Beranda blog Halaman 12

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Inf Priyo Handoyo kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Setelahnya, 17 dentuman meriam menggema di kawasan Istana Merdeka, disertai bunyi sirene panjang. Dentuman tersebut menjadi penanda dimulainya Peringatan Detik-Detik Proklamasi, membawa suasana halaman Istana Merdeka ke dalam nuansa khidmat dan penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Presiden Prabowo membacakan langsung naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Usai membacakan Proklamasi, Presiden Prabowo kemudian memimpin seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Tanah Air. “Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.

Setelah mengheningkan cipta, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Menteri Agama Nasaruddin Umar. Rangkaian upacara kemudian memasuki prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat”.

Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, dipercaya membawa Bendera Merah Putih. Ia didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu sebagai pembentang, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengerek, serta Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi sebagai Komandan Kelompok 8.

Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih perlahan bergerak naik menuju puncak tiang. Bendera kemudian berkibar gagah di langit halaman Istana Merdeka, disambut dengan sikap sempurna dan rasa bangga oleh seluruh peserta serta tamu undangan yang hadir.

Setelah bendera berkibar sempurna, Komandan Upacara kembali menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara. Laporan terakhir tersebut sekaligus menandai berakhirnya prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan persembahan lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar. Lagu tersebut dibawakan oleh Sekolah Rakyat dan Gita Bahana Nusantara (GBN), menghadirkan semangat kebangsaan sekaligus kegembiraan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan sarat makna, meneguhkan kembali semangat perjuangan dan persatuan bangsa dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Berkibarnya Sang Merah Putih, lantunan lagu kebangsaan, serta persembahan “Hari Merdeka” menjadi penutup yang menyatukan suasana haru, kebanggaan, dan semangat kebangsaan.

Peringati HUT ke-81 RI di Lokasi Bencana, Pemerintah Tegaskan Percepatan Penanganan Darurat Gempa M 7,7 Flores

Upacara peringatan HUT RI ke 81 di Manggarai Nusa Tenggara Timur dihadiri Wakil Mensos RI Agus Jabo Priyono, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto Menko PMK Pratikno, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Manggarai (The Indonesian News) – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan daerah terdampak pasca gempabumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penegasan ini disampaikan langsung di sela-sela Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno seusai mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).

Peringatan HUT ke-81 RI di tengah kondisi berduka pasca bencana NTT berlangsung khidmat dan diikuti Wakil Mensos RI Agus Jabo Priyono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto., Menko PMK Pratikno dan pejabat pemerintah, TNI, Polri serta masyarakat.

“Sejak hari pertama kejadian, kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” ujar Menko PMK Pratikno.

Pratikno menambahkan, penanganan darurat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi di berbagai titik terdampak. Jajaran pemerintah membagi tugas menyisir wilayah yang membutuhkan bantuan cepat, seperti pergerakan bantuan logistik menuju Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolir di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta kementerian/lembaga terkait melalui sistem luring maupun video conference guna memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.

Memperkuat arahan Menko PMK, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto membeberkan kesiapan strategi serta pengerahan sumber daya logistik dan armada penanganan di lapangan.

Kepala BNPB menjelaskan bahwa Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.

Logistik dari Posko Utama Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisolir, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal. Pada jalur udara, disiagakan 6 pesawat di Labuan Bajo dan 5 pesawat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.

Sementara pada jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utama, yang didukung pula oleh pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri pada jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue.

Terkait pemutakhiran data dampak bencana, Kepala BNPB mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia per hari ini tercatat sebanyak 54 jiwa, sementara pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis.

Suharyanto menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang by name by address tanpa harus menunggu data rampung 100 persen, agar intervensi perbaikan bisa langsung dieksekusi.

“Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi,” ujar Suharyanto.

“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat,” pungkasnya.

TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut

TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut. (Foto: The Indonesian News/HO-Seselam Kodiklatal).

Jawa Timur (The Indonesian News) – TNI Angkatan Laut melalui Sekolah Selam (Seselam) Kodiklatal melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah air dalam rangka memperingati HUT ke-74 Penyelam TNI AL sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di perairan Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, Pada Minggu (16/8).

Kegiatan dipimpin Danseselam Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati, selaku Ketua Panitia dan diikuti 81 penyelam, terdiri dari 17 penyelam panitia dan 64 peserta dari berbagai instansi, di antaranya Kodaeral V, Satbrimob dan Pusdik Brimob Polda Jatim, POSSI Jatim, PADI Surabaya, Petrokimia Diving Club, Bahari Diving Club, Nemo Diving Club, serta Surabaya Diving Club. Kegiatan juga diikuti dua warga negara Prancis yang bergabung bersama tim PADI Surabaya.

Danseselam Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati menyampaikan, kegiatan tersebut diawali pemeriksaan kesehatan dan pengecekan perlengkapan selam. “para peserta melaksanakan penyelaman menuju dasar laut untuk mengikuti prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dan pembacaan teks Proklamasi. Pengibaran bendera dilaksanakan oleh Serda Ali Hanafi dari Seselam dan Sdr. Ade dari Saka Bahari Kabupaten Situbondo,” Kata Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.

“Selain upacara, kegiatan turut diisi demonstrasi Tari Gelang Soko dari Madura di bawah air, penyampaian ucapan HUT Penyelam TNI AL, sosialisasi kesehatan penyelaman serta treatment menggunakan Recompression Chamber Hyperbaric bagi peserta,” Tutup Danseselam Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati.

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Aceh

Prajurit TNI dan Polri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News/Ampelsa.
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Prajurit TNI dan Polri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Prajurit TNI dan Polri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

Pangkalan PLP Tanjung Priok Teguhkan Semangat Pengabdian pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Pangkalan Foto: Dok. PLP

Jakarta (The Indonesian News)Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Momentum tersebut menjadi sarana untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian seluruh jajaran dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara.

Upacara diikuti oleh pejabat struktural, seluruh pegawai dan personel Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, keluarga besar KPLP, serta para purnabakti dan purnawirawan KPLP.

Kehadiran para purnabakti dan purnawirawan menjadi bagian penting dalam peringatan tersebut. Selain sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka, kehadiran para senior KPLP juga menjadi pengingat bahwa tugas menjaga keselamatan, keamanan, dan ketertiban pelayaran merupakan pengabdian yang berkelanjutan.

Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Menurut Fourmansyah, insan perhubungan, khususnya jajaran di bidang penjagaan laut dan pantai, memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran, melindungi lingkungan maritim, serta mendukung kelancaran transportasi laut nasional.

Terlebih, tingginya aktivitas pelayaran di wilayah kerja Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menuntut seluruh personel untuk senantiasa bekerja secara profesional, disiplin, responsif, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Mari kita bekerja dengan penuh integritas, menjunjung tinggi kedisiplinan, meningkatkan kompetensi, memperkuat sinergi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan para pengguna jasa transportasi laut,” tegas Fourmansyah dalam amanatnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mendukung kemajuan bangsa. Evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, menurutnya, menjadi hal penting untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di sektor transportasi laut.

Selain itu, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna menciptakan pelayanan dan penyelenggaraan keselamatan pelayaran yang semakin optimal.

Semangat kemerdekaan juga harus tercermin dalam budaya kerja sehari-hari. Karena itu, Fourmansyah mengingatkan seluruh personel untuk membebaskan diri dari sikap malas, penyalahgunaan kewenangan, ketidakdisiplinan, maupun berbagai tindakan yang dapat merugikan organisasi dan negara.

Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut, ia turut mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Perbedaan latar belakang, tugas, fungsi, maupun pemikiran harus menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama, yakni memberikan pengabdian terbaik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan karya dan pengabdian nyata. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Indonesia Maju!” ujar Fourmansyah.

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, sinergi, dan kualitas pelayanan dalam mendukung keselamatan serta keamanan pelayaran, sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan transportasi laut nasional.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!

 

HUT ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

Foto: Dok. PELINDO

Jakarta (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pelabuhan sebagai penghubung Nusantara sekaligus penggerak perekonomian nasional. Melalui peningkatan konektivitas dan efisiensi layanan kepelabuhanan, Pelindo berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Pelindo Regional 2, Jakarta, Senin (17/8).

Dalam amanatnya, Achmad mengatakan momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh insan Pelindo bahwa tugas perusahaan tidak sekadar menjalankan aktivitas operasional kepelabuhanan, tetapi juga mengisi kemerdekaan melalui karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

“Delapan puluh satu tahun yang lalu, kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan keberanian, pengorbanan, persatuan, dan keyakinan yang kuat akan masa depan bangsa. Hari ini, tugas kita bukan lagi merebut kemerdekaan. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” ujar Achmad.

Menurutnya, tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” memiliki relevansi yang kuat dengan peran Pelindo dalam ekosistem logistik dan maritim nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas yang kuat untuk memastikan pergerakan orang dan barang antarwilayah dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukanlah pemisah bagi Indonesia. Laut adalah pemersatu. Pelabuhan adalah penghubung. Dan konektivitas adalah urat nadi perekonomian bangsa,” katanya.

Achmad menjelaskan bahwa konektivitas kepelabuhanan juga memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan. Kehadiran pelabuhan dari wilayah barat hingga timur Indonesia menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi barang, menghubungkan pusat-pusat produksi dan konsumsi, serta mendukung aktivitas perekonomian di berbagai wilayah Nusantara.

Di sisi lain, peningkatan produktivitas dan efisiensi pelabuhan menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai ekonomi. Peningkatan produktivitas bongkar muat, penurunan port stay, serta efisiensi rantai pasok pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik, kelancaran distribusi barang, serta peningkatan daya saing produk Indonesia.

Dalam menjalankan agenda tersebut, Pelindo terus melakukan transformasi dan penguatan kinerja sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia. Upaya tersebut diarahkan tidak hanya pada penciptaan nilai ekonomi dan peningkatan produktivitas aset negara, tetapi juga pada penciptaan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian dan pembangunan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Achmad turut menyampaikan doa dan simpati kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi. Sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo di wilayah tersebut turut terdampak dan terus mendapatkan penanganan.

Ia meminta seluruh jajaran, khususnya di wilayah terdampak maupun daerah yang masih berpotensi mengalami gempa susulan, untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan kesiapan fasilitas dan peralatan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional.

“Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada keselamatan manusia,” tegas Achmad.

Mengakhiri amanatnya, Achmad mengajak seluruh insan Pelindo menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan di pelabuhan memiliki arti yang lebih besar bagi konektivitas dan perekonomian Indonesia.

“Dari pelabuhan-pelabuhan Indonesia, kita hubungkan Nusantara. Dari Pelindo, kita gerakkan ekonomi bangsa. Dan melalui karya kita bersama, kita wujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkas Achmad.

 

Semangat HUT RI ke-81, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim

Foto: Dok. Pelindo

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya memperkuat konektivitas maritim dan efisiensi logistik nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar, Senin (17/8).

Upacara yang berlangsung di pelataran parkir Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, dipimpin Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo selaku inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Drajat membacakan amanat Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, yang menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi melalui karya nyata, termasuk menjaga kedaulatan ekonomi dan memperkuat pemerataan pembangunan melalui sektor kepelabuhanan.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukanlah pemisah bagi Indonesia. Laut adalah pemersatu, pelabuhan adalah penghubung, dan konektivitas merupakan urat nadi perekonomian bangsa,” ujar Drajat saat membacakan amanat tersebut.

Menurutnya, Pelindo memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Setiap pelayanan kapal, aktivitas bongkar muat, pergerakan penumpang, serta mata rantai logistik yang dihubungkan melalui pelabuhan memiliki arti penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelindo juga berkomitmen menghadirkan keadilan melalui konektivitas yang merata. Pengembangan tidak hanya difokuskan pada pelabuhan besar, tetapi juga pelabuhan kecil dan perintis yang menjadi penghubung utama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.

Standar keselamatan, kemudahan, serta mutu pelayanan yang sama diharapkan dapat dirasakan di seluruh pelabuhan, mulai dari Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Makassar, hingga dermaga-dermaga di pelosok Nusantara.

“Selisih harga barang antara Jawa dan wilayah timur Indonesia, serta antara kota besar dan pulau-pulau terluar, pada dasarnya merupakan selisih biaya logistik. Di sanalah peran Pelindo menjadi sangat berarti,” katanya.

Dari sisi kemakmuran, peningkatan produktivitas bongkar muat, penurunan waktu tunggu dan masa tambat kapal, serta efisiensi rantai pasok dinilai dapat menekan biaya logistik nasional, menjaga keterjangkauan harga barang, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Manfaat ekonomi tersebut juga diarahkan agar tumbuh di sekitar kawasan pelabuhan melalui pengembangan wilayah penyangga, penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta penerapan operasional pelabuhan yang semakin ramah lingkungan.

Langkah itu sejalan dengan transformasi BUMN yang diperkuat melalui Danantara Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan aset-aset strategis negara dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Pelindo terus memperkuat perannya sebagai pengelola infrastruktur strategis sekaligus pendukung agenda nasional di bidang konektivitas, logistik, dan pertumbuhan ekonomi.

Menghadapi dinamika geopolitik, perubahan pola perdagangan global, perkembangan teknologi, tuntutan keberlanjutan, serta kompetisi antarpelabuhan, seluruh Port Captain Pelindo diminta terus adaptif, bergerak lebih cepat, dan berani melakukan perubahan.

Dalam amanatnya, Achmad juga menyampaikan simpati kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi. Seluruh pekerja Pelindo, khususnya di wilayah terdampak, diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kesiapan fasilitas serta peralatan.

“Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada keselamatan manusia,” tegasnya.

Upacara tersebut turut dihadiri Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, jajaran direksi dan manajemen anak usaha Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar, serta jajaran manajemen Pelindo Regional 4.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pelindo bertekad semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang perdagangan Indonesia, penghubung Nusantara, penggerak ekosistem maritim, dan salah satu kekuatan ekonomi nasional.

Jaga Jakarta On The Spot di Pelabuhan Sunda Kelapa, Polisi Tampung Keluhan Buruh soal Banjir Rob

Foto: Dok. Polsek Kawasan Sunda Kelapa

Jakarta (The Indonesian News) – Polsek Kawasan Sunda Kelapa melalui Program Jaga Jakarta On The Spot terus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Minggu (16/8/2026), dengan melibatkan buruh dan pekerja pelabuhan.

Kegiatan yang dipimpin Panit Samapta Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Ipda Resi Mulyono, bersama Bhabinkamtibmas Pelabuhan Sunda Kelapa, Aipda A. Affandi.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga membuka ruang dialog bagi para buruh dan pekerja untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan pelabuhan.

Panit Samapta Polsek Kawasan Sunda Kelapa mengajak seluruh buruh dan pekerja untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

“Kami mengajak seluruh buruh dan pekerja untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pelabuhan. Sinergi antara masyarakat dan Polri sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Ipda Resi Mulyono.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Pelabuhan Sunda Kelapa, Aipda A. Affandi, memberikan imbauan kepada para pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja dengan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama. Kami mengimbau para pekerja untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti helm, sepatu keselamatan, rompi, serta perlengkapan lainnya sesuai dengan ketentuan,” kata Aipda A. Affandi.

Dalam sesi dialog, salah seorang buruh Pelabuhan Sunda Kelapa menyampaikan aspirasi mengenai kondisi sejumlah jalan dan gudang yang kerap tergenang air akibat banjir rob, terutama ketika hujan turun bersamaan dengan kondisi air laut sedang pasang.

“Kami menyampaikan masukan terkait jalan dan gudang yang sering tergenang rob, terutama setelah hujan dan saat air laut pasang. Kondisi tersebut cukup menghambat pekerjaan kami. Kami berharap ada perhatian dan tindak lanjut dari instansi terkait,” ungkap salah seorang buruh.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ipda Resi Mulyono menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan para pekerja. Pihaknya juga berkomitmen menjembatani keluhan tersebut kepada instansi yang memiliki kewenangan menangani fasilitas dan persoalan genangan di kawasan pelabuhan.

“Terima kasih atas masukan yang disampaikan. Keluhan ini akan kami jembatani kepada instansi terkait yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki fasilitas pelabuhan,” ujar Ipda Resi.

Ia menambahkan, saat ini telah terdapat upaya dari pihak terkait untuk melakukan penanganan, termasuk pembangunan tanggul dan perbaikan fasilitas.

“Kita juga melihat sudah ada upaya dari pihak terkait, seperti pembangunan tanggul dan perbaikan fasilitas. Mudah-mudahan setelah seluruh proses perbaikan selesai, persoalan banjir rob di kawasan ini dapat semakin tertangani,” tambahnya.

Selain membahas persoalan fasilitas pelabuhan, polisi juga mengajak para buruh dan pekerja untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan, gangguan kamtibmas, maupun tindak pidana.

“Melalui Program Jaga Jakarta On The Spot ini, kami mengajak seluruh buruh dan pekerja untuk aktif menjaga lingkungan sekitar. Apabila menemukan orang yang mencurigakan, mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas maupun tindak pidana, segera laporkan kepada Polri melalui Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam,” jelasnya.

Program Jaga Jakarta On The Spot merupakan salah satu upaya Polri untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung di lapangan.

Kegiatan di Pelabuhan Sunda Kelapa tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel Polri di tengah aktivitas masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, buruh, pekerja, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh. (Foto: Tangkapan layar Video)

Banda Aceh (The Indonesian News) – Prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan massa di tiang pekarangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Bendera diturunkan setelah TNI-Polri memecah konsentrasi massa. Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan, kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar yang diikuti massa dari berbagai daerah awalnya berlangsung khidmat. Namun di tengah acara diduga ada yang memprovokasi dengan mengibarkan bendera bulan bintang.

Aparat TNI-Polri melakukan pendekatan persuasif dan memberikan imbauan kepada massa agar tidak mengibarkan bendera bulan bintang serta tetap menjaga ketertiban. Namun massa menolak sehingga terjadi aksi saling dorong antara sebagian massa dengan aparat keamanan.

Selain itu, massa juga menurunkan bendera merah putih di tiang bendera di pekarangan masjid dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Massa juga mencopot bendera merah putih yang ada di sekitar masjid.

“Situasi semakin memanas setelah sejumlah orang melakukan pelemparan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri,” kata Mustafa dalam keterangannya, Pada Sabtu (15/8/2026).

Kericuhan tersebut juga berdampak terhadap sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Beberapa kendaraan mengalami kerusakan akibat terkena lemparan, bahkan terdapat sepeda motor dinas TNI yang dibakar massa.

Tim gabungan akhirnya mengambil langkah tegas dan terukur untuk membubarkan massa yang sudah anarkis. Massa mundur ke beberapa lokasi.

“Setelah memecah konsentrasi massa, aparat TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban,” jelas Mustafa.

 

Patroli Perintis Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Begal, Balap Liar, dan Tawuran

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi aksi kejahatan jalanan, balap liar, dan tawuran, Satuan Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan Patroli Perintis Presisi pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Kegiatan patroli dilaksanakan mulai pukul 00.00 WIB hingga 02.30 WIB dengan menyasar sejumlah titik di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Patroli dipimpin langsung oleh Kasatsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Aries Arianto, S.H., bersama personel Satsamapta yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Adapun rute patroli meliputi Jalan Pelabuhan Nusantara, Jalan Raya Pelabuhan, Jalan Sulawesi, serta Jalan Pelabuhan Kalibaru.

Sebelum pelaksanaan patroli, Kasatsamapta memberikan arahan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

“Patroli Perintis Presisi ini merupakan langkah preventif Kepolisian untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya begal, balap liar, dan aksi tawuran yang dapat meresahkan masyarakat.”

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan situasi keamanan di sejumlah ruas jalan dan kawasan yang menjadi rute patroli. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban masyarakat.

Kegiatan patroli didukung dengan 1 unit kendaraan roda empat dan 4 unit kendaraan roda dua, dengan melibatkan personel yaitu Aiptu Sumarno, Aipda Heru Siswanto, S.H., Brigadir Alfian, Briptu Rio, Briptu Glend, dan Bripda Putra.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah patroli terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol selama pelaksanaan kegiatan.

“Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan upaya preventif guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada jam-jam rawan.”

Kegiatan Patroli Perintis Presisi tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kondusivitas keamanan di wilayah hukumnya.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts