saat meninjau hasil renovasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026.

Kepala Negara mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya pemerintah telah memulai perbaikan terhadap sekitar 17.000 sekolah di berbagai daerah. Pada tahun 2026, jumlah tersebut ditingkatkan secara signifikan dengan target mencapai 70.000 sekolah yang akan direnovasi.

“Tahun yang lalu kita, anggaran ini sekitar 17.000 sekolah seluruh Indonesia. Tapi anggaran 26, kita akan perbaiki 70.000 sekolah seluruh Indonesia. Tahun depan saya akan usahakan keras minimal 100.000 tambahan sekolah. Jadi saya perhitungkan akhir 2028, semua sekolah di Indonesia sudah akan kita perbaiki,” ujar Presiden Prabowo.

Selain perbaikan fisik, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah juga berfokus pada peningkatan kualitas dan kelengkapan fasilitas pendidikan. Menurut Kepala Negara, sekolah yang layak dan memadai menjadi fondasi penting dalam menciptakan proses belajar yang optimal.

“Kita tidak hanya memperbaiki, kita harus menambah kualitas, menambah fasilitas sekolah-sekolah kita seluruh Indonesia, karena pendidikan adalah kunci dari kebangkitan suatu bangsa,” imbuh Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Kepala Negara turut menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang. Di tengah tantangan global, Indonesia dinilai tetap berada dalam kondisi yang stabil dan memiliki kekuatan untuk terus maju, termasuk melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Di tengah krisis dunia, krisis dunia yang luar biasa sekarang, terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Gaza, Iran, di mana-mana perang, kita bersyukur Indonesia dalam keadaan yang baik dan damai,” pungkas Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengajak para pelajar dan tenaga pendidik untuk menjadikan pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa. Kepala Negara juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras dan berjuang untuk memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas di lingkungan sekolah yang layak dan modern.

Tidak ada Korban Jiwa, Kemlu RI Tangani kecelakaan lalu lintas Jemaah Haji Indonesia di Saudi

Gedung Pancasila Kemlu RI (Foto : Ist).

Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok Jemaah Haji Indonesia (JHI) pada 28 April 2026 di Arab Saudi.

Direktur PWNI Kemlu RI Heni Hamidah menyatakan, Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet. Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Terdapat 10 orang korban luka, 7 orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan, dan saat ini telah kembali ke Hotel Andalus Golden,” Kata Heni dalam keterangan, Rabu (29/4/2026).

Dia menjelaskan, Sementara 3 orang korban berasal dari Kloter SUB-2. Setelah mendapatkan penanganan medis, dua orang telah diperbolehkan kembali, sedangkan satu orang jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.

“KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan,” Demikian Direktur PWNI Kemlu RI Heni Hamidah

Kopaska Latihan Penanganan Bahan Peledak dan Sandera di Pesawat Penumpang

Foto : Akun IG komando pasukan_katak_tni_al

Jawa Timur – Komando Pasukan Katak menggelar latihan dengan materi penanganan bahan peledak pada situasi pembajakan pesawat.

“Latihan tersebut kami gelar dalam rangka meningkatkan kesiap siagaan unsur Kopaska dalam penanganan ancaman IED dan pembajakan pesawat di lingkungan Bandara Internasional Juanda yang merupakan Objek vital nasional di wilayah kerja TNI AL”. Demikian penekanan Komandan Kopaska Koarmada RI Laksamana Pertama TNI Sadarianto, S.T., M.Han selaku Pimpinan Umum Latihan, Dilansir dari Akun IG komando pasukan_katak_tni_al, Selasa (28/4/2026).

Latihan yang berlangsung selama 14 hari dari tanggal 15 hingga 28 April 2026 ini dikendalikan langsung oleh Dansat Kopaska Koarmada II, Kolonel Laut (P) Wido Dwi Nugraha. Skenario latihan ini disimulasikan sebuah pesawat yang sedang dibajak dipaksa mendarat di Bandara Juanda, kemudian Tim Kopaska merebut kembali pesawat dari tangan pembajak. Namun dalam penangananya ditemukan IED (Improvised Explisived Device), selanjutnya Tim EOD Kopaska melaksanakan identifikasi, evakuasi dan disposal di lokasi steril yang aman menggunakan peralatan EOD Kopaska. Dari mulai Rantis EOD, Bomb Trailer untuk evakuasi, EOD Robotic untuk penanganan IED hingga peralatan deteksi dengan X Ray di gunakan dalam latihan ini.

“Dalam siatuasi sekarang ini Latihan menjadi hal yang sangat mahal, namun tidak menyurutkan semangat Kopaska untuk tetap berlatih,” demikian penekanan Komandan Kopaska Koarmada RI di akhir kegiatan FMP (Full Mission Profile) sekaligus penutupan latihan di Lanudal Juanda.

Panglima TNI Terima Penghargaan Adhibhakti Sanapati  

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima penghargaan Adhibhakti di Auditorium Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN, Sawangan, Depok, Selasa (28/4/2026). (The Indonesian News/HO-Puspen TNI).

Depok – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima penghargaan Adhibhakti Sanapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas jasa dan dharma bakti yang luar biasa kepada bangsa dan negara di bidang keamanan siber dan persandian. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan ceramah umum yang berlangsung di Auditorium Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN, Sawangan, Depok, Selasa (28/4/2026).

Panglima TNI menegaskan, komitmen TNI dalam memperkuat postur pertahanan siber nasional melalui pendekatan komprehensif yang mencakup pengembangan sumber daya manusia unggul, penguatan regulasi dan doktrin, serta peningkatan kolaborasi lintas sektoral. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan TNI menghadapi dinamika ancaman global yang semakin kompleks di ruang siber.

Panglima TNI juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan BSSN dalam membangun kekuatan pertahanan siber yang tangguh dan adaptif.

“Mudah-mudahan kolaborasi antara TNI dengan BSSN semakin kita tingkatkan dalam rangka menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan untuk mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Panglima TNI.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi informasi telah melahirkan bentuk konflik baru berupa perang media atau perang non-fisik yang memanfaatkan berbagai platform komunikasi sebagai sarana utama dalam memengaruhi opini publik.

Penganugerahan Adhibhakti Sanapati ini menjadi wujud apresiasi atas komitmen dan kontribusi nyata TNI dalam memperkuat keamanan siber dan persandian nasional. Momentum tersebut sekaligus mempertegas komitmen dan peran strategis TNI sebagai institusi yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif di ruang siber demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 28 April 2026

Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Simpang Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Senin (27/4/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-BNPB).

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menghimpun rangkaian peristiwa dan pemutakhiran penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Senin (27/4), pukul 07.00 WIB hingga Selasa (28/4), pukul 07.00 WIB. Dari hasil pendataan, kejadian bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi atensi bersama pemerintah daerah.

Dalam Siaran Pers Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Kebakaran lahan terjadi di Desa Simpang Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Senin (27/4). Lahan seluas dua hektare terbakar yang hingga saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. BPBD Kabupaten Batanghari berhasil menaklukkan api setelah mengerahkan mobil pemadam kebakaran.

“Selain kebakaran lahan, Provinsi Jambi juga dilanda peristiwa banjir yang merendam pemukiman warga di enam kecamatan di Kabupaten Sarolangun, Sabtu (25/4). Adapun kecamatan terdampak meliputi Kecamatan Pauh (Desa Kasang Melintang), Kecamatan Batang Asal (Desa Bukit Berantai, Pekan Gedang, Pulau Salak baru, Paniban Baru, Bantu Empang, Muaro Pemuat dan Simpang Narso) serta Kecamatan Bathin VIII (Desa Tanjung Gagak, Rantau Gedang, Pulau Buayo, Teluk Kecimbung, Tanjung, Pulau Melako, Limbur Tembesi dan Muara Lati),” Kata Abdul Muhari, Selasa (28/4/2026).

Kemudian Kecamatan Lemur (Desa Pulau Pandan dan Muara Limun), Kecamatan Cermin Nan (Desa Tendah, Pemuncak, Telok Tigo, Sungai Keramat, Lubuk Resam Hilir dan Telur Rendah) serta Kecamatan Sarolangun (Desa Sungai Abang, Baru, Brunei Dalam, Lidung, dan ladang Panjang).

Dari segi kerusakan infrastruktur, BPBD Kabupaten Sarolangun mencatat sebanyak 5 unit rumah dan 6 unit jembatan gantung mengalami rusak berat, 4 unit rumah dan satu unit jembatan rusak ringan, serta 1.551 unit rumah lainnya terdampak. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini dan banjir telah surut pada Senin (27/4).

Selanjutnya, banjir juga terjadi di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (26/4). Hujan intensitas tinggi memicu luapan sungai yang kemudian merendam 28 unit rumah warga, satu unit fasilitas ibadah dan menyebabkan putusnya 1 unit jembatan. BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan perbaikan jembatan dan tanggul sungai. Pada Senin (27/4), dilaporkan banjir telah surut.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Hujan lebat menyebabkan meluapnya air Sungai Benenai dan merendam empat kecamatan pada Sabtu (25/4). Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Malaka Tengah (Desa Naimana, Fahiluka, Umakatahan dan Lasaen), Kecamatan Malaka Barat (Desa Motaain, Oanmane, Sikun, Fafoe, Besikama dan Motaulun), Kecamatan Weliman (Desa Forekmodok) dan Kecamatan Wewiku (Desa Halibasa).

BPBD Kabupaten Malaka melaporkan sebanyak 647 unit rumah, 240 hektare lahan perhatian dan 15 hektare lahan tambak terdampak banjir. BPBD dan tim gabungan melakukan kaji cepat dan pembersihan material lumpur pascabanjir di pemukiman warga terdampak. Dilaporkan banjir telah surut pada Senin (27/4).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca ekstrem pada periode 28 hingga 30 April 2026, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan sedang hingga sangat lebat. Di samping itu, berdasarkan pantauan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada Selasa (28/4), beberapa wilayah di Provinsi Nusa Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diharapkan rutin memantau kondisi cuaca, memelihara saluran drainase, serta segera evakuasi ke tempat yang lebih aman jika hujan lebat melanda lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang.

“Sementara itu, pemerintah daerah bersama tim satuan tugas gabungan dapat melakukan patroli di wilayah dengan tingkat kemudahan terbakar tinggi serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan titik api agar upaya penanganan dapat dilakukan secara cepat,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts