Beranda blog Halaman 11

Pameran Keliling PBB Angkat Sejarah Perbudakan Kolonial dan Perlawanan di Indonesia

Pameran keliling bertema "Slavery: Ten True Stories of Dutch Colonial Slavery" yang diadakan oleh Rijksmuseum Amsterdam, berkolaborasi bersama UNIC Indonesia di BINUS University @Kemanggisan - Anggrek Campus. (Credit: The Indonesian News/HO-Talitha Vanya Ekta/UNIC)

Jakarta (The Indonesian News) – Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIC) di Indonesia dan Universitas BINUS hari ini membuka rangkaian pameran poster bertajuk Slavery: Ten True Stories of Dutch Colonial Slavery (Perbudakan: Sepuluh Kisah Nyata Perbudakan Kolonial Belanda) yang dikembangkan oleh Rijksmuseum di Amsterdam.

Dipamerkan di Universitas BINUS pada tanggal 29–30 September, pameran ini mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk menyelami sejarah perbudakan melalui kisah hidup individu; termasuk mereka yang diperbudak, mereka yang melakukan perlawanan, serta mereka yang mengambil keuntungan dari sistem tersebut.

Salah satu narasumber, Asep Kambali, menjelaskan salah satu materi pameran kepada pengunjung pameran keliling “Slavery: Ten True Stories of Dutch Colonial Slavery”. (Credit: The Indonesian News/HO-Talitha Vanya Ekta/UNIC)

Kisah-kisah dalam pameran ini menjangkau wilayah Belanda, Indonesia, Suriname, Karibia, dan berbagai tempat lain yang terhubung dengan penjajahan Belanda. Benda-benda bersejarah yang ditampilkan mengungkapkan bagaimana perbudakan membentuk kehidupan di seluruh jaringan ini. Beberapa kisah mengarah langsung ke Nusantara, termasuk Batavia, Kepulauan Banda, dan Jawa.

Di antaranya adalah Untung Surapati, yang diperbudak di Bali lalu melarikan diri dari Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) di Batavia. Untung memelopori perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Pada akhirnya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia, menjadikan kisahnya sebagai representasi sosok yang dikenal luas dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kisah lainnya mengangkat nasib enam individu yang diperdagangkan dari Teluk Benggala dan disebarkan melalui jaringan VOC, termasuk ke wilayah Batavia dan Kepulauan Banda.

Pengunjung menghadiri pameran keliling bertema “Slavery: Ten True Stories of Dutch Colonial Slave” oleh Rijksmuseum Amsterdam yang diselenggarakan di Binus University @Kemanggisan – Anggrek Campus. (Credit: The Indonesian News/Talitha Vanya Ekta/UNIC)

Direktur UNIC Indonesia, Miklos Gaspar, mengatakan “Kita perlu membicarakan sejarah perbudakan agar orang-orang yang mengalaminya tidak terlupakan, dan agar kita dapat memahami bagaimana ketidakadilan pada masa itu sempat dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Pelajaran tersebut sangat penting saat ini. Perbudakan tidak hanya terbatas di masa lalu: masih ada orang-orang yang menjadi korban atas praktik kerja paksa, dan berbagai bentuk perbudakan modern lainnya. Mengingat sejarah ini akan memperkuat komitmen kita untuk melindungi kebebasan semua orang.” Kata Miklos dalam siaran persnya melalui UNIC Indonesia, Selasa 29 September 2026.

Sebuah diskusi yang digelar bersamaan dengan pembukaan pameran ini, bertajuk “Perbudakan, Masa Lalu dan Masa Kini: Menghadapi Ketidakadilan Sejarah dan Bentuk Eksploitasi Kontemporer,” mempertemukan sejarawan Asep Kambali, Miklós Gáspár, dan Dr. Lili Yulyadi, B.IRK., B.HSc., M.HSc. Para pembicara mendiskusikan keterkaitan perbudakan kolonial Belanda dengan Indonesia, serta bagaimana pengalaman individu dilestarikan dan direpresentasikan. Mereka juga membahas apa yang dapat diajarkan oleh sejarah ini kepada kita tentang eksploitasi masa kini dalam kaitannya dengan tanggung jawab bersama.

Bagi Universitas BINUS, menjadi tuan rumah bagi pameran dan diskusi ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengeksplorasi sejarah melalui pengalaman individu, sekaligus merefleksikan bagaimana masa lalu terus membentuk pemahaman kita tentang kebebasan, martabat, dan tanggung jawab. Program ini juga mendorong generasi muda untuk terlibat dengan kisah dan materi sejarah sekaligus mempertimbangkan relevansinya bagi masyarakat saat ini.

Sesi Interactive Talkshow berjudul “Slavery Past, and Present: Confronting Historical Injustice and Contemporary Forms of Exploitation” bersama ketiga narasumber Dr. Lili Yulyadi, B.IRK., B.HSc., M.HSc, Associate Professor of Department of International Relations, BINUS University; Asep Kambali, S.Pd., M.I.K, Historian & Founder dari Komunitas Historia Indonesia; Miklos Gaspar, Direktur, United Nations Information Centre (UNIC) Indonesia, dan moderator Elisabeth Ermuliana Kembaren, S.IP., M.A., Lecturer, Department of International Relations di BINUS University. (Credit: The Indonesian News/HO-Bayu Dwityo Wicaksono/UNIC)

“ Pameran dan diskusi ini menawarkan kesempatan bagi kita untuk memahami perbudakan tidak hanya sebagai sebuah sistem sejarah, tetapi melalui pengalaman orang-orang yang melewatinya. Dengan menggali kisah-kisah mereka, memori sejarah, dan makna kebebasan, kami berharap mahasiswa dan masyarakat luas dapat merefleksikan martabat manusia dan bagaimana pemahaman kita tentang masa lalu dapat membentuk rasa tanggung jawab kita hari ini,” kata Rini Setiowati, Wakil Rektor Bidang Kolaborasi & Keterlibatan Global, Universitas BINUS.

Kerangka Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa melarang perbudakan dan perdagangan budak dalam segala bentuknya. Pada bulan Maret 2026, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 80/250, yang membahas perdagangan dan perbudakan berbasis rasial terhadap orang-orang Afrika, serta menyerukan upaya peringatan, pendidikan, dan penelitian yang lebih kuat mengenai sejarah tersebut beserta dampaknya yang berkepanjangan. Meskipun resolusi tersebut membahas sejarah yang spesifik, penekanannya pada kebenaran dan pendidikan memperkuat betapa pentingnya mempelajari sejarah perbudakan lainnya, termasuk yang berkaitan erat dengan Indonesia.

Salah satu materi presentasi dalam sesi diskusi interaktif berjudul “Slavery Past, and Present: Confronting Historical Injustice and Contemporary Forms of Exploitation” bersama narasumber dan para peserta di Binus University. (Credit: The Indonesian News/HO-Bayu Dwityo Wicaksono/UNIC)

“Salah satu kisah yang menarik perhatian saya adalah kisah Untung Surapati. Saya belajar bagaimana dia diperbudak di Bali, melarikan diri dari VOC di Batavia, dan kemudian menjadi tokoh yang melawan penjajahan. Kisahnya menunjukkan kepada saya bahwa pameran ini bukan hanya tentang perbudakan, melainkan juga tentang beragam pengalaman dan perjuangan orang-orang yang mengalaminya,” ujar Felicia Chritsty, mahasiswa Komunikasi Pemasaran, B29, Universitas BINUS.

Setelah pembukaannya di Universitas BINUS pada 29–30 September, pameran ini direncanakan akan berlanjut ke Monas pada 23–25 Oktober — bertepatan dengan momen Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Day) — dan kemudian ke salah satu pusat perbelanjaan (mal) di Jakarta pada 5–8 November 2026.

Hadapi Tantangan pemadaman Karhutla, BNPB: TIM Gabungan gunakan metode pompa jinjing dan jet shooter

Tim gabungan tengah berupaya memadamkan api yang melanda Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Api diketahui pertama pada Jumat (25/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Kabupaten Magetan.

Jakarta (The Indonesian News) – Plt. KapusdatinBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton S. P. Panjaitan menyampaikan pada senin hingga Selasa, 28-29 September 2026 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan mendominasi kejadian bencana pada periode ini.

“Karhutla melanda 280 hektare lahan di Desa Klabat, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Selasa (22/9). Hingga Senin (28/9), titik api belum sepenuhnya padam. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, TNI, Polri, dinas pemadam kebakaran (damkar), relawan, dan masyarakat berjibaku untuk memadamkan si jago merah. Upaya pemadaman menemui kendala pada sulitnya medan serta angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar,” Kata Berton S. P. Panjaitan dalam keterangan tertulis, Selasa 29 September 2026.

Selanjutnya, laporan kejadian karhutla di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran lahan terjadi pada Senin (28/9) sekitar pukul 13.50 WIB. Titik lokasi kebakaran berada di Desa Sungai Daeng, Kecamatan Muntok. Tim pemadam gabungan dari BPBD Kabupaten Bangka Barat, damkar Bangka Barat dan damkar PT. Timah berhasil memadamkan api yang membakar dua hektare lahan ini sekitar tiga jam kemudian. Situasi berangsur kondusif.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Api diketahui pertama pada Jumat (25/9) pukul 12.30 WIB dan merembet ke beberapa titik. Lokasi terdampak antara lain Desa Ngunjung di Kecamatan Maospati, Desa Balarejo di Kecamatan Kawedanan, dan Kelurahan Sarangan di Kecamatan Plaosan.

“Total lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai 15 hektare dengan rincian seluas 4 ha di Kelurahan Sarangan, 9 ha di Desa Balerejo, dan 2 ha di Desa Ngunjung. Pada Senin (28/9) api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Magetan, TNI, Polri, perangkat desa, relawan, dan masyarakat,” Tuturnya.

Di Provinsi Lampung, ia menambahkan, karhutla kembali melanda wilayah Taman Nasional Way Kambas Grid 30 U, 31 U dan 31 T RPTN Cabang SPTN Wilayah II Bungur pada Selasa (22/9). Hingga Senin (28/9) upaya pemadaman masih terus dilaksanakan oleh satgas darat dan udara. Data sementara luas lahan terbakar per Senin (28/9) seluas 40 hektare dan luas lahan yang berhasil dipadamkan sampai Senin (28/9) seluas 4 hektare.

Pada upaya pemadaman ini, baik satgas darat maupun udara menghadapi beberapa tantangan di lapangan. Operasi darat terkendala jarak dari sumber air ke lokasi titik api cukup jauh, akses darat menuju lokasi sangat sulit ditembus, dan kondisi cuaca di lokasi kering dan angin kencang. Sementara itu tim operasi udara menghadapi tantangan antara lain kondisi vegetasi yang sangat rapat, cuaca kering disertai hembusan angin kencang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim gabungan melakukan pemadaman dengan metode pemadaman langsung dengan pompa jinjing dan jet shooter serta membuat ilaran api.

Distribusi Air Bersih Wilayah Terdampak Kekeringan

Musim kemarau disertai El Nino saat ini menyebabkan cadangan air tanah di beberapa daerah surut, salah satunya di Pulau Jawa. Akibatnya, sejumlah warga mengalami kekurangan air bersih.

Dari Provinsi Jawa Tengah dilaporkan hingga Senin (28/9) kekeringan melanda warga Kabupaten Pati, Sragen, dan Pemalang.

Di Pati, sebanyak 15 desa di tujuh kecamatan terdampak kekeringan. Kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Winong, Pucakwangi, Jaken, Jakenan, Gabus, Kayen, dan Tambakromo. Total warga terdampak sebanyak 1.131 Kepala Keluarga (KK) atau 3.896 jiwa. Pada Senin (28/9) BPBD Kabupaten Pati melakukan distribusi air bersih sebanyak 94.000 liter dengan penerima manfaat 1.001 KK (3.476 jiwa) di 11 desa.

Di Sragen, sebanyak 12 desa di Kecamatan Gesi, Tangen, Mondokan, Jenar, dan Miri terdampak kekeringan. Warga terdampak terdata sebanyak 2.298 KK atau 7.224 jiwa. Pada Senin (28/9) BPBD Kabupaten Sragen mendistribusikan air bersih sebanyak 9 Tangki (41.000 liter).

Di Pemalang, sebanyak 23 desa di sembilan kecamatan terdampak kekeringan. Kecamatan terdampak adalah Kecamatan Belik, Bawang, Pulosari, Watukumpul, Bantarbolang, Randudongkal, Bodeh, Warungpring, dan Cilongok. Warga terdampak sebanyak 10.764 KK. Pada Senin (28/9) Tim BPBD Kabupaten Pemalang melakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter dan 4.000 liter. Kondisi saat distribusi air bersih terpantau masyarakat antusias dan tertib saat pengambilan air. Pendistribusian air ini dapat mencukupi kebutuhan air bersih warga untuk tiga hari ke depan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering di masa musim kemarau saat ini. Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, menggunakan air sesuai kebutuhan, perbaiki keran atau pipa yang bocor, dan menggunakan kembali air bekas yang masih layak (misalnya air cucian sayur untuk menyiram tanaman).

Sementara itu, di tengah teriknya cuaca akibat fenomena EL Nino yang terjadi saat ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka ladang dengan cara membakar guna mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuang putung sembarangan dan pastikan bara api telah padam sempurna sebelum membuang.

“BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” Demikian Berton S. P. Panjaitan.

Pesan Ketua DEN: Berikan Keteladanan dan Loyalitas hanya kepada Panglima Tertinggi yaitu Presiden RI

Anjangsana ke Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di Jl. M.H. Thamrin No.8, Jakarta Pusat, Senin (28//9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI

Jakarta (The Indonesian News) – Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo dan rombongan melaksanakan anjangsana ke Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di Jl. M.H. Thamrin No.8, Jakarta Pusat, Pada Senin (28//9/2026).

“Anjangsana tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi dengan para sesepuh dan purnawirawan TNI dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI. Kegiatan berlangsung di ruang kerja Ketua Dewan Ekonomi Nasional dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat komunikasi lintas generasi di lingkungan TNI,” Tulis Puspen TNI dalam keterangannya, Selasa 29 September 2026.

Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim anjangsana Mabes TNI, “Terima kasih telah datang kekantor saya dan ini merupakan suatu kehormatan karena saya kembali teringat masa-masa yang sangat berkesan dalam hidup saya saat menjadi prajurit TNI”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan juga menuliskan kesan dan pesan sebagai pengingat kepada semua prajurit TNI. “Berikan keteladanan dalam semua bidang, loyalitasmu hanya kepada Panglima Tertinggi yaitu Presiden Republik Indonesia”, tulisnya.

“Kegiatan anjangsana merupakan bagian dari upaya TNI menjaga silaturahmi dengan para senior sekaligus memperkuat jiwa korsa, soliditas, dan kesinambungan nilai-nilai pengabdian TNI kepada bangsa dan negara,” Demikian Puspen TNI.

Perkuat kemampuan Operasi Amfibi, Menhan Sjafrie serahkan 12 Unit Ranpur AAV M-35 kepada TNI AL

Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin (Kedua Kanan) memimpin upacara penerimaan dan penyerahan Kendaraan Ranpur Amphibious Assault Vehicle (AAV M-35) di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/09/2026). The Indonesian News/HO-Dispenal

Jakarta (The Indonesian News) – Memperkuat kemampuan operasi amfibi dan modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Korps Marinir TNI AL, Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin memimpin upacara penerimaan dan penyerahan Kendaraan Tempur Amfibi (Ranpur) Amphibious Assault Vehicle (AAV M-35) di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Pada Senin (28/09).

“Penyerahan 12 unit AAV M-35 yang merupakan pengiriman tahap pertama dari total pemenuhan 35 unit ranpur yang diproyeksikan untuk Korps Marinir TNI AL tersebut diserahkan dari Menhan RI kepada Komandan Korps Marinir (Dankormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi yang disaksikan oleh Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono,” Tulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam keterangannya, Selasa September 2026.

The Indonesian News/HO-Dispenal

Ranpur AAV M-35 merupakan kendaraan tempur amfibi pengangkut personel berbasis tracked (roda rantai) varian AAV-7A1 asal Amerika Serikat yang telah dikembangkan menjadi versi AAV7A1 RAM/RS (Reliability, Availability, Maintainability/Rebuild to Standard). AAV M-35 dirancang dengan performa tinggi untuk mendukung pendaratan amfibi dengan mampu membawa hingga 21 prajurit beserta perlengkapan tempurnya, kecepatan jelajah mencapai ±15 km/jam di air dan ±75 km/jam di darat serta dipersenjatai dengan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan pelontar granat otomatis (Oerlikon/MK19) 40 mm.

Masuknya AAV M-35 dipastikan semakin meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan daya gempur Korps Marinir TNI AL dalam menjaga kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebanyak 23 unit sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Modernisasi ini berkesinambungan dengan penguatan kemampuan pendarat amfibi Marinir yang sebelumnya telah diperkuat oleh 15 unit LVT-7A1 asal Korea Selatan pada tahun 2009.

“Hal ini tentunya menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan Korps Marinir dalam melaksanakan operasi amfibi, meningkatkan mobilitas pasukan, daya angkut, perlindungan, serta kemampuan manuver dari laut menuju pantai hingga sasaran di darat,” Demikian Dispenal.

Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Duka atas Berpulangnya Guruh Soekarnoputra

Presiden Prabowo Subianto (Kanan) bertakziah ke kediaman Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri (Kiri) di Jakarta, pada Senin malam (28/9/2026). Foto: BPMI Setpres

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di Jakarta, pada Senin malam, 28 September 2026. Kehadiran Kepala Negara tersebut untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung atas berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa almarhum merupakan putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno sekaligus adik dari Presiden Megawati Soekarnoputri.

“Senin malam, 28 September 2026, Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Jakarta, untuk menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, putra bungsu Presiden RI pertama Soekarno dan adik dari Presiden Megawati Soekarnoputri,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Dalam suasana duka tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa sekaligus penghormatan kepada keluarga besar almarhum. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum serta keluarga yang tengah berduka.

“Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan duka cita dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Seskab Teddy.

Seskab Teddy pun menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Doa juga disampaikan bagi keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi suasana duka.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutur Seskab Teddy.

Saat bertakziah, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Budidaya Kepiting Soka, TTL raih CSR dan PDB Awards 2026

Ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026. Foto: Dok. TTL

Jakarta (The Indonesian News) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meraih penghargaan bergengsi pada ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 melalui Program Pemberdayaan Nelayan “Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka”. Program ini menjadi bagian dari upaya TTL dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Corporate Communication Manager PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan tidak hanya pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada terbentuknya kemampuan masyarakat untuk melanjutkan manfaat program secara mandiri.

“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu mengambil peran dan melanjutkan manfaat program secara mandiri. Karena itu, kami mendorong penguatan kapasitas kelompok, tata kelola usaha, dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap.” ujar Dahlia dalam keterangannya, Selasa 29 September 2026.

Ajang tersebut digelar oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) ini memberikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Tb. Haeru Rahayu dalam rangkaian acara CSR & PDB Awards 2026 yang berlangsung di Gedung Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta. Penghargaan diterima secara langsung oleh Dahlia Permata Sari, Manager Komunikasi Korporasi PT Terminal Teluk Lamong, yang mewakili perusahaan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb. Haeru Rahayu, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi dan program pemberdayaan yang dikembangkan oleh dunia usaha dalam mendukung pengembangan sektor perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang terus menghadirkan inovasi dan program nyata bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting untuk mendorong pengembangan usaha perikanan budi daya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.” Kata Haeru.

Pernyataan tersebut sejalan dengan perhatian KKP terhadap pengembangan inovasi dalam perikanan budi daya. Dalam sejumlah kesempatan, KKP menekankan bahwa inovasi dan pemanfaatan teknologi dapat mendukung produktivitas sekaligus keberlanjutan usaha budi daya.

“Bagi TTL, penghargaan ini menjadi apresiasi atas proses pemberdayaan yang dibangun bersama masyarakat sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan TJSL,” Tutur Dahlia Permata Sari.

Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Tahap I periode 2024–2025 dan Tahap II periode 2025–2026. Program menyasar kelompok nelayan di wilayah Ring 1 TTL, meliputi Kelurahan Romokalisari dan Tambak Osowilangun, Kota Surabaya, serta Kelurahan Tenggulunan, Kabupaten Gresik.

Program dikembangkan berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menyediakan alternatif mata pencaharian, meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan, memanfaatkan potensi sumber daya pesisir, serta memperkuat keterampilan dan kapasitas kelompok.

Budidaya kepiting soka kemudian dikembangkan melalui sistem apartemen kepiting sebagai salah satu pendekatan budidaya yang sesuai dengan kondisi masyarakat pesisir.

Dalam pelaksanaannya, TTL memberikan dukungan sarana budidaya sekaligus pendampingan dan monitoring secara berkala. Proses tersebut melibatkan kelompok pembudidaya, masyarakat, pendamping program, pemerintah kelurahan, dan perusahaan untuk memantau perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta menyusun tindak lanjut.

Dampak program juga telah diukur secara independen. Pada Tahap I, evaluasi Social Return on Investment (SROI) oleh pihak ketiga mencatat total dampak sosial sebesar Rp939,075 juta dengan nilai SROI 4,92. Artinya, setiap Rp1 investasi menghasilkan nilai sosial sebesar Rp4,92.

Pengukuran tersebut mencakup dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari program. Selain itu, hasil pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 3,73 atau 93,24 dengan mutu kinerja A (Sangat Baik). Pengukuran dilakukan terhadap tiga tahapan program, yaitu perencanaan, implementasi, serta hasil dan capaian.

Memasuki Tahap II, evaluasi program menunjukkan pendampingan teknis yang konsisten, peningkatan kemandirian kelompok dalam menjalankan operasional budidaya, serta pengelolaan kualitas air dan sarana budidaya yang semakin baik.

“Kedepan, TTL berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan TJSL yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, memiliki dampak yang terukur, dan mendorong kemandirian penerima manfaat. Melalui pengembangan potensi lokal, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, TTL akan terus mendorong terciptanya manfaat jangka panjang yang tidak hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi dapat terus tumbuh dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional,” Demikian Dahlia Permata Sari.

Rincian Pembangunan Huntara Pascagempa M7,7 NTT

Huntara yang dibangun BNPB di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pembangunan huntara yang dilakukan merupakan tahap pertama yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Foto: The Indonesian News/HO-Dok. BNPB

Jakarta (The Indonesian News) – BNPB terus mendampingi pendirian hunian sementara (huntara) yang dibangun bagi warga terdampak gempa M7,7 Nusa Tenggara Timu (NTT). Dengan tempat tinggal ini, para penyintas dapat segera meninggalkan pos pengungsiannya.

Plt. Kapusdatin BNPB, Berton S. P. Panjaitan mengatakan, Penanganan pascagempa yang terjadi di Flores pada Agustus 2026 lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dua pilihan dalam mengakses hunian sebelum memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan opsi untuk mengakses dana tunggu hunian atau huntara. BNPB bersama pemerintah daerah di 7 kabupaten terdampak terus melakukan pemutakhiran data penerima manfaat dari bantuan tersebut di fase transisi darurat ke pemulihan ini.

Huntara yang dibangun BNPB di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pembangunan huntara yang dilakukan merupakan tahap pertama yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Foto: The Indonesian News/HO-Dok. BNPB

“Sebagian besar warga memilih untuk mendapatkan bantuan huntara dibandingkan DTH,” Kata Berton S. P. Panjaitan dalam keterangan tertulis, Selasa 29 Septeber 2026.

Ia menjelaskan, Berdasarkan data sementara BNPB pada 28 September 2026, sejumlah huntara telah selesai dibangun BNPB. Total kemajuan huntara yang sedang dibangun di Kabupaten Manggarai berjumlah 110 unit, dengan rincian progres lebih dari 50 persen sebanyak 50 unit dan kurang dari 50 persen 60 unit. Huntara telah selesai sebanyak 4 unit. Hasil verifikasi rumah rusak berat di kabupaten ini berjumlah 1.494 unit.

“Di Manggarai Timur, sebanyak 561 unit huntara masih dalam proses pembangunan, sedangkan 6 unit telah selesai. Target huntara tahap pertama di kabupaten ini sejumlah 1.305 unit. Huntara yang dibangun berupa insitu dan eksitu,” Terangnya.

Selanjutnya, target huntara mandiri telah selesai 6 unit di Kabupaten Ngada. Keenam unit ini berada di 3 kecamatan, yaitu 4 unit di Kecamatan Aimere, 1 unit di Riung dan satu lainnya di Wolomeze. Di wilayah ini, BNPB telah selesai membangun huntara insitu 5 unit, sedangkan 272 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Di Kabupaten Nagekeo, huntara insitu yang seratus persen dibangun sebanyak 9 unit. Sedangkan 173 unit dalam proses penyelesaian. Hasil verifikasi rumah rusak berat di kabupaten ini berjumlah 314 unit,” Ujarnya.

Di Kabupaten Sikka, 2 unit huntara telah selesai dibangun dengan rincian 1 unit tipe keluarga dan 1 unit tipe komunal atau 5 hunian. Sebanyak 25 unit dibangun secara pararel hingga saat ini.

Di Kabupaten Ende, huntara selesai dibangun sebanyak 7 unit, sedangkan proses pembangunan 7 unit lainnya.

Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Barat, pemerintah daerah masih terus mendata keluarga terdampak yang memutuskan memilih huntara, yang sebelumnya mereka memilih DTH. Pemerintah daerah masih dalam proses penyusunan surat keputusan penerima bantuan huntara by name by address.

Dalam proses pembangunan huntara, BNPB akan menyelesaikan secara bertahap berdasarkan jumlah penerima manfaat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Sebelum Pembangunan dilakukan, BNPB dan pemerintah daerah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Penentuan pendirian titik huntara didiskusikan dengan warga dan kondisi di lapangan.

“Pada waktu bersamaan, sejumlah kabupaten sedang menyelesaikan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa,” Demikian Berton S. P. Panjaitan.

Sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa, Aceh

Foto Dok humas Polres Langsa

Langsa (The Indonesian News) – Satresnarkoba Polres Langsa bersama Bea Cukai melalui Joint Investigation mengagalkan narkotika jenis sabu sebanyak 46,6 kilogram yang diduga barang bukti tindak kejahatan tersebut berasal  Malaysia.

Dalam operasi pengungkapan narkotika jenis sabu tersebut, petugas mengamankan  seorang tersangka.(M33) beserta 44 paket besar sabu , satu unit mobil dan handphone.

Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, menjelaskan, tersangka diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan narkotika lintas negara. Sabu tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Indonesia, termasuk Aceh dan sejumlah provinsi lainnya.

“Pengungkapan ini merupakan komitmen Polres Langsa bersama Bea Cukai Langsa dalam memberantas peredaran narkotika dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP Hyrowo dalam siaran pers di Langsa, Pada senin (28/9/2026).

Barang bukti sabu tersebut ditaksir bernilai Rp13,2 miliar dan berdasarkan perhitungan kepolisian diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 372.800 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Polres Langsa bersama Bea Cukai Langsa terus bersinergi memberantas narkoba demi melindungi masyarakat dan generasi bangsa.

Kapolres Langsa AKBP Hyrowo pengungkapan puluhan kilogram sabu-sabu tersebut merupakan kerja sama dengan Bea Cukai Langsa. Peredaran narkoba tersebut diduga jaringan internasional, Malaysia.

Kemlu RI : Satu WNI terdampak banjir Bangkok

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KBRI Bangkok terus memantau perkembangan situasi banjir yang melanda Bangkok dan sejumlah wilayah sekitarnya serta memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Tailan.

“Berdasarkan data Bangkok Metropolitan Administration (BMA) per Minggu, 27 September pukul 11.40 waktu setempat, terdapat 36 ruas jalan di Bangkok yang masih tergenang banjir dengan ketinggian air di atas 15 sentimeter. Sementara itu, Badan Pengembangan Teknologi Geo-Informatika dan Antariksa Tailan (GISTDA) memprediksi risiko hujan lebat akan mulai menurun pada 29–30 September, sehingga kondisi cuaca diharapkan berangsur membaik,” Kata Direktur Jenderal Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Heni Hamidah dalam keterangannya, Senin 28 September 2026.

Ia menjelaskan, Terdapat sekitar 2.500 WNI yang menetap dan berada di Tailan, termasuk di wilayah Bangkok dan sekitarnya. Kemlu RI melalui KBRI Bangkok terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi dengan komunitas WNI untuk mengantisipasi dampak banjir.

“Hingga saat ini, hotline KBRI Bangkok telah menerima satu laporan WNI yang terdampak banjir. WNI tersebut sempat terjebak di hotel karena akses jalan di sekitar lokasi penginapan tergenang air. KBRI Bangkok telah berkomunikasi dengan yang bersangkutan dan memastikan bahwa kondisinya aman,” Katanya.

Sebagai langkah antisipasi, KBRI Bangkok telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di Bangkok dan sekitarnya untuk:

* menghindari wilayah yang terdampak banjir;
* memantau kondisi jalan sebelum melakukan perjalanan;
* tidak memaksakan berkendara melalui jalan yang tergenang; serta
* menyiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan lebat atau banjir.

“Kementerian Luar Negeri RI mengimbau WNI di Tailan untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan segera menghubungi hotline KBRI Bangkok di +66 92 903 1103 apabila terdampak banjir atau memerlukan bantuan darurat. Kemlu RI dan KBRI Bangkok akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan pendampingan konsuler bagi WNI yang membutuhkan,” Demikian Heni Hamidah.

Dugaan Bantuan Presiden Dikorupsi, Kejaksaan Negeri Aceh Singkil Geledah Disdikbud

Kejaksaan Aceh Singkil Geledah Disdikbud, Aceh singkil, Senin (28/9/2026). Foto: Humas Kejari Aceh Singkil/HO-The Indonesian News)

Aceh Singkil (The Indonesian News) – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil menggeledah kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada Senin, (28/9/2026). Penggeledahan ini dilakukan untuk mengusut dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah yang bersumber dari dana tanggap darurat bencana alam.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Syahron Hasibuan melalui Kasie Intelijen, Raja Liola Gurusinga, membenarkan adanya penggeledahan tersebut.

“Penggeledahan berkaitan dengan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan banjir dan longsor tahun anggaran 2025 lalu. Langkah hukum ini diambil menyusul ditemukannya indikasi tindak pidana korupsi pada kegiatan pengelolaan dana pengadaan seragam sekolah tingkat TK/PAUD, SD/MI, serta SMP/MTS,” kata raja dalam siaran persnya, Senin 28 September 2026.

Ia menjelaskan, tim berhasil menyita sejumlah dokumen dan berkas-berkas penting yang diyakini berkaitan erat dengan aliran dana serta pelaksanaan proyek pengadaan seragam yang bermasalah tersebut.

“Penyitaan ini menjadi babak baru bagi kami dalam mengumpulkan alat bukti guna membongkar tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab. Saat ini, seluruh dokumen yang disita tengah didalami oleh tim Pidsus Kejari Aceh Singkil untuk menentukan para tersangka dalam kasus ini,” Demikian Raja.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil resmi menaikan status penyidikan pengelolaan dana pengadaan seragam sekolah tingkat TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Singkil Syahron Hasibuan melalui Kasi Intel Raja Liola Gurusinga mengatakan, Proses penanganan perkara itu terkait bantuan bencana banjir dan longsor dari Pemerintah Pusat dan peningkatan status penyidikan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-01/L.1.25/Fd.1/07/2026 tanggal 9 Juli 2026.

“Berdasarkan hasil ekspose, tim penyelidik menyimpulkan telah ditemukan adanya peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana, sehingga perkara dimaksud layak untuk ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” Kata Raja dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 JUli 2026.

Diketahui, presiden mengucurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor senilai Rp 4 miliar ke Kabupaten Aceh Singkil. Dari anggaran Rp 4 miliar tersebut, sebanyak Rp 1.770.250.000 digunakan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Aceh Singkil untuk membeli seragam sekolah bagi anak-anak terdampak banjir.

Saat pembagian seragam, muncul sorotan dari warga terkait adanya baju yang dibagikan kepada siswa tidak sesuai ukuran. Sehingga, tidak semua siswa korban banjir menerima bantuan seragam sekolah.

Dugaan penyelewengan bantuan Presiden tersebut, juga disuarakan Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil, saat melakukan unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil pada 9 Februari 2026.

Salah satu yang disorot demonstran adalah dana bantuan senilai Rp 1,7 miliar dari total bantuan presiden Rp 4 miliar yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil.

Bantuan itu kata demonstran digunakan untuk membeli seragam anak sekolah. Namun, anehnya pembelian seragam dilakukan secara serampangan. Terbukti ukuran seragam tidak sesuai dengan tubuh anak sekolah yang menerima bantuan. “Pakaian dan sepatu yang dibeli ukurannya kecil, ketika dipakai tidak bisa dikancingkan. Kami menduga barang lama,” teriak massa saat itu.

Warga mendukung langkah Kejari Aceh Singkil, untuk mengungkap semua pihak yang terlibat. Bahwa Yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, tapi di korupsi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts